PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 63


__ADS_3

Tinggalkan Jejaknya iya readers


πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Satu tahun kemudian


Cyano duduk di sofa ruang tamu ,dia menunggu kedatangan anak anaknya


Sambil menunggu, dia menghidupkan TV


Namun tidak ada siaran yang menarik di hatinya


Saat akan mematikan tvnya, ada sebuah berita yang membuat dirinya tertarik


Dia pun memperbesar volume TV tersebut


*Berita kehilangan *


*Sepasang suami istri beserta anak tunggalnya di nyatakan menghilang, sudah satu tahun sejak kepergian mereka tidak ada kabar *


*Orang orang terdekatnya sudah melakukan pencarian, namun hasilnya nihil*


*Pihak berwajib juga telah melakukan pencarian ke berbagai tempat, tapi hasilnya sama*


*Mereka bagai hilang di telan bumi *


Cyano menunggingkan senyuman


Ada kepuasan tersendiri dalam hatinya


πŸ’•Ternyata benar, manusia ter****k itu telah tiada πŸ’• pikirnya dalam hati


πŸ’•Semoga tidak ada lagi orang jahat seperti mereka, baik dalam hidup Alva ataupun Gilbran πŸ’• batin Cyano


Dia mematikan Tvnya setelah berita itu selesai


"Sore Pa " sapa Alva dan Windy


"Sore, Gilbran sama Rosa gak ikut? " jawab dan tanya Cyano


"Mungkin mereka ke rumahnya dulu Pa " ucap Windy


"Iya mereka kan harus membersihkan diri dulu " ucap Alva


"Rumah ini besar, cukup untuk kita semua, lagian ada kamar di sini, mereka bisa membersihkan diri di kamarnya " ujar Cyano


"Bisa Pa, tapi kita yang punya rumah sendiri pasti lebih nyaman di sana " ucap Windy


"Apa bedanya sih, ini juga rumah mereka " ucap Cyano


"Pasti beda Pa, walaupun mereka menganggap rumah ini seperti rumah mereka " jawab Windy


"Anak anak dimana Pa? " tanya Alva


"Mereka di rumah Gilbran" jawab Cyano


"Apa mereka udah makan Pa? " tanya Windy


"Aku gak tau,mereka ke sana dari pagi " jawab Cyano


"Tumben seharian di sana " cicit Windy


"Iya biasanya bocah bocah itu gak betah di rumah " ucap Alva


"Mungkin mereka keasyikan makan Mangga " ucap Cyano


"ohhhh pantas, nakal ya tu bocah " ucap Alva


"Namanya juga anak anak, selagi ada tancap terus " ucap Windy seperti orang sedang berpuisi


"Aku akan hubungi mereka " ucap Alva mengambil benda pipi dari saku celananya


Dertttt Dertttt Dertttt


Beberapa kali tidak ada respon,kelima kalinya barulah terjawab


"halo Pa "

__ADS_1


"Kalian dimana?" tanya Alva


"Di rumah Om Gilbran Pa, ada apa?" jawab dan tanya BOON


"Pulanglah ini sudah sore "


"Iya Pa, bentar lagi " jawab BOON


"Apa kalian baik baik aja? " tanya Alva


"Iya Pa, kita lagi nungguin mereka " jawab BOON


"Baiklah "


Alva menutup sambungan telfonnya


"Mereka datang bentar lagi" ucap Alva


"oh, iya udah kita mandi dulu " ucap Windy


"kita ke atas dulu Pa " sambungnya


"Iya "


Alva dan istrinya masuk ke dalam kamarnya


"Sayang, menurut kamu mereka mau gak sih" tanya Windy


"Gak tau, kita lihat aja nanti " jawab Alva


"Kalo mereka gak mau gimana? " tanya Windy lagi


"Kita yang akan mengalah " jawab Alva


Windy menarik nafas dalam, menghempaskannya kasar


"Apa harus ?" tanya Windy


"Apa kamu keberatan, kalo kamu gak mau, iya udah gak apa-apa " ucap Alva


"Jangan marah, aku hanya,,, "


"Iya udah kita mandi dulu, mereka keburu datang" ucap Windy


"Kita mandi bareng kan sayang? " tanya Alva masih memeluk istrinya


"Iya,berdua lebih cepat " jawab Windy


Dia ingin mengambilkan handuk mereka, tapi suaminya enggan melepasnya


"Sayang lepasin,kapan kita mandinya" ucap Windy


Tanpa menjawab Alva menggendong istrinya masuk kamar mandi


"Sayang turunkan aku " ucap Windy memukul mukul dada suaminya


Alva terus membawanya ke kamar mandi dan merendamnya di bet'up


"Sayang tunggu, aku hidupkan airnya dulu " ucap Alva mengisi bet'up dengan air hangat


"Sayang kau memperlakukan ku seperti baby" ujar Windy


"Anggap saja kau baby ku, baby baby cuccy" ucap Alva


"Apaan sih, aneh " cibir Windy


Alva masuk ke dalam bat'up dimana istrinya berendam


"Kita mandinya barengan iya " ucap Alva menggosok punggung istrinya


"Sayang aku bisa sendiri" ucap Windy yang paham akan sifat suaminya


"Santai aja, aku yang akan mandiin kamu " ucap Alva mengangkat sudut bibirnya


"Jangan macam-macam iya , Gilbran sama Rosa udah di bawah " ucap Rosa menahan tangan suaminya yang mulai merambat ke mana-mana


"Sayang aku hanya ingin menggosok tubuhmu, biar bersih mengkilat" ucap Alva melanjutkan aksinya


Saat tangan suaminya menyentuh area terlarangnya,Windy tidak tahan meredam suaranya

__ADS_1


Suara erangan itu lolos begitu saja dari mulutnya


A**********


Alva menunggingkan senyuman, dia melakukan ritme di lembah basah istrinya


Sentuhan hangat suaminya membuat dirinya menginginkan lebih


Alva mulai mencium bibirnya,turun ke leher jenjang istrinya, membuat bulan biru di sana


Akhirnya jalinan asmara kamar mandi pun terjadi


Mereka seakan tidak peduli dengan yang lainnya, yang sudah menunggu kehadiran mereka di bawah sana


🌷🌷🌷


Gilbran, Rosa dan anak anak mereka datang dan duduk bersama Cyano


Mereka menunggu Tuan dan Nonya rumah turun ke bawah


Sudah hampir setengah jam mereka menunggu, namun yang di tunggu gak nongol nongol


"Om, Alva sama Windy baru nyampe iya, kok mereka belum turun? " tanya Rosa


"Udah agak lama memang, tapi mereka gak langsung membersihkan diri " jawab Cyano


"Oh, pantas" jawab Rosa


Cyano yang sudah tau kelakuan anaknya hanya bisa menggerutu dalam hati


Tapi dia tidak mau membongkar aib anaknya


Dia terpaksa berbohong untuk menutupi kemesuman anaknya


BOON, Angel, Findo dan Gavin juga sudah bosan menunggu


Tapi karena jawaban Cyano, mereka pun bersabar


Mereka bermain petak umpet untuk menghilangkan kebosanan


πŸ’•oh ya ampun, ni anak gak ada akhlak iya, udah tau orang datang masih sempat sempatnya bercinta, gak bisa nunggu apaπŸ’• batin Cyano


"Ini nih yang aku gak suka, aku udah bilang jangan minta lebih " ucap Windy mengerucutkan bibirnya


"Sayang kita sama-sama enak, kenapa harus marah " ucap Alva


"Mereka pasti nungguin kita, malu kan sama mereka " cibir Windy


"Ngapain malu, mereka gak beda sama kita " ucap Alva cuek


"Bodoh ah" kesal Windy


"Sayang mereka itu udah dewasa, jadi mereka maklum " ucap Alva


Windy tidak menjawab


Beberapa menit kemudian mereka turun dan bergabung dengan yang lainnya


"Udah lama ya? " tanya Alva


"Hampir satu jam " jawab Rosa


"Satu jam apanya, kita baru 15 menit di atas " jawab Alva


"Entah apa yang kalian lakukan, anak anak juga udah bosan nunggu " ucap Rosa


"Badan ku sedikit pegal, jadi di kusut dulu sama istri ku " jawab Alva


"Di kusut apa di kusut? " sindir Rosa


"Biasalah , habis kerja harus peregangan otot dulu " ucap Gilbran ikut menyindir


"Ntar malam bisa kali bos, gak harus segenting ini " jawab Rosa


Windy merasa malu,pipinya merona seperti sambalado


Tingkat kemesuman suaminya selalu membuatnya bahan candaan


"Sudah sudah, sekarang kita makan, kalian udah pada lapar kan " ucap Cyano melerai perdebatan kecil mereka

__ADS_1


__ADS_2