
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Semenjak kehamilan Windy, Cyano, di bantu oleh Gilbran, Windy telah meminta Cyano untuk mencarikan sekretaris baru, namun Cyano menolak, dia lebih suka di bantu oleh Gilbran dari pada orang lain termasuk sekretaris. Gilbran juga gak merasa keberatan, karna jika dia merasa kesulitan Dia akan minta bantuan Windy .
"Al, apa Windy masih sering muntah" ucap Cyano
"untuk hari ini gak lagi pa, dia udah bisa makan tanpa memuntahkannya" ucap Alva
"syukurlah papa kasihan liat dia, semenjak dia hamil Tubuhny jadi makin kurus " ucap Cyano
"iya pa, makanya aku gak tega ninggalin dia " ucap Alva
"kamu mau kemana? " tanya Cyano
"aku mau buat susu untuk istri ku pa" ucap Alva
"apa dia sudah bisa minum susu juga" ucap Cyano
"sudah pa, dari semalam dia sudah bisa meminum susunya" ucap Alva
"baguslah, itu artinya dia akan baik baik aja " ucap Cyano
Alva kembali ke kamarnya dengan segelas susu di tangannya
"sayang, kamu minum susu ya" ucap Cyano
"makasih suamiku" ucap Windy
"sayang, aku senang liat kamu udah bisa makan dan minum susu tanpa muntah" ucap Alva
"itu berkat perhatian dan kasih sayang suamiku" ucap Windy
Alva mencium istrinya
π·π·π·
Cyano duduk di kursi kebesarannya, dia sibuk dengan laptop di depannya
Tiba tiba dia dikagetkan dengan kedatangan seseorang
"selamat siang tuan " ucap Gilbran
"siang ,ada apa " tanya Cyano
"ada yang ingin bertemu tuan" ucap Gilbran
"apa penting, aku sibuk " ucap Cyano
Sebelum Gilbran menjawab
"selamat siang pak Cyano, apa kau tidak merindukan ku" ucap orang itu
Cyano menoleh
"Rudi" kaget Cyano
"aku pikir kau sudah melupakan ku" ucap Rudi
"bagaimana mungkin aku melupakan mu, kau sahabat terbaik ku" ucap Cyano
Mereka berpelukan melepas rasa rindu yang lama tertahankan
"ternyata perusahaan mu sudah sebesar ini, aku iri padamu" ucap Rudi
"aku kan sudah bilang, aku akan membuat perusahaan yang jauh lebih besar dari perusahaan ku yang dulu " ucap Cyano
"kau benar, seandainya pebrita tau dia pasti akan minta kembali padamu" ucap Rudi
"hahaha walaupun dia nangis darah sekalipun, aku tidak akan pernah menerima dia " ucap Cyano
"dimana anakmu, aku tidak melihatnya " ucap Rudi
"dia di rumah, sudah beberapa minggu dia tak masuk kerja " ucap Cyano
"kenapa, apa dia sakit ?" tanya Rudi
"tidak, dia menjaga istrinya, menantuku lagi ngidam, dia sering muntah muntah, Alva tidak mau meninggalkannya" ucap Cyano
"istri,?? menantu ? Alva punya istri? " tanya Rudi
__ADS_1
"iya, mereka menikah enam bulan yang lalu " ucap Cyano
"jadi Alva sudah menikah? " tanya Rudi lagi
"ia,,, dia sudah menikah, sekarang istrinya hamil, kenapa? apa ada yang salah " jawab sekaligus tanya Cyano
"ti⦠ti⦠tidak a⦠a⦠a aku han..hanya kaget aja " ucap Rudi gelagapan
"hahaha Rudi Rudi, bukankah itu hal yang wajar, anakku sudah berumur 27 tahun, sudah sepantasnya membina rumah tangga " ucap Cyano
"iya kau benar, aku hanya mengira dia masih sama seperti dulu, tidak peduli dengan perempuan " ucap Rudi
"dia bukan Alva yang dulu, sekarang dia pria sejati " ucap Cyano
"kau sungguh beruntung,sebentar lagi kau akan memiliki cucu" ucap Rudi
"iya, aku sangat bahagia,aku sempat berpikir kalo Alva tidak bisa sembuh, ternyata dia dengan mudah di sembuhkan oleh istrinya " ucap Cyano
"istrinya sangat hebat , apa dia cantik" ucap Rudi
"iya, dia sangat cantik, cantik luar dalam " ucap Cyano
"oh, iya, dimana putri mu" ucap Cyano
"dia ikut bersama ku" ucap Rudi
"apa dia sudah nikah" tanya Cyano
"belum, tadinya aku ingin menjodohkannya dengan putra mu, tapi ternyata dia sudah menikah " ucap Rudi
"kau terlambat, anakku sudah bahagia " ucap Cyano
"iya, semoga mereka bahagia selalu" ucap Rudi dengan suara lemas
Windy sedang bergelayut di pangkuan suaminya, entah kenapa dia sangat manja hari ini
"sayang, kau menggodaku" ucap Alva
Windy memainkan jarinya di dada bidang Alva
"sayang, apa anak kita merindukan ku" ucap Alva
Alva yang mendapat serangan dari istrinya membalasnya dengan senang hati
"sayang, apa kau menginginkan ku" ucap Alva
"sangat, tapi pelan pelan ya " ucap Windy
"pasti sayang" ucap Alva
Alva kembali mencium istrinya, suasana semakin panas, pertempuran pun terjadi hingga mereka mencapai pelepasan yang nikmat
"sayang, apa aku kasar" ucap Alva, dia takut bayi mereka terganggu
"tidak, kau melakukannya dengan lembut, aku sangat menikmatinya" ucap Windy
"syukur lah, terimakasih cintaku" ucap Alva mencium bibir istrinya sekilas
"apa kau mencintaiku" tanya Windy
"tentu sayang, aku sangat mencintai mu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu" ucap Alva
"aku juga mencintai mu,sangat mencintai mu" ucap Windy
"terimakasih sayang, terimakasih atas Cinta dan kasih sayang mu, terimakasih atas semuanya " ucap Alva
"sayang, aku ingin makan sesuatu, apa kau mau mengambilnya" ucap Windy
"mau makan apa sayang, aku pasti mengambilnya " ucap Alva
"mangga muda, aku sangat ingin makan buah itu " ucap Windy
"baiklah,aku akan mengambilnya" ucap Alva
"sayang,jangan lama lama ya " ucap Windy
"iya, aku akan datang secepatnya " ucap Alva mencium istrinya
π·π·π·
__ADS_1
"Windy ,dimana suamimu nak" ucap Cyano
"lagi pergi pa" ucap Windy
"kemana" tanya Cyano
"cari mangga muda pa" ucap Windy
"kamu memintanya" ucap Cyano
"iya pa, kayanya enak " ucap Windy
"benarkan kata papa " ucap Cyano
"maksud papa" ucap Windy
"kamu lupa ya, dulu kamu bilang ngidam bulan madu, sekarang ngidam mangga muda kan " ucap Cyano
"hahaha papa masih ingat itu, itu kan cuma sandiwara aja pa" ucap Windy
"maksudnya " kali ini Cyano yang bingung
"gak mungkin kan pa, aku pergi honeymoon sementara suami aku gak mau nyentuh aku" ucap Windy
"iya juga ya, papa gak mikir kesana" ucap Cyano
"sebenarnya Alva ngajak aku honeymoon pa, tapi⦠"
"tapi "
"Alva ngajak aku di hari aku muntah muntah itu, iya gak jadi deh " ucap Windy
"jangan sedih, kalian bisa pergi setelah kamu lahiran nanti " ucap Cyano
"Windy gak sedih kok pa, Windy malah bersyukur, kalo seandainya kami pergi, kan bahaya pa" ucap Windy
π·π·π·
Gilbran menemani Alva mencari buah mangga muda yang di inginkan Windy
"Gil, kemana kita mencari buah itu " ucap Alva
"kita beli di super market, atau di pasar aja tuan" ucap Gilbran
"istri ku meminta mangga yang di petik langsung dari pohonnya " ucap Alva
"waduh, mau di cari kemana tuan" ucap Gilbran
"itu dia, makanya aku tanha kamu" ucap Alva
Gilbran berpikir keras, dia mencoba mengingat dimana dia pernah melihat pohon mangga
"oh ia tuan, kita ke kontrakan non Windy aja, di sana banyak pohon mangga, mudah mudahan ada yang berbuah" ucap Gilbran
"iya juga ya, kok aku bisa lupa " ucap Alva
Mereka pergi ke tempat itu. Setelah sampai di sana, mereka di sambut oleh pemilik rumah itu
"selamat sore den, ada yang bisa saya bantu " ucapnya
"iya bu, kami mau mengambil buah mangga ibu ,apa boleh bu" ucap Alva
"buahnya belum matang den" ucapnya
"saya mencari mangga muda bu, iistri saya ngidam, dia minta mangga muda yang di petik langsung dari pohonnya " ucap Alva
"ohh silakan den,permintaan ibu hamil gak bisa di tolak" ucapnya
Alva memanjat pohon mangga itu dan mengambil beberapa biji. Karna dirasa sudah cukup, dia pun turun
"bu, ini uang nya " ucap Alva memberikan beberapa lembar uang
Seratus ribuan
"gak usah den, ibu ikhlas memberinya, semoga istri dan anak den sehat selalu " ucapnya
"Amin, makasih bu, untuk doanya, uangnya ibu terima aja, anggap aja ini pemberian istri saya " ucap Alva
Akhirnya ibu itu menerima uangnya
__ADS_1