
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Di rumah Cyano, Windy sedang kebingungan memilih baju yang pas buat dia, sudah hampir 2 jam dia mencoba setiap gaun yang menurutnya bagus tapi selalu kekecilan, maklum perutnya yang buncit susah menemukan gaun yang pas untuknya
"sayang udah hampir 2 jam loh, kamu memilih, masa gak ada yang cocok satu pun " ucap Alva
"gak ada sayang, semua kekecilan " ucap Windy
"kamu coba yang ini " ucap Alva mengambil gaun warna biru langit
Windy mencobanya ,dia berputar putar di depan cermin
"tuh kan kekecilan " ucap Windy
"sayang itu namanya pas, bukan kekecilan " ucap Alva
"gak mau ah, aku gak mau pakai baju ke gini,terlalu ketat" ucap Windy "iya udah, gini aja, dari pada kamu pusing, mending kita beli yang baru " ucap Alva
"ia iya, kok gak kepikiran ya dari tadi" ucap Windy
"yuk, kita beli di butik Rosa aja, pasti ada yang pas sama istriku yang cantik ini " ucap Alva
Sebelum mereka keluar Sumi datang membawa sebuah kotak di tangannya
"permisi non, ini ada paket untuk non" ucap bi Sumi
"dari siapa bi" tanya Windy
"gak ada nama pengirimnya non, cuma tujuan nya saja" ucap bi Sumi
Alva menerima kotak itu dan mmembawanya ke dalam kamarnya
"dari siapa ya " ucap Alva
"gak tau " ucap Windy
Alva membukanya dengan hati-hati
"gaun" ucap mereka kompak
"sayang ada suratnya " ucap Alva
π·Win ini aku kirim gaun buat kamu aku tau kamu pasti kesulitan milih gaun yang akan kamu pakai di hari pernikahan ku nanti, aku sengaja membuat ini untuk mu, my best friend, Rosa π·
"dari Rosa sayang " ucap Windy
"wah pas banget, kamu coba sayang" ucap Alva
Windy mencobanya, ternyata benar gaun itu sangat cocok untuk Windy
"oh my god, cantik banget sayang " puji Alva
"iya sayang, pas banget sama aku " ucap Windy senang
" akhirnya kita gak perlu repot lagi buat cari gaun untuk kamu sayang " ucap Alva
"iya, kau benar sayang, Rosa memang sobat terbaikku" ucap Windy
π·π·π·
Hari ini hari yang di tunggu tunggu oleh sepasang anak manusia yang sedang di mabuk cinta itu
Para tamu undangan telah berdatangan, termasuk teman teman Rosa
Gilbran dan Rosa duduk berdampingan, pak penghulu menikahkan mereka, dalam satu tarikan napas mereka sah menjadi suami istri. Mereka tukar cincin lalu minta restu pada orangtua mereka, acara akat nikah selesai mereka melanjutkan acara resepsi
Gilbran dan Rosa duduk di atas pelaminan, mereka sangat menikmati acaranya
Alva membawa istrinya duduk, dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada anak dan istrinya
"sayang, kamu capek ya " ucap Alva
"dikit sayang, aku haus" ucap Windy
"bentar aku ambilkan minum " ucap Alva
Saat Alva pergi, seorang pria menghampiri Windy
"hay win " ucapnya
Windy menoleh
"apa kabar Win " ucap pria itu
"ka,,, kamu " ucap Windy terbata
"apa kabar" ucapnya
"mmm ba,,, baik" ucap Windy
"apa aku mengganggu mu" tanyanya
"ti,,, tidak " ucap Windy
"kamu makin cantik" ucapnya
__ADS_1
"makasih " ucap Windy
"ternyata kamu akan punya anak " ucapnya
"i iya " ucap Windy
"apa jenis kelamin anakmu" tanyanya
"laki laki " ucap Windy
"selamat ya, semoga kau selalu bahagia " ucapnya
"makasih " ucap Windy
Pria itu kembali bergabung dengan teman temannya
"sayang ini " ucap Alva menyodorkan segelas teh hangat
"makasih " ucap Windy
"sayang apa kamu lapar" tanya Alva
"tidak " ucap Windy
"sayang, kamu kenapa, apa kamu sakit " tanya Alva
"tidak " jawab Windy
πada apa dengan istriku, kenapa dia tak bersemangat gitu π
"sayang apa kita pulang saja" ucap Alva
"kenapa, acaranya belum selesai " ucap Windy
"sepertinya kamu kecapean sayang, atau kita ke kamar saja" ucap Alva
"aku gak apa apa, aku hanya iri sama mereka " ucap Windy mengalihkan perhatian suaminya
"ada apa dengan mereka sayang " tanya Alva
"mereka lincah kesana kemari, gak kaya aku" ucap Windy
"sayang, justru mereka yang iri sama kamu" ucap Alva
"iri kenapa, ada ada aja kamu " ucap Windy
"banyak orang pengen hamil tapi gak bisa, mereka pasti iri kan sama kamu" ucap Alva
Sebelum menjawab perkataan suaminya, teman temannya datang
"makin cantik aja lo Win" ucap kelvin
" wah cantik banget bumil kita " ucap Leon
"lo hamil Win " tanya Dion
"hay semua, ternyata kalian pada datang ya, aku udah kangen sama kalian " ucap Windy
"kita juga kangen sama lo, gimana kabar lo" ucap kelvin
"seperti yang kalian lihat, i'm fine" ucap Windy
"lo udah merid Win " tanya Aldy
"udah dong, makanya tekdung" ucap Windy
"kok lo gak ngundang kita " ucap Kelvin
"sory, aku nikah dadakan, jadi lupa ngundang teman " ucap Windy
"apa dia suami lo" ucap Dion menunjuk Alva
"oh iya, kenalin ini suamiku" ucap Windy
"Aldy"
"Alva "
"Kevin"
"Alva "
"Dion"
"kapan kalian nikah" tanya Dion
"hampir 1 tahun " ucap Windy
"pantasan aja si Rama diam mulu" ucap Aldy
Deg
πrama juga disini π
"iya ialah, dia kan cinta mati sama Windy " ucap Leon
__ADS_1
"lagian lo sih, pakai nikah sama yang lain, kasihan kan Rama" ucap Dion
"gak jodoh kali gaes, jangan salahkan Windy " ucap Kevin
πaduh mereka pada ngomong apa sih, gak tau apa, suami aku sensiπ "namanya juga jodoh, siapa yang tau" ucap Rama nimbrung
"lo, ngagetin aja " ucap Aldy
"hay Win, Alva, gimana kabar kalian " ucap Rama
"baik, ya kan sayang" ucap Alva merangkul bahu istrinya
"iya kami baik baik aja" ucap Windy
"hey Al, lo gak usah peluk Windy, tidak ada yang merebutnya " ucap Kevin
"suamiku memang ke gitu, dia gak bermaksud nyindir kalian " ucap Windy
"kamu beruntung iya Win, dapat suami perhatian dan baik kaya Alva" ucap Rama
"makasih Ram, kamu juga akan mendapatkan pendamping yang baik, karna kamu orang baik " ucap Windy
"makasih, semoga doa kamu di kabulkan" ucap Rama
"good man, gue bangga ama lo, lo pria sejati " ucap Dion
"bukan cuma lo doang yang kehilangan, gue juga " ucap Leon
"maksud lo" ucap semuanya
"Rosa belahan jiwa gue, tapi dia gak bisa jadi milik gue" ucap Leon
"kamu cinta sama Rosa, sejak kapan Leon" ucap Windy
"sejak kita SMA dulu, aku berniat mengatakan Cinta ku, setelah kita kuliah, tapi dia kuliah di luar, aku gak tau dimana dia, saat dia kembali ke sini, aku langsung mencarinya, aku sangat senang bisa bertemu dengan nya, tapi saat aku datang ingin melamarnya, dia sudah jadi milik orang lain, dan orang itu Gilbran " ucap Leon
"ohhhhhhhh" ucap mereka semua seperti orang mau pingsan
"yang sabar ya Leon, kamu pasti akan mendapatkan pendamping yang mencintai kamu" ucap Windy
"lo benar Win, gue udah usaha tapi yang namanya jodoh, bukan kita yang ngatur" ucap Leon
Meski berat menerima kenyataan, tapi pasrah dengan jalan Tuhan adalah yang terbaik
"Alva, lo kok diam aja dari tadi, lo gak marah kan kita gabung sama kalian " ucap Kevin
"gak kok, untuk apa aku marah, kalian kan teman istri ku" ucap Alva
"lo bisa anggap kita teman, kalo lo mau " ucap Dion
"iya lo benar kita pria baik, gak mungkin jadi pebinor" ucap Leon
"hahaha pebinor, menjijikkan " ucap Kevin
"Al, lo jaga baik baik istri lo, dia rebutan dari kita SMA, jangan sampai lo nyakitin dia, bisa bisa lo kehilangan dia untuk selamanya " ucap Kevin
"tentu, aku akan selalu menjaga istri ku " ucap Alva
tak terasa pesta hampir usai
Mereka naik ke atas pelaminan memberikan selamat
"sayang kita nginap di sini aja ya, udah terlalu malam, gak baik bawa bumil malam malam " ucap Alva
"apa masih ada kamar kosong " tanya Windy
"aku sudah menyiapkan kamar untuk kita, sebelum pesta " ucap Alva
"ahh syukurlah, aku udah capek banget " ucap Windy
"ok, yuk kita ke kamar, kamu juga harus minum susu " ucap Alva
"sayang susu aku kan di rumah " ucap Windy
"tenang aja akj udah siapin semuanya " ucap Alva
Alva membawa istrinya ke kamarnya yang dulu, kamar pengantin mereka
Setibanya di sana Alva menutup mata istrinya
"sayang kenapa mataku di tutup gini" ucap Windy
"jalan aja sayang, nanti aku akan melepasnya " ucap Alva
Mereka tiba di dalam kamarnya, Alva melepas tangannya
"sayang ini,,,, "
"iya sayang ini kamar pengantin kita dulu, makanya aku bawa kamu kesini" ucap Alva
"indah sekali sayang, ini jauh lebih indah dari yang dulu " ucap Windy
"kau suka" ucap Alva
"suka, pakai banget sayang " ucap Windy
__ADS_1