
Alva sengaja gangguin tumuke, dia senang mendengar tumuke menangis
"sayang, bagi dong " ucap Alva
"eits gak boleh, ini hanya milik tumuke" ucap Windy menirukan suara bayi
"papa pengen dong, masa iya cuma BOON aja" ucap Alva
"gak, gak boleh, BOON gak mau, papa gak boleh kebagian " ucap Windy mewakili putranya
"kamu jahat sayang" ucap Alva
"ih gak malu, udah bapak bapak ngambek" ucap Windy menirukan suara bayi
"lah kenapa " tanya Alva
"papa udah gede, sana pergi, cari uang yang banyak "ucap Windy
"ooh gitu, iya udah deh, aku ngalah " ucap Alva
"nah,,, gitu dong, itu baru suami dan papa yang baik " ucap Windy
"sayang " ucap Alva dengan nafas yang sudah tak beraturan
"sayang kamu harus siap siap, kamu kerja kan" ucap Windy
"ayolah, pliss" ucap Alva
"sayang, bending kamu mandi ,nanti di tungguin sama Gilbran " ucap Windy
"sayang, ayolah, tumuke udah bobo" ucap Alva
"gak, aku bilang gak, iya gak" ucap Windy
"sayang, tega kamu" ucap Alva
"cok tengok jam kamu, ntar Gilbran kelamaan nunggunya" ucap Windy
"bodo, daripada aku jajan di luar " ucap Alva
"ohhh jadi mau jajan di luar, coba aja, gak dapat jatah satu bulan " ucap Windy
"hah,,, satu bulan sayang, "ucap Alva
"satu tahun, bahkan selamanya " ucap Windy
"sayang ayolah, jangan marah, mana mungkin aku jajan di luar " ucap Alva
Windy diam, tidak menggubris omongan suaminya
"sayang jangan marah, aku gak bisa di diamin ke gini" ucap Alva
"sayang kamu satu satunya perempuan di hati aku, mana mungkin aku melakukan hal menjijikkan itu " sambungnya
"sayang jawab aku dong, sayang, sayang, sayang jangan diamin aku dong sayang, sayang aku mohon, aku gak mau liat kamu seperti ini, sayang, aku berani sumpah sayang, aku gak pernah lakuin itu, aku selalu setia pada mu"
Alva terus memohon pada istrinya, tapi Windy hanya diam, tidak bicara sepatah kata pun
Toktoktok
"tuan muda, kita belum berangkat???" tanya Gilbran
Alva keluar dari kamarnya
"kamu yang hendel , aku mau di rumah " ucap Alva
"apa tuan sakit" ucap Gilbran
"iya, aku lagi demam" ucap Alva
"baik tuan, saya pamit" ucap Gilbran
Alva masuk lagi ke dalam kamarnya
__ADS_1
πbaru kali ini istri ku marah padaku, ngapain juga aku ngomong ke gitu, ternyata dia sangat membenci kata itu π
π·π·π·
"Gilbran dimana Alva " ucap Cyano
"tuan muda gak ke kantor tuan, dia demam" ucap Gilbran
"hah, demam, semalam baik baik aja " ucap Cyano
"iya tuan, saya akan berangkat sendiri " ucap Gilbran
"kau duluan, aku akan melihat Alva" ucap Cyano
Toktoktok
Ceklek
"kamu kenapa, kata Gilbran kamu demam" ucap Cyano
"cuman dikit pa, nanti juga sembuh " ucap Alva
"papa panggil dokter aja ya " ucap Cyano
"gak usah pa, hanya istirahat aja, pasti akan sembuh " ucap Alva
"iya udah, kalo belum sembuh panggil dokter aja " ucap Cyano
"iya pa"
"cucu opa, BOON di rumah ya sama mama, sama papa, opa mau cari uang buat beli baju BOON " ucap Cyano
"iya opa" ucap Windy menirukan suara bayi
Cyano mencium tumuke, lalu pergi
π·π·π·
Gilbran berjalan menuju lift khusus direktur
"maaf pak maaf" ucap seorang wanita "jalan tu pakai mata" ucap Gilbran
"iya pak, maaf" ucapnya
πganteng banget, apa dia yang bernama Alva, jika ia gue gak akan melepaskannya, lebih baik sama gue aja, daripada sama kakak π
"kenapa senyum senyum, apa kamu gila" ucap Gilbran
"maaf pak, saya hanya kagum sama bapak " ucap wanita itu
"jangan berharap, aku sudah punya istri " ucap Gilbran berlalu pergi
πgue harus bisa dekatin dia, maaf kakak, gue gak rela dia sama kakakπ
Sekitar pukul 9.30 dini hari wanita itu membawa nampan dengan satu gelas di atasnya
πloh bukankah ini ruangan Alva, kenapa pintunya terkunci π
"hey, kenapa berdiri di sana" ucap Gilbran
"maaf pak saya ingin mengantar kopi buat bapak " ucap wanita itu
"ruangan saya disana, ini ruangan tuan muda, CEO di perusahaan ini " ucap Gilbran
"maaf pak, saya kira, bapak ceonya" ucap wanita itu
"apa kamu OB baru " ucap Gilbran
"iya pak, baru hari saya masuk kerja" ucap wanita itu
"siapa nama kamu " ucap Gilbran
"putri pak "
__ADS_1
"letakkan kopinya di meja saya, dan kembali bekerja " ucap Gilbran datar
"baik pak "
πgue akan buat lo bertekuk lutut sama gue π
Wanita itu kembali bergabung dengan yang lainnya
π·π·π·
Alva sedang uring uringan di dalam kamarnya, segala cara sudah dia coba untuk mendapatkan maaf dari istrinya ,namun semua sia sia
"sayang, sampai kapan kamu marah padaku, aku tidak mungkin menyakiti kamu sayang,aku tadi hanya be'canda, aku tidak pernah melakukan perbuatan kotor itu, jangankan setelah nikah, di saat masih lajang sekalipun aku tidak pernah melakukan itu, aku mohon sayang, maafkan aku, aku janji gak akan ngomong gitu lagi .aku mohon maafkan aku ya, sayang kamu dan BOON segalanya bagiku, aku gak bisa hidup tanpa kalian " ucap Alva Setitik kristal jatuh di pelupuk matanya
"aku memaafkan mu, tapi jika kamu melakukan perbuatan biadab itu, aku akan meninggalkan mu" ucap Windy
"tidak sayang, aku tidak akan pernah melakukan hal menjijikkan itu " ucap Alva
"baiklah, aku percaya pada mu" ucap Windy
"makasih sayang, aku sangat takut kehilangan mu" ucap Alva
dia memeluk istrinya erat
"selama kau setia pada ku, kamu tidak akan kehilangan aku dan BOON " ucap Windy
"aku pasti setia sampai mati, aku tidak akan membiarkan anak dan istri ku tersakiti " ucap Alva
"aku mencintaimu " ucap Windy
"aku juga sangat mencintaimu sayang " ucap Alva mencium istrinya
π·π·π·
Dertttt Dertttt
"halo pa" ucap putri
"gimana, apa kamu berhasil " ucap dari sebrang
"iya pa, aku bisa masuk kerja di perusahaan Alva, tapi aku belum ketemu sama dia " ucap Putri
"kenapa, kamu harus bisa dekatin dia" ucap dari sebrang
"sepertinya Alva gak masuk pa, hari ini, ruangannya terkunci " ucap Putri
"baik, lanjutkan " ucap dari sebrang
"pasti pa"
πmaaf pa, gue punya misi baru, gue kesini mau dekatin dia, bukan Alva π
"π·π·π·
Derrtttt Derrrttt
"halo, ada apa " ucap Alva
"tuan, ada OB baru di kantor kita " ucap Gilbran
"lalu" tanya Alva
"aku merasa gak nyaman sama dia, sikapnya sangat mencurigakan " ucap Gilbran
"awasi dia, mungkin dia bagian dari wanita yang mencoba mendekati kita akhir akhir ini " ucap Alva
"baik tuan" ucap Gilbran memutuskan sambungan telfonnya
Gilbran memanggil salah satu OB kepercayaan mereka, dia memintanya untuk mengawasi wanita yang bernama Putri itu. Dia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap mereka ataupun perusahaan Cyano grup.
ππππππππππππ
maaf ya readers, habis di revisi, author terlalu asyik nulis ceritanya, jadi lupa, kalo yang pulgar gak di bolehin
__ADS_1
ππππππ