PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 51


__ADS_3

Jangan lupa Jejaknya iya readers


😗😍😍😍😍😍😍


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"Don, lakukan secepatnya, aku gak mau keluarganya datang, dan menggagalkan semuanya " ucap Pebrita


Dokter yang menangani anak Pebrita itu, namanya Doni


"Tenang Peb, mereka tidak akan bisa menemukan dia, HP dan mobilnya tertinggal, mereka gak akan bisa melacak keberadaannya "


"Apa kamu yakin ini akan berhasil "


"Pasti Rio, kalian jangan khawatir "


"Lakukan yang terbaik Don "


"Baik Ri "


"Apa masih lama Don"


"Termasuk Peb, kita tidak bisa buru-buru, aku gak mau terjadi kesalahan "


"Iya Don, maaf"


"Sayang tenanglah, mereka gak bisa menemukan kita "


"Iya sayang, maaf, aku hanya gak mau operasinya sampai gagal "


"Jika kita tidak mengganggu konsentrasi Doni, semua akan berjalan baik "


"Baik sayang "


🌷🌷🌷


Windy dan Rosa tiba di labuhan ,tanpa pikir panjang, mereka mendekati kapal itu


"Pak boleh kami menumpang " tanya Windy


Pria itu memperhatikan penampilan mereka dari atas sampai bawah


"Boleh tapi ada syaratnya "


"Apa syaratnya pak"


"Kalian harus memuaskan kami di ranjang "


"Ok gak masalah "


Pria itu mengulurkan tangannya menuntun Windy dan Rosa masuk ke dalam kapalnya


"Sayang kamu sangat cantik " ucap seorang pria membelai rambut Windy


" Apa ada minuman, mungkin akan lebih nikmat jika kita minum dulu "


"Oh ternyata gadis ku ini menyenangkan juga "


"Dimana minumannya sayang" goda Windy


Pria itu menunjukkan tempat miker itu


Windy menyajikan minuman itu di meja tempat mereka duduk


"Bersenang senanglah " ucap Windy


"Terimakasih sayang, kalian sungguh luar biasa " ucap pria itu


"Bagus"


Windy mengambil alih kemudi, dia melajukan kapalnya dengan sangat kencang


"Win jangan terlalu kencang, nanti kita bahaya" ucap Rosa


"Tenanglah Ros, tidak akan terjadi apa apa "


Hanya 45 menit, mereka sampai di tempat tujuan


"Apakah ini tempatnya ?" tanya Rosa, melihat tempat itu yang sepi, seperti tidak punya penghuni


"Iya ini tempatnya, dulu ini klinik, namun pemerintah menutupnya karna Dokternya melakukan aborsi" jelas Windy


"Apakah Dokter itu juga yang akan mengoperasi Suami kamu " tanya Rosa bergidik ngeri


"Iya, karna itu kita harus cepat " jawab Windy


"Bagaimana cara kita masuk" bingung Rosa


"Sepertinya klinik usang ini tidak di jaga, kita masuk lewat belakang "

__ADS_1


"Kenapa harus dari belakang, kita langsung masuk aja " ucap Rosa hendak melangkah masuk


"Jangan Ros, siapa tau ada orang di balik pintu itu " ucap Windy


"Benar juga, iya udah ayuk, jangan sampai mereka melukai Alva " ucap Rosa menarik tangan Windy


Mereka masuk lewat pintu belakang


Saat sampai di sana, Rosa menangkupkan gelas di dinding dan meletakkan telinganya di tapak gelas tersebut


Windy mengedipkan matanya, tanda tidak mengerti maksud dan tujuan Rosa


"Tidak ada orang, ayo masuk " bisik Rosa


Dia menekan handle pintu, namun pintunya terkunci


Windy mengambil sebuah kunci


"Gunakan ini " bisik Windy


Rosa langsung membuka pintu itu dengan kunci di tangannya


"Berhasil, ayo" bisik Rosa


Mereka masuk dengan mengendap endap seperti maling rongsokan 😅😅😅😅😅


Mereka mencari ke beberapa ruangan, tapi tidak menemukan apapun


"Tinggal dua ruangan lagi " bisik Windy


Saat akan melangkah Windy berhenti mendadak


"Ada dua orang di sana " bisik Windy


"Apa mereka bodygart yang di tugaskan menjaga pintu itu?" tanya Rosa


"Sepertinya iya, apa yang harus kita lakukan " tanya Windy berbisik


"Kita lawan aja " jawab Rosa ikut berbisik


"Jika kita menghadapi mereka, kita akan ketahuan, itu sangat tidak baik untuk mas Alva " jelas Windy


"Lalu bagaimana, apa kita harus mencari jalan lain ? " tanya Rosa


"Hanya ini pintu masuk ke dalam sana, tidak ada jalan lain " tutur Windy


"Bagaimana caranya " tanya Windy


Rosa mengambil sebuah botol kecil


"Pakai masker mu" bisik Rosa


Mereka memakai masker


Rosa membuka tutup botol itu dan melemparnya ke arah dua pria itu


Kedua pria itu menghirup gas Ricin yang keluar dari botol tersebut


Dalam beberapa menit, kedua pria itu pingsan


Windy dan Rosa masuk ke dalam ruangan itu


Sang Dokter dan kedua orang yang ada di dalam ruangan itu, tidak menyadari kedatangan mereka


Mata mereka terbelalak melihat Alva berbaring di atas Hospital Bed, dan di sebelahnya ada seorang pria dengan sejumlah peralatan medis menempel di tubuhnya


Peralatan bedah pun sudah tersedia di depan sang Dokter


Dokter itu berdiri di samping pria satunya dan memasang sarung tangannya.


Windy melihat tirai yang terpasang sebagai pembatas para pasien.


Dia berjalan dengan sangat pelan di balik tirai itu, menghampiri sang Dokter,dan menancapkan jarum suntik di bokongnya.


Seketika si Dokter itu pingsan.


Pria dan wanita yang di depannya yang melihatnya mengira, Dokter itu mengambil sesuatu di bawah sana.


Mungkin mereka terlalu fokus dengan kesembuhan anaknya, sehingga tidak menyadari kedatangan kedua wanita cantik itu.


Rosa membantu Windy mendorong Hospital Bed tempat Alva berbaring.


Saat itulah sepasang orangtua paruh baya itu tersadar


"hey siapa kalian? " teriak pria itu


Mereka tidak mengenali Windy dan Rosa, karna mereka memakai masker dan kaca mata hitam.


Mereka memutar Hospital Bed itu tanpa menggubris perkataan dua orang itu.

__ADS_1


"hentikan, siapa kalian " bentak pria itu menghadang mereka.


"Windy bawa Alva keluar biar aku yang menangani dia" ucap Rosa


" tapi Ros " kilah Windy


"pergilah Alva harus segera di tolong"


Sebelum mendorong Hospital Bed itu, pria itu lebih dulu melayangkan pukulan kepada Windy.


Beruntung Windy orangnya cekatan sehingga pukulan pria itu meleset.


Perkelahian pun tidak bisa di elakkan lagi


Ternyata pria itu juga sangat jago


Beladiri.


Wanita paru baya itu mendekati sang Dokter, mencoba membangunkannya, namun pria itu tak kunjung bangun


Wanita itu bingung harus berbuat apa, dan Disaat itu juga, anaknya terlihat kejang-kejang.


Ternyata tanpa sengaja dia membuat alat pemicu jantung anaknya terlepas.


"Raka, Raka" seru wanita itu dengan kebingungannya


Mendengar perkataan istrinya, pria itu membabi buta melawan dua wanita lawannya.


Beberapa kali Windy dan Rosa mendapat pukulan yang keras, membuat keduanya jatuh terkapar.


Awwww


Ringis keduanya


" Beraninya kalian mencampuri urusan ku " bentak pria itu


"Kamu memang lawan yang sepadan tua bangka, tapi jangan harap bisa menyentuh suamiku" ucap Windy menunggingkan senyumnya


"Suami, oh jadi kamu istrinya " ucap pria itu yang juga menunggingkan senyuman


" Iya aku istrinya, aku datang menjemput suamiku " ucap Windy dengan nada menantang


"h2ahaha, kalian tidak akan bisa membawanya, dia milikku " ucap pria itu berjalan menghampiri Hospital Bed tempat Alva berbaring


"Kita lihat saja " tantang Rosa yang langsung menyerang pria itu


Hampir 45 menit pertarungan itu terjadi, hingga pria itu ambruk di tangan Windy


Windy yang merasa tidak sanggup lagi melawan pria itu, mengambil jalan pintas


Dia mengambil salah satu alat bedah yang akan di gunakan oleh sang Dokter,dan menancapkan benda itu tepat mengenai jantung pria itu


"Mas, Mas Rio" seru wanita itu memeluk suaminya


"Dasar pembunuh, ku bunuh kalian " teriak wanita itu


"Jika kalian tidak mengusik keluarga ku, maka hal ini tidak akan terjadi " ucap Windy


"Harusnya kamu malu mengatakan itu, yang pembunuh itu kalian, bukan kami" bentak Rosa


" Tutup mulut mu, kalian tidak punya hak atas dia"


"Kamulah yang tidak punya hak atas dia, dia suamiku, aku berhak penuh atas dia"


"Dia anakku, aku yang melahirkannya"


"Iya, kamu yang melahirkannya dan kamu juga yang telah mencampakkannya"


" Kamu mencampakkan anak dan suami kamu demi pria berengsek ini bukan? " cercah Rosa


"Jaga ucapan mu, suamiku pria baik baik"


"b2ukankah kamu senang dengan kematiannya?, kamu bebas menguasai hartanya bukan? " ucap Windy


"Jaga bicara mu wanita laknat, aku mencintai suamiku " tegas Pebrita


Iya, wanita itu adalah Pebrita, ibu kandung Alva yang telah melantarkannya


Disaat Windy dan Pebrita masih adu mulut, Rosa membawa Alva keluar


"kamulah wanita l****t Pebrita, demi harta kamu rela menumbalkan anakmu, lihat anakmu itu, dia meregang nyawa karna keangkuhannya, dan kamu akan mengorbankan suamiku demi dia?


Wanita macam apa kamu


Bagaimana mungkin seorang ibu mengorbankan anaknya yang satu demi yang lainnya "cercah Windy


"Dia pembawa sial, gak ada salahnya dia memberikan jantungnya untuk anakku, Raka lebih pantas hidup daripada dia "


"Itu hanya dalam mimpi mu, wanita iblis sepertimu lebih baik menyusul suami dan anak mu " ucap Windy keluar dari ruangan itu dan menutupnya dari luar

__ADS_1


__ADS_2