
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Mereka kembali ke rumah ,Alva sangat senang, dia bisa mengabulkan permintaan istrinya
"sayang lihat aku membawa buahnya sesuai dengan keinginan mu" ucap Alva menunjukkan tentengannya
"wahhh seger banget" ucap Windy, matanya berbinar
Windy mengambil beberapa biji, dia ingin mencuci buahnya
"sayang, mau kemana? " tanya Alva
"mau mencuci buah ini " ucap Windy
"sayang sini, aku yang mencucinya , kamu bilang aja gimana cara ngerjainnya" ucap Alva mengambil buah itu dari tangan istrinya
Alva mencuci buah itu, lalu memotongnya sesuai permintaan Windy
"sayang sudah jadi, ini kamu makan " ucap Alva
Windy memakannya dengan lahap
"enak ya sayang " ucap Alva
"enak, coba aja " ucap Windy menyodorkan buahnya
Alva mencobanya
"wihhh asem" ucap Alva
"enak kok " ucap Windy
"asem, kamu aja yang makan" ucap
π·π·π·
Di tempat lain, seorang wanita sedang mengamuk
"Clara hentikan, kau tidak bisa memaksakan kehendak mu" ucap Rudi
"gak bisa pa, dia milikku, dia tidak bisa dimiliki orang lain " ucap Clara
"Clara, dia sudah bahagia, sebentar
lagi mereka akan punya anak " ucap Rudi
"harusnya dia menikahiku pa, bukan perempuan lain " ucap Clara
"Clara, dia tidak tau kalau kamu mencintainya, kamu juga tidak pernah menyatakan cintamu padanya, kamu tidak bisa seperti ini, biarkan dia bahagia " ucap Rudi
"gak pa, dia milikku, hanya milikku" ucap Clara menutup pintu kamarnya
π·π·π·
"Sayang aku akan bekerja lagi, kamu gak napa kan aku tinggal " ucap Alva
"gak sayang, aku udah sehat sekarang, kamu gak usah khawatir " ucap Windy
"jangan terlalu banyak bergerak ya sayang, kamu gak boleh kecapean " ucap Alva
"ia, aku akan menuruti semua perkataan suamiku " ucap Windy yang mana membuat Alva senang
"sayang, jangan lupa makan ya, kamu juga harus minum susu" ucap Alva
"iya suamiku " ucap Windy
Alva mencium perut istrinya yang masih rata
"sayang, jaga mama ya, jangan nakal, kamu ingatin mama makan sama minum susu " ucap Alva
"iya papa" ucap Windy menirukan suara bayi
"aku pergi ya sayang " ucap Alva mencium dahi istrinya
"iya sayang, hati hati " ucap Windy
Dia masuk ke dalam rumah setelah mobil suaminya tidak kelihatan lagi
Sebuah mobil berhenti di depan Rosa butikqu
Seorang pria tampan masuk ke dalam
"ada yang bisa saya bantu pak" ucap meli
"saya mau bertemu dengan pemilik butik ini " ucap pria itu
"sebentar pak, saya panggil " ucap meli
Dia pergi ke ruangan Rosa
__ADS_1
"Permisi bu, ada seorang pria mencari ibu " ucap meli
"Gilbran ,pria yang waktu itu Mel " ucap Rosa
"bukan, dia orang lain " ucap Meli
Rosa mengerutkan keningnya bingung
Dia menemui orang itu
πsiapa ya, aku gak pernah liat dia, tapi π
Rosa tidak mengenal pria itu, karna pria itu membelakanginya
"ehm" deheman Rosa membuat pria itu melihatnya
"Rosa " ucap pria itu
"Leon" kaget Rosa
"apa kabar Ros" ucap Leon
"seperti yang lo lihat, i'm fine" ucap Rosa
"apa kedatangan gue mengganggu " ucap Leon
"bisa iya, bisa gak" ucap Rosa
"sekarang " tanya Leon
"sedikit " ucap Rosa
"lo tau dari mana gue di sini " ucap Rosa
"lo aneh Ros, nama lo kan terpampang di depan situ" ucap Leon
πia iya, bego banget gue π
"nama banyak yang sama kan" ucap Rosa
"iya sih, tapi gue yakin jika itu nama lo" ucap Leon
"yakin atau nanya " ucap Rosa
"yakin lah, gue masih ingat waktu lo bilang mau bikin butik sendiri " ucap Leon
Gilbran tiba di depan butik Rosa
Dia masuk ke dalam ruangan Rosa
πRosa gak ada, dimana dia π
"bu, ada pak Gilbran di dalam " bisik meli
πduh gimana nih π
"Leon, gue ke dalam dulu ya, ada urusan " ucap Rosa
"oh, silakan, gue tunggu disini" ucap Leon
"lo pulang aja, gue bakal lama, mungkin sampai malam " ucap Rosa
"iya udah gue balik dulu ya " ucap Leon
Rosa masuk ke ruangannya, Gilbran duduk menunggunya
"Gil, kok lo ada disini" ucap Rosa pura pura
"iya, gue ingin ajak lo makan malam, lo bisa kan " ucap Gilbran
"tentu, makan gratis " ucap Rosa
"hahaha macam cewek matre aja lo" ucap Gilbran
"terserah lo, mau bilang gue matre gak apa, yang penting gue kenyang " ucap Rosa
"iya, iya, dasar cewek galak " ucap Gilbran
"tapi lo suka kan" ucap Rosa
"siapa bilang, gue cuma demen ama lo" ucap Rosa
"hahaha gengsi, gue jalan sama orang lain tau rasa lo" ucap Rosa
"mana ada yang mau sama lo" ucap Gilbran
"banyak, salah satunya lo" ucap Rosa
"idih pede amat lo" ucap Gilbran
__ADS_1
"kolo lo gak suka gak apa, gue sama Leon aja nanti " ucap Rosa
"Leon, siapa Leon" ucap Gilbran
"cowok yang tadi, yang mobilnya parkir di depan " ucap Rosa
"jadi lo punya cowok lain " ucap Gilbran mengepalkan tangannya, wajahnya merah
πwaduh, marah dia, goblok banget sih gue,bilang namanya lagi π
"hahaha cemburu kan, katanya gak suka " ucap Rosa
"gue pamit" ucap Gilbran berlalu pergi
"Gil, hey Gilbran, Gilbran tunggu " ucap Rosa mengejar Gilbran
Gilbran tidak menggubris, dia terus berjalan tanpa mempedulikan Rosa
"tunggu Gil, lo kenapa sih " ucap Rosa menarik tangan Gilbran
"gue benci sama pembohong " ucap Gilbran
"bohong apa sih Gil, gue gak bohongin lo, gue gak ada hubungan sama dia " ucap Rosa
"mana mungkin dia datang nemuin lo, kalo kalian gak ada hubungan" ucap Gilbran
"gue cuma mancing lo doang tadi, gue pengen lo jujur " ucap Rosa
"dandan yang cantik, 1 jam lagi gue jemput lo" ucap Gilbran meninggalkan Rosa
πaneh, bingung gue liat nya π
π·π·π·
Cyano dan Rudi duduk bersama di cafe dekat kantor Cyano.Rudi sengaja menjumpai Cyano ke kantornya
"ada apa, kamu seperti ada masalah" ucap Cyano
"aku memang ada masalah, Clara tidak terima, Alva menikah dengan istrinya " ucap Rudi
"kenapa , mereka bahkan tidak pernah ketemu " ucap Cyano
"iya, mereka memang hanya satu kali ketemu, saat Alva berangkat ke inggris, itupun hanya sebentar " ucap Rudi
"Alva orang yang tertutup, dia tidak pernah dekat dengan orang lain, jadi gak mungkin dia ada hubungan dengan Clara " ucap Cyano
"mereka memang tidak ada hubungan, tapi Clara menyimpan rasa sama Alva" ucap Rudi
"maaf Rud, aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik anak dan mantuku, mereka segalanya bagiku " ucap Cyano
"aku juga tidak mengizinkan Clara mengganggu mereka, aku hanya mengingatkan mu saja" ucap Rudi
"maksudmu"bingung Cyano
"kamu harus mengingatkan mereka agar hati hati, aku takut Clara berbuat nekat " ucap Rudi
"terimakasih, aku pikir kamu iingin menyatukan mereka " ucap Cyano
"kau sahabat ku, anakmu anakku, aku tidak mungkin menyakiti Alva ataupun istrinya, Clara mengalami gangguan jiwa, aku gak mau dia menyakiti kalian " ucap Rudi
π·π·π·
Alva berjan buru buru, dia ingin cepat sampai di rumah, saat menuju mobil
Brak
Dia tidak sengaja menabrak seseorang
"maaf aku tidak sengaja " ucap Alva
"gak apa aku juga salah " ucap orang itu
Alva masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikannya
Dalam waktu 20 menit dia sampai di rumahnya
Windy menyambut kedatangan suaminya
"Sayang aku kangen " ucap Alva mencium bibir istrinya
"aku juga kangen sayang " ucap Windy
Mereka masuk ke dalam kamarnya
"Sayang aku buatkan teh dulu ya " ucap Windy
"no sayang, kau tetap disini bersama ku" ucap Alva
"baiklah suamiku" ucap Windy
__ADS_1