PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 25


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Karna merasa bosan di rumah terus, Windy minta ikut ke kantor suaminya. Alva juga senang karna dia tidak harus buru buru pulang, untuk melihat istrinya. Mereka sampai di kantor, semua karyawan menunduk memberi hormat, Windy membalasnya dengan senyuman, sedangkan Alva seperti biasa dingin kaya Es


"sayang jangan terlalu ramah, gak baik, nanti cowok cowok gatal itu terpikat padamu" ucap Alva


"gak boleh gitu sayang, mereka kan karyawan kamu" ucap Windy


"siapa pun itu istri ku gak boleh senyum sama cowok lain " ucap Alva


"sayang, yang senyum kan cuman bibir doang bukan hati " ucap Windy


"dari bibir turun ke hati sayang " ucap Alva


"hehehe yang ada dari mata turun ke hati sayang, bukan dari bibir" ucap Windy


"yang mana pun itu, pokoknya aku gak suka " ucap Alva


Mereka tiba di ruangan Alva


"sayang kamu duduk aja ya, kalo capek kamu tidur di situ " ucap Alva menunjuk sebuah ruangan khusus


Windy membuka pintu ruangan itu, mulutnya menganga, matanya terbuka sempurna


πŸ’•ruang apaan ini, kok ada kamar di sini πŸ’•


"sayang kenapa ada kamar di sini " tanya Windy


"untuk istirahat sayang, aku sengaja membuatnya " ucap Alva


"apa kamu pernah tidur di sini " ucap Windy


"memangnya kenapa sayang" ucap Alva


"apa sama perempuan " tanya Windy


"hehehe sayang, aku baru membuatnya, setelah kamu hamil aku terpikir membuat ruangan ini, baju dalam lemari ini punya kita, jika kamu pengen mandi sebelum kita pulang kamu ada ganti, dan kalau kamu capek kamu bisa tidur di kasur ini " jelas Alva


"ohhh gitu, kupikir… "


"sayang kamu tau kan aku gak pernah tertarik sama cewek, mana mungkin aku tidur sama cewek lain " ucap Alva


πŸ’•iya juga yaπŸ’•


"maaf sayang, aku lupa " ucap Windy


"sayang kamu gak perlu minta maaf, aku senang kamu cemburu, itu artinya kamu sangat mencintai ku" ucap Alva mencium puncak kepala istrinya


"makasih suamiku, kau terbaik " ucap Windy memeluk Alva


Alva membawa istrinya duduk di sofa depan meja kerjanya


Windy merasa bosan, dia tidak bisa berlama lama duduk, dia masuk ke dalam ruangan khusus itu untuk rebahan, hanya beberapa menit dia udah bosan, dia mencoba memejamkan matanya tapi gak bisa, akhirnya dia kembali ke meja suaminya


"sayang aku bantu kamu aja ya, aku pusing duduk terus " ucap Windy mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya


Alva sebenarnya gak mau istrinya kecapean, tapi dia juga tak tega melihat istrinya gelisah karna bosan, mau tidak mau dia mengizinkan istrinya membantunya


Sekitar satu jam urusan Alva selesai


"sayang kamu hebat ya, cepat selesainya " ucap Alva


"iya dong, siapa dulu " ucap Windy


Mereka bersenda gurau sebelum akhirnya makan siang


"sayang aku lapar" ucap Windy di pangkuan suaminya

__ADS_1


"iya udah kita makan yuk, aku juga udah lapar" ucap Alva


Mereka pergi ke cafe dekat kantornya.tak sengaja Windy berpapasan dengan seseorang


"maaf, aku buru buru " ucap orang itu


"gak pa…. Leon" ucap Windy setelah melihat wajahnya


"Windy, oh my god ,gimana kabar kamu " ucap Leon


"baik, you" jawab dan tanya Windy


"baik juga, Windy kamu udah nikah" ucap Leon melihat perut buncitnya Windy


"udah ini suamiku, sayang kenalin ini Leon teman kuliah ku dulu" ucap Windy


"Leon "


"Alva"


"jadi kamu gak nikah sama Rama Win " ucap Leon


"gak Leon, kan udah aku kenalkan suamiku" ucap Windy


"sory sory, gue bingung aja, soalnya kalian udah lama pacaran dan kalian juga saling mencintai kan" ucap Leon


"kamu salah Leon, aku mencintai suamiku, bukan orang lain " ucap Windy


"oh iya maaf, aku minta maaf " ucap Leon


"mau kemana kok buru buru,sampai nabrak" ucap Windy


"iya gue ada urusan, gue cabut iya, bay" ucap Leon


Alva dan Windy pun masuk ke dalam cafe


"apa kamu masih mencintainya " ucap Alva


"mencintai siapa " ucap Windy gak peka


"siapa lagi kalau bukan Rama" ucap Alva


"sayang cemburu ya, dia kan masa lalu aku, aku udah menghapus semua tentang dia, di hati aku cuman ada kamu untuk selamanya " ucap Windy


"benarkah, kamu gak akan tinggalin aku" ucap Alva khawatir


"benar sayang, kamu hidupku, segalanya bagiku, kita akan tetap bersama " ucap Windy


"makasih sayang, kau juga segalanya bagiku untuk selamanya " ucap Alva mencium istrinya


🌷🌷🌷


Gilbran dan Rosa tengah duduk santai di ruangan Rosa di butiknya, mereka dikagetkan dengan kedatangan seseorang


"Rosa" ucap Leon


"Leon" ucap Rosa


πŸ’•Leon, jadi ini orang nya πŸ’•


"dia siapa Ros" tanya Leon


"Leon kenalin, ini calon suami ku, namanya Gilbran " ucap Rosa


"calon suami maksudnya " tanya Leon


"iya Rosa calon istri ku, kami akan menikah dalam waktu singkat " ucap Gilbran

__ADS_1


"jadi kamu sudah… "


"iya Leon, aku sudah punya calon suami, oh iya, lo kesini ngapain" jawab dan tanya Rosa


"gue cuman mampir, kebetulan gue lewat sini " ucap Leon menutupi kekecewaan dalam hatinya


Leon pergi dengan perasaan sedih, niat hati melamar sang pujaan hati, malah mendapatkan rasa kecewa


"apa dia menyukaimu " tanya Gilbran


"setau aku sih gak, dia gak pernah ungkapin perasaannya sama ku, ya memang dia sering kesini, tapi aku kira hanya sebatas teman " ucap Rosa


"kamu juga gak suka sama dia " tanya Gilbran


"kalo aku suka sama dia ngapain aku terima kamu " ucap Rosa


"Ros, aku cinta sama kamu, aku gak mau ada kebohongan di antara kita " ucap Gilbran


"aku bicara apa adanya, sedikit pun aku gak punya perasaan sama dia " ucap Rosa


"syukur lah, aku senang dengarnya" ucap Gilbran


🌷🌷🌷


Beberapa bulan telah berlalu kini kehamilan Windy memasuki bulan ke tujuh


Mereka membuat acara Tingkeban atau mitoni untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan anak dalam kandungan Windy dan Windy juga tentunya sebagai ibu bayinya


Banyak juga yang menghadiri acara itu, termasuk Rudi dan beberapa rekan bisnis mereka lainnya.


Setelah acara selesai Alva membawa istrinya ke kamarnya


Dia membaringkan istrinya di ranjang mereka


Meski acaranya hanya acara doa dan termasuk singkat tapi Windy merasa sangat lelah


"sayang kamu lelah ya " ucap Alva memijat kaki istrinya


"iya sayang, cukup melelahkan juga " ucap Windy


Nyaman dengan pijatan suaminya, Diapun tertidur


πŸ’•sayang terimakasih telah hadir dalam hidup ku, terimakasih telah mengandung anakku, terimakasih telah mencintai ku, terimakasih telah mengubah sudut pandang ku πŸ’• masih banyak lagi ucapan terimakasih yang dia ucapkan dalam hatinya


🌷🌷🌷


Cyano sangat sibuk mengurus persiapan pernikahan Gilbran, walaupun Gilbran hanya pekerjanya, atau asistennya, tapi Cyano menyayanginya seperti dia menyayangi Alva


Pernikahan mereka akan dilakukan di hotel tempat Alva dan Windy menikah dulu. Gilbran sangat senang meski tanpa orangtua dia bisa mendapatkan hidup yang layak, kasih sayang Cyano membuat dirinya merasakan kebahagiaan seperti orang lainnya


Rosa mendesain sendiri gaunnya, mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk baju pengantinnya


"sayang, apa gaun ini pas untuk ku" ucap Rosa keluar dari ruang ganti


"wah cantik banget sayang, bagai seorang putri " ucap Gilbran


"lebay" ucap Rosa


"serius sayang, suer" ucap Gilbran jari telunjuk dan jari tengahnya berbentuk V


"iya bu, cantik, pas banget sama ibu" ucap Meli


"benarkah, kalian gak hanya nyenangin aku kan " ucap Rosa


"gak kok sayang, kamu dengar kan Meli juga ngomong gitu" ucap Gilbran


Rosa sangat senang, ternyata usahanya gak sia sia

__ADS_1


__ADS_2