
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Sebelumnya, Gilbran sedang mengemudikan mobilnya, mereka berdua sengaja pulang bareng karna janjinya kepada keluarganya. Saat di tengah jalan seorang wanita hamil menghentikan mereka
"mas, tolong bantu saya " ucap bumil itu
"ada apa ya " ucap Gilbran
"mas tolong perbaiki mobil saya, saya mau ke rumah sakit " ucap bumil itu
Gilbran memeriksa mobilnya, sedangkan Alva berdiri di sampingnya. Tanpa mereka sadari ada yang menutup mulut mereka, dan mereka pun pingsan.
"Bagus,masukkan mereka ke dalam" ucap Clara.
Kedua pria itu memasukkan mereka ke dalam mobilnya.
"terimakasih telah membantu kami" ucap Putri
"iya, saya melakukan ini demi anak dalam kandungan saya " ucap bumil itu
Setelah menerima bayarannya mereka pergi
π·π·π·
"sayang, apa kamu yakin " ucap Windy setelah mereka berada di dalam kamarnya
"sayang, kamu harus percaya sama ku, tidak akan terjadi apa apa ya" ucap Alva
"aku masih takut sayang, gimana kalo Putri menyuruh orang untuk nyakitin kita " ucap Windy
"sayang, kamu jangan khawatir, aku telah mengantisipasi semuanya, seandainya pun dia membayar orang untuk mencelakai kita, mereka tidak akan berhasil, karna aku bisa melihat mereka melalui liontin ini " ucap Alva
Iya Alva memakai liontin yang ada spy cam nya
"tapi sayang "
"ssstttt, kamu harus percaya sama aku, aku akan selalu melindungi kalian " ucap Alva mencium puncak kepala istrinya
Derrrttt Dertttt
"leon" Windy menggeser tombol hijau di layar benda pipi di tangannya
"halo Win, gimana, apa kalian sudah menemukan mereka " ucap Leon
"udah Leon, mereka sudah kembali ke rumah " ucap Windy
"ahhhh syukurlah, dari mana mereka" tanya Leon
"ceritanya panjang, mereka di culik" ucap Windy
"diculik??? Lalu gimana cara mereka keluar " ucap Leon
Windy menceritakan semuanya
"kok bisa sih" ucap Leon
"mereka tertipu oleh ibu hamil yang meminta bantuan mereka,ternyata dia umpannya Clara dan Putri " ucap Windy
"hebat juga tu cewek " ucap Leon
"iya, sepertinya dia punya pengalaman dalam berburu" ucap Windy
"lo benar, lagian laki lo kok bego amat sih, masa percaya gitu aja " ucap Leon
"jangan kurang asem kamu, mereka itu gak bego, tapi baik, orang minta tolong ya di tolong, siapa coba yang tega mengabaikan bumil " ucap Windy
"iya juga sih, tapi ia sudahlah yang penting mereka selamat dan sudah kembali ke rumah " ucap Leon
"iya, aku sangat bersyukur mereka kembali dalam keadaan baik baik aja" ucap Windy
"iya udah, bersenang senanglah, kau harus mengembalikan mood suami kamu itu " ucap Leon
__ADS_1
"tau apa kamu soal itu " ucap Windy
"tau dong, meskipun gue belum nikah, tapi gue lebih jago dari laki lo" ucap Leon
"huh, dasar mesum, udah ya thank you" ucap Windy mematikan sambungan telfonnya.
πWin,Win lo gak pernah berubah, selalu saja menghindar,jika bicara soal begituan π
Leon membatin
"sayang, apa kamu minta bantuan dia" ucap Alva
"iya sayang, aku bingung harus minta bantuan siapa," ucap Windy
"apa Rama juga tau" tanya Alva
"aku gak ada kasih tau dia, aku hanya minta bantuan Leon sama kelvin juga Aldy " jelas Windy
"aku senang mereka peduli padaku " ucap Alva
"jangan pernah cemburu sama mereka, kamu harus percaya sama istrimu" ucap Windy
"sayang, aku tau kamu tidak akan pernah menghianati aku, jadi aku tidak akan cemburu " ucap Alva mencium puncak kepala istrinya
Malam berganti pagi, semua anak anak sudah bangun, mereka sudah tak sabar bertemu ayahnya meminta penjelasan
"mama, papa, buka pintunya dong, kakak sama adek mau masuk " ucap BOON dan Angel bergantian
"loh tumben cepat bangunnya " ucap Windy
"mama, papa udah pulang belum " ucap BOON
"udah dong sayang, maaf ya papa ingkar janji sama kalian " ucap Alva
"papa, napa sih pulangnya lama banget "ucap Angel
"maaf sayang, papa ada urusan, jadi gak bisa tepatin janji" ucap Alva
"maaf ya jagoan papa, sebagai gantinya, kita akan jalan jalan sekarang " ucap Alva
"benar pa, papa gak kerja hari ini " ucap mereka kompak
"ini kan hari libur, jadi kita akan pergi " ucap Alva
"horeee, aku udah gak sabar pengen naik wahana " ucap Angel
"dedek gak boleh naik wahana, nanti jatuh" ucap Tumuke
"ihhhh siapa bilang, kakak yang penakut" ucap Angel
"pokoknya dedek gak boleh main wahana, dedek masih kecil " ucap Tumuke
"papa, kakak kenapa sih, larang Angel " Angel mengadu pada Alva
"sayang, maksud kakak itu baik, tapi kalau Angel mau, gak apa tapi jangan lama lama ya " ucap Alva
"tu kan, papa gak marah " ucap Angel
"pa, kok di kasih ijin sih, kalo dedek jatuh gimana" ucap Tumuke
"sayang, wahana itu di lengkapi dengan alat pengaman, jadi gak akan jatuh " ucap Windy
"iya udah deh, tapi jangan jatuh iya dek" ucap Tumuke
"dek ayah sama bunda tidur di mana ya " ucap Findo
"da tau" ucap Gavin
"apa mereka pulang ke rumah kita ya " ucap Findo
"da tau " ucap Gavin
__ADS_1
"tapi, kenapa ayah sama bunda gak bawa kita " ucap Findo
"da tau " ucap Gavin
"dek, kenapa sih jawabnya da tau terus " ucap Findo
"kakak yang bodo, kita kan sama, napa tanya aku" ucap Gavin
"oh ia iya " ucap Findo menepuk keningnya
"dari pada pusing, lebih baik kita tanya nonya " ucap Gavin
"oh iya, kamu pintar dek" ucap Findo
"iya dong, gak kaya kakak" ucap Gavin
"hey, kamu mengatai aku" ucap Findo
"gak, mana berani aku" ucap Gavin
"itu tadi" ucap Findo
"ada apa anak anak" ucap Rosa yang datang menghampiri kedua anaknya saat mendengar suara mereka
"bunda" ucap mereka kompak
"ayah mana bunda" ucap Gavin
"ayah di sini, kangen sama ayah" ucap Gilbran
"ayah, kenapa ayah bohong" ucap Findo
"sayang, ayah gak bohongin kalian, ayah ada urusan yang harus ayah selesaikan, makanya ayah gak jadi datang" ucap Gilbran
" harus ya ayah, kan ayah udah janji" ucap Findo
"harus sayang, tapi ayah akan menggantinya " ucap Gilbran
"nanti ayah, sibuk lagi, kerja lagi " ucap Gavin
"sayang, ayah akan bawa kalian hari ini, ayah tidak akan kerja " ucap Gilbran
"ayah gak bohong lagi kan " ucap Gavin
"tidak sayang, ayah gak bohong, hari ini kita akan jalan jalan, kita akan pergi sama tuan, nonya, Tumuke dan juga Angel, oh satu lagi opa" ucap Rosa
"benar bunda" ucap mereka kompak
"iya sayang " ucap Rosa dan Gilbran bersamaan
"yes, aku akan beli mainan yang bagus " ucap Gavin girang
"aku juga, tapi bukan mainan " ucap Findo
"kakak mau beli apa " ucap Gavin
"ada deh " ucap Findo
"kakak gak asyik " ucap Gavin
"Gavin adikku sayang, nanti kamu akan melihatnya, jadi jangan monyong tu bibir iya " ucap Findo
"kakak jahat, gak seru, sama adik sendiri rahasia rahasiaan" ucap Gavin
"sayang, anak cowok gak boleh cengeng, masa gitu aja marah" ucap Rosa
"iya, jelek tau, anak ganteng mayun" ucap Gilbran
"udah dek, kita mandi aja yuk " ucap Findo
"mandiin" ucap Gavin
__ADS_1
"iya iya kakak mandiin" ucap Findo