PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 8


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Windy sangat senang, di hari pertama dia bekerja, dia bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, dia tidak menyangka bakatnya tersalurkan dengan baik, padahal dia belum punya pengalaman dalam hal itu.


"Windy, aku gak nyangka kamu sehebat itu " ucap Gilbran


"hebat apanya Sih pak, aku hanya melanjutkan saja" ucap Windy


"melanjutkan katamu, kamu merombak nya bahkan banyak kesalahan yang harus kamu perbaiki,aku saja kewalahan memperbaiki nya " ucap Gilbran


"jangan terlalu memuji ku, nanti aku melayang" ucap Windy


" itu fakta win,tidak percuma aku memilih mu" ucap Gilbran


"kamu, kamu yang memilih ku" tanya Windy


"iya, aku yang melakukan seleksi, melihat foto dan nilai kamu, aku yakin kamu pintar " ucap Gilbran


"tapi kan aku belum punya pengalaman " ucap Windy


" entahlah, tapi aku langsung tertarik sama kamu ,ternyata pilihan ku benar, " ucap Gilbran


"terimakasih telah memilih ku, aku akan bekerja semampu ku " ucap Windy


" sama sama" balas Gilbran


Waktu cepat berlalu, saatnya untuk kembali ke rumah masing masing


"saya duluan ya pak " ucap Windy


"saya antar ya " ucap Gilbran


"gak usah pak, terimakasih, saya pulang bersama bapak saya " ucap Windy


"iya udah, kamu hati hati ya " ucap Gilbran


"iya pak sekali lagi terimakasih " ucap Windy


Saat Windy sampai di bawah ternyata Cris sudah menunggu nya


"kenapa lama Win" ucap Cris


"gak kenapa napa pa, aku hanya membereskan mejaku dulu " ucap Windy


"ohh, ayo udah sore, udah gerah " ucap Cris


Mereka kembali ke rumah


Sebelum tidur mereka duduk di ruang tamu


"bagaimana hari pertama kamu kerja, apa kamu kesulitan " ucap Cris

__ADS_1


"menyenangkan juga pa, aku langsung di kasih kerjaan, kata pak Cyano sekretaris yang dulu tidak bisa mengerjakan nya, tapi aku menyelesaikan semuanya sebelum makan siang " ucap Windy senang


"hebat kamu, memangnya gak sulit ya " ucap Cris


"menurut aku sih, tidak hanya saja kita harus teliti mengerjakan nya " ucap Windy


"kamu memang pintar nak, tapi… " Cris menggantung ucapannya


"tapi apa pa, apa ada yang salah " ucap Windy


"mmm papa hanya heran melihat sikap pak Cyano sama kamu, soalnya beliau tidak pernah mau makan bersama perempuan lain, apalagi karyawan baru kayak kamu" ucap Cris


"mungkin pak Cris senang pa, aku bisa menyelesaikan berkasnya " ucap Windy


"apa pak Cyano bilang sesuatu sama kamu" ucap Cris


"tidak ada pa, pak Cyano hanya menanyakan orangtuaku, setelah itu kita membahas kerjaan " ucap Windy


"kamu tetap harus hati hati, pak Cyano memang orang baik, tapi papa takut dia suka sama kamu, beliau seorang duda, tidak menutup kemungkinan untuk menyukai gadis secantik kamu " ucap Cris


"tidak mungkin pa, pak Cyano tidak mungkin suka sama aku, bapak itu seumuran papa, mungkin dia menganggap aku seperti anaknya " ucap Windy


"papa juga berharap begitu, papa hanya gak mau kamu terlalu dekat dengan nya " ucap Cris


"papa tenang aja, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lagi pula aku tidak pergi berduaan dengannya" ucap Windy


"papa percaya sama kamu, tetaplah Windy nya papa" ucap Cris


"pasti pa, sampai kapan pun, aku Windy nya papa " ucap Windy


Mereka pun pergi ke kamar masing masing


🌷🌷🌷


Keesokan harinya Cyano pergi ke kantor lebih awal, dia ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum makan siang .sekitar 35 menit perjalanan Dia sampai di kantor nya .Gilbran buru buru membukakan pintu untuk tuannya


Di saat yang bersamaan Cris dan Windy juga sampai


"selamat pagi pak" ucap Cris dan Windy bersamaan


"pagi " Cyano membalas dengan ramah


"ternyata Windy putri bapak, saya baru tau kemarin " ucap Cyano


"iya pak dia putri saya" ucap Cris


"tak terasa waktu cepat berlalu, aku melihat nya saat masih kecil, sekarang dia sudah dewasa " ucap Cyano


"iya pak, benar, ternyata bapak masih mengingatnya " ucap Cris


🌷🌷🌷

__ADS_1


Beberapa tahun lalu


Windy memaksa ibunya menemui Cris ke tempat kerja nya, dia ingin melihat ayahnya dan juga tempat ayahnya bekerja. Rania berusaha membujuk nya, dia takut kedatangan mereka akan membawa masalah. Sebenarnya Rania juga pengen melihat tempat kerja suaminya, tapi niatnya dia urungkan karna takut suaminya di pecat jika yang punya perusahaan melihat dirinya dan anaknya datang ke sana. Windy terus merengek, dia tidak mau makan sebelum Rania mengiakan permintaan nya. Dengan berat o datang, Cris dan Rania sangat ketakutan, mereka meminta maaf kepada Cyano .bukannya marah Cyano justru senang dengan kedatangan Windy dan Rania. Cyano sangat terhibur melihat tingkah laku Windy yang ramah dan sopan . Waktu itu Windy belum sekolah


Beberapa kali Windy pergi ke sana bersama Rania atas permintaan Cyano. Namun semenjak Windy masuk sekolah dan Rania bekerja mereka tidak pernah lagi pergi ke sana.


"mana mungkin aku melupakannya, Windy gadis yang pintar, baik dan ramah, tapi aku gak nyangka dia sudah sebesar dan secantik ini " ucap Cyano


"jadi aku pernah ke sini pa" tanya Windy


"iya, waktu itu kamu masih kecil, tapi kamu selalu bisa membuat saya tertawa, tapi semenjak kamu sekolah, kamu tidak pernah lagi menemui saya" ucap Cyano


"oh iya, tapi aku gak ingat iya " ucap Windy


" mungkin karena kamu masih terlalu kecil, jadi tidak mengingatnya" ucap Cris


" mungkin juga ya " ucap Windy


"putri kita bukan hanya cantik, dia juga sangat pintar ,aku sangat puas dengan hasil kerja nya " ucap Cyano


"putri, maksud bapak " tanya Windy


" iya, bapak menganggap kamu putri bapak,putri kecil bapak" ucap Cyano


" terimakasih pak, sampai sekarang bapak masih menganggap Windy putri kecil bapak" ucap Cris, dia sangat bahagia ternyata pikirannya salah, Cyano menyayangi Windy bukan sebagai lawan jenis, tapi sebagai putri kecil nya yang dulu


"aku yang harusnya berterimakasih karna bertemu kembali dengan putri kecil ku ,tadinya aku pikir Windy orang lain, karna itu aku mengajaknya makan, aku ingin memastikan dia putri ku atau tidak " ucap Cyano


Setelah merasa puas dengan obrolan nya Cyano ,Gilbran dan Windy pergi ke ruangannya, sementara Cris menjalankan tugasnya sebagai satpam .


Menjelang makan siang Cyano selesai dengan pekerjaan nya. Dia melihat jam di tangan nya


πŸ’• sudah jam 11.15,aku harus segera pergi, jangan sampai dia yang sampai duluan di bandaraπŸ’•


gumamnya dalam hati


Dertttt Dertttt


" halo tuan" ucap Gilbran


"kamu temani Windy meeting bersama klien, saya mau jemput Alva ke bandara " ucap Cyano


" baik tuan" ucap Gilbran .


🌷🌷🌷


Beberapa bulan telah berlalu ,Alva, Gilbran dan Windy berteman baik. Cyano sangat senang melihat keakraban mereka, dia menyayangi Windy sebagai mana layaknya seorang ayah kepada Putri nya .Windy merasa bahagia, kehadiran Alva dan Gilbran mengurangi beban hidup nya .dia bisa melupakan masalah nya karna Gilbran selalu bisa membuatnya senang


Habis makan malam ,Cyano meminta Alva menemuinya di ruang kerja nya


tok tok tok

__ADS_1


"masuk"


Alva masuk, dia duduk di samping papanya


__ADS_2