PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 66


__ADS_3

Jangan lupa dukungannya ya kakak, babang 😁😁😁😁😁


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Gilbran syok mendengar penuturan Cyano


Dia tidak bisa bayangkan, bagaimana penderitaan Papanya waktu itu


Butiran kristal jatuh di pelupuk matanya


"Sayang " ucap Rosa memeluk suaminya memberikan kekuatan


"Lalu kenapa aku di panti asuhan ?" tanya Gilbran


Waktu itu ,,,


"Aku langsung membawa mu pergi bersama ku


Aku merawat mu selama satu tahun di bantu oleh babysuster


Tapi Pebrita tidak setuju jika kamu tinggal bersama kami


Sebelum pernikahan kami, aku membawa kamu dan pengasuh mu ke Apartemen


Tiga bulan di sana, ibu itu meninggal, akhirnya aku menitipkan mu ke panti


Ayahnya Mama mu, selalu mencari mu


Dia memerintahkan orang orangnya untuk mencari mu, dan membunuh mu


Untuk mengelabui mereka, aku membayar seorang bayi yang meninggal, dan memberinya nama mu


Aku memakamkan bayi itu di samping Pitra Mama kamu


Sejak saat itu, mereka berhenti mencari mu


Karna itulah aku tidak pernah menceritakan semuanya pada mu


Aku sudah berjanji pada alm, Papa mu, untuk menjaga mu dan merawat mu" tutur Cyano


Tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya


"Walaupun perusahaan ku pernah bangkrut, tapi tidak untuk milik Bramantio "


"Aku hanya menjual Apartemen miliknya dan membelikan rumah di samping rumah ku, itulah yang kalian tempati" sambungnya


"Kenapa dia sejahat itu, apa salah ku padanya" tanya Gilbran


"Dia menganggap kamu penyebab kematian Pitra Mama kamu " jawab Cyano


"Kenapa dia berpikir seperti itu, aku tidak menginginkan semua itu, aku tidak mungkin menginginkan kematian Mama ku" tangis Gilbran


"Sayang itu pikiran bodoh, tidak ada seorang pun yang menginginkan kematian orangtuanya, itu adalah takdir " ucap Rosa menyenangkan suaminya


"Iya, mungkin dia terlalu menyayangi tante Pitra, sehingga tidak bisa berpikir jernih " ucap Windy


"Bisa jadi, sangat sulit menerima kenyataan pahit seperti itu, anak semata wayangnya pergi di hari bahagianya " ucap Cyano


"Trimakasih Tuan, trimakasih untuk semuanya " ucap Gilbran


"Aku ingin sekali mendengar mu, memanggil ku Papa, tapi sampai saat ini kamu tidak mau " ucap Cyano


"Aku sudah terbiasa dengan sebutan itu " jawab Gilbran


"Aku tau, karna Pebrita melarang kamu memanggil ku Papa, tapi aku kan sudah bilang, dia tidak lagi di sini dan tidak akan bisa memarahi mu" ucap Cyano


"Kenapa dia melarang?, apa salahnya memang? " tanya Alva


"Dia tidak suka, hanya kamu yang bisa memanggil ku Papa, daripada ribut aku pun mengalah" jawab Cyano


"Heran sama anak kecil kok bisa jahat gitu" ucap Windy


"Kok bisa sih Om mencintai wanita kaya dia, jahat amat" ucap Rosa


"Namanya juga cinta buta " jawab Cyano


"Gil, kamu udah dengar semuanya, sekarang kamu mau kan memimpin perusahaan itu ?" tanya Alva

__ADS_1


"Itu sudah menjadi hak kalian, aku sudah memilih perusahaan yang di Paris " jawab Gilbran


"Perusahaan itu milik kamu, peninggalan Om Bramantio " ucap Alva


"Aku tau, tapi aku tidak berminat ke sana, aku menginginkan perusahaan yang di Paris" jawab Gilbran


"Baiklah, jika itu keputusan mu, tapi kamu juga harus mengurus perusahaan di kota K, tempat kelahiran Papa kamu " ucap Cyano


"Apa itu gak berlebihan, aku sudah mendapatkan Hotel dan perusahaan yang di Paris " jawab Gilbran


"Tidak sama sekali, Alva juga mendapatkan Restoran, AGC grup, dan perusahaan di kota B, tempat kelahiran ku" jawab Cyano


"Baiklah, kali ini aku menuruti kemauan Papa " ucap Gilbran


Dag


Jantung Cyano berpacu cepat, yang dia tunggu selama ini akhirnya keluar juga dari mulut anak itu


"ka kamu me me mamanggil ku Papa? " tanya Cyano terbata


"Aku ingin jadi anak Papa " ucap Gilbran dengan air matanya


Gilbran memeluk erat Cyano


"Aku anak Papa, selamanya" ucap Gilbran di pelukan Cyano


Cyano membalas pelukannya


"Trimakasih nak, trimakasih aku sangat merindukan panggilan itu dari mu" ucap Cyano


"Kau kakak ku, jangan lagi memanggilku Tuan " ucap Alva memeluk Gilbran dan Cyano


Ketiganya berpelukan, merasakan kebahagiaan


Windy dan Rosa menangis haru melihat ketiga pria yang mereka sayangi


Tidak di sangka masa lalu ketiga pria itu sangat menyedihkan


"Makasih Pa, udah menjauhkan ku dari orang yang menginginkan kematian ku" ucap Gilbran


"Aku pasti melakukan apapun untuk melindungi anak anak ku " jawab Cyano


Ketiga pria itu melepaskan pelukannya


"Ah kalian mengganggu saja, aku masih ingin di peluk sama dua curut ini " ucap Cyano


Hahaha


"Ada anak curut iya Pa " ucap Windy


"Apaan sih Pa, jangan mulai deh " ucap Alva


"Bilang aja anak Culun Pa, itu lebih seru " ucap Gilbran


"Siapa juga anak Culun " cicit Alva


Hahaha


"Ada yang sensi nih " ucap Windy dan Rosa ala ala remaja centil


"Sayang kamu gak marah aku di bilang anak Curut? " tanya Alva pada istrinya


"Sayang, aku gak mungkin marah hanya karna hal sepele, aku sih ok ok aja, asal jangan anak pungut " cibir Windy


"Hey apa kamu mau bilang aku ini anak pungut? " ucap Alva


Hahaha


"Dasar anak manja, segitu doang kesal" ucap Gilbran


"idih masih bending anak manja, daripada anak monyet " ucap Alva


"Di pohon dong Sayang " ucap Windy


Hahaha


Akhirnya semua tertawa lepas

__ADS_1


"Oh iya, kenapa kalian memilih Paris" tanya Cyano


"Istri ku membuka cabang di sana, kebetulan dekat perusahaan kita, jadi sekalian aja " jawab Gilbran


"Jadi itu butik kalian?" tanya Cyano


"Iya Pa, tapi belum selesai, masih ada yang harus di renopasi" jawab Gilbran


"Oh, itu jauh lebih besar dari butik kalian di sini " ucap Cyano


"Apa Papa udah melihatnya? " tanya Alva


"Iya beberapa bulan lalu " jawab Cyano


"Kami berencana pindah ke sana, jadi kami membangun sedikit lebih besar " ucap Rosa


"Kalian pasti jaya di sana, tapi jangan lupa sama kami" ucap Windy


"Iya ela Win, mana mungkin kita lupa sama kalian, kita itu keluarga " ucap Rosa


"Yang namanya keluarga tidak akan pernah saling melupakan, tapi saling membutuhkan " ucap Gilbran


"BDW anak anak lama juga ya, ini udah pukul sembilan " ucap Alva


"Iya juga ya " ucap Windy, Rosa, Gilbran dan Cyano bersamaan


"Hehehe kita sekaset" ucap Rosa


"Kok bisa ya, kita barengan ngomongnya" ucap Windy


"Apa kita hubungi mereka aja?" tanya Gilbran


"Kita tunggu aja dulu, siapa tau mereka lagi di jalan " jawab Cyano


"Mm, Papa benar, kalo mereka belum datang hingga sejam lagi baru kita tanya" ucap Windy


"Selama ada Alvin sama Martin mereka aman" ucap Rosa


"Asal keduanya gak mabuk " ucap Gilbran


"Gak mungkin sayang, mereka pergi sama anak anak, gak mungkin kan anak anak di tinggal " ucap Rosa


"Mereka bukan tipe orang yang gak bertanggung jawab " ucap Windy


Sekitar pukul 9.45 Martin Alvin dan anak anak sampai di rumah


"Good night" seru kelima bocah itu


"night" jawab para orangtua


"Aku bawa sate ayam kesukaan Bunda " ucap Gavin memberikan paper bag di tangannya


"Aku juga bawa buat Mama ku yang baik, dan cantik" ucap Angel dengan gaya centilnya


"Mana untuk Papa " tanya Alva


"Tentu ada " ucap BOON menberikan papar bag yang dia bawa


"untuk Ayah mana?" tanya Gilbran


"ini Yah" ucap Findo memberikan paper bag juga


"untuk opa?" tanya Cyano


"Gak ada " jawab kelima bocah itu


"Tega sekali kalian, aku satu satunya Opa kalian, tapi kalian tidak mempedulikan aku" ucap Cyano


"Unyu unyu, Opa kami yang ganteng ini, kenapa cembeyut sih, gak dapat ya Opa " ucap Angel mengelus pipi kriput Cyano


"Jangan sentuh aku, aku bukan Opa kalian lagi " cegah Cyano


"Mana mungkin kami melupakan kesayangan kami" ucap Angel


Dia menjentikkan jarinya


Alvin memberikan paper bag di tangannya

__ADS_1


"Ini untuk mu Opa, jangan marah lagi ya " ucap Angel seimut mungkin


__ADS_2