
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Keesokan harinya Cyano, Gilbran dan Alva menemui Windy di kamarnya, sepanjang malam dia di jaga oleh dua bodygart, dan dua pelayan perempuan, mereka takut Windy melakukan hal nekat, mereka tidak mau mengambil risiko .
" bagaimana, apa dia mau makan " ucap Cyano
" maaf tuan, kami tidak berhasil membujuknya " ucap pelayan itu
"apa dia tidak tidur semalaman " ucap Alva
"tidak tuan muda, dia hanya menangis sepanjang malam, dia tidur satu jam yang lalu, mungkin karena kecapean " ucap salah satu bodygart
" ini tidak bisa dibiarkan, dia bisa sakit " ucap Alva
"kau benar, kita harus lakukan sesuatu " ucap Cyano
"kalian istirahat lah, aku yang akan menjaganya " ucap Alva
"terimakasih tuan muda " ucap mereka bersamaan lalu pergi istirahat
"kamu yakin akan menjaganya " ucap Cyano
"yakin pa ,papa jangan khawatir " ucap Alva
"tuan, bolehkah aku ikut menjaganya" ucap Gilbran
"kamu temani papa, aku yang menjaganya " ucap Alva
Mau tidak mau Gilbran menuruti perintah tuan muda nya, walau hatinya tidak rela, meninggalkan Windy dalam keadaan memprihatinkan seperti itu.
Sekitar pukul Sepuluh dini hari, Alva mendengar Windy bicara
"kamu sudah bangun, kamu harus makan ini sudah pukul sepuluh, kamu bisa sakit kalo tidak makan " ucap Alva
"ma, pa, Windy ikut, Windy kesepian, Windy mau sama kalian "
💕hah… ternyata dia ngigau, aku pikir dia bicara padaku💕
"ma, pa, aku ikut "
"Windy" ucap Alva mencoba membangun Windy
"ya ampun panas banget, ternyata dia demam, pantas aja dia mengigau" ucap Alva
Dia menghubungi dokter, lalu menghubungi ayahnya
Setelah 30 menit dokter datang, dan 5 menit kemudian Cyano datang
Dokter memeriksa Windy secara detail
"bagaimana keadaannya dok" ucap Cyano
"apa dia ada masalah, dia mengalami dehidrasi " ucap dokter
"iya dok, ayahnya baru meninggal, dia menangis semalaman " ucap Cyano
"apa dia tidak makan atau minum juga " ucap dokter
"tidak, kami sudah berusaha membujuk nya, tapi dia tidak menggubris sama sekali " ucap Cyano
"dia harus makan tuan, jika tidak ini akan semakin parah " ucap dokter
"iya dok, semoga dia mau makan nanti " ucap Cyano
Setelah di infus dan di beri obat , Windy berangsur membaik .
Gilbran datang membawa bubur, dia memberikan nya pada Windy
__ADS_1
"Win, ini bubur buat kamu, kamu harus makan, juga minum obat " ucap Gilbran
"aku tidak lapar" ucap Windy
"kamu harus makan Win, kamu akan kehilangan cairan kalau tidak makan " ucap Gilbran
Windy tidak menjawab
Alva mengambil alih bubur itu dari tangan Gilbran
"Windy,kamu harus makan ya, aaaa… ." ucap Alva
Windy melihat sekilas
"Win, buka mulut kamu, kamu harus makan aaa… " Alva terus membujuknya
Setelah beberapa kali membujuk nya, akhirnya Windy menerima suapan demi suapan yang Alva berikan
💕syukurlah dia sudah memakan buburnya💕
batin Gilbran
Alva dengan sabar menyuapi Windy sampai buburnya habis.
💕aku tau kamu sangat tidak bisa menerima kenyataan ini, aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan, siapa yang kuat kehilangan dua orang yang paling berharga dalam hidup kita sekaligus, aku harap kamu menemukan kebahagiaan mu💕 batin Alva
" satu minggu telah berlalu, Windy hanya megurung diri, dia tidak pernah mau berbaur bersama yang lainnya
" Windy, kamu ikhlas, kamu harus bisa menjalani hari hari mu seperti biasa, bu Rania dan pa Cris pasti sedih melihat kamu seperti ini, kamu harus bangkit nak, jalan hidup kita sudah ada yang atur, kita hanya menjalaninya, kita tidak bisa mengubah takdir yang sudah di tentukan yang maha kuasa " ucap Cyano membelai lembut kepala Windy
"aku hanya memiliki papa dan mama ku, sekarang mereka telah meninggalkan ku, aku tidak punya siapa siapa " ucap Windy, airmatanya mengucur deras
"kamu punya keluarga Windy, ada saya, Alva dan yang lainnya ,kamu tidak sendiri ,kami menyayangi mu, jangan pernah berpikir kamu sendirian, kami akan selalu ada buat kamu " ucap Cyano
"terimakasih pak, atas kasih sayang bapak " ucap Windy
"makasih" ucap Windy
🌷🌷🌷
" pa, apa papa gak kerja " ucap Alva
"tidak, papa mau jalan jalan sama kalian " ucap Cyano
"memangnya kita mau kemana pa" tanya Alva
"nanti kalian akan tau, sekarang kalian siap siap" ucap Cyano
"Windy,mandilah nak, kita akan pergi ke tempat yang kamu suka " ucap Cyano
"aku malas pak, aku di rumah aja " ucap Windy
"tidak bisa, kamu harus ikut " ucap Cyano
Dengan terpaksa Windy menurut
Di dalam mobil Windy hanya diam, dia menatap ke luar
" kita kemana sih pa" ucap Alva
"diam lah, kau akan melihat nya nanti" ucap Cyano
Alva cemberut, dia kecewa dengan Cyano yang tak mau jujur
💕kok aku seperti mengenal tempat ini, 💕
Batin Windy
__ADS_1
Mereka sampai di sebuah bangunan, rumah yang lumayan besar
💕rumah ku, ngapain pak Cyano membawa kami ke sini, apa dia yang membeli rumah ini 💕
"Windy ,kamu ingat rumah ini kan " ucap Cyano
" ini rumah kami pak, tapi papa menjualnya untuk pengobatan mama" ucap Windy
"iya, bapak tau, tapi sekarang rumah ini milik kamu, bapak membelinya dari rentenir itu untuk kamu ,bapak tau rumah ini menyimpan banyak kenangan kalian " ucap Cyano
"bapak membelinya untuk ku? " tanya Windy
"iya, jika kamu merindukan kedua orangtua mu, kamu bisa datang ke sini " ucap Cyano
"saya tinggal di sini aja ya pak " ucap Windy
"tidak Win, kamu bisa datang ke sini kapan pun kamu mau, tapi kamu tetap tinggal sama kami" ucap Cyano.
🌷🌷🌷
"sejak saat itu non Windy tinggal di rumah tuan Cyano " ucap Gilbran
"kasihan dia, Windy anak yang baik, tapi aku nyangka hidupnya semenyedihkan itu " ucap Rosa
"iya, tapi sekarang semua berubah, nonya sangat di manja sama tuan muda, dan tuan Cyano " ucap Gilbran
"semoga dia selalu bahagia " ucap Rosa
"kenapa kamu begitu menyayangi non Windy " tanya Gilbran
"dia sahabat yang baik, saat gue kehilangan kedua orangtua gue , dia yang selalu menguatkanku, tapi saat dia yang susah gue gak ada buat dia " ucap Rosa
"bukannya bunda mu itu… "
"bukan, dia istri pamanku, adik dari ayahku, suaminya meninggal bersama orangtua ku" ucap Rosa
Gilbran manggut manggut
💕ternyata bukan hanya aku yang hidupnya menderita 💕
Batin Gilbran
🌷🌷🌷
Beberapa minggu telah mereka lewati, Cyano tidak mempermasalahkan walau Alva gak masuk kerja. Dia membiarkan anaknya mengurus menantunya di rumah. Windy yang selalu mual setiap paginya, dan setiap makan membuat Alva menjaganya selama 24 jam
"Sayang apa kamu gak mual lagi " ucap Alva saat Windy menghabiskan makanan
"udah mendingan, aku juga sangat lapar " ucap Windy
"syukur lah, aku sangat khawatir dengan kondisi mu" ucap Alva
"makasih sudah merawatku selama ini " ucap Windy
"sayang, kau istri ku, sudah menjadi tanggung jawab ku, untuk merawat mu" ucap Alva
"maafkan aku ya, gara gara aku kamu jadi bolos kerja " ucap Windy
"sayang, walaupun aku gak kerja ssampai kamu lahiran uang kita gak akan habis " ucap Alva sedikit sombong
"aku tau, tapi biar bagaimana pun, kau telah mengabaikan tanggung jawab mu" ucap Windy
"sayang dengar, kamu dan anak kita lah yang terpenting bagiku, jika kalian sehat aku bisa kembali bekerja" ucap Alva
"terimakasih, kau suami yang baik dan bertanggung jawab " ucap Windy
"sayang, kamu dan anak kita adalah harta paling berharga dalam hidup ku, aku tidak akan pernah membiarkan kalian kenapa napa, aku akan selalu menjaga kalian " ucap Alva mencium istrinya
__ADS_1
Windy sangat bahagia , meski awalnya dia tersakiti, sekarang luka itu telah tertutup oleh cinta dan kasih sayang suaminya