
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
Windy kembali ke kamarnya, ternyata Alva belum tidur
"ngapain aja di kamar papa" ucap Alva dengan wajah bengisnya
"menurut kamu, apa papa laki laki rendahan yang tidur dengan menantunya " ucap Windy
"aku gak bilang kamu tidur sama papa, papaku tidak serendah iitu" ucap Alva
"aku hanya ngobrol sama papa,apa itu salah " ucap Windy
"tidak, aku hanya ingin tau aja, soalnya kamu terlalu lama di sana " ucap Alva
"apa kamu kangen sama ku" ucap Windy
"hemh, kangen sama kamu, ogah, aku hanya belum ngantuk aja " ucap Alva
"Ok,kalo gitu nih kamu minum , (menyodorkan segelas kopi) ,aku sengaja membuatnya untuk kamu " ucap Windy
"untuk ku, kamu tau dari mana aku belum tidur " ucap Alva
"dari sini " ucap Windy menunjuk dadanya
"apa itu artinya kamu mencintai ku" ucap Alva
"tidak juga " ucap Windy berbaring di samping Alva
Alva merasa aneh, dia bingung dengan sikap Windy. Setelah menghabiskan kopinya dia ikut berbaring di samping Windy
๐aku kok nyaman ya di samping dia padahal pernikahan ini hanya sebatas balas budi, apa aku suka padanya, ahhh tidak tidak, itu gak mungkin ,aku tidak mencintai nya , aku melakukan semua ini demi papa๐
Sinar mentari pagi membangunkan orang orang yang lagi bocan, alias bobo cantik
Windy membuka matanya, saat ingin duduk dia merasa berat, ternyata Alva memeluknya erat
๐hehehe, apa kamu senang memelukku suamiku, katanya jijik, tapi seerat itu kau memelukku๐
Windy kembali menutup matanya, dia tidak ingin Alva tau, kalau dia melihat suaminya memeluknya
Beberapa saat kemudian Alva bangun, dia membuka matanya, yang pertama dia lihat wajah Cantik istrinya
๐cantik, wajahnya berseri, walaupun masih tidur, oh my god, aku memeluknya,aku pikir bantal guling, syukurlah dia belum bangun, kalau tidak,,, bisa bisa dia mengejekku ๐
Alva menarik tangannya perlahan, dia berbalik membelakangi istrinya.
๐terimakasih, aku tau kau orang baik, tapi masa lalumu telah menutup mata hatimu๐
Windy bangun, dia masuk kamar mandi melakukan rutinitasnya, setelah 15 menit, dia keluar dengan hanya memakai handuk
Alva memperhatikan istrinya, matanya terbuka sempurna, melihat paha mulus istrinya
Glek
Alva menelan salivanya
๐mulus, putih, dia benar benar menggoda ku, dia semakin cantik dengan rambut basah begitu ๐
Dia terus memandang istrinya, hingga Windy selesai memakai pakaian nya
"kamu tidak mandi, aku sudah menyiapkan air hangat " ucap Windy
"eh, m, i iya, aku mau mandi " ucap Alva gelagapan
Windy menyiapkan pakaian untuk suaminya, meski Alva selalu menghindar dari nya, dia tetap melakukan tugasnya sebagai istri .
๐ท๐ท๐ท
Dua minggu telah berlalu, hubungan mereka hanya sebatas itu itu saja, tidur bareng, makan bareng, kerja bareng, tapi tidak pernah melakukan hubungan suami istri.
Alva tidak bisa jauh dari istrinya, tapi rasa gengsi dan traumanya selalu membuatnya menghindari istrinya. Mereka akan bertengkar saat berada di kamar, tapi Alva akan gelisah jika tidak melihat istrinya, dia juga akan sangat marah jika istrinya tersenyum atau bicara dengan pria lain . Aneh memang aneh, pantas aja ada nyanyian seperti itu
__ADS_1
Bila dekat bertengkar, bila jauh ku rindu, jadi serba salah, membuatku dilema tapi aku selaluโฆ.. lanjutkan ya readers ๐๐๐๐๐๐
๐ท๐ท๐ท
Pagi yang cerah, Cyano, Windy, Alva dan Gilbran duduk di taman belakang rumah mereka, karna hari ini hari libur mereka memilih bersantai di rumah
"kapan kalian bulan madu, papa pengen cepat dapat cucu" ucap Cyano
"gak usah pa, aku gak suka bepergian, aku lebih nyaman di rumah " ucap Windy
"mana ada pengantin baru, gak pergi bulan madu " ucap Cyano
"ada pa, aku sama suamiku, lagian aku bingung mau liburan ke mana " ucap Windy
"Hahah dasar pengantin aneh, yang ada ya pengantin baru itu merengek minta bulan madu, ini di suruh malah gak mau " ucap Cyano
"sudah pasti nonya gak mau, di sana banyak cowok ganteng, pasti jadi bumerang " ucap Gilbran
"so toy kamu" ucap Alva
"kalian liburan ke luar negeri gimana, di sana kalian bisa menikmati pemandangan indah, dan juga makanan yang enak enak ,tentunya makanan khas di sana " ucap Cyano
"ide bagus tuan, kalian ke paris aja, Rama pasti senang kalo kalian mengunjunginya
Deg
๐dasar Gilbran sialan, kalo sampai Windy mau, awas kamu ๐
Alva mengepalkan kedua tangannya
"gak, aku gak setuju " ucap Alva
" iya, aku juga gak mau, kalo aku ngidam bulan madu barulah kami akan pergi " ucap Windy
"hahaha, win win mana ada sih orang ngidam bulan madu, yang ada ngidam mangga muda " ucap Cyano
"bisa aja pa, namanya juga ngidam" ucap Windy
"gimana mau ngidam non, hamil aja kaga" ucap Gilbran
"kami akan membuatnya " ucap Alva entah setan apa yang merasuki dirinya
"jadi kalian belum melakukannya" ucap Cyano dan Gilbran kompak
Windy sangat malu, pipinya merah bagai ikan rebus, untuk menutupi rasa malunya,dia pergi ke dapur membuatkan minum untuk mereka
"Al, jangan jangan kamu homo" ucap Cyano
"apaan sih pa, gak mungkin lah aku homo " ucap Alva
"mana ada sih, pria normal yang tahan tidur satu ranjang dengan istrinya tanpa menginginkan nya " ucap Cyano
"aku hanya ingin mengenal dia lebih lama, aku gak mau kehidupan rumah tangga ku, seperti papa" ucap Alva
"Al, lupakan masa lalu mu, tidak semua perempuan seperti pebrita, Windy gadis baik baik, kamu akan menyesal jika dia pergi karna sikapmu" ucap Cyano
"dari mana papa tau, Windy punya mantan, aku gak tau sejauh mana hubungan mereka " ucap Alva
"dia memang punya mantan, tapi mereka tidak pernah bersama, Rama kembali dua bulan lalu, dan setelah kalian nikah dia balik lagi ke paris " ucap Cyano
"dua bulan bukan waktu yang singkat pa, mereka bisa aja melakukan hal menjijikkan itu " ucap Alva
"Al, Windy bukan perempuan seperti itu, dia tidak sehina yang kau pikirkan, kau harus mengubur kenangan pahit itu dalam dalam, kalau tidak kamu tidak akan pernah bisa memulai hidup baru " ucap Cyano
๐ท๐ท๐ท
"Permisi non, ada cewek cakep cari non" ucap satpam
"siapa pa" ucap Windy
"katanya teman non yang dari luar negeri " ucap satpam
__ADS_1
"ohh suru dia masuk pak" ucap Windy
"hay Winn" ucap Rosa
"Rosa,,, ngapain kamu kesini " ucap Windy
"lo gak suka ya, gue ke sini " ucap Rosa
"hehehe, be'canda, gak usah monyong gitu bibirnya " ucap Windy
"lo sih, teman datang bukannya di sambut, eh malah ke gak suka gitu" ucap Rosa
"siapa bilang gak suka, aku senang kok, jadi ada teman main " ucap Windy
"lagi ngapain lo" ucap Rosa
"ini buatin minum, yuk kita gabung sama mereka " ucap Windy
"taraaa"
Windy dan Rosa memberi mereka minuman dan camilan
"siapa dia nak" ucap Cyano
"oh iya, kenalkan ini teman aku pa, namanya Rosa dia baru datang dari luar negeri ,Ros, ini pak Cyano, papa mertua aku" ucap Windy
"salam om" ucap Rosa menyalim tangan Cyano
"ini Gilbran asisten papa" ucap Windy
"Hay" ucap Rosa
"Gilbran"
"dan ini Alva suami aku" ucap Windy
"Rosa"
"Alva"
"jadi kamu yang ajak menantu om ketemuan tempo hari " ucap Cyano
"iya om, Windy teman baik saya dari SMP, kami berpisah saat kuliah, saya kuliah di inggris dan dia kuliah di sini" ucap Rosa
"apa kamu balik lagi ke inggris " tanya Gilbran
"tidak, aku akan menetap di sini " ucap Rosa
"bagus itu, Gilbran kau nikahi saja Rosa" ucap Cyano
"apaan sih tuan "
"maksud om"
Ucap mereka bersamaan
"tuh, kalian kompak jawabnya berarti kalian jodoh" ucap Cyano
Mereka bersenda gurau hingga sore suara tawa menghiasi taman itu sepanjang hari
"udah sore ternyata " ucap Rosa
"ia iya, gak terasa " ucap Windy
"aku pulang dulu ya, nanti di cariin sama bunda" ucap Rosa
"gak nginap Ros" ucap Windy
"gak Win, nanti bunda marah" ucap Rosa
" aku antar ya " ucap Gilbran
__ADS_1
Rosa melirik Windy meminta pendapat, Windy menganggukkan kepala tanda setuju
"ok" ucap Rosa