PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 27


__ADS_3

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


"sayang makasih ya, berkat kamu aku memiliki teman " ucap Alva


"kamu gak marah sayang" ucap Windy


"ngapain marah sayang, iya memang aku sempat merasa gak nyaman dengan kedatangan mereka, apalagi saat Rama datang, tapi aku jadi senang dan ngerasa puas karna mereka mau berteman dengan ku" ucap Alva


"mereka orang baik, sudah lama aku berteman dengan mereka " ucap Windy


"iya sayang, aku juga senang kenal sama mereka" ucap Alva


"syukurlah kamu mau berteman sama mereka " ucap Windy


"sayang, boleh aku tau hubungan kalian " ucap Alva


"maksudnya " tanya Windy


"berapa lama kalian pacaran " ucap Alva


"untuk apa menanyakan itu sayang, aku gak punya perasaan lagi sama dia " ucap Windy


"hanya pengen tau aja sayang, aku tau kamu gak mencintainya lagi " ucap Alva


"yakin " tanya Windy


"yakin sayang" ucap Alva


"dia sudah lama mencintai ku, sejak kami bertemu pertama kali di sekolah, dia mengatakan cintanya pada ku, tapi aku bilang, gak akan pacaran sebelum lulus SMA, dia gak keberatan, kami selalu bersama layaknya sepasang kekasih. Setelah lulus, dia kembali mengatakan cintanya, aku bilang jalani aja dulu, dan satu tahun sebelum kita nikah dia melamarku, aku menerimanya, karna aku juga mencintainya. " jelas Windy panjang lebar


"pantas dia sangat perhatian sama kamu,ternyata kamu cinta pandangan pertama dia" ucap Alva


"waktu itu aku sangat berat pisah sama dia, tapi aku juga gak tega sama papa, aku putusin dia beberapa hari sebelum pesta " ucap Windy


"apa dia gak keberatan " ucap Alva


"tentu saja, kalo seandainya aku gak bilang itu wasiat papaku, dia tidak akan melepasku" ucap Windy


"wasiat papa, apa itu benar sayang " kaget Alva


"tidak, itu hanya alasan aku agar bisa lepas dari dia " ucap Windy


"kenapa kamu melakukannya, kamu mengorbankan cinta mu demi orang yang tidak bisa menghargai mu" ucap Alva


"papa memohon pada ku, aku tidak mungkin menolaknya " ucap Windy


"apa kamu menyesal melakukan itu " ucap Alva


"tidak, sekalipun kamu gak peduli sama ku waktu itu, aku gak menyesal, aku yakin papa gak salah milih jodoh untuk ku" ucap Windy


"makasih ya sayang, makasih untuk semuanya " ucap Alva mencium istrinya. Windy memeluk suaminya dan terlelap dalam dekapan Alva


🌷🌷🌷


Setelah acara selesai Gilbran dan Rosa masuk ke dalam kamarnya, kamar yang sudah disiapkan khusus untuk pengantin baru


Kamar yang di hias dengan kelopak mawar merah sangat mirip dengan hiasan kamar pengantin Alva dan istrinya dulu


"sayang makasih ya, kamu mau menjadi istri ku" ucap GILBRAN


"makasih juga karna menerima ku jadi bagian dalam hidup mu" ucap Rosa

__ADS_1


"sayang apa kamu capek " ucap Gilbran


"lumayan " jawab Rosa


"tidur lah, kita bisa melakukannya besok pagi " ucap Gilbran


"apa kau tidak menginginkannya" ucap Rosa


"aku sangat menginginkannya sayang, tapi aku gak mau paksa kamu " ucap Gilbran


"kau ingin aku jadi istri durhaka " ucap Rosa


"maksudnya " bingung Gilbran


"jika aku tidak melayani suamiku di saat dia menginginkan ku, aku akan jadi istri durhaka " ucap Rosa


"jadi, aku bisa mendapatkannya sekarang " ucap Gilbran senang


"tentu sayang" ucap Rosa


Gilbran mencium bibir istrinya, **********, meninggalkan tanda kepemilikan di sana, pertempuran pun terjadi hingga mereka mencapai puncak kenikmatan surga duniawi


Tak cukup hanya malam itu saja, mereka kembali olah raga pagi sampai beberapa kali pelepasan


Tidak bisa di pungkiri bahwa sepasang sejoli itu sangat merindukan hal itu . Bukan mereka mesum, tapi sesuai dengan umur mereka yang sudah matang, tentu merindukan kehangatan, untungnya mereka mampu bertahan hingga hari pernikahan, agar tidak menimbulkan dosa


"sayang udah ya, aku udah capek " ucap Rosa


"aku masih menginginkannya sayang" ucap Gilbran


"kita bisa lanjutkan di rumah, aku udah gak kuat" ucap Rosa


"baiklah istri ku, sekarang kita mandi" ucap Gilbran


Sesuai janji mereka hanya mandi bersama tanpa ada olah raga lagi


Keesokan harinya mereka kembali ke rumah Cyano. Gilbran memang punya rumah sendiri, tapi Cyano meminta mereka tinggal di rumahnya untuk satu minggu kedepan.Gilbran dan Rosa juga tidak keberatan


Saat menuju mobil seorang wanita menabrak Windy, untungnya Alva dengan sigap menangkapnya, kalau tidak dia akan jatuh, dan itu sangat berbahaya untuk dia dan bayinya


"sayang kamu tak apa" khawatir Alva


"gak apa sayang, untung kamu menangkapku, kalau tidak aku gak tau apa yang akan terjadi " ucap Windy


"maaf saya tidak sengaja " ucap wanita itu


"kamu, apa kamu sengaja? dulu kamu menabrak ku, sekarang istri ku" ucap Alva


"maaf aku memang gak sengaja " ucapnya


"kamu pasti sengaja, kamu ingin mencelakai istri dan anak saya bukan " bentak Alva


"aku sudah bilang, aku gak sengaja" ucap wanita itu juga membentak Alva


"sayang udah, aku gak apa apa, kita pulang aja yuk" ucap Windy


"tapi dia " Alva merapatkan giginya


"sayang udah, ini tempat umum, jangan buat keributan, aku gak apa" ucap Windy menyenangkan suaminya


"kamu gak napa Win " ucap Rosa khawatir

__ADS_1


"gak apa, tapi seandainya suamiku tak menangkapku tadi, mungkin aku akan jatuh" ucap Windy


πŸ’•siapa wanita itu, beraninya mengganggu keluarga Cyano πŸ’•


Geram Gilbran


"apa tuan mengenalnya? " tanya Gilbran


"gak tau, tapi dia pernah menabrakku" ucap Alva


"apa mungkin dia sengaja " ucap Gilbran


"kayaknya iya, tapi aku gak tau tujuan dia apa , aku seperti mengenal wanita itu, tapi aku lupa " bingung Alva


"kita harus tau siapa dia, jangan sampai dia mencelakai nonya " ucap Gilbran


"kau benar, selidiki dia " ucap Alva


"baik tuan muda " ucap Gilbran


πŸ’•kalau dia punya niat buruk ,aku gak akan melepaskannya πŸ’•


Batin Alva


"loh kalian kok masih di sini " tanya Cyano


"maaf tuan, tadi ada wanita menabrak nonya " ucap Gilbran


"apa? Siapa dia "kaget Cyano


"kami gak mengenalnya tuan, tapi sepertinya dia sengaja " ucap Gilbran


πŸ’•kurang ajar, aku gak akan melepasmu πŸ’•


Batin Cyano


"kamu gak napa kan nak" ucap Cyano khawatir


"gak pa, aku gak apa apa " ucap Windy


"kalau saja dia jatuh, mungkin mereka akan bahaya pa" ucap Alva


"syukurlah kamu gak sempat jatuh nak" ucap Cyano


"iya pa, untung Alva menangkapku" ucap Windy


"apa kalian punya musuh om" ucap Rosa


"tidak om gak punya musuh selama ini " ucap Cyano


"aku yakin om, dia sengaja lakuin itu" ucap Rosa


"lebih baik kita pulang dulu, nanti kita bahas di rumah " ucap Cyano


Mereka pulang dengan Alva dan istrinya di antar oleh sopir pribadi mereka.


πŸ’•siapa perempuan itu, aku seperti tak asing dengannya, tapi aku gak ingat di mana pernah melihatnya πŸ’• batin Alva


πŸ’•apa tujuan perempuan itu, aku yakin dia sengaja melakukan itu πŸ’•


batin Rosa

__ADS_1


πŸ’•aku harus secepatnya mengetahui sispa perempuan itu, dan apa tujuannya, berani mengusik keluarga Cyano πŸ’• batin Gilbran


__ADS_2