PUTRI KECIL KU

PUTRI KECIL KU
Eps 53


__ADS_3

Like, koment dan votenya di tunggu ya readers πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Windy, Gilbran dan Rosa duduk di ruang tunggu, di temani beberapa orang suruhan mereka


"Sayang, bagaimana cara kalian menghadapi para lelaki hidung belang di kapal itu " tanya Gilbran


"Ops, gimana tu, hehe mereka masih di dalam sana " ucap Rosa


"Maksudnya apa "


Flasback Off


Setelah menemukan lokasi keberadaan Alva, Windy meminta Rosa membantunya untuk menyelamatkan suaminya


"Jika kita ke sana menggunakan mobil, akan makan waktu yang cukup lama, lebih baik kita naik perahu " ucap Rosa


"Kita pergi dari jalan tercepat" ucap Windy mantap


"Tapi… " Rosa menggantung kalimatnya


" Tapi apa Ros, apa kamu takut naik perahu?


"Bukan, bukan karna takut"


"Lalu? "


"Menurut yang aku tau, di sana banyak laki laki hidung belang "


"Kita hiraukan mereka "


"Gak segampang itu Win, tidak ada yang bisa menaiki kapal itu jika tidak bersedia melayani mereka "


"What?, apa apaan itu ?"


"Kita harus bisa merayu mereka "


"Maksud kamu? "


"Kita bawa obat tidur aja, setelah sampai di sana kita gunakan pakaian seksi untuk mempermudah rencana kita, jika kita sudah berada dalam kapal itu, tentu mereka akan menggoda kita atau bahkan lebih, kita harus memberi mereka minum dan mencampurkan obat itu"


"Baiklah, demi suamiku aku rela melakukan itu "


" Satu lagi, kita harus bawa tali, untuk mengikat mereka "


🌷🌷🌷


Sesampainya di sana, mereka meminta ikut bersama para lelaki itu


Pria mesum itu langsung mengizinkan mereka masuk ke dalam kapalnya, karna melihat pakaian mereka yang seksi


Seperti dugaan mereka, para lelaki hidung belang itu langsung mendekati mereka, membelai pipi mereka, meremas rambut mereka, bahkan ada juga yang meremas bokong mereka


Mendapat perlakuan seperti itu, tentu mereka merasa risih, tapi mereka harus bisa menahan emosi demi bisa secepatnya menyelamatkan Alva


"Apa ada minuman, kami tidak terbiasa melayani pria tanpa minuman" ucap Windy


"Ada sayang, kami senang kalo kalian melayani kami setelah minum"


Salah satu dari pria itu menunjukkan tempat minumannya


"Kalian tunggu ya sayang, kami akan kembali dengan minuman itu, kita akan bersenang senang " ucap Rosa


"Tentu sayang, cepatlah, kami sudah sangat ingin menikmati kalian "


Mereka membuka tutup botol minuman itu dan mencampurkan obat tidur yang telah mereka sediakan sebelumnya.


"Tara,,,minumannya datang" seru mereka dengan gaya centilnya


"Mari sayang, aku sudah tak sabar " ucap pria itu


Windy dan Rosa menuangkan win itu ke dalam gelas,dan memberinya kepada semua pria itu


"Sayang, cepat habiskan, aku sudah tak kuat" rayu Rosa duduk di pangkuan salah satu pria itu


Mendengar ucapan Rosa, para pria itu meneguk langsung minumannya


Windy dan Rosa menunggingkan senyuman melihat kebodohan para lelaki hidung belang itu


Hanya beberapa menit semua minuman itu habis tanpa sisa

__ADS_1


Tak lama kemudian, mereka pun tertidur


Windy dan Rosa mendudukkan mereka membentuk lingkaran


Mereka membuat para lelaki itu bergandengan tangan


Dan mengikat setiap genggaman tangan mereka


Tak lupa pula mereka mengikat kaki semua pria itu


Kemudian mengikat pinggang mereka secara bersama


"Ok, sekarang beres, tinggal kemudinya " ucap Rosa


"Itu hal gampang " ucap Windy


Dia menghampiri Nahkoda kapal itu


"Sayang, kamu minum dulu, biar aku yang pegang kemudinya " ucap Windy


" Benarkah " ucap pria itu dengan perasaan gembira


"Tentu"


Pria itu mengambil botol itu dari tangan Windy, dan meneguknya sampai habis


Dalam hitungan menit, dia pun tertidur


Rosa mengikat kakinya dan tangannya di ikat ke belakang


" Maaf ya Mas, kami terpaksa melakukan semua ini " ucap Windy


Flasback On


"Iya sayang, mereka masih di dalam perahu itu, dan masih ter'ikat "


"Loh, gimana cara mereka membukanya "


"Iya, iya, kita harus melepaskan mereka, biar bagaimana pun mereka telah membantu kita " ucap Windy


"Tapi mereka juga udah K****g a**r sama kalian Non "ucap Gilbran


"Iya, tapi tetap saja, mereka membantu kami, seandainya mereka gak mengizinkan kami menumpang, pasti kami terlambat menyelamatkan mas Alva "


"Bukan kita, tapi mereka " ucap Windy menunjuk beberapa anggota Gilbran


"Tolong kalian pergi, melepas tali pengikat para pria itu " titah Windy


"Baik Non " jawab mereka kompak


Kedua pria itu pergi membuka tali pengikat para lelaki hidung belang itu


Saat keduanya sampai di kapal itu ternyata, mereka semua sudah bangun dari tidurnya


"Kenapa kalian bisa ter'ikat seperti ini? " tanya Bono


"Entahlah saya tidak bisa mengingatnya" ucap salah satu dari mereka


"Aku juga gak tau kenapa bisa ter'ikat begini " ucap yang lainnya


"Baiklah kami akan melepas ikatan kalian " ucap Raju


Setelah semuanya terlepas, mereka pun pergi dari sana


"Semoga aja mereka tidak mengingat kejadiannya " ucap Bono


"Mereka pasti mengingatnya, tapi butuh waktu " ucap Raju


"Bagaimana kalo mereka balas dendam sama Nonya " ucap Bono


"Mereka tidak akan mengenal Non Windy dan Non Rosa " ucap Raju


"Kenapa"


"Karna saat itu, mereka memakai wig"


Bono manggut manggut


🌷🌷🌷


"Apa Pebrita dan suaminya itu, gak menyiapkan penjagaan di area klinik usang itu? " tanya Gilbran

__ADS_1


"Tidak, sepertinya mereka yakin, kita tidak bisa menemukan keberadaan mereka " jawab Windy


"Mungkin mereka takut di ketahui orang banyak, karna yang mereka lakukan itu pembunuhan " ucap Rosa


"Bisa jadi "


"Bukan, untuk apa mereka takut sama bawahan, mereka cukup yakin bahwa tempat itu aman, tidak bisa di temukan oleh orang lain, apalagi HP dan mobil suamiku tertinggal, mereka gak menyadari liontin yang di pakai mas Alva " jelas Windy


"Mungkin juga, klinik itu sudah lama tutup, mereka pasti yakin, tidak berapa orang yang tau tempat itu " ucap Gilbran


"Tapi apa hubungan mereka dengan Dokter itu, kenapa Dokter itu yang menangani pengobatan anaknya " ucap Rosa


"Kevin bilang, mereka teman dekat, saat Dokter itu masuk penjara, Rio lah yang membantunya, keluar dari jeruji itu " ucap Gilbran


"Kevin tau dari siapa ?" tanya Rosa


"Apa yang kevin gak tau, si Raja komputer itu sangat mudah mendapatkan informasi " ucap Windy


"Hebat juga dia, padahal dulu sewaktu kita masih SMA , dia gak pinter pinter amat " ucap Rosa dengan senyumnya


"Itu kan dulu Ros, mungkin waktu itu dia belum memantapkan hatinya " ucap Windy


"Mungkin juga, enak banget ya dia, gak perlu capek nanya kesana kemari jika kehilangan sesuatu, atau mencari sesuatu " ucap Rosa bangga sama sahabatnya itu


"Iya, sejak kuliah semester tiga, dia udah menguasai komputer, entah apa yang mendorong dia, bisa jadi jenius kaya gitu " ucap Windy


"Aku senang sahabatan dengan mereka, mereka itu teman yang mengasikkan,baik,jujur dan tulus " ucap Gilbran


"Dari dulu mereka selalu begitu, selalu setia kawan, dan saling bantu" ucap Rosa


Mereka sengaja mengalihkan pembicaraan untuk mengalihkan kesedihan Windy


Dan benar saja, dia bisa sedikit melupakan kegundahan hatinya


Dokter keluar dari ruang UGD, tempat Alva di rawat


Windy segera menghampiri Dokter itu menanyakan keadaan suaminya


"Dok, gimana suami ku " tanya Windy dengan hati bergemuruh


"Pak Alva berangsur membaik, kita tunggu perkembangannya iya bu "


"Apa dia belum sadar Dok"


"Belum bu, sepertinya pak Alva juga terbentur, ada luka lebam di lehernya"


Jantung Windy berpacu dengan sangat kencang


Kekhawatiran dirinya semakin menjadi


"Apa hanya luka ringan Dok " tanya Windy dengan perasaan berkecamuk


"Iya bu, tapi lebih tepatnya seperti bekas pukulan "


"Maksud Dokter,suamiku di pukul dari belakang ?" tanya Windy


"Kira kira seperti itu bu, jika luka itu ada karna jatuh, gak mungkin di bagian tengkuknya yang kena "


"Apa aku bisa melihatnya Dok? "


"Silakan bu"


"Makasih Dok "


Windy pergi keruangan suaminya, tetesan air mata mengikuti langkah kakinya


Pria yang sangat dia cintai kini berbaring lemah


Pria yang selalu ada untuknya


Pria yang selalu memanjakannya


Menuruti semua keinginannya


Pria manja dan bucin


Pria yang selalu memberinya senyum


Windy duduk di kursi dekat Hospital Bed suaminya


Dia menggenggam tangan suaminya, mencium keningnya penuh cinta

__ADS_1


Ucapan Doa tak henti hentinya keluar dari mulut Windy


__ADS_2