
Seorang wanita cantik menggeliat pelan diatas tempat tidur mewahnya. Merasakan semilir angin yang telah mengganggu tidurnya. Wanita itu segera mengerjapkan matanya beberapa kali.
Dia sama sekali tidak menyangka jika saat ini hari sudah menjadi pagi. Namun, bukan sang mentari yang menyambutnya melainkan rintikan air hujan yang telah datang menyapanya dipagi buta.
Menguap lebar sebelum akhirnya dia beranjak dari tidurnya. Menyenderkan kepalanya pada sandaran ranjang mewahnya. Queen mengedarkan pandangannya ke segala arah.
" Astaga... Aku lupa, jika saat ini aku sudah berada di kediaman baldwin. " gumamnya sembari melompat menuruni tempat tidur mewahnya
Wanita itu tidak ingin membuang waktu lagi untuk segera turun kebawah dan membantu pekerjaan rumah yang seperti para ibu rumah tangga lainnya lakukan.
Queen memanglah anak yang berbeda. Dia masih sangat polos dan didikannya juga masih sangat tradisional. Pasalnya setiap apapun yang menjadi rutinitas sang mommy tercinta masih melekat di ingatannya hingga saat ini.
Setiap aktivitas Nadin yang menjadi kegiatannya setiap hari, kini telah menjadi panutan oleh wanita cantik itu. Bahkan selama tinggal sendirian setahun ini, queen tidak menyewa pembantu karena memang dia sendiri yang melakukan pekerjaan rumahnya.
Dia tidak pernah keluar untuk sekedar bermain atau hangout bersama dengan teman-temannya. Jadi, waktunya selama dirumah dia habiskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah maupun lainnya.
Jangan diragukan lagi soal memasak. Wanita itu sangatlah pandai dalam memasak berbagai jenis makanan. Namun, bagi siapa saja yang belum mengenalnya pasti akan berpendapat lain mengenai dirinya.
Beberapa menit telah berlalu. Queen keluar dari kamar mandi. Masih menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya. Bahkan dia tidak merasa malu sama sekali keluar dari sana dengan keadaannya yang seperti itu.
" Dia kan tidak ada disini. " Gumamnya sendiri ketika dia melangkah menuju walk on closet
Sebenarnya dia pergi kemana ?? Kenapa hingga pagi begini dia belum juga datang ?? Aah.. biar saja. Jangan terlalu risau, queen..
Tanpa ragu queen telah menanggalkan handuknya ketika sudah berada didalam sana. Membiarkan tubuhnya yang polos terekspos.
" Hah, ini seperti lemari di studio saja. Banyak sekali pakaiannya. " gumamnya
Queen meraih pakaian dalam. Melihatnya sekilas kemudian tersenyum tipis. Satu persatu dia mulai memakai pakaian dalamnya.
" Kenapa bisa pas sekali ukurannya ?? " Gumamnya sendiri sembari terkekeh geli
Baru saja di memakai pakaian dalamnya. Memakai tang top hitam sebelum dia memakai baju yang masih dipilihnya. Namun terdengar suara seseorang yang membuat dirinya menjingkat kaget. Dengan segera queen meraih handuk yang sempat teronggok dibawah untuk kembali dipakainya sebelum dia berbalik.
Kini queen menelan ludahnya sedikit berat. Dia sungguh sanagat mau sekali. Jantungnya berdegup kencang. Merasakan hawa panas disekujur tubuhnya. Meremang hebat seiring dengan sosok lelaki itu yang berjalan semakin mendekat.
__ADS_1
" Ma-maaf aku baru selesai mandi dan ingin ganti pakaian. Bisakah kamu keluar sebentar " ucap queen dengan terbata.
Wajahnya kini telah menunduk takut ketika melihat raut wajah suaminya yang semakin menatapnya penuh minat. Takut jika sesuatu hal yang tidak dia inginkan akan terjadi.
" Tolong siapkan pakaianku !! Aku akan mandi. " ucapnya
Queen mengangguk kecil. Tubuhnya seakan kaku. Sesaat kemudian Edgar segera berbalik dan berjalan keluar, namun langkahnya terhenti dan sekilas melirik kearah istrinya.
" Tolong siapkan juga sarapan untukku !! " titahnya lagi
" I-iya, baik " Ucap queen
Terdengar hembusan nafas lega ketika melihat sosok suaminya yang telah keluar dari sana. Pasalnya dia sama sekali tidak menyadari, sejak kapan sosok suaminya itu berada di dalam sana.
" Semoga dia tidak melihat keadaanku dari tadi " gumamnya sembari menggeleng pelan dan menutup kedua matanya dengan erat. Mencoba untuk mengusir pikirannya yang tidak dia inginkan.
Queen segera meraih pakaian yang ingin dipakai olehnya. Dengan cepat dia memakainya.
" Selamat pagi " Sapa queen pada semuanya
Seluruh keluarga besar Baldwin tersenyum lebar ketika melihat kedatangan sosok wanita cantik itu.
Jangan ditanya lagi, Crish dan Alex hingga terperangah melihatnya. Pasalnya mereka berdua kemarin tidak mengikuti acara pesta pernikahan kakak tirinya itu. Yah.. Karena hubungan diantara mereka tidak pernah ada baik-baiknya.
" Sayang, dimana Edgar ?? " Tanya papa Dion
" Ehmm.. Dia sepertinya masih mengantuk, Pa. Jadi queen akan mengambil makanan untuknya " ucap queen yang saat ini sedang mengambil piring dari lemari.
" Sayang, sebaiknya kamu makan dulu saja disini. Baru setelahnya kamu ambilkan ed sarapan " Tutur papa Dion
" Iyah, sayang. Kamu kemarin kan juga belum berkenalan dengan mereka. " Imbuh mami sharen dengan menatap kearah kedua anaknya. Ibu sharen adalah ibu tiri Edgar dan ibu kandung dari crish dan Alex.
Queen yang baru saja ingin mengambil makanan seketika itu menolehkan kepalanya kearah dua lelaki tampan itu. Mereka tampak tersenyum lebar kearahnya. Queen pun juga tampak membalas mereka dengan senyuman termanisnya.
Mami sharen segera beranjak dari duduknya, kemudian menghampiri queen yang masih berdiri ditempatnya. Memaksanya agar ikut bergabung bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1
Mau tak mau queen pun ikut bergabung bersama dengan mereka untuk sarapan bersama. Memulai sandiwaranya sebagai istri dari Edgar Baldwin.
" Hai, aku crish " Sapa crish dengan tersenyum manis sembari menyodorkan tangannya.
" Hai, crish. Panggil saja queen " balasnya dengan meraih tangan crish sekilas saja.
" Hai, queen. Aku Alex "
Alex pun juga melakukan hal yang sama dengan crish dan queen pun juga membalasnya sama.
Kini semua telah melanjutkan sarapan mereka yang sempat tertunda. Queen mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Wanita itu tampak sangat cantik dalam keadaan apapun. Hingga membuat kedua lelaki yang menjadi adik iparnya itu tak dapat mengalihkan pandangannya.
Alex masih terus memperhatikan queen yang sedang asyik mengunyah makanannya. Tak berselang lama, dia berbisik lirih pada adiknya.
" Sepertinya, aku pernah melihatnya sebelum ini. Apa dia model yang lagi naik daun itu yah ?? " bisiknya
Crish melirik sekilas kearah kakaknya itu. Kemudian mengangguk kecil.
" Aku juga sempat berpikir seperti itu "
Kini keduanya sudah kembali pada posisinya. Alex dengan rasa keingintahuannya yang semakin meningkat, Lelaki itu tak segan untuk langsung bertanya
" Ekhemmm.. Queen, aku seperti tidak asing melihat mu. Apa kamu seorang model atau artis mungkin ?? "
Queen yang mendengar namanya mengudara seketika itu, dia menghentikan kunyahan nya. Merasa terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh alex. Menelan paksa makanan yang baru disuapnya. Walaupun tahu jika hal itu akan menyakiti tenggorokannya.
" Ehhmmm... " queen meraih minumannya dan meneguknya hingga separuh.
Kini dia mengalihkan pandangannya. Menatap Alex yang saat ini juga menatapnya. Kemudian dia mengangguk kecil.
" Iyah, dia memang seorang model dulunya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Dia akan menjadi model jika saat bersama denganku saja " Sahut seseorang yang entah sejak kapan telah berdiri diambang pintu.
Kini sosok Lelaki itu telah melangkah mendekat kearah Queen. Queen sempat merasa terkejut, namun sebisa mungkin dia untuk tak menunjukkan ekspresi wajah apapun.
" Sayang, kenapa lama sekali ?? Aku menunggumu " Ucapnya sembari merangkul bahu istrinya dengan penuh maksud. Merasakan sentuhan tersebut membuat queen kembali merasakan tubuhnya yang meremang hebat. Sekujur tubuhnya menegang. Bahkan saat ini queen sedang menahan nafasnya.
Tbc.
__ADS_1