Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 30


__ADS_3

Edgar masuk kedalam ruangan dimana sang istri dirawat. Lelaki itu baru saja mengambil barang kebutuhan istrinya yang telah dibelikan oleh elia.


Senyumannya tak pernah luntur sejak beberapa menit yang lalu. Walaupun rasa ngeri masih jelas terekam di ingatannya, sebisa mungkin dia untuk menutupi ketakutannya.


Ceklek


Queen yang saat ini sedang memberikan asi dengan dibantu oleh seorang perawat, sontak mengalihkan pandangannya. Takut jika ada orang lain yang akan masuk dan melihat aktivitas yang dilakukannya saat itu.


Hanya sekilas saja, kemudian queen kembali fokus pada bayinya. Dia sedang mengatur perasaannya terhadap sang suami. Masih belum bisa mempercayai kenyataan yang berhubungan dengan lelaki itu.


" Ssssssssshhhh.. Dia seperti sedang menggigit pu**ngku. " queen mengadu pada perawat yang sedang membantunya untuk memberikan asi.


Perawat itu tersenyum dan mengangguk.


" Memang seperti itu rasanya, nyonya. Setelah nanti sudah terbiasa, rasa sakitnya tidak akan terasa lagi. " tuturnya


Edgar yang saat ini telah melangkah mendekati istrinya, hanya tertegun saat melihatnya. Tampak dengan jelas jika putranya sangat kuat dalam menghi**p.


Edgar mengalihkan pandangannya kearah istrinya. Dia merasa mengiba melihat sosok istrinya yang tampak sedang menahan sakit.


" Apa rasanya sangat sakit ? " tanya edgar dengan tiba-tiba


Queen sekilas menoleh, kemudian mengangguk kecil sembari berdehem pelan.


" Apa rasanya lebih sakit dari yang aku lakukan ? "


" Astaga, ed.. " Bentak queen yang merasa malu mendengar penuturan dari suaminya.


Bahkan sang perawat pun tampak menahan tawa ketika mendengarnya.


Edgar pun tampak bingung melihat kedua wanita itu. Namun, setelah sadar dengan apa yang baru saja diucapkan olehnya. Hanya dia sendiri yang tau, umpatan apa yang dia teriakkan di dalam hatinya.


" Maaf "


Tak lama kemudian, edgar segera mendudukkan tubuhnya disamping sang istri setelah meletakkan barang belanjaan diatas nakas. Mengusap perlahan kepala wanita itu. Kelahiran putranya telah membuatnya semakin merasa sangat bahagia.


Menatap lekat wajah cantik istrinya, merasakan haru pada pengorbanan wanita itu. Seseorang yang hadir tanpa dia duga dan dapat merubah semuanya dalam sekejap.

__ADS_1


Edgar berbisik lirih di dalam hati. Dia bersumpah akan selalu menjaga dan membahagiakan wanita itu beserta buah cintanya.


" Dia sudah tidur. Cepat sekali. " gumam edgar lirih.


Perawat itu tampak sekilas menoleh kearah edgar dan tersenyum.


" Baby gerard sudah tertidur. Sebaiknya saya bawa kembali ke kamarnya. " tutur perawat tersebut.


" Hemm, baiklah. " ucap queen sembari merapikan baju bagian atasnya yang terbuka. Kemudian dia memberikan baby gerard pada perawat tersebut.


" Apa nanti dia akan dibawa kemari lagi ? " tanya edgar ketika sang perawat yang hendak beranjak dari tempatnya.


" Untuk hari ini hingga besok, baby gerard akan tetap berada di kamar bayi, tuan. Guna mendapatkan perawatan lebih. Setelah dirasa cukup sehat, baby gerard akan diberikan pada orangtuanya. " jelas perawat tersebut.


Edgar mengangguk kecil. Setelah itu, perawat yang menggendong bayinya segera melangkah keluar dari ruangan tersebut.


Kini tinggallah queen dan juga edgar saja yang berada didalam sana. Keduanya tampak masih saling terdiam, namun tangan edgar tidak hentinya mengusap lembut kepala istrinya.


Salah satu yangannya yang lain terulur untuk meraih dan menggenggam erat tangan istrinya. Bahkan memberikan beberapa ciuman disana.


" Kenapa ? " ucap edgar lirih


" Apanya yang kenapa ? " queen balik bertanya.


Edgar tersenyum tipis melihat tingkah istrinya. Dia bahkan belum pernah merasa lucu seperti ini ketika menghadapi seorang wanita.


" Maafkan, aku. " bisiknya dengan merangkul bahu istrinya. Hendak mendaratkan sebuah ciuman, namun queen lebih dulu menghindarinya.


" Hei, jangan marah begini ! Aku tidak bisa merayumu seperti yang biasa dilakukan oleh pasangan lainnya. Sungguh aku tidak pernah berbohong akan perasaanku padamu, sayang. " jelas edgar


" Harus dijelaskan seperti apa, agar kamu bisa percaya. Dulu, memang itulah tujuanku menikahimu. Tapi sekarang bukan hanya itu yang aku inginkan. Melainkan juga kamu dan putra kita. Aku sungguh tidak bisa berada jauh dari kalian, sayang. " lanjutnya


Lelaki itu kembali merangkul bahu istrinya. Kali ini sedikit lebih erat dari yang tadi. Sehingga dia dengan mudah untuk mencium pipinya.


" Aku sungguh mencintaimu, queen. Kemanapun kamu pergi, aku pasti akan membawamu kembali pulang. " bisiknya


" Ed, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ? " tanya queen yang tampak sedikit ragu.

__ADS_1


Edgar meraih tangan queen sekali lagi dan segera mengecupnya. Kemudian dia mengangguk kecil.


" Tanyakan saja. " tuturnya


" Semoga kamu bisa berkata jujur. " ucap queen. Dan edgar hanya diam sembari masih menatap lekat wajah istrinya.


" Mengapa kamu menginginkan agar papa mengalihkan seluruh harta Keluargamu sedangkan kamu memiliki dua saudara lainnya ? Hingga Chris melakukan hal yang bisa saja mencelakakan kita hanya untuk mendapatkan haknya. "


Queen pun ikut menatap lekat wajah suaminya. Dia bisa melihat jika saat ini wajah edgar tampak mengeras. Queen sungguh semakin dibuat penasaran melihat suaminya yang tampak menahan rasa kesalnya.


" Kamu tidak perlu tahu akan hal itu. Biar itu menjadi urusanku. Yang terpenting kamu dan putraku akan selalu bahagia bersamaku. " ucap edgar dengan penuh penekanan.


" Bahagia yang seperti apa yang kamu maksud, ed. Bahkan kamu hampir saja... "


Queen sedang menahan gejolak dihatinya. Tanpa diminta air matanya menetes. Edgar yang melihatnya segera membawa wanita itu kedalam pelukannya.


" Jangan terlalu dipikirkan ! Semuanya telah terjadi sebelum kita bertemu. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun mengenai aku dan juga Chris atau yang lainnya. Aku berjanji akan selalu menjagamu dan putraku. " ucap edgar


" Sudahlah ! Jangan menangis begini, sayang ! Nanti gerard juga ikut menangis. " tuturnya


" Aku takut jika suatu hari nanti akan terjadi sesuatu pada kita. Mengapa kamu tidak membaginya saja agar tidak lagi terjadi hal buruk. " pinta queen yang saat ini telah menangis didalam pelukan edgar.


Edgar semakin mengeratkan pelukannya.


" Aku tidak bisa, sayang. Dia atau siapapun tidak ada yang berhak mendapatkan kekayaan keluarga Baldwin kecuali aku. " ucap edgar


" Tidak seharusnya kamu ikut campur, sayang. Fokuskan saja untuk mengurus putra kita. " seru edgar


" Berjanjilah jika kamu akan selalu menjaga kami dan juga menjaga dirimu sendiri. " pinta queen


Sejenak edgar meleraikan pelukannya. Mengulurkan kedua tangannya untuk mengusap lembut wajah istrinya yang telah basah.


" Apapun yang kamu mau. Aku akan selalu menjaga kalian. " Ucap edgar dengan mantap.


" Sudah, jangan menangis lagi ! " pintanya pada queen


Ku harap apa yang kamu katakan saat ini bisa kamu tunjukkan kebenarannya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2