Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 42


__ADS_3

Brraaakkk..


Edgar kembali menggebrak meja kerjanya. Ketiganya sedang duduk disofa. Ruangan kerja tersebut sudah tidak berbentuk lagi seperti awal mereka masuk kedalam.


Edgar tidak biasanya melakukan hal hingga seperti itu. Bahkan dia masih bisa tenang ketika saat itu mamanya telah meninggal dunia akibat tertabrak mobil.


Namun, kali berbeda. Dia seakan tidak bisa berfikir jernih. Hanya mendahulukan amarahnya saja. Bingung, gelisah, takut dan khawatir pada kedua orang yang dicintainya.


Bersikap buruk pada istrinya kemarin agar sang istri tercinta tidak merasa khawatir akan dirinya yang sedang menghadapi masalah, namun hal yang tidak terduga telah terjadi.


Sesuatu hal yang tidak dipikirkan olehnya sejak awal. Merasa baik-baik saja dengan kehadiran sosok elia dan naomi, nyatanya salah satu diantara mereka memiliki tujuan khusus untuk bekerja dengannya.


Marah, kesal, dan merasa bodoh pada dirinya sendiri. Membuat sang istri yang memilih untuk pergi akibat rencananya yang konyol itu. Disaat yang bersamaan, sosok wanita dengan tujuan lain telah menuntunnya menuju tujuannya.


Edgar menggeram. Sekali lagi dia menggebrak meja untuk menyalurkan amarahnya yang semakin meningkat. Rasanya dia ingin sekali berteriak keras untuk meluapkan semuanya.


" Tuan, apa waktu itu nyonya sudah mengganti cincinnya dengan cincin yang sudah tuan siapkan ? " tanya Louis tiba-tiba.


Seketika itu erick dan edgar menoleh kearahnya. Menatap lekat dengan pikirannya yang kini kembali mengingat.


" Astaga, kenapa aku bisa lupa ? Bodoh. " Edgar memaki dirinya sendiri.


Erick dan Louis terlihat menghela nafasnya.


" Oh astaga.. Lacak pemancarnya. Aku memakaikan cincin itu dikalung queen. " titahnya tiba-tiba setelah teringat.


Erick yang memang sudah ahlinya mengurus hal semacam itu pun segera melaksanakan perintah darinya.


" Bus yang biasa melintasi jalanan sekitar hutan. Disini bisa dilihat hanya satu bus yang melintas, yaitu bus menuju ke pedesaan, tuan. " ucap Louis


" Kurasa mereka menaiki bus ini. Syukurlah mereka lebih dulu kabur sebelum penyerangan itu ter.. "


louis menghentikan perkataannya. Tertegun menatap kearah bos-nya yang kini terlihat serius menatapnya. Edgar tiba-tiba merasakan sebuah kejanggalan.


" Disaat istriku dan elia memilih kabur, lalu disaat bersamaan pula terjadi penyerangan dirumah. Apa tujuan mereka melakukan penyerangan ? Jika mereka adalah satu tim. Seharusnya mereka tahu jika Elia telah membawa istri dan putraku pergi. Tapi yang terjadi bahkan orang-orang itu seperti tidak tahu, atau mungkin mereka bukanlah satu tim. " ucap edgar karena merasakan ada sesuatu hal.


Erick dan Louis tertegun menatap kearah bos-nya. Edgar kembali berfikir keras. Menggali kembali ingatannya. Apakah dia memiliki musuh lain selain chris dan alex.


" Apa, Anda memiliki musuh lain selain Alex, tuan ? " tanya erick.

__ADS_1


Edgar masih diam dalam keheningan.


" Cari tahu siapa saja yang pernah menjadi kekasih chris atau wanita yang pernah dekat dengannya. " titah edgar.


" Apa anda berfikir jika elia adalah mantan kekasih chris " tanya erick.


Hemmm... edgar berdehem.


" Tuan, saya sudah menemukan lokasinya. Mereka sedang menuju ke selatan. Bordeaux. Pinggiran kota penanam anggur. " ucap louis tiba-tiba.


Seketika itu edgar beranjak dari duduknya.


" Bereskan barang-barang kalian ! Kita berangkat kesana. Ku harap kita tidak terlambat. " titah edgar cepat.


" Ah, Erick terus pantau keberadaan mereka. " lanjutnya.


Dengan cepat dan buru-buru edgar menyiapkan senjata miliknya. Membawa beberapa yang dirasa butuh. Memberikan pula senjata pada kedua orang kepercayaannya itu.


Tak menunggu lagi, mereka pun segera keluar dari ruang kerja tersebut. Melewati beberapa bawahannya yang sedang sibuk membereskan kekacauan beberapa jam yang lalu.


***


" Padahal aku sudah menyiapkan semua rencana itu dengan cukup matang. Bahkan dengan mudahnya edgar terkecoh hingga dia meminta orangnya untuk datang ke mexico. Hanya tinggal selangkah lagi. Tapi seseorang telah menggagalkan semuanya. Sial.. " ucap alex.


" Hem.. Edgar benar-benar cerdik. Bahkan dia telah menghabisi adik dan ibumu sebelum mereka mendapatkan kekayaan yang dimiliki oleh pria tua itu. Namun tidak kali ini, kau mendapatkan sedikit kekayaan darinya. " balas felix.


Mendengar itu membuat alex merasakan amarahnya yang tiba-tiba berkobar. Rahangnya mengatup kuat ketika mengingat adik dan ibunya telah dibunuh oleh edgar.


" Jadi apa Anda memiliki rencana setelah ini, tuan alex? " tanya orang kepercayaan felix.


" Sebaiknya kita berdiam diri sejenak, lex. Menyusun rencana yang matang sebelum melakukan serangan kembali. Kau tahu sendiri, seluruh orangku telah dihabisi oleh edgar. Kurasa kali ini dia benar-benar marah besar. " sahut lelaki bertubuh kekar itu yang tidak lain adalah felix.


" Tuan, tapi saya masih penasaran. Siapa yang lebih dulu membawa istrinya pergi. Apa mungkin Edgar memiliki musuh lain selain kita. " tanya lelaki botak itu yang tidak lain adalah darl, orang kepercayaan felix.


Felix dan alex hanya menggeleng.


" Hem.. Aku pun juga tidak menyangka jika seseorang telah lebih dulu membawa wanita itu. Dia memang benar-benar cantik. Bahkan telah membutakan Chris yang sejatinya adalah pemain wanita. " jelas alex.


" Lalu sekarang kau juga ingin memilikinya, bukan. " sahut felix.

__ADS_1


Terdengar kekehan renyah keluar dari mulut alex.


" Jika aku bisa membawanya kabur dan mendapatkan kekayaan. Lalu kenapa tidak aku lakukan ? Dia memang sangat cantik. Kau harus melihatnya sendiri. " jawab alex.


Felix mengangguk.


" Sayangnya, dia sudah dibawa kabur oleh seseorang sebelum anak buahku datang. " ucap felix


" Iyah, kau benar. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat kehancuran edgar. Kurasa kali ini aku harus berterimakasih pada orang itu. " tutur alex.


Terdengar kekehan renyah dari ketiganya.


" Kali ini kita harus menyiapkan rencana yang lebih matang lagi, lex. Aku tidak ingin kegagalan terjadi lagi. Sudah banyak orangku yang tewas hanya untuk membantumu dan juga Chris. " ucap felix.


" Jika saja aku tidak mengenal dekat papamu, tidak akan ada untungnya aku membantu kalian untuk merebut kekayaan keluarga Baldwin. " lanjutnya.


" Jadi kau menyesal telah membantu kami. " ucap alex.


Felix mengangguk dan tersenyum.


" Jangan tersinggung ! Walaupun begitu, aku akan tetap membantumu. " ucap felix


" Saat ini kita harus menyiapkan anggota baru yang lebih kuat, tuan. Karena mungkin, edgar akan memberikan keamanan yang lebih ketat " tutur darl.


Felix tertawa.


" Apa yang kau katakan, darl ? Dia sekarang sedang kebingungan mencari istrinya. Tidak akan seru jika kita menyerangnya saat ini. Tunggu dan lihat saja apa edgar bisa menemukan istri dan putranya. Aku ingin melihatnya, apa kali ini dia bisa membawa pulang istri dan bayinya. " ucap felix.


Alex tertawa terbahak-bahak.


" Pasti sekarang dia sedang kacau. Jika saja aku tahu siapa yang telah membawa wanita itu pergi. Mungkin saat ini aku akan berterimakasih padanya karena telah membatuku secara tidak langsung. " ucap alex.


" Kau ternyata lebih licik daripada Chris. " cetus felix.


" Yah, aku tidak ingin gegabah dan berakhir sama seperti chris. Kali ini aku butuh rencana lagi untuk memulai sebuah kekacauan. " ucap alex.


Semuanya kembali tertawa.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2