
Terdengar suara gelak tawa nyaring ketika Edgar membuka pintu kamarnya. Menggema di dalam ruangan tersebut. Edgar melirik jam mahalnya.
Sudah tengah malam. Apa dia masih melakukan panggilan telepon ??
Perlahan tapi pasti, Edgar telah melangkahkan kakinya untuk semakin masuk kedalam.
Kali ini lelaki itu tidak memiliki pilihan lain untuk segera kembali ke dalam kamarnya setelah menyelesaikan pekerjaannya tadi. Karena tidak mungkin juga dia akan terus tidur di sofa yang ada diruangan kerjanya.
Edgar menatap queen dengan aneh. Dia sama sekali tidak pernah merasakan ketertarikan untuk melakukan hal yang menghebohkan seperti yang saat ini dilakukan oleh istrinya.
Lelaki itu menghentikan langkahnya sejenak.
" Astaga Allan, lihatlah Daddy mu itu.. " ucap queen
ha.. ha.. ha..
Quuen kembali tertawa. Entah apa yang sedang terjadi, tapi Edgar bisa melihat jika saat ini wanitanya itu sedang merasa senang.
" Bibi, allan jadi semakin merindukan bibi. Apa bibi queen tidak ingin berkunjung kemari. ?? "
Edagar dapat mendengar suara samar-samar dari bocah itu.
" Iyah, sayangku.. Bibi juga sangat merindukanmu. Jika nanti paman Ed sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, bibi akan mengajaknya untuk berkunjung kesana. "
" Sungguh.. Bibi, tidak berbohong, kan ?? "
Queen menggeleng cepat sambil tersenyum lebar melihat kearah layar ponselnya. Dimana di sana nampak jelas sosok bocah laki-laki yang sangat menggemaskan menurutnya.
" Bibi janji, sayang " balas queen
" Janji kelingking "
Queen semakin melebarkan senyumnya sembari mengangkat jari kelingkingnya seakan mereka saling menautkan jari kelingkingnya seperti yang biasanya mereka berdua lakukan jika sedang mengikrarkan sebuah janji.
" Okey, janji kelingking " balasnya lagi
Kini raut wajah lelaki yang masih berdiri tidak jauh darinya, tampak menggeleng sembari tersenyum tipis bahkan nyaris tak terlihat.
Ekhemmm...
Mendengar suara deheman, queen segera mengalihkan pandangannya. Kini keduanya saling menatap satu sama lain. Secepat kilat queen segera membangunkan tubuhnya yang tadi sedang tiduran di atas kasur.
Tanpa memberikan salam sayang untuk bocah menggemaskan itu, queen segera mengakhiri panggilannya.
" Ma-maaf, aku .. Ehmm.. Baru saja menghubungi Allan. Maksudku, Allan putra dari kak afa. " ucap queen dengan gugup ketika melihat sang suami yang sedang menatapnya.
__ADS_1
Dia sama sekali tidak menyadari jika sejak tadi lelaki itu telah masuk kedalam kamar mereka.
" Apa pekerjaanmu sudah selesai ?? "
" Hemm... Tolong siapkan pakaianku !! " ucapnya sebelum akhirnya dia melangkah pergi menuju kamar mandi.
Hhhhuuuufftt..
Queen menghembuskan nafas lega. Selalu saja, jika hal itu berhubungan dengan suaminya seakan dirinya begitu sulit untuk sekedar bernafas.
Melihat wajahnya yang datar saja rasanya sudah menegangkan. Apalagi melihat wajahnya ketika marah. Sungguh queen tak dapat lagi membayangkannya.
" Dia benar-benar menakutkan. Selalu irit bicara dan susah untuk tersenyum. Lelaki yang sangat aneh "
Queen menggerutu sembari dirinya mengganti pakaiannya dengan gaun malamnya. Setelah selesai, wanita itu segera menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
" Hah.. Sebaiknya aku tidur terlebih dulu. Kurasa dia tak akan tidur disini seperti biasanya. " ucap queen yang baru saja keluar dari walk in closet.
Wanita itu tampak tak ambil pusing dengan penampilannya. Karena memang dia biasa seperti itu. Mengingat jika sang suami pun tak pernah tidur ataupun tertarik untuk berlama-lama dengannya.
Queen segera naik keatas tempat tidurnya setelah meletakkan piyama tidur milik suaminya diatas sofa. Mencari posisi ternyaman untuk dirinya mulai menyambut mimpinya.
Tadinya, dia sedikit terkejut ketika mendapati sosok suaminya yang berdiri didepannya, apalagi meminta tolong untuk menyiapkan pakaian tidurnya. Ini adalah kali pertamanya Edgar melakukan hal semacam ini setelah menikah dengannya beberapa hari yang lalu.
Ceklek
Edgar keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya saja.
Sejenak Edgar menghentikan langkahnya, kini maniknya mengarah pada sosok istrinya yang telah tidur ditempat tidur mereka.
Ada perasaan aneh yang kini tiba-tiba muncul dihatinya. Edgar merasakan ketertarikan pada sosok wanita itu yang semakin lama semakin meningkat.
Queen tertidur dengan posisi membelakanginya. Membiarkan bagian punggungnya yang terekspos, karena gaun malam yang telah disiapkan untuknya memanglah sedikit lebih terbuka daripada miliknya sendiri.
Edgar menelan ludahnya sedikit berat dengan tubuh bagian bawahnya yang mulai berdenyut nikmat.
Lelaki itu tampak mengusap wajahnya kasar. Menghembuskan nafas berat. Dengan cepat dia mengalihkan pandangannya kearah pakaian yang telah disiapkan oleh istrinya tadi.
Tak menunggu lama, edgar segera memakai pakaiannya. Dengan masih keadaan kacau, dia mencoba untuk tetap melanjutkan niatnya tadi untuk tidur bersama dengan istrinya dalam satu ranjang.
Edgar telah berhasil merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya. Namun, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang membuatnya ingin terus menoleh kearah istrinya yang saat ini tampak begitu pulas dalam tidurnya.
Lelaki itu masih setia menatap kearah istrinya dengan pikirannya yang mulai berlarian kemana-mana. Seakan dirinya begitu menginginkan sosok wanita itu.
Edgar sudah biasa melihat tubuh polos para wanita bayarannya. Namun entah kenapa baru kali ini dia begitu merasa sangat tertarik hanya dengan melihat tubuh istrinya yang hanya terekspos dibeberapa bagian saja.
Jika berurusan dengan seorang wanita, yang ada diotaknya hanya ingin melakukan One Night Stand. Dia memang tidak pernah menginginkan hubungan yang lebih dari itu sebelumnya. Namun suatu hal terjadi sehingga mau tak mau dia harus melakukannya. Bahkan status barunya masih belum diketahui oleh khalayak umum.
__ADS_1
Edgar kembali mengusap wajahnya kasar dengan Menghembuskan nafas panjang. Minatnya pada sang istri tampak semakin memuncak, namun seakan ada sesuatu yang membuatnya membentengi keinginannya agar tidak melakukan hal yang diluar batas.
Siall...!! Aku sungguh menginginkannya.
Tidak.. Tidak.. Tahan Ed.. Tahan.. Kau tidak seharusnya melakukan itu padanya.
Semakin Edgar menahan hasratnya, namun yang terjadi malah sebaliknya. Dengan begitu kuat Edgar menahan nafsunya sebagai lelaki normal.
Hingga pada akhirnya, dia memilih untuk beranjak dari posisinya dan segera menuju kamar mandi. Kembali mengguyur tubuhnya menggunakan air dingin.
***
Keesokan harinya.
Queen mengerjapkan matanya beberapa kali. Merasakan tubuhnya yang terasa dingin. Dengan masih setengah sadar, queen meraih selimutnya dan segera menutupi sebagian tubuhnya yang tadi sempat terekspos.
Sesaat kemudian, queen segera terbangun dari tidurnya. Dia hampir saja melupakan sesuatu. Pagi ini dia akan melakukan perjalanan menuju new York.
Dengan gerakan cepat queen menyingkapkan selimut yang tadi telah membungkus tubuhnya. Dia sedikit terkejut mendapati pakaiannya yang terkoyak. Salah satu tali kecil yang bertengger apik dibahu kirinya tampak terbuka hingga sedikit menampakkan bagian tubuh atasnya.
" Bagaimana bisa begini ? " gumamnya lirih
Dengan segera queen turun dari ranjang dan berlari menuju cermin. Menatap dirinya sendiri dengan bingung.
" Astaga, Apa ini ?? Kurasa semalam aku tidak apa-apa. Apa Iyah, dirumah mewah ini ada serangga ?? " Gumamnya sendiri sembari meraba bagian tubuh atasnya yang terdapat beberapa tanda kemerah-merahan.
Ekhemmmmm....
Queen tersentak kecil mendengar suara deheman itu. Dia bisa menebak siapa yang saat ini sedang ada dibelakangnya. Dengan cepat dia merapikan gaun tidurnya dengan rambutnya yang diarahkan kedepan untuk menutupi tanda kemerahan tadi.
Wanita itu menoleh kebelakang setelah dirasa cukup. Kini queen semakin terkejut melihat sosok suaminya yang tampak begitu menggoda dengan hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi bagian bawahnya saja.
Membiarkan tetesan air dari rambutnya kembali membasahi tubuh kekarnya. Dengan menampakkan bagian perut kotak-kotak dan lengannya yang juga tampak berotot.
Queen merasakan tubuhnya menegang. Tatapan mata Edgar seakan telah membius wanita itu. Tiba-tiba kecanggungan mengambil alih. Namun hanya sesaat, karena Edgar lebih dulu menyadarkan dirinya.
" Apa yang kau lihat ?? Cepat ambilkan aku pakaian atau aku akan masuk angin jika terus seperti ini " Ucap Edgar dengan suara khas miliknya. Terdengar begitu dingin namun sangat sexy.
" Ba-baik " ucap queen dengan gugup.
Wanita itu merutuki dirinya sendiri yang tadi sempat terbengong saat melihatnya.
Astaga.. Sungguh memalukan..
Gumam queen ketika dia akan masuk kedalam walk in closet untuk mengambil setelan baju yang akan dipakai oleh suaminya. Dengan cepat queen memilih dan mengambil baju. Kemudian dia segera melangkah kembali menuju dimana sosok suaminya yang saat ini sedang berdiri di depan jendela kamarnya.
" Ini bajunya. Kuletakkan diatas kasur " ucapnya sebelum akhirnya dia memilih untuk segera berbalik menuju kamar mandi.
__ADS_1
Queen memegangi dadanya yang saat ini sedang merasa kacau. Jantungnya berdegup kencang seiring dengan ingatannya yang kembali terbayang oleh tubuh kekar suaminya.
Tbc.