Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 43


__ADS_3

Sebuah mobil mewah berwarna hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi. Sang pengemudi tampak sangat serius menatap kearah depan. Tangannya mencengkram kuat setir kemudinya dengan detak jantungnya yang berdegup kencang.


Pikirannya sudah berlarian kemana-mana. Sosok wanita cantik dengan bayi gembulnya kini seakan memenuhi isi kepalanya.


Dua orang yang ada didalam sana sesekali mengingatkan kemana sang pengemudi harus mengarah. Hal semacam ini sudah sering mereka alami, hingga tidak bisa dipungkiri jika ketiganya begitu pandai dalam melakukan pekerjaannya.


" Kau yakin pemancarnya menuju jalan ini ? " tanya edgar sekali lagi.


Louis yang duduk dikursi penumpang itu mengangguk kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


" Iyah, tuan. Mungkin sekitar satu sampai dua jam kita baru akan sampai. " jelasnya.


" Sial.. " umpat edgar sembari memukul setir kemudinya.


" Apa pemancarnya menuju ke suatu tempat ? " tanyanya.


" Yah, kurasa dia sedang menuju kearah kebun anggur. " jawab Louis.


Erick yang sedari tadi fokus pada layar laptopnya, kini secara tiba-tiba mengadahkan kepalanya.


" Tuan, saya mendapatkan informasi mengenai Elia. Wanita yang sangat mirip, disini tertulis namanya Vallencia Belle sesuai dengan yang ku lihat tadi. Memiliki seorang kakak dan tinggal disebuah desa kecil dekat kebun anggur. Mareka berdua kehilangan orangtuanya ketika keduanya menginjak usia remaja. Ikut tinggal dengan paman dan bibinya di area perkebunan anggur. "


" Siapa nama orang tua dan kakaknya ? " tanya Louis.


" Namanya.. Sebentar.. " Erick masih mencari-cari. Kedua matanya bergerak cepat.


" Nama kakaknya Valerie Bella dan nama ib......."


Seketika itu juga. Edgar menginjak remnya.


Cccccccccciiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttt


Mobil berhenti mendadak. Ketiga tubuh mereka terhuyung ke depan, namun tidak sampai terjatuh karena menggunakan sabuk pengaman.


Edgar menatap kesamping dimana sosok Erick yang duduk disana.


" Siapa tadi yang kau bilang ? " tanya edgar dengan wajah tak terbaca.


" Valerie Bella kakak dari Valencia belle. " jawab Erick dengan cepat.


" Sial. " edgar kembali mengumpat.


" Ada apa tuan ? " tanya erick dan Louis bersamaan.


Edgar tampak enggan berkomentar. Dengan pikirannya yang semakin kacau, dia kembali memulai melajukan mobilnya. Membiarkan kedua orang itu dalam kebingungan.


Edgar berusaha untuk tetap tenang dalam berfikir. Mencoba untuk mencari jawaban atas setiap kejadian yang semakin mengganjal.

__ADS_1


***


" Aaaaaaauurrggh.. "


Tubuh queen terhempas kasar diatas lantai. Elia dan mario. Sosok dua orang yang dia kenal, ternyata memiliki rencana lain selain membawanya pergi dari kehidupan suaminya.


Berharap ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan bahagia. Namun kenyataan tidak memihak padanya.


Queen menatap penuh amarah kearah elia yang saat ini sedang berkacak pinggang setelah mendorongnya hingga terjatuh.


Setelah tadi berhasil mengambil baby gerard dari gendongan queen, kini elia dan mario segera membawa queen ke gudang agar tidak kabur, sebelum wanita itu dapat menghancurkan seluruh rencananya.


" Elia, apa yang kamu lakukan ? Dimana putraku ? Tolong jangan kau sakiti dia ! " ucap queen dengan bibir bergetar menahan Isak tangisnya.


Elia tertawa mengejek.


" Kau, harus tau queen Seharusnya kakakku lah yang menjadi nyonya dan ibu dari anaknya. Tapi bagaimana bisa ? Bagaimana bisa dia menikahimu ? " teriaknya.


Queen tertegun sesaat setelah mendengar penuturan dari elia.


" Apa maksudmu, elia ? " tanya queen lirih.


" Kau tahu, kakakku adalah wanita yang baik dan juga cantik, queen. Edgar memang tidak pernah menganggapnya, tapi tidak untuk kakakku. Bahkan dia sangat perhatian padanya. Hingga apapun yang dia miliki semuanya dia berikan bahkan untuk tidur dengannya. " ucap elia dengan amarahnya yang meledak-ledak.


Queen melototkan matanya. Dadanya merasa sesak. Nafasnya terbuang kasar. Mencoba menyangkal kebenarannya, tapi tidak bisa dipungkiri jika saat ini dia merasakan sakit. Kecewa dan patah hatinya.


" Hahahahah.. Kau hanya wanita bodoh yang saat ini telah menjadi bonekanya. Lihatlah ! Sekarang dia sudah memiliki wanita lain yang lebih cantik. " ucapnya dengan kesal.


" Lalu, apa masalahmu denganku elia ? Seharusnya kau memberikan hukuman padanya, bukan menghukumku dan juga putraku. Bahkan dia sekarang sudah membuangku. "


Elia kembali tertawa.


" Kau harus mendapatkan hukuman karena sudah mengambil Lelaki kesayangan kakakku. Mengambil kebahagiaannya. Mengambil seluruh hidupnya. " ucap elia meninggi.


Tak segan elia menghampiri queen. Menarik rambutnya kasar agar tubuh wanita itu berdiri.


"Aaaaaaaarrrrrg.. Elia, lepaskan ! Sakit.. Kumohon lepaskan ! " pinta queen yang merasa kesakitan.


" Kau juga harus merasakan kesedihan yang dirasakan oleh kakakku. Senyummu dan bahagiamu kini akan berakhir. " ucap elia


" Kumohon lepaskan, elia ! Sa-sakit.. " ucap queen yang merasakan sakit dikepalanya. Air matanya bercucuran tak terbendung lagi.


" Kau tidak pernah tau, queen. Suamimu adalah lelaki yang sangat dia cintai sejak semasa kuliah. Hubungan mereka semakin jauh semenjak dia telah menikah denganmu. Hingga akhirnya dia pun menyerah. Mengakhiri hidupnya sendiri dengan bayi yang dia kandung. "


" Apa maksudmu, elia ? Edgar tidak mungkin melakukan itu. Dia tidak mungkin menghamili kakakmu. " ucap queen.


" Kau tahu queen, kenyataannya adalah suamimu sering berhubungan dengan kakakku hingga pada akhirnya lelaki itu membuatnya mengandung. Hal yang sangat disayangkan. Dia tidak pernah mau untuk bertanggung jawab. " ucap elia sembari semakin menarin rambut panjang queen.

__ADS_1


" Aaaaaaauurrggh... Eliaaa.. sakit, kumohon lepaskan ! "


Air matanya terus saja mengalir. Merasakan sakit di kepalanya dan juga sangat sakit pada hatinya. Masih mencoba untuk menyangkal semuanya. Walaupun saat ini queen tidak tahu kebenarannya.


" Ambilkan pisau untukku, mario ! " titah elia.


" Untuk apa, len. Tidak seharusnya kamu melakukan ini pada wanita itu. Dia tidaklah bersalah dalam hubungan kakakmu. " tutur mario.


" Tapi karena dia, lelaki itu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya dan membuat kakakku memilih untuk bunuh diri. " ucapnya dengan amarahnya yang semakin meningkat.


" Elia, sebaiknya kamu mencari tahu dulu kebenarannya. Mungkin saja kamu salah orang. " Ucap queen sembari menahan sakit.


Bukannya menerima saran dari queen, namun elia semakin dibuat meradang.


" Tahu apa kamu, hah ? " bentaknya.


" Mario, ambilkan aku pisau ! Yang kecil. " titahnya lagi.


" Untuk apa, elia ? " tanya mario sepupunya.


" Sudah, ambilkan saja ! " bentaknya.


Dengan sedikit ragu, mario segera berlari kecil menuju dapur. Mengambil pisau kecil yang diinginkan oleh vallen.


" Kau tahu queen. Kakakku mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri. Apa kau ingin mencobanya setelah aku memberikan sedikit lukisan diwajahmu. " Tutur elia.


Queen menggeleng sembari terus terisak. Dia tidak pernah menyangka jika seseorang yang menurutnya sangat baik, memiliki niat buruk padanya.


Bermimpi untuk memulai kehidupan baru bersama putranya, namun takdir sanagt kejam. Kembali membawanya pada sebuah masalah yang bahkan dia sendiripun tidak tahu apa-apa.


" Kau ingin aku mengakhiri hidupmu, atau kau sendiri yang melakukannya. ? " ucap elia.


Queen menggeleng.


" Jangan elia ! Tolong jangan lakukan itu padaku ! Bagaimana dengan putraku ? Dia masih membutuhkan aku, elia. " ucap queen lemas.


Elia kembali menarik tangannya. Sehingga lagi dan lagi queen harus merasakan sakit pada kepalanya.


" Hiks... hiks... Ampuni aku elia. Tolong lepaskan aku ! " ucapnya memelas.


Terdengar langkah kaki, sosok mario datang dengan membawa pisau kecil ditangannya. Elia tersenyum lebar melihat pisau itu yang saat ini ada digenggam tangan mario.


" Ini elia. " ucap mario sembari menyodorkan tangannya.


Dengan cepat elia mengambil benda tajam tersebut. Tersenyum lebar saat melihat ekspresi wajah queen yang saat ini sedang ketakutan.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2