Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 49


__ADS_3

" Sayang, cepatlah sedikit. ! Aku tidak bisa menggantikan popoknya. " teriak edgar.


Queen yang masih berada didalam kamar mandi pun tampak tergopoh-gopoh menyudahi aktivitasnya. Segera memakai handuk kimononya dan melangkah keluar.


" Astagaaaa.. Ed.. Kau membuatku melewatkan beberapa treatment yang biasa aku lakukan. " omel queen.


" Hehehe.. Maafkan aku sayang. Lihatlah dia menangis terus. ! Aku tidak tega melihatnya. " balas edgar.


Tanpa banyak basa-basi, queen pun segera mengambil popok baru dan juga tisu basah. Dengan sangat cekatan queen pun segera membuka perekatnya. Edgar yang disampingnya hanya terdiam memperhatikan istrinya.


" Aku sudah mengajarimu berulang kali, tapi kamu selalu alasan tidak bisa. " omel queen lagi.


Melihat istri cantiknya yang sedang mengomel. Membuat edgar merasa gemas. Tak segan lelaki itu memeluk istrinya dari belakang. Bahkan dia pun tak melewatkan untuk mengecup leher wanita itu.


" Ya ammpunn.. Kau tidak lihat jika aku sedang mengganti popoknya, ed. " omel queen.


Edgar tidak menghiraukannya. Masih asyik melakukan aktivitasnya.


" Astagaaaa, ed. Jika kamu seperti ini terus kita tidak akan pergi jalan-jalan karena aku masih belum selesai mengganti popok gerard. " ucap qieen setengah kesal.


Edgar terkekeh.


" Okey, baiklah. Tapi janji dulu, jika nanti kau akan memuaskan aku. " Bisiknya dengan tersenyum lebar.


" Ed.. " bentak queen.


Wanita itu rasanya sungguh kesal menghadapi suaminya yang semakin lama semakin mesum. Lihat saja sekarang. Kedua tangan lelaki itu sudah bergerilya dibalik handuk kimono milik istrinya.


" Kau bisa melakukannya nanti malam sepuasnya. Jadi bisa kamu lepaskan tanganmu. Aku ingin melanjutkan treatmentku tadi. " Ucapnya penuh dengan penekanan.


Edgar tersenyum puas. Kedua tangannya terlepas. Namun, bukan hanya tangannya saja yang berpindah, namun handuk kimononya pun juga ikut terlepas.


" Kurasa aku menginginkannya sekarang, sayang " bisik edgar.


" Astagaaaa edd... " Bentak queen yang kini sedang terkejut mendapati handuk kimononya merosot kebawah.


" Kamu keterlaluan, ed. Lihatlah putramu melihatnya. ! "


Sambil mengomel queen menutupi tubuh polosnya dengan edgar yang menggiringnya paksa menuju kamar mandi.


" Ed, gerard sendirian. "


Bukannya menghentikan aktivitasnya membuka baju. Edgar hanya tersenyum saat mendapati istrinya yang terus mengomel.


" Bagaimana jika dia terguling dan terjatuh. ? "


" Aku sudah memberi bantal dan guling disekelilingnya. " jawaba edgar santai.


Sambil melangkah mendekat kearah istrinya. Queen pun segera melangkah mundur. Bukannya dia tidak ingin melayani suaminya. Tapi memang dia benar-benar harus menghindari serangannya. Atau tidak, dia akan kepayahan saat keluar. Karena edgar tak akan membiarkan dirinya lolos dalam beberapa menit saja.


" Bagaimana jika dia menangis ? "


" Sudah kusiapkan susu disampingnya. Dia sudah bisa meminumnya sendiri bukan. "


Senyumannya melebar saat kini dia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Sama-sama saling mengekspos tubuhnya. Edgar dengan mudah menghimpit tubuh istrinya yang memang sudah menempel pada dinding kamar mandi.


" Ed, jangan disini. ! " cegah queen.


" Kita coba " balasnya singkat.

__ADS_1


Edgar tidak ingin berlama-lama berdebat karena saat ini miliknya sudah tegang. Sudah siap untuk melakukan pekerjaannya.


Edgar tersenyum tipis saat mendapati istrinya yang tak bisa berbuat apa-apa ketika dia sudah melakukan penyatuan.


*****


Satu jam berlalu.


Kedua insan yang sedang memadu kasih baru saja mengakhiri aktivitasnya. Keduanya masuk kedalam bathtub. Merendam tubuhnya sejenak. Dadanya terlihat naik turun, saling membuang nafas cepat.


" Bagaimana rasanya ? " bisik edgar tiba-tiba.


Mendengar itu membuat queen pun merasa malu. Tak segan dia melayangkan pukulan pada dada bidang suaminya.


Edgar menuntun sang istri agar berputar dan duduk membelakanginya. Lelaki itu pun segera memeluk tubuh istrinya. Sesekali dia menyentuh bagian dadanya.


" Ed, sudah. " tuturnya.


Lelaki itu memang semakin hari semakin tidak terkendali saat berada berdua seperti itu. Seakan ingin selalu menjamahnya.


" Aku sangat menyukainya. Tidakkah kamu mengerti. " bisiknya.


Queen hanya berdehem.


" Aku mencintaimu, sayang. " bisik edgar.


" Astagaaaa, ed. Lepaskan ! "


Bukannya marah, lelaki itu hanya terkekeh senang. Bahkan lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya. Semakin memperkuat pegangannya pada bagian tubuh istrinya.


Merasakan nikmat itu kembali. Namun, sayup-sayup terdengar suara tangisan bayi dari luar. Kedua pasangan itu tampak terkejut.


Dengan cepat keduanya segera beranjak. Queen pun memutar kran airnya. Membilas tubuhnya dibawah guyuran air. Hanya sebentar saja.


Tak menunggu lama, wanita itu pun segera mengambil handuk kimono baru dan segera memakainya. Tak menghiraukan suaminya lagi yang saat ini masih sibuk dengan aktivitasnya.


Queen tergopoh-gopoh untuk keluar dari kamar mandi. Berlari kecil menghampiri putranya yang saat ini sudah bisa terduduk sendiri.


" Sayang.. " Panggil queen pada bayinya.


Tersenyum manis saat melihat putranya kini sedang melihat kearahnya sambil merentangkan kedua tangannya.


" Oh.. Sayangnya mami.. Cup.. Cup.. Cup.. " ucap queen sembari menggendong putranya.


Kali ini dia tidak ingin memiliki pelayan pribadi atau pengasuh putranya. Pengalaman pertamanya mengenai tragedi bersama elia sudah sangat cukup membuat dirinya ketakutan dan dia tidak ingin hal itu terjadi lagi.


Queen mengayunkan putranya. Bayi gembul berusia satu tahun lebih itu tampak mengarahkan tangannya pada bagian kesukaannya.


" Sayang, mau nen-nen ? Iyah.. "


Queen yang sudah mengetahui keinginan putranya pun segera membawa putranya untuk duduk di tepi ranjang. Queen bersandar dan siap memberikan asi padda bayi itu.


Walaupun sekarang bayi itu tidak lagi serakus dulu, namun tidak jarang dia menginginkannya seperti sekarang ini.


Keduanya masih menikmati aktivitasnya. Hingga yak sadar jika saat ini sang suami sudah terlihat rapi dengan setelan kemeja yang dipakai olehnya.


Melihat putranya yang sedang bermain bagian kesukaannya, ide jahil pun melintas begitu saja. Tersenyum lebar saat kini tangannya memegang alih bagian yang ingin disentuh oleh putranya.


" Ed, apa yang kamu lakukan ? " ucap queen yang juga merasa kaget dengan tingkah sang suami.

__ADS_1


Mendengar sang pitra yang sedang menangis, queen pun tak segan memukul bahu suaminya. Menatap kesal sembari menjauhkan diri.


" Kamu itu, suka sekali menggodanya. "


" Hehehe.. Kenapa ? Aku pun ingin memegangnya seperti bayi gembul itu melakukannya. "


" Ed.. " tutur queen dengan semakin menghindar saat sang suami ingin kembali memegangnya.


Gerard pun hanya bisa tertegun melihat daddy dan maminya. Namun, bayi itu juga sesekali menangis saat bagian itu dipegang oleh daddy nya.


" Ed, sudahlah.. Sebaiknya kamu jaga gerard. Aku akan memakai pakaianku dulu. " ucap queen dengan kesal.


Gerard menangis saat queen menurunkannya diatas kasur. Semakin kencang saat melihat wanita itu menghilang dibalik pintu walk in closet.


" Heh, sayang. Kenapa menangis ? Sini biar daddy yang menggendongmu. " tutur edgar.


Namun, yang terjadi baby gerard semakin mengencangkan isak tangisnya. Berulangkali edgar mencoba membujuk dan merayu putranya. Tetap saja bayi gembulnya itu menggeleng.


" Mom.. Mom.. Mom. "


Edgar tersenyum tipis saat mendengarnya.


" Baiklah, ayo kita lihat mami kamu di dalam sana. "


Ceklek


Baru saja edgar ingin membukanya, ternyata pintu terbuka lebih dulu. Sang istri sudah siap dwngan pakaiannya.


" Kanapa sayang ? " Tanya queen.


" Astaga, sayang. Dia hanya ingin bersama denganmu. " ucap edgar yang melihat istrinya berjalan melewatinya.


" Aku akan berdandan sebentar. " balas queen santai.


Dengan cepat queen pun mengaplikasikan alat-alat makeup miliknya. Memoles wajah dengan mekeuo tipis. Sesekali dia tersenyum tipis saat mendapati suaminya yang sedang Kualan menghadapi putranya.


" Astagaaaa, boy.. Tenanglah okey ! Kita akan pergi jalan-jalan sebentar lagi. Membeli pesawat dan kapal pesiar untukmu. " rayu edgar lagi untuk kesekian kalinya.


" Sayang cepatlah sedikit. ! " pinta edgar pada istrinya.


Tbc.


.


.


.


.


.


.


.


Hanya tinggal beberapa part saja..


Selamat menikmati hari bahagia keluarga Baldwin..

__ADS_1


__ADS_2