Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Episode 60


__ADS_3

1 minggu kemudian.


Suasana begitu ramai. Beberapa mobil saling berjejer rapi di halaman terbuka. Bukannya di halaman rumah, namun dihalaman sisi rumah mereka yang memang kosong.


Rumah sederhana nan elok itu dipenuhi oleh sanak saudara dari pasangan suami-istri yang baru saja dikaruniai seorang anak perempuan.


Keluarga Orlando terlihat sangat antusias ketika mendengar jika adiknya sudah melahirkan. Tak ingin menunggu lagi, malam harinya mereka semua segera bergegas datang ke desa terpencil itu.


Pesta outdoor di halaman belakang rumah keluarga Baldwin tampak begitu meriah. Kedua kakak queen beserta paman dan bibinya juga datang kesana. Sudah beberapa tahun semenjak kejadian berdarah itu mereka belum lagi berkunjung. Dan setelah mendengar queen sudah melahirkan anak ketiganya, tentu saja rafa dan alva segera menyiapkan keluarganya untuk segera berangkat.


Walaupun sedikit kesal karena ketika melahirkan Xavier mereka sama sekali tidak diberikan kabar oleh edgar.


Ada juga ketiga orang kepercayaan edgar yang juga datang sembari membawa pasangan mereka. Edgar sudah menyiapkan beberapa menu makanan khas dari daerah itu untuk menyambut kedatangan mereka semua.


Suasana senang, bahagia, dan haru menjadi satu. Rafa sudah kembali akrab dengan edgar setelah kejadian beberapa tahun lalu.


Bagaimana tidak, sosok adik kesayangannya mengalami hal buruk, hingga membuat gadis kecilnya itu mengalami koma. Pukulan bertubi-tubi di dapatkan oleh edgar kala itu. Tapi, semua itu sudah berlalu.


Kini semuanya sudah kembali normal. Kebahagiaan mulai merengkuh keluarga besar mereka. Senyuman dan tawa menghiasi wajah mereka semua.


"Terimakasih, sayang. Kamu sudah mewujudkan impianku selama ini." bisik queen pada suaminya.


Edgar mencium kilas bibir pink istrinya.


"Whatever you want, I will grant it. "


Senyuman manis sudah menghiasi wajahnya. Tanpa mereka sadari sosok lelaki dewasa melangkah menghampiri mereka. Merangkul keduanya dari belakang.


"Semoga keluarga kalian selalu dalam lindungan Tuhan."


Queen menoleh, kemudian dia segera memeluknya. Menangis haru mendengarnya. Edgar pun tak sungkan untuk ikut memeluknya.


"Kakak terimakasih susah datang. Queen benar-benar merindukan kalian semua."


"Kakak juga sangat merindukanmu, sayang."


Rafa memeluk adik dan adik iparnya itu dengan haru.


"Ed, Terimakasih untuk semuanya. Terimakasih karena sudah menjaga princess ku."


Edgar mengangguk kecil. Mereka semua melepaskan pelukannya.


"Aku harus selalu menjaganya dengan sepenuh jiwa ragaku, kak.."!


Rafa mengangguk kemudian tersenyum tipis.


"Ayo sebaiknya kita makan dulu.!" teriak rere.


Semua orang duduk di kursi yang tersedia. Hanya ada empat meja makan di sana yang dijadikan menjadi satu, begitu sederhana tanpa adanya dekorasi layaknya di sebuah gedung mewah dengan makanan mahal seperti dulu acara penyambutan kelahiran gerard. Namun, setiap wajah-wajah mereka begitu menikmati makanan yang di sediakan oleh edgar.


Pemandangan alam nan indah seakan mendukung kegiatan mereka. Apalagi keluarga Orlando. Agaknya mereka begitu senang dan juga sangat antusias untuk menikmati alam bebas yang tidak pernah mereka jumpai saat tinggal di kota London.

__ADS_1


"Bibi, bolehkah alan tinggal beberapa hari disini? Alan sungguh menyukai tempat ini." celetuk alan di sela-sela aktivitas makannya.


Queen pun tersenyum lebar sembari mengangguk.


"Tentu saja, sayang. Apa daddy mu mengizinkan?"


Queen tertawa renyah melihat keponakannya itu ketika mendengar pertanyaan darinya. Memang rafa sangat membatasi akses pergaulan kedua anaknya. Dan hal itu sangat berbeda sekali dengan alva.


"Sayang, bagaimana jika kami akan menginap disini, apakah ada penginapan disekitar sini?" sahut rafa.


"Ehm... Itu ide bagus, kak. Aku rasanya juga ingin berlibur." sahut alva.


Edgar tersenyum lebar.


"Tenang saja, kak. Saya sudah menyiapkan rumah singgah yang ada di depan sana. Ada tiga rumah yang masing-masing ada tiga kamar di rumah itu. Queen sudah menyiapkan semuanya lengkap beserta isi dan makanannya."


Edgar tersenyum menoleh kearah istrinya.


"Princess kalian ini akan merengek jika kalian tidak bisa stay beberapa hari disini. Begitulah keluhnya saat kami membangun rumah itu." ungkap edgar.


Semuanya pun tersenyum.


"Lagian, kalian jahat. Sudah dua tahun lebih tidak ada yang ingin berkunjung kemari. Benar-benar menyebalkan. Bibi dan paman juga." ucap queen dengan kesal yang dibuat-buat.


"Maafkan paman sayang. Jepang dan Prancis tidaklah dekat."


"Hehehehe... Ah, paman. Queen hanya bercanda."


"Dasar anak nakal."


Kak, seharusnya kakak menyaksikan sendiri bagaimana kebahagiaan ketiga anak kakak... Mereka semua sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri yang bahagia... Semoga kakak juga bahagia disana bersama kak zayn...


Randy mengusap ujung matanya yang tampak basah.


"Jadi kita bakal tinggal disini beberapa hari, benar begitu dad?" tanya alan pada rafa.


Lelaki dewasa itu mengangguk.


Yeeeeeeees


Yeeeeeeees


Para bocah yang beranjak remaja itu berseru keras. Merasa girang karena akan tinggal di sana untuk berlibur. Semuanya tersenyum saat melihat sosok remaja yang kegirangan itu.


Edgar pun segera merengkuh bahu istrinya. Melirik kebelakang dimana boneka barunya yang sedang terlelap di kereta dorong. Lovely Baldwin.


Aku bersyukur tengah dipertemukan dengan keluarga ini. Kasih sayang mereka membuat kehidupanku terasa lengkap. Terimakasih Tuhan.


"Terimakasih, sayang." bisiknya pada queen.


Keduanya saling menatap dan saling tersenyum. Kehidupan mereka begitu tenang dan damai semenjak pindah di desa terpencil itu. Kebahagiaan silih berganti datang tanpa henti.

__ADS_1


THE END


.


.


.


.


.


.


.


*Ciptakan senyuman itu sendiri, dalam keadaan terpuruk pun berusahalah untuk tersenyum. Karena tersenyum adalah kemampuan kita untuk bersyukur. Entah kaya ataupun miskin, senyuman akan selalu hadir disetiap kejadian yang kita jalani.


Roda kehidupan akan selalu berputar. Kaya, miskin, senang dan susah akan terus berganti. Namun, hanya satu hal yang akan tetap ada di setiap kesempatan itu.


Senyuman*.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih bagi pada reader yang selalu stay menunggu kelanjutan ceritanya...


Terimakasih juga dengan saran dan kritikannya...


Cerita ini sudah End yah...


Mohon dimaafkan apabila akhir ceritanya belum memuaskan...


Karena menurut author, novel ini adalah novel yang cukup sulit untuk menemukan ide ceritanya...


Dengan dukungan yang sudah diberikan oleh para reader sehingga author pun mampu untuk melanjutkan ceritanya, tanpa hiatus walau up nya sangat lama...


Semoga bermanfaat...


Mohon dimaafkan jika author masih belum sempurna dalam berkarya...


See you next novel.....

__ADS_1


__ADS_2