Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 6


__ADS_3


" Astaga, sudah. Gantian aku. "


Queen segera menggeser tubuh Rafa yang sedang berpose. Mereka bertiga sedang menikmati acara pasar malam yang berada tidak jauh dari apartemen queen berada. Kali ini Ben bisa bebas pergi kemanapun dia mau. Karena queen telah di dampingi oleh kedua kakaknya.


" Sayang, bagaimana jika kita foto bersama ? " goda Rafa sembari ingin memeluk adiknya.


Queen menggeleng pelan.


" Gak "


Alva terkekeh geli melihat keduanya.


" Sudahlah, kak. " Tutur Alva


" Yah.. yah.. baiklah "


Kini Rafa segera menggeser tubuhnya. Perlahan dia melangkah mendekati Alva yang sedari tadi hanya memotret saja tanpa ingin di potret.


" Sudah. " Ucap Alva yang kini membuat queen berlari kecil menghampirinya.


" Lihat, kak "


Tanpa menunggu lagi queen segera mengambil alih kamera digital yang sedari dibawa oleh Alva. Sudah beberapa jam berlalu mereka menghabiskan waktu bersama untuk sekedar bersenang-senang.


Rafa dan Alva tidak ingin membuang waktu yang tinggal beberapa jam saja dengan adiknya itu. Sebentar lagi akan ada perpisahan yang mungkin akan lama. Karena queen telah memutuskan untuk meraih mimpinya di kota ini.


" Sudah tengah malam. Sebaiknya kita kembali " Tutur Rafa secara tiba-tiba.


Hal itu membuat Alva dan queen segera mengalihkan pandangannya kearah jam tangan mereka.


" Astaga.. " Pekik keduanya hampir bersamaan

__ADS_1


Pasalnya memang mereka bertiga telah lupa waktu. Sudah beberapa jam mereka mengunjungi tempat-tempat yang patut untuk di kunjungi. Rafa memanglah sering datang kesana, jadi tidak perlu pusing bertanya karena Rafa pun sudah tahu mana tempat-tempat yang bagus.


" Yah, kenapa cepat sekali ?? " Ucap queen dengan sedih


" Sayang, jika kamu tidak ingin pisah dari kami, sebaiknya kamu batalkan saja tawaran kerja itu " Tutur Rafa


Kini lelaki tampan itu menghampiri queen yang masih mematung ditempatnya. Tidak segan memeluknya erat didepan umum. Karena status mereka adalah saudara.


" Queen tidak ingin mundur, kak. Impian sudah didepan mata, tapi queen juga tidak ingin jauh dari kakak " ucapnya lirih. Tanpa sadar gadis itu menitihkan air mata.


" Hei, kenapa kalian ini ?? Kita sedang bersenang-senang, bukan sedang berbela " ucap Alva yang kini telah berada dibelakang mereka


Queen dan Rafa segera meleraikan pelukannya sembari terkekeh kecil. Merasa lucu mendengar penuturan dari Alva.


" Ayo, sebaiknya kita kembali. !! " Tuturnya pada kedua saudaranya itu.


Queen dan Rafa mengangguk kecil. Tanpa ragu queen segera memeluk sebelah tubuh Rafa dan kini keduanya telah melangkah perlahan. Alva tersenyum lembut melihatnya. Memang Rafa adalah sosok kakak yang paling sempurna dimatanya.


Lelaki itu pun juga ikut melangkah lebar untuk menyamakan langkahnya yang telah tertinggal. Kini dia pun juga ikut memeluk sebelah tubuh queen. Hingga kini queen telah berada ditengah-tengah mereka.


" Ah, semua wanita memang sama. Bahkan dia tidak segan menggandeng dua lelaki sekaligus. " gumamnya sembari menatap foto yang sedang ada di dalam genggamannya.


**


Keesokkan harinya.


Suasana haru telah mengambil alih keadaan. Queen menangis sesenggukan setelah melihat kedua kakaknya telah masuk kedalam pesawat jet pribadi milik keluarganya. Kini pukul 10 pagi, pesawat tersebut telah lepas landas.


" Aku pasti akan merindukan mereka " gumamnya lirih


Queen masih mematung ditempatnya. Menatap pesawat jet pribadi tersebut hingga kini telah menghilang di balik awan.


" Non, sebaiknya kita kembali pulang " tutur Ben yang sedari tadi berdiri di belakangnya

__ADS_1


" Heem " Queen berdehem pelan sembari mengangguk kecil


Kini wanita itu mulai berbalik dan berjalan gontai. Separuh hatinya seakan kosong. Melihat kepergian kedua kakaknya tadi seakan memberikan pukulan berat baginya. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya tinggal jauh dari kedua kakaknya.


Queen melangkah dengan lesu menuju kearah pintu keluar. Hatinya masih kacau. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dia merasakan kesedihan yang mendalam.


Setelah gadis itu keluar dari bandara Charles, kini tujuannya adalah segera masuk kedalam mobil. Melihat queen sudah duduk manis dikursi penumpang, ben segera meminta pada sopirnya agar segera pergi menuju ke apartemen mereka.


Beberapa menit telah berlalu. Kini mobil yang mereka tumpangi telah berhenti tepat dihalaman parkir apartemen tempat mereka tinggal.


" Ben, besok aku akan datang ke perusahaan. Kamu tidak perlu memakai pakaian formal seperti ini lagi. Aku tidak ingin terlihat aneh nantinya " Cetus queen ketika dirinya akan turun dari mobilnya.


" Baik, non " balasnya singkat


Kini queen segera membuka pintu mobilnya dan segera melangkah besar menuju dimana kamarnya berada.


***


Hhuuuhhhft..


Queen segera merebahkan tubuhnya diatas kasur sembari menghembuskan nafas panjang. Hati dan pikirannya masih kacau. Seakan ada sesuatu yang membuat perasaannya menjadi gelisah. Namun, dirinya sendiri pun tak tau kenapa.


" Kenapa sekarang jadi ragu-ragu begini. ?? "


" Jangan menyerah queen.!! Selangkah lagi impianmu akan menjadi nyata.. " Gumamnya untuk menyemangati dirinya sendiri


Queen dengan masih kesedihannya setelah ditinggal oleh kedua kakaknya yang kembali ke negaranya. Dia mencoba untuk memantapkan hatinya agar tidak goyah.


Hari itu, dia memilih untuk seharian berada di apartemennya. Menyiapkan mental dan fisiknya yang sebentar lagi akan di uji oleh kerasnya duania luar.


Setelah besok dia menandatangani kontrak kerja dengan perusahaan itu, maka semuanya akan menjadi nyata. Impiannya untuk menjadi model terkenal akan terwujud dalam hitungan jam.


" Semoga semuanya berjalan dengan lancar " Gumamnya sendiri sembari dirinya yang mulai menutup mata.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2