Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 31


__ADS_3

Suara riuh tepuk tangan meramaikan acara penyambutan baby gerard. Papa dion, diam-diam menyiapkan hari ini setelah baby gerard berusia satu minggu.


Sebuah pesta perayaan untuk kabar menikahnya edgar dan queen beserta kelahiran cucu pertamanya.


Tak tanggung-tanggung, papa dion hingga membuat pesta tersebut dengan sangat meriah. Mengundang seluruh rekan bisnisnya di berbagai negara.


Walaupun pestanya diadakan di halaman rumah keluarga Baldwin, namun tetap saja pesta tersebut sangat megah dan meriah.


" Yampun.. Lucu sekali, sih. Jadi gemes kakak. " ucap feli sembari mengelus pipi chubby baby gerard.


" Beruntung sekali kamu mendapatkan keluarga yang sayang sama kamu, sayang. " lanjutnya


" Kak feli, sudah ah. Dari tadi bilang gitu mulu. " queen merasa malu sendiri.


" Mama, alan mau cium. " ucap alan


Feli sedikit mengarahkan baby gerard kearah putranya. Sekilas mencium baby gerard. Alan terlihat begitu gemas pada bayi mungil itu.


" Kak, nginep sini kan ? " tanya queen


Feli mengadakan kepalanya. Tersenyum kemudian menggeleng pelan.


" Gak bisa sayang, kakak kamu lagi sibuk-sibuknya. Alan juga harus sekolah, kan. " jelas feli


Queen mengerucutkan bibirnya.


" Selalu, deh. Aku kangen sama kakak. Banyak yang ingin kuceritakan sama kakak. " icap queen.


Feli terkekeh kecil.


" Cerita sajalah sama suami kamu, sama aja kan. Ohh..Apa jangan-jangan kamu mau cerita tentang dia ? "


Feli memainkan kedua alisnya. Berniat menggoda adik iparnya.


" Kak, dicariin kak rafa. Seyla nangis tu. " ucap jova yang tiba-tiba.


" Eh, iyah jov. " balas feli


" Sebentar yah, sayang. " lanjutnya yang ditujukan untuk queen.


Feli segera menyerahkan baby gerard pada queen, tak menunggu lagi feli segera berbalik dan mulai melangkah pergi bersama dengan jova untuk menghampiri keluarga mereka.


Seyla adalah anak kedua Rafa dan juga Feli. Diusia feli yang tidak muda lagi, pasangan itu pada akhirnya dikaruniai anak kedua yang berjenis kelamin perempuan.


Hal itu berbanding terbalik dengan alva yang memiliki kedua putranya yang memiliki jarak usia tidak terlalu jauh, hingga banyak yang mengira Jimmy dan Jeremy adalah saudara kembar.


Queen pun kini tampak sendirian. Bukan dia tidak ingin bergabung bersama dengan keluarganya, namun karena dia tidak ingin baby gerard merasa sesak berada dikerumunan orang.


Bahkan, tadi semuanya sudah berkumpul bersama. Kini sudah saatnya mereka semua untuk menikmati makanan yang telah dihidangkan.


oeek. oeek. oeek.


Baby gerard menangis tanpa sebab. Queen yang belum berpengalaman dalam mengurus bayi pun tampak kualahan menanganinya.

__ADS_1


Menatap kesegala arah, mencari sosok suaminya karena ingin meminta bantuan. Sayangnya sang suami tampak begitu sibuk menjamu para tamu.


" Sebaiknya aku bawa masuk kedalam saja. Nanny sofi juga tidak terlihat. Astaga. " gumam queen dengan kesal.


Mama muda itu pun akhirnya beranjak dari duduknya. Kini dia pun segera melangkah masuk kedalam rumah mewah milik keluarga Baldwin.


" Ssssssssshhhh.. ssssssssshhhh.. Cup.. cup.. Oh.. sayang, anak mommy. " ucap queen berulang kali untuk mencoba menenangkan putranya.


" Nyonya. " panggil seseorang.


Queen segera memutar lehernya kebelakang. Senyuman tipis kini telah menghiasi wajahnya.


" Elia, untung saja kamu datang. Sepertinya baby gerard haus. Tolong buatkan susu untuknya. ! " tutah queen pada elia.


Gadis itu mengangguk kecil sembari tersenyum. Tak menunggu lama dia pun segera berbalik menuju dapur untuk membuatkan susu.


Queen pun kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Menuju kamar tidur edgar yang berada di ujung.


Ceklek.


Queen pun dengan cekatan segera membuka pakaian atasnya untuk memberikan asi pada baby gerard. Dia tampak begitu telaten dalam mengurus putranya.


" Astaga, dia benar-benar haus. "


" Ssssssssshhhh.. Pelan-pelan, sayang. "


Queen terkekeh kecil melihat putranya yang terlihat tak sabaran menghisap pu**ngnya. Merasakan geli bercampur sakit karena hisapan yang begitu kuat.


Pipi gembul baby gerard yang bergoyang membuat queen tak bisa menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Sungguh menggemaskan.


Tidak menyangka jika diusianya yang baru menginjak 26 tahun dia sudah memiliki seorang putra.


tik tok tok


Queen mengalihkan pandangannya kearah pintu.


" Masuk. "


Pintu pun terbuka. Sosok elia masuk dengan senyuman manisnya. Membawa sebotol susu untuk baby gerard.


" Sepertinya baby gerard benar-benar haus, nyonya. " ucap elia sembari melangkah mendekat.


Queen tersenyum dan mengangguk.


" Iyah, memang sudah dua jam yang lalu terakhir dia minum susu. " jelas queen.


" Elia, tolong bawa baby gerard ke kamarnya ! Aku akan kembali menemui para tamu dan keluargaku. " Titah queen


Elia mengangguk.


" Tentu, nyonya. "


Perlahan queen menyudahi aktivitasnya. Tampak baby gerard masih belum puas dengan asi yang diberikan oleh queen.

__ADS_1


Elia pun segera mengambil alih baby gerard dari gendongan queen. Tak ingin membuat baby gerard kesal, elia segera memberikan susu yang tadi sudah dibuatnya.


" Kalau begitu saya permisi, nyonya. " pamit elia pada queen.


" Iyah. " balasnya.


Elia segera melangkah keluar setelah membungkuk hormat padanya. Queen pun segera merapikan gaunnya yang tadi telah terbuka.


Wanita itu pun juga ikut melangkah keluar setelah penampilannya sudah kembali rapi. Dengan perlahan dia melangkah melewati lorong rumah mewah tersebut.


Namun, tak diduga olehnya. Sosok lelaki paruh baya yang sangat dia kenal telah dibawa pergi oleh dua pria berjubah hitam.


Queen segera berbalik dan bersembunyi di dalam kamar yang entah itu kamar milik siapa.


Masih dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Queen membuka sedikit pintu kamar tersebut hingga dia bisa melihat sosok lelaki berjubah hitam tengah menodongkan senjata pada papa dion.


" Cepat ! " titahnya pada papa dion.


Dengan dorongan dari rasa penasarannya, akhirnya queen pun perlahan membuka pintunya. Tidak lupa dia melepaskan heels yang dipakainya sebelum dia mulai melangkah mengikuti kemana mereka membawa papa dion pergi.


" Cepatlah sedikit ! " tuturnya lagi dengan mendorong tubuh papa dion menggunakan senjatanya.


Queen pun akhirnya mengikuti mereka dari belakang. Melangkah sangat pelan hingga tak menimbulkan suara. Masih menjaga jarak aman, namun dia bisa mendengar dan melihat dengan jelas kemana mereka mengarah.


Melangkah keluar melalui pintu belakang. Bahkan queen saja tidak mengetahui akan pintu ini yang langsung mengarah pada perkebunan di belakang rumah besar tersebut.


Wanita itu mengernyitkan keningnya. Melihat papa dion dan juga pria berjubah hitam itu masuk ke dalam gudang penyimpanan pupuk.


Kenapa mereka masuk kedalam sana.?


Seketika itu, queen teringat sesuatu. Dia sudah terlalu jauh melangkah. Hingga kini dia pun bingung harus melakukan apa.


Namun, rasa penasarannya semakin membuncah ketika mendengar suara teriakkan dari gudang tersebut.


Berusaha untuk tidak menghiraukan suara teriakkan itu, namun nyatanya dia tidak bisa. Hingga perlahan dia pun mengendap-endap untuk bisa mengetahui apa yang sedang terjadi.


Masih bersembunyi dibalik tanaman dan juga bunga-bunga yang ada disekelilingnya. Queen semakin menajamkan pendengarannya dan juga penglihatannya.


Astaga, masih ada tiga orang lagi.


Sayang, sungguh sayang. Serangga nakal pun hinggap di tangannya. Sangat kecil namun begitu menyakitkan ketika menggigit.


" Aawh.. " pekiknya


Ketiga orang yang berada diluar sana pun dapat mendengar teriakkannya.


" *Heh, ada orang disana. "


" Ada suara teriakkan "


" Coba lihat* ! "


Matanya membeliak ketika mendapati dua sosok lelaki yang melangkah semakin mendekat. Perlahan queen pun melangkah mundur dengan masih menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2