Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 8


__ADS_3

" Astaga. Orang itu mengambil tasku "


Dengan masih terkejut queen segera berlari menyusul langkah orang itu dari belakang sembari terus berteriak memanggil nama Ben dan Nick.


" Ben.. tolong.. tasku... Nick.. tolong.. tasku.. "


" Pencuri.. Tolong hentikan orang itu !! "


" Ben.. Nick.. tolong.. tasku dicuri..


Hingga tanpa sadar dia telah berlari semakin menjauh dari tempatnya tadi. Masih mencoba untuk mengejar sosok yang tadi telah mengambil tas miliknya. Melintasi jalanan yang semakin sepi dan bahkan tampak suram dan gelap.


Queen segera menghentikan langkah kakinya ketika maniknya tanpa sengaja melihat beberapa orang pria yang sedang berdiri di ujung lorong. Semuanya nampak sedang mengepung satu orang yang tidak jelas karena memang pencahayaannya yang temaram. Jalanan yang sunyi sepi itu kini telah membuatnya merinding.


Queen mematung ditempatnya. Dia seakan tidak bisa lagi untuk beranjak dari sana. Hingga dia dapat melihat dan mendengar dengan jelas apa yang sedang mereka lakukan..


" Cepat katakan !! "


" Sial "


Buuuuggghh..


Buuuuugghh..


" Katakan, dimana dia berada ?? "


" Dia benar-benar ingin mati "


Doorr


Doorr


" Heh, ada yang melihat "


Kini Ketiganya telah menoleh dan melihat kearah queen yang sedang berdiri ditengah jalan. Tanpa menunggu lagi, salah satu dari ketiganya telah berlari menghampiri queen yang masih berdiri dengan gemetaran.


" Apa yang sedang kamu lakukan disini ?? " bentak lelaki berambut pirang itu pada queen


Saat ini, queen merasa takut sekali melihat Lelaki itu. Tubuhnya gemetaran saat Lelaki itu melangkah semakin mendekat. Hatinya berdegup kencang seiring dengan langkah kaki lelaki itu. Queen meremas kuat ujung bajunya. Tanpa sadar dia telah menangis.


" Apa yang tadi kamu lihat ?? " bentaknya

__ADS_1


" Apa kamu melihat kami membunuh lelaki itu, Iyah ?? " bentaknya lagi


Namun suara teriakkan dari arah belakang telah mengalihkan perhatian mereka. Ben dan Nick telah berlari kencang menghampiri keduanya. ni


" Apa yang sedang terjadi ?? " teriak Ben pada mereka. Kini lelaki itu telah berada didepan queen dan kemudian Nick ikut menyusul dibelakangnya.


" Nona, anda baik-baik saja ?? " Tanya Nick yang saat ini menghampiri queen


Namun sayangnya, Ben yang belum siap untuk mengeluarkan pistol dari balik bajunya, kini tampak lebih dulu ditodong pistol oleh lelaki itu. Pistol mengarah tepat dikepalanya.


" Jangan berani macam-macam !! Jika kalian ingin selamat, sebaiknya kalian pergi dari sini !! Kami hanya berurusan dengan gadis itu. " ucapnya dengan penuh penekanan


" Apapun yang menyangkut tentang gadis itu akan menjadi urusanku " jawab Ben dengan mantap


" Jangan berani pergi dari sini sebelum kalian menyerahkan gadis itu.!! " Sahut sosok lelaki yang barusaja datang.


Queen merasa sangat takut sekali. Pasalnya dia sama sekali tidak pernah mengalami hal semacam ini. Bahkan kehilangan tas saja baru pertama kali dialami olehnya hari ini. Apalagi sekarang yang berurusan dengan pembunuhan.


" Nick, a-aku su-sungguh takut sekali " Ucap queen dengan ketakutan.


" Nona, sebaiknya anda pergi " Bisik Nick lirih


" Tapi, a-aku takut "


Ben melirik kearah queen dan nick. Dia memberikan kode melalui tatapan matanya, agar queen segera berlari sebentar lagi Ketika dirinya mencoba untuk melawan.


Sosok lelaki yang saat ini sedang menodongkan pistol di kepala Ben masih menatap tajam kearah lelaki itu. Setelah Ben merasa cukup memberikan kode yang baru saja dilayangkan. Dengan cepat dia segera menepis pistol itu dari tangan lelaki yang berada di depannya.


Pistol terjatuh ke tanah. Ben segera melayangkan sebuah pukulan pada Lelaki itu. Terjadinya adu jotos antara keduanya dengan cukup sengit.


Queen dan Nick segera berlari kencang meninggalkan Ben sendirian disana. Mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan gadis cantik yang selama ini telah dijaga dengan baik olehnya.


Namun ben tidak memperkirakan jika lelaki yang satunya pun juga memiliki pistol di Balik bajunya. Sesaat kemudian terdengar suara tembakan yang mengudara.


Queen sejenak berhenti dan menoleh kebelakang. Dia bisa melihat sosok lelaki dewasa yang selau berada disampingnya itu kini telah terjatuh dan tersungkur ketanah.


" Alben " Panggilnya lirih. Tanpa sadar dia telah menangis.


" Ayo, non. Cepat lari !! " Teriak Nick yang berada sedikit jauh dari gadis itu


Baru saja queen memutar kepalanya. Menoleh kearah Nick yang saat ini sedang menunggunya. Namun lebih dulu suara tembakan kembali mengguncang gendang telinganya.

__ADS_1


LLLLLLLLLLLLLLLaaaaaaaaaaaaaaappppppp


Semuanya tampak gelap..


Queen dapat mendengar teriakkan Nick samar-samar. Namun, sesaat kemudian kesadarannya telah hilang.


****


" Apa yang kau lakukan, dasar bodoh ?? " Bentak seseorang yang saat ini dengan berdiri didepan mereka bertiga.


" Maafkan kami, tuan . Dia telah melihat semuanya. Jadi kami terpaksa membawanya kemari " ucap Roy


" Dua lelaki yang ingin menolongnya sudah kami tembak dan sudah kami bereskan. " sahut Eric


" Eric ingin membunuhnya, tapi Roy bilang anda sedang mencari seorang wanita yang pas untuk dijadikan istri. Jadi kami sepakat untuk membawanya kemari. " jelas louis


Edgar menyugar rambutnya kebelakang. Sekali lagi dia menatap lekat wajah cantik gadis yang sedang tidak sadarkan diri itu di tempat tidurnya.


Wanita itu baru saja mendapatkan perawatan karena kakinya yang tadi sempat ditembak oleh Roy.


" Sepertinya gadis cantik ini akan berguna untukku. " ucap Edgar lirih sembari tersenyum tipis memperhatikan lekat wajahnya


" Yasudah, kalian bisa pergi " Titahnya pada kedua orang kepercayaannya itu


Ketiga orang kepercayaannya itu baru saja beranjak dari duduknya, namun Edgar kembali memanggilnya. Sehingga langkah kakinya tertahan.


" Iyah, tuan " jawab ketiganya hampir bersamaan


" Cari tahu asal usul gadis ini secepatnya " titahnya


" Baik tuan "


Setelah melihat kode dari Edgar, mereka bertiga kini telah benar-benar beranjak pergi dari rumahnya.


Perlahan Edgar mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang sembari terus menatap wajah cantik gadis yang saat ini tertidur diatas tempat tidurnya.


Edgar tertegun.


" Aku seperti pernah bertemu dengannya. Tapi Dimana ?? "


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2