Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep 26


__ADS_3

Hueeeekkkk


Hueeeekkkk


Hueeeekkkk


Queen menundukkan kepalanya. Wajahnya tampak begitu kacau. Sosok pria bertubuh kekar dengan hanya menggunakan boxer saja telah siaga berdiri dibelakangnya sembari mengusap lembut tengkuk queen.


Hueeeekkkk


Hueeeekkkk


Kehamilannya yang baru memasuki usia dua bulan, tampak begitu menyiksanya. Rasa mual dan pusing telah dialaminya beberapa minggu terakhir. Hingga membuat Edgar harus stay dirumah. Meninggalkan seluruh pekerjaannya yang kemudian telah diambil alih oleh ketiga orang kepercayaannya.


Queen mengadakan ke-dua tangannya dibawah kucuran air kran yang mengalir. Membasuh wajahnya beberapa kali.


Dengan cepat edgar meraih handuk yang ada dilaci, kemudian memberikannya pada sang istri.


" Terimakasih " ucap queen lemas


" Bagaimana, jika kita kerumah sakit saja ? Aku tidak ingin terjadi sesuatu hal padamu, sayang " tutur edgar


Queen kembali menggeleng. Tak lama dia segera berbalik dan ingin melangkah. Namun, tubuhnya tiba-tiba saja merosot kebawah jika saja edgar tidak lebih dulu menahannya.


" Astaga. Aku sungguh tidak ingin terjadi sesuatu hal padamu, sayang " gumam edgar yang kini telah menggendong istrinya


Membawanya keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur. Setelah merebahkan tubuh wanita itu diatas sana. Edgar dengan cepat kembali melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hanya beberapa menit saja kini lelaki itu tampak sudah selesai dengan ritualnya di dalam sana. Sangat tergesa-gesa masuk kedalam walk in closet untuk memakai pakaiannya.



Edgar baru saja keluar dari dalam walk in closet dengan keadaannya yang telah siap. Tidak lupa dia membawa mantep milik istrinya. Dengan begitu cekatan Edgar memakaikan mantel tersebut untuk membalut tubuh istrinya yang masih menggunakan gaun tidurnya.


Matahari masih tampak malu-malu menampakkan diri. Namun, Edgar kini telah keluar dari kediamannya dengan menggendong istrinya.


" Kita ke rumah sakit terdekat " titah Edgar yang saat ini dirinya telah masuk kedalam mobilnya yang sudah siap untuk segera melaju.


Tak lama kemudian mobilnya telah melaju menuju rumah sakit terdekat sesuai dengan permintaannya.


Edgar masih setia menatap wajah cantik istrinya yang tampak pucat. Dia merasa sangat kasihan melihat istrinya yang selalu merasakan mual dan pusing selama beberapa Minggu terakhir.


Masih dengan menatap istrinya yang berada di dalam dekapannya. Queen pun tampak masih belum sadarkan diri.


Berulang kali edgar mencium dibeberapa bagian wajahnya. Dia sungguh merasa khawatir jika akan terjadi sesuatu pada istrinya itu.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba saja mobil yang ditumpangi olehnya berhenti mendadak sehingga membuatnya tersentak kaget.


" Apa kau sudah bosan hidup, hah ? " bentak Edgar


" Ma-maaf tuan, ada mobil yang memotong jalan kita didepan. " ucap sang sopir dengan ketakutan


Edgar mengalihkan pandangannya kearah depan. Benar saja, tiga orang bertubuh kekar telah turun dari mobil tersebut dan berjalan menghampiri mobilnya.


" Sial. "


Dengan cepat Edgar merogoh kantong celananya untuk mengambil ponselnya. Tak menunggu lama, dia segera mencari nomor telepon seseorang yang ada diponselnya.


" Lacak keberadaan ku dan cepat datang kemari dalam 5 menit ! " titah Edgar setelah panggilannya telah terhubung.


Setelah mengakhiri panggilannya, Edgar segera menggeser tubuh istrinya dari pangkuannya agar beralih di jok mobil.


" Kau disini saja dan jangan pernah membuka pintunya apapun yang terjadi nanti. ! Tunggu kode dariku dan bawa nyonya pergi kerumah sakit. " titah edgar pada sopirnya


" Ba-baik, tuan. " jawabnya dengan sedikit takut


Edgar keluar dari mobilnya. Dia sungguh tidak menyangka jika hal semacam ini akan terjadi di pagi buta seperti ini. Bahkan dia telah meninggalkan pistolnya di dalam laci pakaiannya.


" Oohh.. Tuan, Edgar yang terhormat. Jangan terlalu buru-buru. Kami ingin memberikan sambutan setelah satu bulan ini tak berjumpa ." ucap salah satu dari ketiga orang bertubuh kekar itu


" Apa yang kalian inginkan, hah ? " ucap edgar


" Bukan kami yang menginginkan sesuatu. Tapi saudaramu menginginkan hartamu " ucapnya


" Chris.. " gumam edgar lirih


Sial.. Bagaimana bisa terjadi disaat seperti ini ?


Edgar mengepalkan kedua tangannya.


" Jika kalian tidak memiliki masalah denganku, sebaiknya pergi dari hadapanku. Atau kalian akan tahu akibatnya. " ucap Edgar dengan penuh amarah.


Ketiganya kembali terkekeh


" Ikutlah bersama dengan kami ! Hanya itu yang kami inginkan. " ucap salah satu dari mereka


Sial.. Chris pasti sudah memperkirakan semuanya. Benar-benar licik.


" Jika aku tidak mau. " jawab Edgar


Sejurus kemudian, ketiga pria bertubuh kekar itu segera menghampiri Edgar sembari tangannya yang terkepal di udara. Mereka kini telah kembali beradu fisik.

__ADS_1


Walaupun Edgar hanya sendiri, hal itu tak membuatnya menjadi lemah. Dengan kemampuan yang dia miliki, Edgar terus melawan ketiga pria tersebut.


Eeuuuhhhhhggg


Bbuuuugghh


Pprrreaaakkkkh


Bahkan tubuhnya pun tampak sudah kehabisan tenaga, namun dia tidak ingin menyerah. Saat ini keselamatan istri dan anaknya adalah yang utama.


Kini tubuh Edgar sudah tampak melemah. Tenaganya sudah terkuras habis. Ketiga pria bertubuh kekar itu pun semakin mudah menghantam tubuh Edgar hingga tak berdaya.


Beberapa menit telah berlalu. Tampak tiga mobil mewah melaju kencang menuju kearah mereka yang sedang beradu pukul.


Berhenti mendadak sehingga menimbulkan suara decitan ban mobil yang sangat kencang. Ketiga pria yang sedang menghajar Edgar pun tampak mengehentikan aktivitasnya. Mengalihkan pandangannya kearah dua mobil yang mengepungnya.


" Angkat tangan. " bentak Louis sembari menodongkan senjata kearah mereka.


Kemudian disusul dengan beberapa anak buah Edgar yang lain pun juga menodongkan senjata kearah mereka.


" Tuan, anda baik-baik saja ? " Tanya Roy, saat ini dia sedang menghampiri Edgar yang tampak tak berdaya dengan beberapa luka diwajahnya. Bahkan darah segar telah menghiasi wajahnya.


" Bawa istriku ke rumah sakit " ucap Edgar lirih.


" Astaga, tuan " gumam Roy


" Tolong bantu aku mengangkatnya ! " teriak Roy pada temannya yang lain.


" Bagaimana dengan mereka ? " tanya Louis pada Roy yang saat ini sedang mengangkat tubuh bosnya.


" Bawa ke markas saja, Tuan sepertinya sedang terluka parah. " jawab Roy.


Tak menunggu lagi. Edgar dibawa masuk kedalam salah satu mobil anak buahnya. Kemudian mobil segera melaju kencang menuju rumah sakit terdekat. Disusul oleh mobil lain yang dikendarai oleh sopir pribadi Edgar, dimana queen berada didalam sana masih dengan keadaannya yang tidak sadarkan diri.


Kini tinggallah Eric dan louis yang masih berada dijalan itu. Beberapa anak buah Edgar telah menggiring ketiga pria bertubuh kekar itu menuju mobilnya.


Namun salah satu diantara mereka tampak sudah tewas akibat terjemah timah panas yang diberikan oleh Louis tadi ketika pria itu yang terus melawan.


" Biarkan saja dia. Kita bawa mereka saja. " titah Eric pada temannya.


" Aku sungguh tidak menyangka jika mereka akan menyerang tuan disaat seperti ini. Belum pernah terpikirkan olehku sebelumnya. " Ucap eric yang saat ini menghampiri Louis.


" Hemm.. Sebaiknya kita berjaga disekitar rumah tuan. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi " balas Louis.


" Hemmm " Eric berdehem.

__ADS_1


Setelahnya keduanya kini telah masuk kedalam mobil mereka sendiri. Kemudian segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju markas.


Tbc


__ADS_2