
Kedua mata Edgar masih terjaga ketika malam telah berubah menjadi pagi buta. Membiarkan tubuh polosnya bersentuhan dengan tubuh polos sang istri.
Lelaki itu tampak sedang menatap lekat-lekat wajah wanita cantik yang ada di sampingnya. Dengan masih mendekapnya. Edgar tak segan memberikan beberapa ciuman di pipi dan keningnya.
Ada perasaan haru, senang dan juga bangga karena bisa menjadi lelaki pertama bagi wanita cantik itu. Hatinya merasa tersentuh. Tidak menyangka sebelumnya, jika sang model cantik itu masihlah perawan.
Melakukan hubungan suami-istri diluar nikah adalah sesuatu yang biasa di negaranya bahkan juga di negara asal istrinya. Namun, hal yang sangat mengejutkan dia dapat dari sosok wanita yang berada didalam dekapannya itu.
Wanita cantik yang dengan tidak sengaja dipertemukan dengan keadaan yang tidak baik-baik saja ternyata sungguh berbeda.
Bahkan dia sendiripun juga sering melakukan one night stand dengan para model dan artis terkenal lainnya, tapi tidak pernah merasakan sesuatu miliknya yang terasa begitu terpuaskan seperti saat tadi melakukannya dengan wanita cantik itu.
Saat ini hati dan pikirannya telah berkecamuk tidak karuan. Bahkan kini hatinya seakan terketuk oleh kepolosan sang istri.
" Aku sama sekali tidak menyangka jika dia masih sangat polos " gumamnya sembari semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. Seakan kini ada sepercik keinginan untuk terus mendekapnya.
Tak lama kemudian Edgar mulai memejamkan matanya karena rasa kantuknya mulai datang. Menyusul sang istri yang telah terlelap lebih dulu sejak beberapa jam yang lalu.
***
Queen mengerjapkan matanya beberapa kali. Jiwanya telah kembali pada raganya yang telah terlelap.
Wanita itu menolehkan kepalanya kearah samping dimana seharusnya sang suami berada. Namun, pagi itu dia tidak melihatnya. Sisi tempat tidurnya tampak kosong dan lapang.
" Kemana dia sepagi ini ? " gumamnya lirih sembari mulai beranjak dari tidurnya.
Queen mendesis merasakan sakit pada sekujur tubuhnya dan juga bagian bawahnya yang terasa amat perih.
" Ssssssssshhhh "
Kini wanita cantik itu telah terduduk dari posisinya tadi. Mendekap selimutnya dan perlahan menggeser tubuhnya kesamping.
Kedua kakinya telah berhasil menapak lantai. Dirinya hendak beranjak namun merasakan miliknya yang begitu sakit membuatnya kembali mendesis.
" Ssssssssshhhh "
Queen memejamkan matanya dengan menahan rasa sakit di bawah sana. Bayangan kenakalan sosok suaminya semalam kembali memenuhi isi kepalanya.
" Dia telah melakukannya " Gumamnya lagi
__ADS_1
Air matanya berhasil lolos seiring dengan hatinya yang merasa tidak rela. Sungguh dia berusaha keras untuk mencari jalan keluar agar dirinya bisa segera pergi dari permainan sang suami.
Namun, takdir telah lebih dulu menunjukkan jalannya. Sekarang dia telah resmi menjadi istri Edgar dan entah bagaimana kisahnya setelah ini.
Pikiran queen berkecamuk tidak karuan. Menyesalkan kejadian semalam yang membuatnya harus kehilangan mahkotanya. Walaupun suaminya sendiri yang merampas kesuciannya, rasa sesalnya tetap tidak berubah.
Perlahan queen mulai bangkit. Dengan sangat kuat dia menahan rasa sakit hati dan juga bagian bawah tubuhnya. Namun sosok suaminya yang entah muncul dari mana telah lebih dulu mengangkat tubuhnya.
Hhhhhhhhgg
Queen memekik kecil mendapati tubuhnya yang telah melayang keudara. Namun sesaat setelah dia bisa melihat sosok tampan suaminya yang saat ini sedang menggendongnya, dia hanya bisa pasrah.
Edgar kini telah melangkah menuju kamar mandi. Queen menundukkan kepalanya, hanya untuk menatap wajah suaminya sendiri, queen begitu malu atau bahkan takut ketika ingatannya semalam telah kembali.
" Maaf, jika aku melakukannya dengan sedikit keras semalam " ucapnya lirih sembari perlahan menurunkan tubuh istrinya di dalam kamar mandi.
" Heeemmm "
" Bersihkan dirimu. Kita akan pergi berlayar setelah ini " titahnya sebelum dia telah berbalik dan berjalan pergi.
Queen masih menatap kearah pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat bersamaan dengan sosok suaminya yang telah menghilang dari pandangan.
" Sekarang apa yang harus aku lakukan ? Bahkan pernikahan ini tidak benar-benar ku inginkan. Lalu bagaimana jika nanti aku hamil ? Apa yang akan dia lakukan padaku ? "
Pikirannya begitu takut. Queen sangat takut jika kehidupannya akan semakin buruk.
" Jika seperti ini jadinya, lebih baik aku... "
" Queen, pakaian dan sarapanmu sudah siap di atas tempat tidur. Aku akan pergi sebentar. Kuharap kamu tidak pergi kemana-mana hingga aku kembali " teriak Edgar dari balik pintu.
Queen kembali menghela nafasnya. Dia tidak berniat untuk sekedar menjawab. Karena hati dan pikirannya sedang kacau.
Setelahnya, queen segera menanggalkan selimut yang sejak tadi membungkus tubuh polosnya.
Tidak perlu menunggu lagi, wanita itu segera masuk kedalam bathtub untuk segera merendam tubuhnya yang terasa lelah.
***
Beberapa menit berlalu. Queen tampak sudah lebih baik dari sebelumnya. Mencoba untuk melupakan kejadian semalam. Menekan perasaannya agar tidak merasa terusik lagi.
__ADS_1
Edgar bisa melihat sosok istrinya yang saat ini sedang duduk disofa, wanita itu sedang merias dirinya.
" Sudah siap ? " tanyanya dengan tiba-tiba
Queen tersetak kecil, kemudian dia menoleh kearah samping dimana sang suami berada. Berdiri di sampingnya dengan menatap lekat dirinya.
Queen tertegun sesaat setelah memperhatikan sosok suaminya yang tampak memakai pakaian yang mirip dengannya.
Astaga.. Kenapa pagi ini dia terlihat imut sekali dengan memakai pakaian yang sama denganku.
" Sudah " jawab queen sembari mengangguk kecil. Dia sungguh berusaha keras untuk menyembunyikan senyumannya.
" Ayo kita berangkat ! " Ajaknya
Edgar segera meraih tangan istrinya. Menautkan jemari tangan mereka dan menggenggamnya erat. Lelaki dengan wajah keras itu tersenyum tipis ketika kini hatinya merasa sejuk.
Kini keduanya telah melangkah pergi dari kamar hotelnya menuju pelabuhan terdekat dari tempatnya mereka menginap.
***
" Kau senang ? " Tanya edgar tiba-tiba yang membuat queen tersentak kaget.
" Hah.. " pekik queen sembari memutar lehernya kebelakang. Kini dia bisa melihat sosok suaminya yang berada tepat dibelakangnya.
" Ehm... Aku sangat senang. Ini adalah pengalaman pertamaku pergi berlayar. Sungguh menyenangkan " ucap queen dengan riangnya.
Pasalnya memang benar begitu adanya. Rafa dan Alva terlalu membatasi pergaulan adiknya itu. Mereka berdua sungguh tidak ingin sesuatu hal yang buruk akan menimpa adik kesayangannya itu.
Edgar pun tampak tersenyum lebar ketika kini queen telah kembali menatap kearah lautan yang berada didepannya. Dia begitu pandai menyembunyikan perasaannya. Lelaki itu kini kembali memakai kacamata hitamnya.
Beberapa menit bahkan jam telah berlalu. Queen terlihat begitu sangat senang dengan sesekali dia berteriak kegirangan. Masih menatap kearah lautan luas dengan membiarkan tubuhnya diterpa angin kencang.
Siapa yang sangka jika sejak tadi Edgar masih tetap sama pada posisinya. Menatap sosok istrinya yang sedang menatap lautan lepas dengan tubuhnya yang membelakangi dirinya.
Bahkan dia sadar atau tidak jika sejak tadi dirinya pun juga iku tersenyum dengan hati yang bahagia.
__ADS_1
Tbc.