Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 21


__ADS_3

Braaaakkkkkk


Pintu terbuka dengan keras. Beberapa orang masuk dengan menodongkan senjata kedepan.


Bukan hanya satu yang datang, tapi beberapa mungkin hingga mencapai sepuluh orang. Dengan begitu lihainya mereka menyerang dan melawan beberapa orang lainnya yang telah lebih dulu melumpuhkan kekuasaan Edgar.


Yah.. Mereka adalah anak buah Edgar yang baru saja sampai setelah dua jam yang lalu Edgar meminta bantuan.


Adu tembak pun terjadi diantara mereka. Karena memang kedatangan anak buah edgar yang tidak terduga, hingga dengan mudah mereka melumpuhkan lawannya.


Tampak beberapa lawan mereka telah gugur. Sehingga kini pandangan Eric mengarah pada seseorang yang menjadi atasannya. Dengan panik dia berlari menghampiri Edgar yang masih tetap pada posisinya. Tersungkur dilantai dengan darah yang bercucuran.


" tuan, anda baik-baik saja " ucap eric sembari mengguncang pelan tubuhnya


" Eeeeuuuhhhhh.. " Edgar mendesis merasakan sakit


" Roy. Bantu aku mengangkatnya ! " panggil Eric


Dengan cepat Roy menghampiri mereka. Perlahan mereka membantu Edgar untuk bangkit. Sesaat kemudian Edgar menolehkan kepalanya.


" Queen masih ada dikamar " ucapnya dengan berat.


Perlahan dia mulai melangkah. Menahan rasa sakit disekujur tubuhnya demi untuk menyelamatkan istrinya. Berjalan cepat dengan langkah terbata menuju kamar. Dia sungguh tidak ingin terjadi sesuatu hal pada wanita itu.


***


" Aahh... "


Tubuh queen terlempar keras diatas ranjang. Sosok lelaki yang tidak lain adalah Chris telah melepaskan pakaiannya.


Queen melototkan matanya ketika maniknya menatap kearah lelaki itu yang kini sudah bertelanjang dada.


" Tuan.. Kau mau apa ? " tanya queen dengan semakin menggeser tubuhnya


Chris tertawa kecil.


" Apa kau lupa denganku, queen ? " tanyanya


" Edgar sungguh beruntung bisa menikahi wanita cantik sepertimu " lanjutnya


" Apa maksudmu ? Siapa kamu ? " tanya queen dengan sedikit kesal


" Kau lupa jika kita pernah makan bersama kemarin, Hem. " ucapnya


" Lihatlah dengan jelas ! " lanjutnya


Seketika itu queen terhenyak. Menelan ludahnya sedikit berat. Kini ingatannya telah kembali. Dia sudah ingat sekarang. Jika sosok lelaki yang ada didepannya itu adalah adik Edgar.


Namun, queen masih belum tahu jika hubungan mereka hanya saudara tiri. Bahkan dia juga tidak tahu apa masalah dari keluarga suaminya hingga sang adik pun melakukan hal semacam ini pada Edgar.


Keningnya mengerut. Dia merasa ada sesuatu hal yang aneh.


Bagaimana bisa dia tega melakukan ini padaku dan juga Edgar jika dia adalah adiknya ? sebenarnya apa yang terjadi pada keluarga baldwin ?

__ADS_1


Hati dan pikirannya sejenak melalang buana. Hanya sebentar saja, setelahnya dia kembali tersadar karena lelaki itu kini telah menarik kakinya.


Secepat kilat Chris telah merangkak naik diatas tubuh queen. Tidak ingin membuang waktu lagi, dia segera merobek kemeja milik Edgar yang saat ini sedang dipakai olehnya.


" Jangan.. Jangan Chris ! "


" Mengapa kamu melakukan semua ini "


" Kumohon jangan ! "


Bahkan dengan mudahnya dia merobek gaun tidur milik queen. Kini kedua mata Chris berbinar cerah ketika menampakkan pemandangan yang indah.


Perlahan tangannya terulur untuk merasakan kehalusan kulit mulus milik queen. Chris yang sudah biasa melakukan **** bebas, tampak begitu lihai dalam membuat queen menggeliat merasakan kenikmatan.


Hanya melihat bagian atas wanita itu saja sudah bisa membuat miliknya menjadi tegang. Dengan hasratnya yang semakin meningkat, Chris segera menyambar gunung kembar milik queen dengan rakus.


" Eeuuhhhh.. To..long.. Eehh.. Eeedd.. To.. long.. " Teriak queen sembari menahan rasa nikmat yang tidak bisa dihindari olehnya


Dengan sekuat tenaga wanita itu terus meronta ingin lepas. Memukul kepala dan juga tubuh lelaki yang ada diatasnya itu.


" Eedddd.... To.. longg.... ! " Teriaknya lagi dan lagi


Tenaga queen yang tidak lebih besar dari Chris hingga membuatnya harus menelan kekecewaan. Dia sungguh tidak ingin hal yang menjijikkan itu terjadi.


Lelehan air matanya sungguh tak terbendung. Berkali-kali mencoba untuk menghindar dari serangan lelaki itu, tetap tidak membuahkan hasil.


Hingga beberapa menit berlalu. Chris yang hendak menyingkap gaun tidur queen keatas. Berniat ingin melakukan penyatuan setelah dia merasa puas menikmati tubuh bagian atasnya. Bahkan disana telah nampak bercak-bercak kemerahan yang mulai terlihat.


Queen hanya bisa menangis setelah sekian menit melawan, kini tenaganya seakan sudah terkuras habis.


Sekali lagi queen mencoba untuk memberontak. Dia sungguh tidak ingin melakukannya dengan lelaki lain selain suaminya. Walaupun dalam keadaan seperti sekarang ini.


" Jangan.. ! "


" Tolong.. Jangan lakukan ! "


" Eeedddd... To..long... ! "


Queen pun kembali menangis pilu dan kembali meronta sembari terus berteriak. Terdengar suara gaduh dari arah luar Yang membuat Chris menghentikan aktivitasnya sejenak.


Menoleh kearah pintu yang masih tertutup. Namun, dia dengan jelas mendengar suara tembakan berulang kali.


" Siaal.. " umpatnya


Secepat kilat Chris turun dari ranjang. Menekan kuat rasa sakit dibagian bawahnya yang menginginkan kepuasan. Namun, Sepertinya bukan untuk saat ini dia melampiaskan hasratnya.


Dengan cepat dan panik Chris kembali memakai pakaiannya yang tadi sempat dilepaskan.


Lelaki itu menoleh sekilas kearah queen yang saat ini sudah membungkus tubuhnya menggunakan selimut.


" Kita bisa melakukannya lain waktu, sayang "


Setelahnya Chris segera berlari menuju jendela. Membuka jendela kamar tersebut dan segera keluar dari sana.

__ADS_1


Queen menghembuskan nafas lega. Namun, tidak bisa dipungkiri jika saat ini dia begitu merasa terguncang akibat kelakuan lelaki tadi pada dirinya.


Queen mengeratkan pelukannya pada selimut yang membungkus tubuhnya. Dia sungguh merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri.


Pintu tiba-tiba terbuka lebar. Membuat queen mengalihkan pandangannya kearah pintu.


Sosok lelaki berjalan dengan cepat menghampirinya. Queen yang melihat keadaan lelaki itu yang tampak berlumuran darah membuatnya semakin terisak.


" Eeddddd.... " panggilnya dengan pilu.


Lelaki itu segera menghampiri istrinya dan memeluknya dengan sayang. Memberikan ciuman dipuncak kepalanya beberapa kali. Hatinya begitu hancur ketika melihat sosok wanita cantik itu yang tampak kacau.


Entah apa yang terjadi, tapi Edgar bisa merasakan jika saat ini hatinya begitu sakit. Merasa kesal dan marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga wanita itu.


" Apa yang telah dia lakukan padamu ? " tanya edgar yang saat ini sedang memeluknya.


" Dia.. Di.. aaa..." Ucap queen terbata karena menangis


Queen sungguh tidak sanggup lagi untuk berbicara. Hatinya begitu hancur mendapatkan perlakuan seperti seorang wanita murahan.


Edgar semakin mengeratkan pelukannya. Dia bisa menebak apa yang telah Chris lakukan pada istrinya itu. Namun, dia juga tidak ingin apa yang dia pikirkan adalah kenyataannya.


" Apa dia telah melakukannya ? " tanya edgar lagi. Namun queen menggeleng.


Edgar meleraikan pelukannya. Menangkupkan kedua tangannya diatas pipi queen. Perlahan dia mengusap wajah istrinya yang telah basah.


" Ceritakan padaku, apa yang telah dia lakukan padamu ! " tuturnya dengan lembut


sejenak mereka saling memandang. Kemudian queen segera menceritakan apa yang baru saja dia alami beberapa menit yang lalu. Edgar kini sedikit membuang nafas lega. Tapi disisi lain, rasa amarahnya pada kedua saudara tirinya itu semakin mengelora.


" Aku berjanji akan selalu menjagamu, maafkan aku karena terlambat menolongmu " ucap Edgar dengan penuh keyakinan.


Setelah kejadian ini, dia begitu merasa takut jika harus kehilangan sosok wanita cantik yang saat ini telah menjadi istrinya itu.


" Sekarang kita harus segera pergi dari sini " tuturnya setelah sekian menit mereka hanya saling berpelukan


Queen mengangguk kecil.


" Baiklah, aku akan memakai pakaianku terlebih dulu " ucapnya


Sejenak dia menatap lekat wajah suaminya yang dipenuhi oleh noda darah.


" Bagaimana dengan lukamu ? " tanyanya.


Edgar tersenyum.


" Ini hanya luka kecil " ucapnya dengan diikuti oleh tubuhnya yang sudah beranjak.


" Jangan terlalu lama ! " tuturnya pada queen


Perlahan dia mulai berjalan, tiba-tiba kedua anak buahnya tadi menghampiri dirinya dan membantunya untuk berjalan.


" Jadi kalian ada disini sejak tadi " tanya edgar

__ADS_1


" Anda benar-benar romantis, tuan " ucap Roy dengan tersenyum lebar


Tbc.


__ADS_2