Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 9


__ADS_3

Queen mengerjapkan matanya beberapa kali. Menyesuaikan cahaya lampu yang menyilaukan kornea matanya. Sedikit menggerakkan lehernya untuk melihat keadaan sekitarnya. Semuanya nampak asing baginya.


Queen sempat tertegun mendapati setiap barang-barang yang ada dikamar itu. Pasalnya, dirumahnya yang dibilang cukup mewah saja tidak menjadikan barang-barang mahal itu menjadi pilihannya, namun kali ini yang dia lihat adalah melebihi kemewahan yang ada di rumahnya.


" Aku dimana ini ?? "


Perlahan wanita itu mulai bangkit dari posisi tidurnya. Namun, dia memekik kecil ketika merasakan sakit pada kaki kirinya. Bahkan dia seakan tidak sanggup melanjutkan keinginannya untuk bangun.


" Aaaaahhhhhhsssss "


" Sakit sekali.. " keluhnya sembari memegang kaki kirinya.


Queen menutup kedua matanya, kini ingatannya telah kembali. Dia sekarang ingat kejadian yang telah menimpanya malam itu, hingga membuat pengawalnya tertembak.


" Alben " gumamnya lirih.


" Bagaimana dengan nick ?? " ucapnya lagi


" Dia sudah meninggal " sahut seseorang yang baru saja masuk kedalam kamar tempat dia beristirahat saat ini.


Queen memutar lehernya, sehingga kini dia dapat melihat sosok lelaki asing berjalan masuk, kemudian duduk di sofa yang ada disamping tempat tidurnya.


" Pengawal dan sopir mu sudah tewas ditangan anak buah ku. Lain kali jangan bermain terlalu jauh, queen. Jika, tidak ingin bertemu dengan mereka lagi " jelasnya sembari tersenyum tipis


Queen tertegun mendengar penuturan dari lelaki itu. Kedua matanya menatap tajam kearah Lelaki itu.


Kenapa bisa dia tahu tentangku ?? Astaga.. Bagaimana ini ?? Siapa orang ini..??


" Kau sudah dua hari tertidur, mereka akan membawakan makanan untukmu. Makan dan minum obat secara teratur agar lukamu segera sembuh. " tuturnya


Setelahnya dia segera beranjak dari duduknya. Sekilas melayangkan sebuah senyuman manis untuknya. Kemudian dia segera beranjak pergi. Bahkan, panggilan queen padanya telah menggema ruangan tersebut, tapi nampaknya lelaki itu tidak mengindahkan panggilannya.


" Siapa dia sebenarnya ?? "


Aku harus segera pergi dari sini setelah kakiku sembuh...


Tidak lama kemudian terlihat dua orang wanita telah masuk kedalam kamarnya dengan membawa nampan berisikan makanan.


Salah satu pelayan telah menyiapkan meja kecil didepannya. Kemudian disusul oleh pelayan satunya yang meletakkan makanan diatas sana.

__ADS_1


" Nona, silahkan dimakan !! " Titah salah satu pelayan


Queen mengangguk kecil sembari melemparkan senyuman tipis. Tanpa menunggu lagi queen segera melahap makanan yang tersaji di depannya. Karena memang dirinya sudah sangat lapar sekali.


Mau bagaimana lagi, dia sudah dua hari tak sadarkan diri dan saat ini sungguh perutnya merasa sangat lapar. Wanita itu makan dengan lahapnya. Bahkan dia tidak merasa malu, walau kedua pelayan tadi yang sedang menunggunya


Setelah beberapa menit berlalu, tampaknya queen telah menyudahi aksi makannya. Tanpa menunggu lagi kedua pelayan itu segera membereskan peralatan makan yang baru saja dia gunakan.


" Baik, nona kami permisi "


" Hemmm.. " Queen berdehem pelan.


Masih dengan keterkejutannya, queen masih menatap kearah pintu yang baru saja tertutup.


Sosok lelaki yang tadi sempat menemuinya kini telah berjalan santai masuk kedalam kamarnya. Queen mengernyitkan keningnya ketika melihat penampilannya yang tampak berbeda dari yang tadi. Jika tadi lelaki itu memakai setelan jas, namun kini, dia telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.



" Kau bisa memanggilku Edgar. " Ucapnya sembari menarik kursi dan segera mendudukkan tubuhnya diatas sana yang berada disampingnya.


Queen menegang di tempatnya. Sungguh saat ini dirinya begitu ketakutan setengah tadi mendengar penuturan darinya akan keadaan alben dan Nick.


Sungguh, hanya dengan menatap wajahnya saja queen dapat merasakan aura kekejaman di dalam diri lelaki. Tak ada sedikitpun kedamaian yang terpancar. Hal itu membuat queen merasakan debaran jantungnya yang semakin kencang.


Edgar terkekeh kecil sembari menatap kearah queen dengan semakin tajam.


" Kau tahu, aku telah mengurus mu selama dua hari ini. Lalu apa gunanya aku menyelamatkan mu, jika kamu tidak berguna untukku ?? " ucapnya


Kini Edgar beranjak dari duduknya. Melangkah kecil mendekati queen yang masih terduduk di atas tempat tidurnya.


" Perawatan yang kau terima serta pelayanan yang aku berikan padamu. Semua itu tidaklah gratis queen. Bahkan jika kamu tidak tertembak pun semua akan berjalan sesuai dengan keinginanku " lanjutnya.


Edgar menatap lekat wajah cantik queen dengan tatapan mata penuh dengan arti.


" A-apa maksudmu ?? Sebenarnya apa yang kamu inginkan. ?? Tolong biarkan aku pergi dari sini ?? Aku akan merahasiakan semuanya. Aku berjanji, tuan " balas queen dengan wajah memelas.


Edgar kembali terkekeh pelan dengan kedua tangannya telah dimasukkan ke dalam saku celananya.


" Bukan itu yang kuinginkan. Jika aku tidak memiliki tujuan lain selain menahanmu disini. Aku tidak segan meminta mereka untuk melakukan hal yang sama seperti pengawal dan sopir mu " jelasnya dengan penuh penekanan.

__ADS_1


" Sebenarnya apa mau mu ?? Apa kau ingin uang ?? Aku akan memberikan berapapun yang kamu mau, tapi tolong biarkan aku untuk kembali pulang. " Bujuk queen lagi.


Entahlah, rasanya dia begitu sangat takut saat ini. Wajahnya yang telah ditumbuhi dengan bulu halus disekitar rahangnya membuat sosok lelaki itu tampak tegas dan juga menakutkan.


" Kau benar-benar lucu. Seharusnya kau bersyukur karena anak buah ku tidak jadi membunuhmu saat itu. Bahkan aku pun juga sudah merawat lukamu hingga pulih. Lalu bagaimana bisa kau dengan begitu saja memintaku untuk membiarkan mu pulang. " ucapnya dengan penuh penekanan


Kini keduanya saling memandang satu sama lain dengan melayangkan gugatan wajah yang berbeda.


" Tidak semudah itu, queen. Kau sudah mengetahui tentangku, itu berarti kau pun juga harus ikut masuk ke dalam duniaku atau berakhir sama seperti yang lainnya. " ucapnya


" Aku ingin menawarkan sebuah kesepakatan bersama dalam sebuah pernikahan. Kuharap kau tidak keberatan. " lanjutnya


Queen terkesiap mendengar penuturan dari lelaki itu. Seseorang yang baru saja ditemui olehnya dengan keadaan yang tidak baik-baik saja dan kini apalagi ?? Lelaki itu dengan tidak tahu diri menawarkan padanya sebuah kesepakatan bersama untuk menikah.


Apa-apaan ini ?? Apa lelaki ini memiliki kelainan ??


queen menggeleng pelan


" Kau sungguh tidak tahu malu, tuan. Bahkan alben dan Nick telah dibunuh oleh anak buah mu dan sekarang kau menawarkan padaku sebuah kesepakatan bersama untuk menikah "


Queen tersenyum remeh dengan diikuti oleh kepalanya yang bergerak ke kanan dan kekiri dengan cepat


" Aku tidak akan mau. Jangan harap aku mau menikah denganmu. Seseorang yang telah membunuh orang-orang terdekatku " Lanjutnya dengan penuh amarah.


Edgar mengatupkan rahangnya, sesaat kemudian Lelaki itu menyeringai dengan menatap tajam kearahnya.


Berani sekali wanita ini padaku..


" Aku tidak suka dibantah " Ucap Edgar yang saat ini telah melangkah menuju pintu, namun lelaki itu tampak berhenti disana dengan menoleh sedikit kepalanya untuk melirik kearah queen yang saat ini sedang menatap sengit kearahnya.


" Jangan pernah berani membantah perintahku, jika kau tidak ingin terjadi sesuatu pada keluargamu yang ada di London, queenara !! " ancamnya


Setelahnya lelaki itu keluar dari kamarnya. Meninggalkan queen yang saat ini sedang bergumul dengan pikirannya sendiri. Begitu sangat kesal dan marah pada lelaki itu, namun dia sekarang tidak bisa berbuat apa-apa ketika lelaki itu telah menyangkut pautkan urusan mereka pada keluarganya.


" Aku harus bagaimana ?? " ucapnya lirih dengan menutup matanya. Suara hembusan nafas yang terbuang kasar. Matanya pun tampak tertutup dengan air yang menetes perlahan. Hatinya sedang kacau memikirkan keadaannya diambang kehancuran.


Karirnya baru saja dimulai dan sekarang. ?? Apa dia harus meninggalkan dunianya agar kedua kakaknya dapat selamat atau dia akan tetap meraih mimpinya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2