
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bahkan kini sudah berganti bulan. Tepatnya sang tuan muda gerard telah genap berusia 1 tahun.
Suasana dirumah mewah bak istana itu terlihat begitu indah dengan berbagai hiasan bunga dan balon.
Edgar mengundang ratusan anak yatim piatu sesuai dengan permintaan sang istri untuk merayakan pesta ulang tahun putranya. Namun, sayang sekali karena kedua kakaknya tidak bisa datang. Kedua putra mereka sedang ada ujian sekolah. Mau tidak mau mereka hanya mengucapkan selamat melalui panggilan video saja.
Kini queen tampak sedang sibuk membenahi pakaiannya setelah berulangkali sang suami berkomentar akan gaun yang dikenakan olehnya.
" Jika dia memintaku untuk menggamti pakaianku lagi, sudah pasti akan kurobek mulutnya. Sungguh menyebalkan. " omel queen di dalam walk in closet.
Siapa yang menduga, jika saat ini suaminya sudah berada dibelakangnya. Tersenyum jahil saat melihat istrinya yang sedang kesulitan menaikkan resleting gaunnya.
" Jika acaranya tidak segera dimulai, sudah pasti gaun ini yang kurobek dulu. " ucapnya seraya mengelus bahu istrinya yang terbuka.
" Apa kamu akan memakai gaun ini, hem. ? " bisik edgar yang kini semakin menempelkan tubuhnya.
" Ed, jangan macam-macam ! " tutur qieen sembari menahan agar gaun itu tidak ditarik oleh suaminya.
" Aku sudah mengganti gaunku dan ini sudah uang ke 4. Apa kamu masih ingin aku menggantinya ? " ucap queen kesal.
Edgar hanya tersenyum tipis sambil masih mencoba menarik baju itu. Mana mungkin dia membiarkan istrinya yang memakai gaun seksi di depan anak-anak. Pastilah sangat tidak sopan.
" Apa kau berniat memberikan tontonan pornografi pada anak-anak itu ? Atau... "
Edgar menghentikan perkataannya. Mencium bahu istrinya sekali lagi dan sedikit lama.
" Kamu sedang menginginkannya ? Apa kamu ingin aku melakukannya sekali lagi ? " lanjutnya sembari menarik gaun istrinya yang memang belum dipakai dengan benar.
Ssrrreeeeeettt..
Baju itu teronggok dibawah. Edgar melototkan matanya ketika melihat sosok istri yang tidak memakai pakaian dalam bagian atasnya.
" Ed, apa yang kamu lakukan. ? " Ucap queen dengan kesal sambil menutup tubuh bagian atasnya.
Shiitt... Dia benar-benar sedang mengujiku.
Dengan cepat edgar Memutar tubuh istrinya. Tak segan untuk segera menyerang wanita itu. Meraih tengkuknya dan segera membenamkan bibirnya.
Mmmmmmmmprrcchh..mmeppppttcchh..
Queen mencoba untuk melepaskan diri. Namun sang suami memang benar-benar pemimpin. Edgar menuntun sang istri melangkah kebelakang. Menghimpit tubuh istrinya dengan sisi dinding.
__ADS_1
Salah satu tangannya terus menjamah setiap bagian tubuh yang dia sukai. Semakin besar dan kenyal. Bagian yang hingga saat ini telah menjadi favoritnya.
Tidak membiarkan istrinya lolos. Edgar melepaskan pagutannya. Menatap tubuh istrinya yang terpampang, sangat menggoda. Seakan ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak puas saat hanya melihatnya saja.
" Kita akan terlambat, ed. " ingat queen.
Wanita itu semakin panik saat melihat suaminya yang kini telah membuka pakaiannya.
" Ed, Jangan sekarang ! Kita bisa melakukannya nanti. " tutur queen.
Edgar menggeleng. Menahan tubuh istrinya yang akan melangkah pergi.
" Aku akan melakukannya sebentar saja. "
Edgar yang kini telah bertelanjang dada pun segera kembali menghimpit tubuh istrinya.
" Ed, Apa.. Eehmm.. Kau akan.. melakukan.. nya .. disini " ucap queen terbata saat merasakan kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.
Tidak menjawab. Edgar terus saja melakukan aktivitasnya. Memang seperti itulah yang selalu dia lakukan pada istrinya. Bahkan edgar seakan tak ada bosannya untuk mengulang kembali.
Yah, tentu saja mereka berdua sedang memadu kasih didalam sana. Entah bagaimana jadinya dan bagaimana mereka melakukannya. Yang pasti, terdengar suara merdu dari mulut queen yang membuat siapapun akan merinding mendengarnya.
***
Anak-anak panti pun terlihat mulai tidak tenang. Hingga membuat rebecca menjadi kesal. Dengan cepat dia segera memberikan baby gerard pada ayahnya.
Terburu-buru masuk kedalam rumah untuk memanggil saudaranya itu yang masih juga belum keluar dari tempat persembunyiannya.
Terdengar langkah kaki menuruni anak tangga. Rebecca pun segera mengalihkan pandangannya. Menatap kearah pasangan yang sedang ditunggu itu dengan aneh.
Astaga.. Kenapa queen jadi pakai baju itu sih ?.. Ppppeefffftt..
Rebecca ingin sekali tertawa saat melihat penampilan queen yang cukup aneh. Kemeja turtleneck berlengan panjang dan rok semata kaki.
Ini pasti ulah edgar. Lalu untuk apa kemarin dia membeli gaun dengan harga yang cukup mahal itu.
" Kenapa lama sekali ? Semuanya sudah menunggu. " Ucap Rebecca saat melihat keduanya kini telah sampai dilantai bawah.
" Hemmm. "
Edgar hanya berdehem sedangkan queen hanya terdiam dengan masih memasang wajah cemberut.
__ADS_1
" Queen. Kenapa kamu tidak memakai gaunmu ? " Tanya rere yang merasa penasaran.
" Aku sudah merobeknya. Lain kali pilihkan pakaian yang tidak kekurangan bahan. " jawab edgar dengan masih menggandeng tengan istrinya.
Dari belakang mereka, rebecca hanya terkekeh pelan melihat ekspresi keduanya.
" Astaga.. Edgar, benar-benar susah gila. Mana mungkin acara pesta ulang tahun memakai pakaian untuk berangkat kerja. Hihihihi. " gumam rebecca.
****
Happy birthday to you..
Happy birthday to you..
Happy birthday.. Happy birthday.. Happy birthday to you..
Yyyyyyuuuuuueeeeeee...
Suara riuh tepuk tangan meramaikan acara tersebut. Semua wajah tampak tersenyum bahagia. Bahkan raut wajah kesal queen kini telah digantikan oleh senyuman.
Edgar pun bersyukur saat melihat senyuman dari istri dan putranya. Bayi gembul itu terlihat berceloteh riang saat semua orang sedang bernyanyi tadi.
Tampak senyumannya terus mengembang. Queen pun juga turut serta dalam kebahagiaan putranya.
" Wah, baby gerard senang sekali yah. " ucap rebecca.
" Seperti yang kamu lihat. " balas queen.
Kedua wanita itu semakin hari semakin akrab saja. Bahkan kini mereka sering keluar bersama saat edgar sedang bekerja.
Kini queen pun mulai kembali merasa nyaman tinggal dirumah mewah itu. Dia sudah tidak pernah dihantui oleh perasaan gelisah seperti saat pertama dia kembali.
Sekarang dia pun merasa lebih nyaman, apalagi ada rebecca yang sekarang menjadi temannya.
" Queen, besok aku akan menonton film di bioskop. Apa kamu mau ikut ? " Ucap rere.
" Ehmmm. Pagi siang atau malam. ? " tanya queen.
" Tetap tidak boleh kemanapun. Besok aku akan ambil cuti. Kurasa istriku harus menjaga jarak denganmu sebelum dia benar-benar ketularan virus bersenang senangmu. " sahut edgar yang tiba-tiba muncul.
Tbc.
__ADS_1