Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 52


__ADS_3

Sosok lelaki tampan itu melangkah tegas. Menggendong putranya dengan salah satu tangannya yang lain menggandeng tangan istrinya. Yah, dialah Edgar Baldwin.


Seorang pewaris tunggal kekayaan keluarga Baldwin yang begitu luar biasa. Tidak sedikit perusahaan yang keluarga baldwin wariskan pada putranya itu. Terbiasa hidup dengan berkecukupan membuat seorang edgar tidak pernah merasakan kesederhanaan dalam hidupnya.


Semuanya serba cling.. Dan begitu saja berada di depan mata. Semalaman suntuk lelaki itu tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Pasalnya sang istri yang terus saja meracau dalam tidurnya.


Wanita itu berulang kali berteriak. Perasaannya kini menjadi semakin tidak terkendali. Rasa takutnya semakin membuncah. Walaupun dia sempat berfikir jika semua ini hanya masalah mental saja.


Edgar berusaha untuk tetap tenang saat ini. Menekan perasaannya di depan sang istri dan juga putranya. Bahkan edgar pun sering dirumah saja untuk menemani istri dan putranya.


" Sayang, sepertinya Dr. Norin sedang ada tamu. " ucap queen saat mendapati seseorang yang baru saja masuk terlebih dahulu sebelum mereka.


Edgar tertegun. Menoleh kearah istrinya. Mereka berdua menghentikan langkahnya. Edgar mengernyitkan keningnya. Merasakan sesuatu hal yang aneh pada penuturan istrinya.


" Bagaimana bisa ? Bahkan kita sudah membuat janji sejak seminggu yang lalu. Sebaiknya kita masuk terlebih dahulu. "


Queen menatap suaminya.


" Aku baru saja melihat seseorang masuk kedalam ruangannya. " jelas queen.


Edgar terhenyak. Namun, dia tidak menunjukkan ekspresi wajah apapun. Bersikap biasa saja saat mendengar penuturan dari istrinya yang dia sendiripun tidak melihat kebenarannya.


Semakin hari, dia terlihat semakin aneh.


" Tidak ada. Ayo sebaiknya kita masuk. " ajak edgar. Walaupun ada sesuatu yang membuat hatinya mengganjal, lelaki itu terus saja menepisnya.


Sering kali dia merasakan ada sesuatu hal yang dimiliki oleh istrinya. Ntah itu kelebihan atau apa yang pasti edgar tidak meragukan kebenarannya, walaupun terkadang dia sangat kuat untuk menyangkalnya.


Tinggal beberapa langkah lagi dan kini pun mereka sudah berada di depan pintu ruangan Dr.Norin. Dokter yang sejak dulu menangani istrinya sejak kehamilan baby gerard.


tok tok tok


Edgar membuka pintu dan queen segera masuk kedalam ruangan tersebut. Kemudian disusul oleh edgar setelahnya. Queen dan edgar terduduk didepan Dr.Norin. Ketiganya mulai berbincang santai mengenai keluhan yang dirasakan oleh queen.


" Baik, sekarang kita lihat dulu perkembangan bayinya. Mari nyonya, berbaringlah disana. ! " titah dr. norin sambil menunjuk arah.


Queen pun segera beranjak dari duduknya. Wanita itu melangkah menuju brankar yang ada di sisi kirinya. Segera membaringkan tubuhnya. Edgar tersenyum tipis merasakan sesuatu kebahagiaan saat ini.


" Daddy, apa erard akan melihat bayi yang ada didalam perut mommy ? " tanya gerard tiba-tiba.


" Tentu, sayang. "


Kini terlihat sang dokter sedang mengoleskan krim pada perut queen setelah menyingkap sedikit pakaiannya. Kemudian dokter tersebut segera melakukan kegiatannya.


" Kandungannya sudah memasuki usia 18 bulan. Janinnya tumbuh sehat di dalam sini. Terus jaga asupan gizi makanan yang akan nyonya makan. "


" Baik dok. "

__ADS_1


" Wah.. Sepertinya kali ini kalian akan mendapatkan seorang anak berjenis kelamin perempuan. "


" Ah.. Benarkah itu. " sahut edgar.


Lelaki itu tampak sangat bahagia. Karena selama ini dia sangat menginginkan bayi perempuan. Mendengar kabar bahagia itu, membuat suasana hatinya kini berbunga-bunga.


" Iyah, Sepertinya begitu. Kita bisa memastikannya dua bulan yang akan datang. Karena kemungkinan berubah bisa saja terjadi jika alat kelaminnya kini yang tertutup oleh bagian tubuh yang lain. "


" Daddy, apa itu adikku ? " tanya gerard.


Edgar mengangguk.


" Iyah sayang. "


" Terus jaga asupan makanan yang nyonya makan. Jangan terlalu banyak berfikir. Sebisa mungkin tuan edgar membuat nyonya untuk merasa selalu merasa senang. "


" Iyah, dok. "


" Kurasa semuanya susah cukup. Kita bisa melihat perkembangannya pada bulan berikutnya. Nyonya bisa datang lagi pada tanggal yang sama. "


" Iyah, dok. " balas queen dan juga edgar.


Kemudian sang dokter pun segera kembali menghampiri kursinya. Queen dibantu oleh seorang perawat untuk membersihkan perutnya.


Dia kini sudah beranjak bangun dari tidurnya. Melihat kearah Dr, Norin dan suaminya yang sedang berbincang. Perlahan dia mulai melangkah menghampiri mereka.


Dia dengan sosok berpakaian serba putih itu saling mengunci tatapan matanya. Di dalam hati, queen terus mengucap doa sesuai dengan ajaran agamanya.


" Nyonya, kemarilah ! " titah dari Dr. Norin.


Queen tersentak kecil.


Apa yang sebenarnya kulihat tadi. ?


" Sayang, duduklah ! " titah edgar.


Perlahan queen mulai melangkah kembali menuju kursi yang ada disamping suaminya. Suasana hatinya masih kacau. Bahkan dia sama sekali tidak fokus mendengarkan percakapan sang dokter dan suaminya. Pikirannya masih terganggu oleh sosok berpakaian serba putih tadi.


" Baiklah, kalau begitu kami pamit untuk pergi. " ucap edgar.


" Yah, semoga nyonya dan bayinya selalu diberikan kesehatan. "


" Terimakasih, dok. "


Edgar pun segera beranjak dari duduknya. Masih menggendong putranya. Namun, secepat kilat dia mengalihkan pandangannya. Melihat sang istri yang masih terduduk ditempatnya. Tidak bergeming dan terkesan sedang melamun.


" Sayang, ayo kita pulang ! " ucap edgar sembari menyentuh bahu queen.

__ADS_1


Tersentak kecil. Queen segera mengadahkan kepalanya keatas.


" Kenapa, ed ? "


Edgar bisa melihat jika saat ini istrinya sedang dalam keadaan tidak sadar. Berusaha menepis segala sesuatu yang diluar nalar.


" Sayang, ayo kita pulang ! Apa kamu masih ingin di periksa oleh Dr. Norin ? " ucapnya diselingi dengan canda.


Queen mengangguk kecil, namun dia mulai kembali menyadarkan dirinya.


" Oh, iyah. "


Queen mengalihkan pandangannya kearah sang dokter. Menyodorkan tangannya untuk saling berjabat tangan.


" Baik, Terimakasih banyak, dok. Kami permisi. " ucapnya.


Kemudian mereka berdua segera keluar dari ruangan tersebut. Edgar dan queen kini sedang dalam perjalanan menuju pintu utama. Tak segan edgar merangkul bahu istrinya. Berusaha untuk menenangkan perasaannya.


Lelaki itu tampak bingung. Namun, dia harus bisa membuat istrinya tenang saat ini karena wanita itu kini sedang dalam posisi mengandung.


" Ingat kata Dr. Norin, sayang. Tidak boleh banyak pikiran. " tutur edgar.


Queen menoleh dan tersenyum.


" Iyah."


Walaupun dia berbicara seperti itu. Siapa yang tahu kini perasaannya sedang kacau. Rasa takut dan gelisah bercampur aduk. Queen begitu pandai dalam menutupi keadaannya.


" Mommy, sebentar lagi erard akan memiliki adik. "


Queen tersenyum. Mengangkat tangannya untuk mengusap lembut wajah putranya.


" Tentu sayang. Gerard akan memiliki adik perempuan yang cantik. "


" Apa dia akan seperti mommy ? "


" Heemm.. " Queen berdehem.


" Dia akan menjadi gadis yang sangat cantik sama seperti mommy. " sahut edgar sembari mengeratkan pelukannya.


Mereka semua tersenyum lebar saat kini bayangan sosok bayi mungil nan cantik sudah berkeliaran di kepalanya. Namun, tanpa mereka sadari jika saat ini queen sedang menitihkan air matanya. Secepat kilat dia mengusap wajahnya yang basah.


Entah mengapa, aku merasa seperti akan pergi jauh dari kalian.


Queen bergumam dalam hati. Diikuti dengan air mata yang kembali menetes tanpa dia sadari.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2