
Wanita cantik itu tampak sedang sibuk dengan tanamannya. Ditemani oleh dua pelayan yang saat ini bersamanya.
Sudah tiga hari berlalu, dia merasakan hidupnya kini kembali tenang. Walaupun dia sedang menahan rindu dengan kekasih hatinya.
Berbagai pertanyaan ada dikepalanya. Namun, dia memilih untuk mengambil langkah sendiri jika memang sang suami masih tidak ingin mengatakan sesuatu padanya.
Queen sangat yakin, jika sikap suaminya beberapa hari yang lalu hanyalah sandiwara saja. Tapi, dia pun tidak bisa mengendalikan dirinya ketika setiap detik merasa kesal dan marah akan keadaannya.
Berharap jika sang suaminya akan mengatakan kejujurannya. Bercerita tentang keputusannya untuk menjauh darinya, namun sayangnya lelaki itu memilih untuk datang hingga tiga hari ini.
" Nyonya.. " panggil elia dari ambang pintu.
Queen pun segera menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah elia yang sedang berdiri diambang pintu.
Melihat dan mendengar tangisan dari putranya.
" Sebentar elia. " balasnya.
Dia tahu mengapa elia kini memanggilnya. Suara tangisan baby gerard terdengar nyaring. Dengan tergopoh-gopoh, queen segera membuka celemek dan sarung tangannya. Melangkah cepat menghampiri mereka.
" Oohhh... Sayang.. Cup cup cup... Anak kesayangan mommy. " ucap queen menghibur sang buah hati sembari mengambil alih bayi tersebut dari gendongan elia.
" Aku akan membawanya ke kamar elia. "
Elia mengangguk.
" Ada yang ingin saya bicarakan mengenai rencana kita, nyonya. " ucap elia terkesan seperti berbisik.
" Sebaiknya kita bicarakan dikamar saja. "
Elia memgangguk. Keduanya pun melangkah cepat menaiki anak tangga untuk segera masuk kedalam kamar baby gerard.
***
Didalam kamar baby gerard. Queen dan elia sedang sali berbisik lirih sembari queen memberikan asi pada putranya.
" Semuanya sudah siap, nyonya. Apa anda sudah sangat yakin dengan keputusan ini. "
Queen terdiam. Menatap lekat wajah pelayannya itu. Ada perasaan ragu dan tidak rela. Tapi dia sendiripun jug tidak ingin terus dipermainkan oleh suaminya.
Aku sebenarnya tidak ingin pergi meninggalkan dirinya, tapi melihat bagaimana dia memperlakukan aku kemarin, rasanya dia sudah tidak menghargai aku lagi sebagai istrinya. Kurasa pergi dari sini adalah pilihan yang terbaik. Jika semuanya hanya sandiwara, dia tidak seharusnya parlu membawa wanita lain ikut kedalam sandiwaranya.
" Bagaimana, nyonya ? "
" Hem.. Baiklah elia aku akan ikut bersamamu ke kampung halaman. Semoga saja tidak ketahuan. " ucap queen.
Walaupun sebenarnya dia sangat tidak rela untuk pergi. Tapi rasa sakitnya melihat suaminya mengaku telah memiliki tunangan dan hubungannya telah berakhir, seakan sudah menjadi keputusan untuk mengakhiri semuanya.
Queen memantapkan hatinya. Memikirkan beberapa hal yang mungkin saja terjadi. Ketika mengingat kejadian tempo hari, hatinya begitu sakit.
__ADS_1
" Baiklah nyonya. Siang nanti nyonya pergilah ke gerbang belakang terlebih dahulu. Mobil pengangkut pupuk akan datang, sehingga gerbang itu akan terbuka. Semoga para penjaga tidak ada disana. "
" Hemm.. Lalu Bagaimana dengan baby gerard ? Bagaimana caranya aku membawanya. "
" Ehmm.. Saya sudah menyiapkan keranjang buah untuk membawa baby gerard keluar dari sini nyonya. " jelas elia.
Queen mengangguk.
" Baiklah, saya harus memastikan keadaan dibelakang dulu nyonya. Jangan lupa mengganti pakaian nyonya dengan pakaian milik saya. " tutur elia.
" Hem.. Baiklah elia, aku akan menunggu kode darimu. " balas queen.
Setelah elia mengangguk, dia pun segera bergegas untuk segera keluar dari kamar baby gerard.
Kini tinggallah queen dengan keheningan di hatinya. Masih bingung dengan pilihannya. Tapi ketika mengingat kembali kalimat yang terlontar dari suaminya kemarin rasanya dia sudah tidak ada harapan untuk terus mempertahankan hubungannya.
Semoga ini adalah pilihan yang terbaik untukku dan gerard.
Beberapa jam pun berlalu.
Merasakan kegugupan saat queen keluar dari kamar baby gerard. Memakai pakaian sederhana milik elia dengan menggunakan mantel milik elia pula. Mengenakan Hoodie yang ada pada mantel tersebut agar siapapun tidak bisa melihat wajahnya.
Queen membawa sebuah keranjang buah ditangannya. Itu bukanlah keranjang yang berisikan buah, melainkan di dalamnya ada bany gerard yang sudah terlelap. Karena keranjang yang cukup besar sehingga baby gerard pun cukup berada didalam sana.
Berjalan sedikit cepat menuruni tangga. Dengan jantungnya yang berdegup kencang, dia pun segera melangkah menuju pintu belakang. Berharap dalam hati tidak ada yang tahu akan penyamarannya.
Setelah membuka pintunya, dia pun segera keluar menuju kebun. Merasa lega karena tidak ada satu pelayan pun yang bertanya padanya.
" Bagaimana ini ? "
Queen memelankan langkah kakinya. Melirik kesekelilingnya.
" Heh, kau akan membawa buah itu kemana ? " tanya seseorang dari belakang.
Queen menghentikan langkahnya.
Astaga siapa itu ?
" Heh, biarkan saja. Dia ingin memberikan buah itu pada binatang yang ada dihutan. Dari pada dibuang. " sahut seseorang.
Queen yakin jika itu adalah suara elia. Sedikit bersyukur karena elia datang diwaktu yang tepat.
" Biar aku yang menemaninya. " lanjutnya.
" Heh tunggu, biar aku memeriksanya dulu. " cegahnya.
Seketika itu queen mendelik. Merasakan kegugupan dan ketakutan. Jantungnya berdegup kencang. Sayup-sayup terdengar suara langkah kaki mendekat.
" Heh.. jika kau ingin buah, masih ada didalam. Untuk apa kau memeriksa buah yang sudah busuk itu. Kurang pekerjaan sekali. " ucap wanita itu lagi.
__ADS_1
" Hah, yasudah. Kau banyak bisara sekali elia. " ucapnya dengan kesal.
Elia pun segera berjalan menghampiri queen. Mereka pun kembali pada k
" Ayo, akan kutemani kamu ke dalam hutan. " ucap elia dengan mengambil alih baby gerard dari tangan queen.
Mereka berdua pun segera melangkah pergi keluar gerbang belakang menuju hutan. Belum ada yang tahu apakah didalam hutan tersebut ada jalan. Tapi tujuan mereka bukanlah melewati hutan tersebut. Melainkan melewati dan memotong jalan menuju jalan raya.
Queen bernafas lega setelah berada didalam hutan. Sejenak dia berhenti dan berbalik. Manatap sekali lagi rumah mewah bak istana itu. Dia harus mengambil keputusan untuk masa depannya sendiri.
" Apa nyonya berubah pikiran ? " Tanya elia.
Queen menggeleng.
" Aku sangat mencintainya, elia. Tapi kamu tahu sendiri bagaimana dia kemarin membawa wanita lain. Kurasa ini adalah keputusan yang terbaik elia. Aku tidak mungkin kembali ke negaraku, karena dia pasti bisa dengan cepat menemukan aku. " ucap queen.
Elia mengangguk.
" Ayo nyonya. Sebaiknya kita segera bergegas pergi sebelum mereka menyadari semuanya. Saya akan mengambil tasnya dulu. " tutur elia.
Mereka pun segera melanjutkan perjalanannya setelah elia mengambil tas milik queen dan baby gerard dari balik semak.
Siang itu keduanya pun berhasil kabur dari istana edgar. Elia sudah menyiapkan semuanya sejak kemarin. Wanita cantik itu benar-benar bisa diandalkan.
" Elia, apa masih jauh ? Rasanya aku sungguh lelah. " keluh queen.
" Sebaiknya kita berhenti dulu, nyonya. Baby gerard terlihat sudah tidak nyaman berada didalam sini. " tutur elia.
Keduanya pun menghentikan langkahnya. Memilih tempat yang pas untuk mereka beristirahat sejenak. Queen pun segera mengambil putranya dari dalam keranjang itu dan segera memberinya asi.
Membiarkan keheningan kini mengbil alih. Sesekali elia mengalihkan pandangannya kearah majikannya. Dia bisa melihat kegelisahan dari wajahnya.
" Jika nyonya menyesal dan ingin kembali, kita masih belum terlalu jauh. " tawar elia.
Queen menggeleng.
" Aku tidak akan kembali elia. Edgar sendiri yang memutuskan hubungan denganku. Biar saja aku pergi. " ucap queen.
Sayup-sayup terdengar suara tembakan. Berulang kali dan semakin berisik. Mereka berdua pun saling menatap.
" Elia, kau dengar itu ? "
" Nyonya. " elia mengangguk.
" Ada apa ini ? " ucap queen lagi.
" Sebaiknya kita segera melanjutkan perjalanan. Dan setelahnya segera mencari bus. " tutur elia.
Dengan cepat keduanya beranjak dari duduknya dan segera merapikan pakaiannya. Kini queen memilih untuk menggendong putranya daripada meletakkan didalam keranjang.
__ADS_1
Tergesa-gesa, mereka berdua berjalan dengan langkah besar. Jantungnya berdegup kencang. Memikirkan sesuatu yang kini sedang terjadi. Tapi, satu hal yang mereka inginkan adalah segera mencapai jalan raya dan mencari bus.
Tbc.