Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 20


__ADS_3

Hhhaaahhhh...


Edgar muncul dari dalam air setelah dia berhasil melepaskan jangkarnya. Menghembuskan nafas kasar setelah sekian menit menahan nafasnya. Mengadakan wajahnya untuk melihat keatas. Namun, dia begitu terkejut ketika kini bukanlah sosok wanita cantik yang dilihatnya.



Wajahnya tampak tegang ketika kedua maniknya menangkap sosok lelaki yang sangat dia kenal telah berdiri diatasnya sembari tersenyum tipis menatap kearahnya.


" Hallo, Ed " sapanya


Tak menunggu lagi, edgar segera membawa tubuhnya untuk naik keatas. Meraih kaos dalaman yang tadi dilepaskannya dan segera dipakai olehnya lagi.


" Dimana dia ? "


Gelak tawa terdengar nyaring.


" Dia sangat cantik. Sungguh sayang sekali jika harus dilewatkan " ucapnya menanggapi perkataan edgar


" Breng**k.. Awas saja jika kau berani macam-macam padanya " ancam edgar


Sosok lelaki yang ada didepannya itu hanya menyeringai tipis. Tak lama kemudian dia telah melangkah berbalik.


" Bawa dia, aku akan sedikit memberikan pertunjukan sebelum mengakhiri hidupnya " titahnya pada beberapa anak buahnya yang ada disana


Kemudian dua diantaranya segera menarik tangan Edgar paksa agar lelaki itu mengikuti langkah kaki mereka.


***


Bruuaaeekkkhgg


Tubuh edgar terhempas kuat hingga membuatnya jatuh tersungkur. Edgar segera mengangkat wajahnya untuk dapat melihat sosok wanita yang saat ini berada didepannya. Nampak sekilas jika mulut wanita itu telah ditutup oleh plester


Siapa yang sangka jika saat ini sosok wanita yang tengah duduk dikursi dengan kedua tangannya diikat kebelakang itu adalah istrinya.


Edgar melototkan matanya kearah wanita itu. Wajahnya seketika itu mengeras mendapati sosok istrinya yang saat ini sedang menangis.


Entah apa yang sedang terjadi padanya. Namun, ketika melihat wajah istrinya yang sedang bersedih seperti itu, membuat hatinya meringis, ikut merasakan kepedihannya.


Kini edgar melihat sekeliling ruangan dengan masih pada posisinya. Dia bisa memastikan jika saat ini dirinya telah kembali berada di dalam resort miliknya yang telah ditinggalkan olehnya tadi sebelum dia kini kembali lagi.


" Eehhhhhhmmmm.. eehhhmmmmm "


Suara Teriakkan yang tertahan telah mengembalikan kesadarannya. Edgar kini kembali menatap kearah istrinya. Secepat kilat dia segera bangkit dari posisinya.


Tak ingin membuang waktu lagi edgar segera membuka plester yang menutupi mulut wanita itu.


" Kau baik-baik saja, queen ? Apa mereka menyakitimu ? " tanyanya dengan panik


Queen menggeleng cepat. Namun seketika itu dia melototkan matanya.


" Awas.. Ed " Teriaknya


Belum sempat Edgar menghindar, sosok lelaki bertubuh kekar telah lebih dulu menarik lengannya. Menghempaskan kasar tubuh lelaki itu dengan kasar hingga membuatnya kembali terjatuh.


" Edgaaarr " teriak queen lagi


Tampak seseorang datang dengan tersenyum jahat. Setelahnya, terlihat beberapa lelaki bertubuh kekar lainnya pun ikut menghampiri mereka.


" Berikan sedikit pelajaran padanya ! " ucap orang itu yang menjadi bos bagi yang lainnya


Queen menyipitkan matanya. Dia seakan sudah tidak asing melihat sosok lelaki itu. Tapi ingatannya sungguh minim hingga tidak bisa memberikan jawaban.

__ADS_1


Tak menunggu lama, beberapa orang bertubuh kekar itu segera menarik paksa lengan Edgar agar lelaki itu bangkit.


Tanpa aba-aba salah satu dari mereka segera melayangkan sebuah pukulan keras di perut edgar.


Eeeeuuuhhhhh


" Hahhhhhh.. " pekik queen


Disusul oleh beberapa orang bertubuh kekar lainnya yang juga melayangkan pukulan diperut dan wajahnya. Bahkan mereka tidak segan menggunakan balok kayu untuk memukul tubuh Edgar yang lain juga dikepalanya.


Queen pun terus berteriak keras, meminta tolong agar mereka mau menghentikan pukulannya pada suaminya itu.


*Eeuuuhhhhhggg


aaaaahhhhhggg


Eeuuuhhhhhggg


aaaarrhhhhhhgg*


" Tolong hentikan ! "


" Kumohon.. hentikan ! "


" Jangan sakiti dia ! "


Teriakkan queen terus menggema di penjuru ruangan tersebut. Bahkan wanita itu kini telah menangis melihat sosok suaminya yang diperlukan seperti itu.


Wanita itu hanya bisa menangis dan menggeleng menyaksikan suaminya yang tampak tak berdaya. Bahkan untuk menghampirinya saja queen tidak bisa karena memang dirinya yang masih terikat dikursi.


Sungguh dia tidak pernah menyangka jika saat ini yang dilihatnya adalah nyata. Dia sama sekali tidak ingin menyaksikan langsung kejadian ini jika saja dia bisa memintanya.


Namun takdir telah berkata lain. Pertemuannya dengan sosok lelaki yang saat ini telah menjadi suaminya pun juga tidak pernah dia minta hingga hal ini terjadi pun juga tidak pernah dia inginkan.


" Tolong.. Hentikan ! " ucapnya semakin melemah.


Tidak sanggup melihat sosok lelaki yang juga menjadi suaminya itu kini tampak tak berdaya dengan kepalanya yang telah bercucuran darah segar.


" STTTOOPPP "


Seketika itu kelima orang yang bertubuh kekar itu menghentikan aktivitasnya. Membiarkan tubuh Edgar yang saat ini jatuh tersungkur dilantai.


Sosok lelaki yang menjadi bos mereka itu kini telah melangkah perlahan menghampiri queen.


Sejenak dia menatap lekat wajah cantik wanita itu yang tampak kacau dengan lelehan air matanya yang membasahi wajahnya.


" Tolong hentikan, tuan ! Jangan sakiti suamiku ! " pinta queen pada lelaki itu.


Senyuman menyeringai menghiasi wajahnya. Sekilas dia melirik kearah edgar yang saat ini pun tampak sedang menatap kearahnya. Yah.. Edgar begitu tersentuh setelah mendengar permintaan dari wanita yang baru beberapa hari ini telah resmi menjadi istrinya itu.


" Apa yang bisa kau berikan padaku sebagai gantinya, cantik " ucapnya dengan salah satu tangannya kini terulur untuk mengusap lembut pipi queen yang basah.


" Apapun itu yang kau inginkan, tuan " Jawab queen tanpa ragu. Dia sungguh tidak ingin lagi menyaksikan kejadian yang mengerikan itu.


" Tidak.. Jangaann..queeenn ! " ucap Edgar dengan berat.


Bahkan saat ini tubuhnya pun terasa remuk redam setelah mendapatkan pukulan yang bertubi-tubi.


" Wwooooohhhh.. Kau sangat mencintainya. Sungguh beruntung sekali Edgar bisa mendapatkan wanita secantik kamu, bahkan kau pun juga rela berkorban untuknya. " ucapnya seakan mengejek


" Menarik "

__ADS_1


" Baiklah.. Bagaimana jika kita bermain sebentar, nona. Aku ingin melihat seberapa hebat kau biasa memuaskan suamimu " ucapnya lagi sembari menatap kearah Edgar


Jangan tanya lagi, bagaimana keadaan Edgar saat ini. Perlahan dia mulai bangkit dari posisinya. Kedua matanya menatap tajam kearah lelaki itu. Bahkan kedua tangannya terkepal kuat. Masih menahan dengan sangat kuat tubuhnya yang terasa remuk redam.



" Habisi aku jika kau ingin menyentuhnya, Chris " ucap edgar dengan penuh penekanan


Sosok lelaki yang bernama Chris tersebut hanya tersenyum mengejek kearah Edgar.


" Tunjukkan padanya jika kau mampu melindunginya " sindir Chris yang membuat amarah Edgar semakin membuncah.


Dengan hanya memberikan kode melalui gerakan kepalanya saja, beberapa orang bertubuh kekar tadi segera memulai pertunjukannya sekali lagi.


Namun kali ini tampak berbeda. Entah bagaimana bisa Edgar dengan mudahnya melawan mereka. Walaupun tak jarang dia juga mendapatkan pukulan.


*Eeeeuuuhhhhh..


Bbbbbrrrrrrkkkk


Bbuuuugghh*


Mereka telah melakukan pertarungan yang sengit. Namun, tetap saja Edgar tidak bisa memenangkan pertarungan itu, karena jelas jika lawannya tidak sebanding.


Edgar kembali jatuh tersungkur.


" Edgaaarr " Teriak queen beberapa kali dan dapat menggetarkan hati lelaki itu.


Tak lama, Chris telah berhasil membuka ikatan tali yang mengikat pada tangan queen. Dengan sedikit erat chris segera menarik tangan wanita itu untuk melangkah pergi menuju kamar.


" Kurasa, aku bisa memiliki wanita cantik ini setelah kau tiada, Ed. " ucapnya sebelum dia benar-benar telah pergi menuju salah satu kamar yang ada di sana.


Edgar mengadahkan kepalanya untuk dapat melihat sosok istrinya yang saat ini telah dibawa pergi oleh Chris.


Tbc.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Minggu yang menegangkan..


Up satu lagi..


Selamat menikmati hari libur..


Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


😘😘


__ADS_2