Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 46


__ADS_3

Queen menatap tajam kearah Rebecca yang saat ini tengah menggendong putranya. Penuh dengan amarah, bahkan dia tidak menyadari jika saat ini dirinya sudah mengepalkan kedua tangannya.


" Bagaimana bisa gerard bersama dengannya ? " tanya queen.


Menatap kearah suaminya dengan tajam. Edgar menelan ludahnya sedikit berat. Mencoba meraih tangan istrinya sekali lagi, namun queen kembali menghempaskannya.


" Jangan sentuh aku ! "


" Jadi kalian berdua datang kesini hanya untuk mengambil putraku. " bentaknya.


Edgar menggeleng. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan dirinya menjadi rapuh. Tidak sanggup melihat sosok wanitanya yang sedang dalam keterpurukan.


" Sayang, tolong maafkan aku ! Aku yang salah. Dengarkan aku dulu ! Akan ku jelaskan semuanya. " bujuk edgar agar queen sedikit lebih tenang.


" Kemarikan putraku ! Kau tidak berhak atas dirinya. Kemarikan ! " bentak queen yang kini menatap tajam kearah Rebecca.


Rebecca dan petter masih terdiam di tempatnya. Menatap santai kearah pasangan itu. Tak lama kemudian petter menuntun Rebecca agar mendekat dan berniat untuk membantu edgar menyelesaikan masalahnya.


" Queen, jangan berteriak atau putramu akan kembali menangis karena terkejut mendengar teriakkanmu. " tutur Rebecca.


" Kau, seharusnya kalian tidak perlu datang lagi dihadapanku. Aku tidak akan pernah menghalangi hubungan kalian. " ucap queen


" Pergilah ! Tapi tolong jangan bawa putraku. Jangan bawa dia ! " lanjutnya dengan memelas sembari mengatupkan kedua tangannya.


" Astaga, queen. Apa yang kamu lakukan, sayang. Rebecca adalah sepupuku. Dan itu petter pamanku, ayah rere. " jelas edgar singkat.


Seketika itu queen mengalihkan pandangannya. Menatap kearah suaminya dengan kesal dan penuh tanya. Bagaimana bisa suaminya sendiri telah melakukan sandiwara murahan semacam itu. Hingga membuatnya memilih untuk pergi.


" Apa yang kamu katakan, ed ? Sepupu ? " tanya queen lirih.


Amarah queen semakin meningkat. Merasa bodoh karena sudah termakan oleh sandiwara yang mereka ciptakan. Sungguh muak. pikirnya.


" Kamu membohongiku. "


" Jadi benar, jika kamu hanya mempermainkan aku ? Dasar jahat. Kamu jahat, ed. Jahat. " ucap queen sembari memukul tubuh suaminya.


Beberapa kali hingga dia pun tidak dasar jika luka dipergelangan tangannya kini telah kembali mengeluarkan darah.


" Astaga, sayang. " ucap edgar


" Dia berdarah, ed. " ucap paman petter.


Seketika itu pun, queen terdiam. Dia melihat kearah perban yang ada dipergelangan tangannya. Kembali merasakan nyeri disana.


" Biar, paman panggilkan dokter. " ucap petter panik.


Tak lama lelaki paruh baya itu pun segera melangkah pergi untuk memanggil dokter.


" Maafkan aku, sayang. Apa rasanya sangat sakit ? " tanya edgar dengan lembut.


Queen masih menangis tanpa menghiraukan perkataan suaminya. Ada rasa marah, kesal, dan juga tidak terima. Tapi dia pun juuga merasa lega karena semuanya kini sudah terjawab. Masalah rumahtangganya sudah menemukan titik terang.

__ADS_1


" Kamu jahat, ed. Kamu jahat. " ucapnya lirih.


Edgar pun segera memeluknya. Merasa sang istri yang tidak menolak, edgar pun semakin mengeratkan pelukannya. Membiarkan dirinya untuk melepaskan beban dihatinya.


" Maafkan aku, sayang. Tolong maafkan aku ! Aku sungguh menyesal karena telah melakukan sandiwara itu. Yang ku inginkan adalah keselamatanmu. Tidak ada yang lainnya. " tutur edgar dengan lembut.


Queen pun semakin terisak dalam pelukan suaminya. Walaupun dia sudah merasa lega. Namun, entah mengapa hatinya masih merasakan keganjalan. Seperti masih ada yang belum terkuak.


" Bagaimana bisa kamu tega melakukan sandiwara samacam itu ? Aku sungguh muak melihatmu, ed. Kamu benar-benar jahat. " ucap queen disela-sela tangisannya.


" Maafkan aku, sayang. Setelah ini, aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku berjanji tidak akan membuatmu dalam kesedihan lagi. Aku berjanji. "


" Jangan pernah mengumbar janji jika pada akhirnya kau pun mengingkari, ed. ! " tutur rere.


Edgar pun seketika mengalihkan pandangannya kearah rere. Menatap tidak suka. Perlahan dia pun mulai meleraikan pelukannya.


" Diamlah, kau banyak bisara sekali. " tutur edgar.


Tak lama kemudian seorang lelaki masuk kedalam ruangan tersebut dengan menggunakan jas kebesarannya. Pakaian dan jas yang seba putih bersih. Lelaki itu tersenyum dan melangkah mendekati queen.


Tak lama kemudian petter dan seorang perawat dengan membawa peralatan dokter itu masuk kedalam.


" Sebaiknya, yang lain tunggu diluar saja. Saya akan membuka perban dan melihat lukanya. " titah sang dokter.


" Baik dok. " ucap Rere dan petter.


Tidak untuk edgar. Lelaki itu bahkan masih terdiam ditempatnya. Masih terduduk disamping istrinya.


" Lakukan saja pekerjaanmu ! Aku hanya ingin menemani istriku. " tukas edgar dengan kesal.


" Ed, sebaiknya kita tu.... "


" Aku akan menemani istriku, paman " tukas edgar.


" Baiklah, Ayo kita keluar re ! " ucap paman petter.


Setelah Paman petter dan Rebecca keluar dari ruangan tersebut, perawat tadi segera menutup pintunya setelah memberikan peralatan medis pada sang dokter.


Sang dokter pun kini segera menghampiri queen. Meraih tangan wanita itu. Perlahan-lahan dia mulai membuka perbannya.


Pantas saja darahnya kembali keluar, karena memang plester untuk merekatkan bagian pergelangan tangannya yang terluka sudah terlepas.


Dengan cepat dan sangat hati-hati, dokter tersebut memberikan pengobatan. Edgar pun merasakan deg-degan ketika melihat raut wajah istrinya yang sedang menahan sakit.


Beberapa menit berlalu. Edgar masih merangkul bahu istrinya. Sang dokter kini sudah mulai beranjak dari duduknya.


" Baiklah, semuanya sudah selesai. " ucap sang dokter.


" Apa saya sudah boleh pulang, dok ? " Tanya queen tiba-tiba.


Sang dokter hanya terkekeh kecil sambil menggeleng.

__ADS_1


" Kami harus memastikan dulu bahwa keadaan nyonya sudah membaik. " balas sang dokter.


Queen mengangguk, dia mengerti dengan perkataan sang dokter.


" Baik, saya permisi. " pamit dokter tersebut.


Dokter dan perawat tersebut pun akhirnya berjalan keluar dari kamar tersebut. Kini hanya meninggalkan queen dan edgar saja. Tak berselang lama, sosok pria paruh baya dan wanita cantik tadi kembali masuk kedalam kamarnya.


" Jadi, kalian benar-benar sepupu ? Lalu apa yang membuat kalian tega untuk melakukan sandiwara itu ? " tanya queen dengan tiba-tiba.


Rasanya dia sudah tidak sabar lagi untuk segera mengetahui alasannya. Bagaimana bisa suaminya tega memperlakukan dirinya seperti kemarin.


Edgar menegang. Menelan ludahnya sedikit berat. Sekilas menatap kearah rere.


" Ceritakan semuanya, ed ! " tutur rere.


" Ayo kita duduk disana, pa. Dengarkan cerita dongeng darinya. " ucap rere pada papanya yang juga terkesan menyindir saudaranya.


Edgar meraih kedua tangan istrinya. Dengan sangat lembut dia menciumnya.


" Maafkan aku, sayang. Semuanya karena kesalahanku. " ucap edgar.


Queen masih terdiam tanpa berkomentar. Menatap lekat wajahnya.


" Kamu masih ingatkah pada alex, kakak kandung Chris ? " tanya edgar pada queen.


Perlahan queen mengangguk.


" Dia sedang mengacaukan anak cabang perusahaanku yang ada di Mexico. Tanpa ku sadari, ternyata dia pun juga menyiapkan serangan pada perusahaan pusat. Pikiranku kacau. Akhirnya aku meminta pada ketiga orangku agar segera berangkat kesana guna mengatasi masalah yang terjadi. "


Edgar memghela nafasnya.


" Setelah menyusun rencana untuk menyelesaikan masalah di mexico. Aku pun segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah yang ada disini. Ternyata masalah yang sesungguhnya ada diperusahaan pusat dan masalah yang ada di Mexico itu hanyalah jebakan. "


" Lalu apa hubungannya dengan kamu melakukan sandiwara itu, ed ? " tanya queen tidak sabaran.


" Yah, semuanya berhubungan, sayang. Karena aku tidak ingin kamu dalam bahaya. Aku takut kamu akan ikut merasakan imbasnya. " balas Edgar.


Queen mengernyitkan keningnya. Dia masih bingung.


" Seseorang karyawanku telah terbukti menggelapkan dana cukup besar. Dan data-datanya perusahaan pun sudah dia curi. Aku terus mendesaknya agar dia mau mengakuinya. Yah.. Semuanya terjadi karena memang dia adalah orang suruhan alex. Bahkan dia menjelaskan, jika alex berniat ingin menghancurkan aku dan keluargaku. "


" Saat itu pikirkanku sangat kacau. Dan pada akhirnya aku melakukan sandiwara itu agar sementara waktu kamu bisa berjauhan denganku. Agar aku bisa lebih leluasa untuk menyelesaikan masalahku tanpa harus melibatkanmu, sayang. Aku hanya ingin mengamankanmu dirumah kita tanpa membuatmu khawatir. Tapi nyatanya Alex pun tahu dimana rumahku dan disanalah kamu dan putraku tinggal. Bersyukur kamu bisa pergi dan selamat, walaupun mengalami kejadian-kejadian yang tidak terduga seperti ini. "


Edgar kembali mencium tangan istrinya.


" Tolong maafkan aku, sayang ! Setelah ini, aku tidak akan pernah melakukan apapun yang dapat menyakitimu lagi. Aku berjanji. " ucapnya dengan penuh keyakinan.


Pada akhirnya, queen kembali menangis dan edgar pun segera memeluknya. Memberikan ciuman dipuncak kepalanya. Kini hatinya merasa plong setelah mengungkapkan unek-uneknya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2