Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 36


__ADS_3

Wanita berparas cantik dan seksi turun dari mobilnya. Membawa tas jinjing berharga fantastis berwarna merah ditangan kanannya.


Dandanan wajahnya pun sangat pas, begitu anggun dan tampak berkelas. Hingga membuat queen terpanah. Masih diam ditempatnya, queen memandang kagum wanita itu.


Wanita berparas cantik itu, kini sedang melangkah menghampiri queen yang masih berada didepan pintu rumah keluarga baldwin. Tatapan matanya tampak menyelidik menatapnya.


" Ada apa ini ? Apa yang kalian lakukan disini, hah ? Kembali dan segera lanjutkan pekerjaan kalian ! Dasar pelayan tidak becus. " bentaknya.


Namun, elia dan queen masih diam dan tidak berminat untuk pergi. Entah apa yang sedang mereka pikirkan.


Wanita cantik itu juga masih di tempatnya, kedua matanya menatap lekat-lekat wajah queen. Menelisik penampilannya dari atas ke bawah.


Siapa wanita ini? Kenapa edgar tidak pernah bercerita jika akan ada tamu ? gumam queen dalam hati.


Kedua wanita cantik berbeda usia itu pun saling menatap dalam kebisuan. Namun hanya sesaat setelah queen tersadar dari angannya.


" Maaf, nona. Anda siapa ? Tidak sepatutnya seorang tamu bersikap seperti ini. " tutur queen.


Seketika itu, wanita dengan kecantikan yang sempurna itu semakin menatap tajam kearah queen dengan emosinya yang mudah tersulut.


" Hei, seharusnya aku yang mengatakan itu. Kau, seorang pelayan tidak seharusnya bersikap sok di depanku. Kurasa kau perlu tahu pelayan centil, aku bisa saja memecatmu setelah ini. " ucapnya.


Queen mengernyitkan keningnya. Mulai merasa penasaran, bingung, dan juga heran mendapati kedatangan wanita cantik itu.


" Sebaiknya bersikaplah baik seperti para pelayan lainnya. Sekarang, ambil dan bawa masuk koperku. Karena aku ingin segera istirahat. " pintanya.


Wanita itu kini berganti menoleh kearah elia yang masih tertegun di samping queen.


" Dan kau, siapkan air hangat. Aku ingin sekali berendam air hangat sebelum beristirahat. " titahnya pada elia.


Queen pun kini mulai merasa kesal. Emosinya tiba-tiba saja tak bisa diredam olehnya.


Wanita yang baru saja akan melangkah masuk itu pun tersentak kecil ketika queen menahan tangannya. Menggenggam erat pergelangan tangannya. Membuat keduanya saling menatap tajam.


" Jaga sikap Anda, nona ! Bersikaplah wajar seperti seorang tamu atau penjaga akan menyeret Anda untuk pergi dari sini. "


Seketika itu matanya melotot kearah queen.


" Berani sekali kau berbicara seperti itu padaku, hah ? Kau tidak tahu siapa aku ? " ucapnya tidak terima.


" Penjaga. " teriak queen.


Dua orang lelaki berbadan kekar pun segera datang. Menatap bingung kearah mereka berdua.


" Morly seret nona ini kembali ke mobilnya. " titah queen.


Tanpa di duga oleh semuanya. Wanita cantik itu menarik tangannya kasar dan segera mendorong tubuh queen hingga terhuyung kebelakang. Untung saja rekan morly segera menahan tubuh queen, sehingga tidak sampai terjatuh.


" Kau, seorang pelayan yang sangat tidak tahu diri. Aku akan bilang pada edgar agar dia memecatmu. "


Queen yang baru saja menegakkan tubuhnya kembali, seketika itu melayangkan tangannya. Namun siapa yang sangka jika saat itu seseorang sedang menghampiri mereka berdua.


Entah karena sibuk bertengkar atau memang suara deru mobilnya yang sangat halus hingga tidak terdengar oleh mereka.


Tangan queen yang hampir saja mengenai pipi mulus wanita itu. Yang mungkin sebentar lagi akan berubah menjadi kemerahan. Tapi nyatanya tidak akan terjadi.


Seseorang telah menahan tangan queen lebih dulu. Sehingga queen pun begitu terkesiap. Menoleh kesamping.


" Ed. " Panggilnya.


Queen menatap heran. Merasa ada keanehan diwajah suaminya. Tidak ada senyuman diwajahnya. Bahkan dia sedang menatapnya dengan tajam.


" Jaga sikapmu, queen ! Kau harus tahu dimana posisimu sekarang. Rere adalah tunanganku. " ucap edgar dengan penuh penekanan.


Seketika itu juga tubuh queen melemas. Seakan sedang tertimpa batu besar. Kedua matanya pun berubah menjadi sayu. Hatinya begitu sakit mendengarnya.


Merasa tidak percaya, bingung dan juga kesal disaat bersamaan. Marah, tidak terima. Queen pun kini mengepalkan kedua tangannya. Mata sayunya tiba-tiba saja melelehkan cairan bening.

__ADS_1


" Apa maksudmu, ed ? Dia adalah tunanganmu ? Lalu aku ? "


Queen dengan cepat menarik tangannya.


" Jadi, semuanya yang sudah terjadi adalah sandiwaramu saja ? Kau menggunakan aku sebagai bonekamu, agar kamu bisa mendapatkan seluruh kekayaan keluargamu. Benarkah begitu, ed ? " ucap queen dengan amarah yang meledak-ledak.


Air matanya bercucuran. Hatinya sakit. Tidak terima dengan kenyataan. Merasa kecewa dan juga marah. Dia sungguh merasa hancur saat ini.


" Jadi, dia wanita yang sudah melahirkan anakmu ? " sahut rere.


Heemm.. Edgar berdehem.


" Breng**k. " ucap queen dengan amarahnya yang semakin meningkat.


Plaakkk


Satu tamparan telah mendarat dengan mulus di pipi kanannya. Edgar pun kini tampak menatap tajam kearah istrinya.


Semuanya kini mematung ditempatnya. Melihat queen yang baru saja masuk kedalam dengan tergesa-gesa. Edgar pun segera ikut melangkah masuk ketika pikiran buruknya melintas.


" Elia, tolong kemasi barang-barang milik nyonya. " titah edgar sebelum menyusul langkah queen.


Sedikit berlari edgar menaiki anak tangga. Kedua matanya masih mengikuti kemana sosok istrinya mengarah.


Wanita cantik itu pun juga mengikuti langkah edgar dari belakang. Begitu bangga dengan menyunggingkan senyuman manis diwajahnya.


Queen yang baru saja masuk kedalam kamarnya. Ketika pintunya akan tertutup, namun begitu saja kembali terbuka lebar.


Keduanya saling melemparkan pandangan.


" Untuk apa kau mengikutiku ? " teriak queen.


Edgar dengan kasar menarik tangan queen untuk masuk kedalam dan membantung pintu kamarnya.


" Ganti pakaianmu ! " ucap edgar dwngan berat.


Edgar menghempaskan tangan queen. Namun queen masih tampak diam sembari terus menatap penuh amarah pada suaminya.


" Cepat ganti pakaianmu !! " teriak edgar semakin meradang.


Queen pun hanya bisa menangis merasakan hatinya yang semakin sakit.


" Kamu benar-benar breng**k, ed. Aku sangat bodoh karena bisa begitu saja mempercayaimu. " ucap queen dalam tangisnya.


Edgar tersenyum tipis.


" Aku bisa apa ? Papa terus saja mendesakku agar segera menikah dan memiliki anak. Sedangkan kekasihku sedang banyak urusan. Pikirkanlah ! Kau juga akan menikmati semuanya, queen. " ucap edgar dengan mudahnya.


" Kamu benar-benar menjijikkan, ed. Lelaki breng**k yang sangat hina. Aku sungguh menyesal telah mempercayaimu.. " teriak queen dengan penuh amarah dan penyesalan.


" Ceraikan aku ! " teriaknya lagi.


Seketika itu edgar mengatupkan rahangnya.


" Aku tidak akan pernah menceraikanmu queen, sayang. Putraku memerlukanmu saat ini. " balas edgar santai.


" Sebaiknya kau menurut saja apa kataku ! " ucapnya.


" Ayo ikut aku ! " ucap edgar sembari menarik tangan queen dengan kasar.


" Tidak, aku tidak mau. "


" Kau akan tahu akibatnya jika membangkang queen. " bentak edgar menanggapi queen yangbterus saja memberontak.


" Lepas, ed ! "


Edgar membawa queen keluar dari kamarnya. Menuruni anak tangga. Tersenyum tipis pada rere yang saat ini melihat kearahnya.

__ADS_1


Edgar menghentikan langkahnya tepat didepan rere. Mereka berdiri di depan tangga setelah kini sampai di lantai bawah.


" ELIAA... " panggil edgar.


Sesaat kemudian, elia datang dengan terburu-buru dan juga sedikit takut.


" I-iya tuan, ada yang bi... "


" Apa kau tuli ? Aku memintamu agar membereskan barang-barang milik nyonya. Lalu apa yang kau lakukan sejak tadi, hah. " bentak edgar dengan suara menggelegar.


Elia yang saat ini sedang menunduk, semakin menundukkan kepalanya sambil meremas kedua tangannya.


" Ma-maafkan saya, tuan. Saya akan segera membereskannya. " jawab elia takut.


" Cepat lakukan ! Aku tidak suka menunggu. " bentaknya lagi.


" Kau benar-benar kejam, ed. Tidak berperasaan. "


Terdengar gelak tawa nyaring. Queen pun kini tampak mengalihkan pandangannya. Menatap penuh amarah kearah rere.


" Aku sungguh terharu melihatmu, queen. " sindirnya dengan masih menunjukkan senyuman mengejek.


" Kalian memang benar-benar cocok. Pasangan breng**k yang tidak punya hati. " ucap queen.


" Jaga bicaramu queen ! " ingat edgar.


Tak berselang lama, elia pun kini melangkah dengan membawa satu koper berukuran besar. Dengan tergesa-gesa dan sedikit kesulitan dia menuruni anak tangga.


Elia melangkah semakin mendekat.


" Sayang, tunggulah disini ! Aku akan segera kembali. " ucapnya pada rere.


Seketika itu edgar melangkah pergi menuju pintu utama. Dengan queen yang terus memberontak dan berteriak. Dibelakang mereka ada elia yang tampak mengikuti langkah mereka menuju mobil.


" Ed, lepaskan aku ! "


" Bagaimana dengan putraku ? "


" Bawa dia bersamaku ! "


" Lepaskan aku, ed. "


" Aku ingin bersama dengan putraku. "


Teriakkan queen sejak edgar menariknya keluar hingga menuju mobil. Namun, edgar sama sekali tidak merasa terusik dengan teriakannya.


Tbc.


.


.


.


.


.


.


.


Slow update yah readers..


Author lagi banyak pekerjaan di dunia nyata..


mohon dimaafkan jika harus menunggu lama..

__ADS_1


Terimakasih..


😘😘


__ADS_2