Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 51


__ADS_3

" Mommy.. Daddy.. "


Brak brak brak


Dua orang yang masih terlelap dibalik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya, sedikit terusik saat mendengar suara berisik.


brak brak brak


" Mommy.. Daddy.. "


Queen tersentak kecil. Matanya terbuka lebar dengan terpaksa. Kini dia mengalihkan pandangannya kearah samping. Sang suami masih terlelap. Mungkin semalam mereka berdua melakukan olahraga yang cukup melelahkan.


" Sayang.. Bangunlah ! "


Panggil queen pelan sambil mengguncang tubuh suaminya pelan.


" Sayang.. "


Eeeeeuuuuuuuuuuhgg


Edgar menggeliat. Kemudian matanya perlahan terbuka. Menatap lekat wajah cantik istrinya.


" Apa apa hem ? Perutmu sa..... "


" Mommy.. Daddy.. "


Queen tersenyum lebar.


" Sepertinya dia mimpi buruk lagi, ed. " ucap queen saat melihat sang suami yang termangu mendengar teriakkan dari putranya.


" Aku kira terjadi sesuatu padamu atau pada bayiku. " Ucapnya sembari bangun dari tidurnya.


Mengusap wajahnya dengan kasar. Edgar segera menyingkap selimutnya. Tanpa malu dia turun dari tempat tidurnya untuk meraih celana pendeknya dan memakainya kembali. Tak ingin berlama-lama, lelaki tampan bertubuh kekar itu segera melangkah menuju pintu untuk membukanya.


" Pakailah dulu pakaianmu ! " titah edgar sembari melangkah mendekati pintu.


Perlahan queen mulai beranjak dari tidurnya. Beringsut turun dari tempat tidurnya. Membiarkan tubuh polosnya terekspos. Dia pun segera melangkah menuju kamar mandi.


Queen hanya tersenyum tipis. Bahkan langit diluar masih gelap, namun putranya sudah mengganggu waktu tidurnya.


Beberapa menit berlalu. Kini queen tampak sudah membersihkan tubuhnya. Menggunakan gaun tidurnya yang baru dan segera keluar menuju kearah tempat tidurnya.


" Itu mommy, sayang. Mommy baik-baik saja. " ucap edgar.


Queen yang tadinya tersenyum lebar pun perlahan mengerutkan kembali bibirnya. Merasa ada sesuatu yang membuatnya menjadi gelisah. Bahkan wajah Gerard kini sudah kacau karena menangis.

__ADS_1


" Ada apa ini ? Kenapa putra mommy menangis ? " tanya queen.


Queen pun segera merangkak naik keatas tempat tidurnya. Meraih putranya dan memeluknya. Bocah berusia 3 tahun itu masih menangis dipelukan mamanya.


" Ada apa sayang ? Ceritakan pada mommy. " ucap queen lagi.


Queen menatap kearah suaminya. Namun edgar hanya mengerdikkan bahunya.


" Mommy, erard takut. " celotehnya.


" Takut kenapa, sayang ? Disini ada mommy dan juga daddy. Kenapa gerard takut. " ucap queen menghibur.


" Erard takut mommy pergi. Erard takut. "


Deg


Deg


" Hei, mommy tidak akan pergi kemanapun. Lihatlah sekarang mommy sedang memelukmu. " sahut edgar mencoba untuk menenangkan.


Apa yang sebenarnya terjadi ? Bahkan aku pun juga sering bermimpi buruk akhir-akhir ini. batin queen.


" Pasti mimpi buruk lagi kan ? Apa gerard lupa tidak berdoa sebelum tidur ? " ucap queen menenangkan.


" Baiklah, sekarang kita berdoa kemudian kembali tidur. Mommy sangat mengantuk sekali. " Bujuk queen.


Gerard memeluk queen dengan menatap lekat wajahnya. Edgar sedikit memiringkan tubuhnya dan kini menghadap kearah istri dan putranya yang sedang berpelukan.


" Mommy, berjanjilah untuk tidak meninggalkan erard. " ucap bocah itu.


Edgar masih terdiam ditempatnya. Menatap lekat wajah istrinya. Dia bisa melihat sang istri yang mengangguk. Namun, mengapa dia merasakan kegelisahan dihatinya.


" Tentu sayang. Sebentar lagi gerard kan ingin memiliki adik kecil. Jadi tidak boleh cengeng lagi. Nanti adiknya ikut menangis kalau kakaknya menangis seperti ini. " tutur queen dengan lembut.


Bocah itu memang sangatlah dekat dengan queen. Bukannya apa-apa, karena memang hanya queen lah yang selalu menjaganya tanpa bantuan dari baby sister.


Gerard mengangguk kecil.


" Baik, sekarang kita tidur. " titah queen.


Bocah itu kembali mengangguk. Queen pun segera mencium kening dan kemudian memeluknya. Begitu juga dengan suaminya. Lelaki itu tampak tidak bisa berkata-kata lagi saat ini. Sudah tiga hari ini putranya selalu mengganggu tidurnya dengan alasan yang sama.


Merasa sedikit ada keanehan. Namun queen tidak ingin menunjukkannya pada sang buah hati. Sekilas melihat kearah suaminya yang saat ini juga sedang menatap kearahnya.


Masih memeluk tubuh mungil gerard, menekan perasaannya yang kacau. Queen mengelus pelan punggung putranya. Dia terlihat tenang, namun hatinya terus bergejolak.

__ADS_1


Tanpa dia sadari jika saat ini sang suami terus menatap kearahnya. Lelaki itu bisa merasakan sesuatu hal yang sedang dirasakan oleh istrinya.


Beberapa menit berlalu. Tampak bocah lelaki itu kini sudah terlelap. Queen tersentak kecil saat merasakan tangannya yang disentuh oleh suaminya.


" Ed, kamu belum tidur ? " tanya queen setelah terhenyak.


Tanpa banyak bicara lagi. Lelaki tampan itu beranjak bangun dari tidurnya. Menggeser sedikit tubuh putranya. Kini tampak dia berjalan mengitari ranjang.


Queen tersenyum tipis saat kini mendapati suaminya sudah merangkak naik keatas tempat tidurnya. Segera merebahkan tubuhnya disamping istrinya. Edgar segera melingkarkan tangannya diperut buncit wanita itu.


" Kenapa ? Apa yang sedang kamu pikirkan ? " tanya edgar dengan pelan.


" Ntahlah. Aku bingung, ed. Sudah tiga hari ini gerard sering bermimpi buruk, bahkan aku pun sama. " balas queen.


" Aku pun juga merasakan sesuatu ketakutan di dalam diri. Apa tidak sebaiknya kita pindah rumah saja. Kurasa tinggal diperkebunan teh sungguh sangat menyenangkan. " tutur queen dengan penuh perasaan.


Edgar terdiam. Sepertinya dia sedang berfikir.


" Kamu tahu sendiri kan, jika sejak dulu apa alasanku tidak ingin pindah dari rumah ini. Semoga saja tidak ada sesuatu hal buruk. " edgar menanggapi.


Kini queen berputar arah. Berbalik badan hingga sekarang dia bisa menatap wajah suaminya dengan jelas. Wanita itu seakan sedang menahan sesuatu hal di dalam hatinya.


Edgar mengangkat sebelah tangannya. Mengusap lembut wajah cantik istrinya yang terlihat sendu. Tidak bisa dipungkiri jika dirinya pun juga merasakan kegelisahan dihatinya. Sekeras apa dia mencoba menepis perasaannya, namun semuanya tetap sama.


" Jangan takut, sayang ! Aku akan selalu melindungimu. Tidak akan terjadi apapun padamu dan juga anak kita. " sekali lagi edgar meyakinkan. Bukan meyakinkan istrinya saja. Namun, dia juga meyakinkan dirinya sendiri.


Queen hanya berdehem saja. Dia segera meraih tangan suaminya dan membawanya pada pipi kirinya. Mendekap tangan tersebut dengan penuh perasaan yang mendalam.


" Ed. "


Keduanya saling menatap. Saling mengunci pandangan matanya. Menyalurkan segala rasa yang sempat tertahan di dalam hati.


" Aku mencintaimu. " ucap queen.


Edgar pun merasakan hatinya yang berbunga-bunga. Tersenyum tipis sebelum dia kini merengkuh tubuh istrinya. Memberikan kecupan sayang pada kening wanita hamil itu sedikit lama.


" Aku pun juga mencintaimu, sayang. Tidak ada yang lain. " balasnya.


" Sebaiknya kita kembali istirahat. Besok aku akan mengantarmu untuk periksa ke dokter. " titahnya.


Queen mengangguk. Keduanya segera mencari posisi ternyaman untuk memulai menyambut mimpinya.


Wanita hamil itu kembali membelakangi sang suami. Memeluk tubuh putranya denagn sang suami yang kini memeluknya sambil mengusap perlahan perut buncitnya.


Sedikit merasakan ketenangan setelah keduanya saling mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2