Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 22


__ADS_3

Edgar mengerjapkan matanya beberapa kali. Menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kornea matanya.


Sudah tiga hari ini dia dirawat dirumah sakit setelah kejadian waktu itu.


Dengan cepat lelaki itu memutar sedikit lehernya. Mencoba mencari sosok wanita yang kini telah menjadi atensinya setiap dia membuka mata.


" Queen... " panggilnya dengan suara serak


" Queen " panggilnya lagi dengan sedikit keras


Wajahnya tampak mengerut karena sosok yang sedang dicarinya belum juga menampakkan diri. Kekhawatirannya tiba-tiba muncul. Berfikir jika terjadi sesuatu hal pada wanita itu.


Perlahan Edgar mulai mengajak tubuhnya untuk bangun. Duduk bersandar pada pinggiran ranjang.


" Queeenn.... " Panggilnya lagi dengan panik


Ceklek


" Ada apa, tuan ? " ucap eric


sosok Louis dan Eric tiba-tiba saja masuk kedalam setelah mereka mendengar suara teriakkan dari kamar Edgar.


" Dimana istriku ? " Tanyanya


" Oh, nona sedang ke kantin bersama dengan roy, tuan " jawab Louis


" Suruh mereka berdua segera kembali " bentak Edgar pada kedua anak buahnya


Entahlah setiap dia terbangun, sosok wanita itu selalu ingin dia lihat untuk pertama kalinya. Dia sungguh merasa kesal saat ini. Mendapati istrinya yang tidak ada disampingnya, apalagi dia sedang pergi bersama dengan salah satu anak buahnya.


" Baik, tuan " balas keduanya


Baru saja mereka berbalik arah. Melangkah perlahan menuju pintu. Baru saja ingin meraih knop pintu, namun seseorang dari luar telah lebih dulu mendorong pintunya hingga terbuka.


Ceklek


" Silahkan, nona ! " ucap Roy sembari tersenyum


" Terimakasih, Roy " balas queen yang juga tersenyum


Eric dan louis mematung di depan keduanya. Sekilas mereka saling pandang. Keduanya tahu apa yang akan terjadi setelah ini pada temannya itu.


" Oh.. kalian. Apa terjadi sesuatu ? " Tanya queen pada Eric dan juga Louis.


Keduanya tersenyum kikuk sembari menggeleng. Melihat keduanya menggeleng, membuat queen mengangguk.


" Baiklah, kalian bisa minggir. Aku mau lewat " pinta queen


Keduanya mengangguk kecil dan segera menggeser tubuhnya. Queen tersenyum dan kemudian dia melangkah masuk. Kini senyumannya melebar ketika maniknya menangkap sosok sang suami yang sudah terbangun bahwa dia pun telah duduk sambil bersandar.


" Kamu sudah ba..... "

__ADS_1


" Dari mana saja kamu sepagi ini ? " tukas Edgar dengan suara berat


Queen tersenyum. Kini dia sudah tidak merasa takut lagi menghadapi sosok suaminya yang tampak garang seperti itu. Pasalnya dia tahu jika suaminya itu tidaklah semenakutkan tampangnya.


" Baru saja aku membeli sarapan untukku dan untukmu. " jelasnya sembari meletakkan bungkusan makanan yang baru dibelinya diatas nakas.


" Kau pergi sendiri ? " tanyanya


Queen menatap kearah Edgar dan Edgar pun juga sedang menatap kearahnya. Kemudian queen menggeleng.


" Tidak.. Ada Roy yang menemaniku, Ed. Jangan khawatir ! " jelasnya


Kini pandangan mata Edgar mengarah pada Roy yang masih berada diambang pintu. Menatap tajam setajam mata elang. Hal itu membuat Roy menelan ludahnya sedikit berat. Bahkan kedua temannya yang saat ini sedang melihat kearah Edgar dan queen pun juga ikut merasakan ketakutan yang sama dengan apa yang Roy rasakan.


" Ada apa, Ed ? " Tanya queen yang kini mengerutkan keningnya ketika melihat sosok suaminya yang tampak kesal dengan menatap tajam kearah ketiga anak buahnya.


Edgar kembali menolehkan kepalanya kearah queen yang saat ini sedang kebingungan.


" Ada apa ? " tanya queen lagi dengan wajah polos. Dan hal itu bisa membuat edgar kembali luluh


" Tidak ada " jawabnya singkat dengan masih menahan amarahnya yang telah mengendap di dalam hati.



Queen tersenyum.


" Ehmm.. Apa kamu ingin makan sesuatu ? " tanya queen sembari mengambil bungkusan di atas nakas


Edgar menggeleng pelan


Kemudian edgar kembali menatap kearah ketiga anak buahnya yang masih setia berada ditempatnya.


" Baiklah kalau begitu. Aku akan makan terlebih dulu " ucap queen yang hendak membawa langkah kakinya menuju sofa.


Namun, edgar dengan cepat menahan tangan istrinya, sehingga membuat queen mengurungkan niatnya. Wanita itu memutar lehernya hingga kini bisa kembali melihat sosok suaminya.


" Ada apa ? " tanya queen.


" Makanlah disini saja ! " pinta Edgar sembari menepuk sisi ranjangnya


" Tapi... "


Queen hanya tersenyum melihat suaminya yang saat ini telah berhasil menarik tangannya hingga kini dia pun terduduk ditepi ranjang.


Queen segera membuka bungkus makanan yang sedang dibawa olehnya. Sekilas dia melihat suaminya yang saat ini sedang menatapnya.


" Kamu mau ? " tanya queen yang kembali membuat Edgar menggeleng


" Sedikit saja. " ucap queen sembari mengarahkan sesuap makanan di depan mulut edgar


Pada akhirnya, edgar pun membuka mulutnya. Sebenarnya dia pun juga merasa lapar, tapi entah mengapa setelah tadi mendengar jika sang istri pergi bersama dengan Roy, hal itu membuatnya merasa kesal hingga merasa tidak bernafsu untuk makan.

__ADS_1


Kini keduanya telah makan bersama. Dengan telaten queen menyuapi suaminya layaknya anak kecil. Bahkan edgar pun tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita cantik itu.


Sejenak Edgar melirik kearah pintu setelah mendengar samar-samar suara berisik. Matanya melotot ketika mendapati ketiga anak buahnya yang masih berada diambang pintu.


" Heh.. Apa yang kalian lakukan disana. ? Cepat keluar ! " tutur edgar.


Ketiganya tersentak kecil mendengar teriakkan edgar.


" Baaik, tuan " ucap mereka


" Astaga Ed.. Jangan berteriak seperti itu ! Ini rumah sakit " tutur queen setelah menjingkat kaget mendengar teriakkan edgar yang tiba-tiba


" Eh.. iyah.. maaf " balas Edgar dengan lembut


Louis, Roy, dan Eric tertegun sesaat ketika manik mereka melihat bosnya yang berbeda ketika berhadapan dengan istrinya. Namun, kemudian mereka segera pergi dari ruangan tersebut sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.


" Tuan, terlihat begitu manis. "


" Iyah, bicaranya pun juga sangat lembut "


" Hemm.. Kurasa tuan sedang jatuh cinta "


Ucap ketiga anak buah Edgar secara bersahutan setelah keluar dari ruangan tersebut.


Kembali lagi pada queen dan edgar di dalam ruangan. Keduanya tampak telah menyudahi aksi makannya. Queen kini telah beranjak dan masuk kedalam kamar mandi.


Bahkan hingga pintunya tertutup pun, pandangan matanya terus menatap kearah kamar mandi. Seakan sudah menjadi candu untuk selalu ingin melihat dan berada dekat dengan wanita cantik itu.


Setelah beberapa menit berlalu, queen telah selesai dengan ritualnya didalam kamar mandi. Wanita itu segera membuka pintunya. Namun, sosok edgar kini tidak lagi berada diatas tempat tidurnya.



" Ed, apa yang kamu lakukan ? " tanya queen dengan panik


Edgar tersenyum tipis melihat kepanikan istrinya.


" Tidak ada. Aku hanya bosan berada disini " ucapnya santai


" Tapi, lukamu ? Dokter belum memperbolehkan kamu untuk pulang, ed " ucap queen dengan cepat


Edgar yang sudah siap dengan penampilannya. Kini telah bangkit dari posisinya. Menghampiri istrinya yang sedang panik.


" Kamu harus banyak istirahat agar luka dikepalamu lekas sembuh " tuturnya lagi pada Lelaki itu


" Sudahlah ! Aku bisa istirahat nanti setelah dihotel. Disini aku tidak bisa leluasa " ucapnya sembari menatap lekat wajah cantik istrinya


" Tapi, Ed.. "


" Aku menginginkanmu " bisik Edgar dengan suara yang beratnya.


Kemudian lelaki itu segera menarik tangan istrinya dan membawanya keluar dari ruangan tersebut. Melangkah pergi menuju tempat yang sudah disiapkan oleh Edgar beberapa menit yang lalu.

__ADS_1


Entahlah sejak kapan dia mulai merasa ingin selalu berada dekat dengan istrinya. Tidak bisa dipungkiri jika saat ini dia sudah sangat merindukan bahkan menginginkan kenikmatan yang luar biasa dari istrinya tersebut.


Tbc.


__ADS_2