
Langit sore kini telah berubah menjadi gelap, Kapal pesiar yang ditumpangi oleh Edgar dan juga queen kini telah berlabuh disebuah pulau pribadi. Pulau yang begitu indah dan tampak begitu asri.
Tak berselang lama tampak Edgar telah menuntun langkah queen untuk segera turun dari kapal pesiar mewah tersebut yang telah seharian ini membawa mereka mengarungi lautan lepas.
Siapa yang sangka jika kapal itu ada salah satu kapal pesiar milik keluarga baldwin. Bahkan queen sendiri pun tidak tahu akan hal itu.
" Kita akan menginap semalam disini " ucap edgar tiba-tiba
Keduanya kini telah berdiri di depan sebuah resort mewah yang telah disiapkan oleh papa dion untuk mereka berbulan madu. Namun, yang queen tahu kedatangan mereka disana hanya karena urusan pekerjaan.
Queen sejenak mengerutkan keningnya, lalu dia sedikit menoleh kesamping.
" Apa perlu kita menginap disini, Ed. Bagaimana dengan pekerjaanmu ? " Ucap queen yang membuat Edgar pun ikut mengernyitkan keningnya.
" Semuanya sudah beres. Ayo ! " jawabnya singkat
Edgar segera menggenggam tangan istrinya tersebut tanpa menghiraukan keadaan wanita itu yang nampak bingung. Lelaki itu memimpin langkah kaki mereka menuju ke dalam resort yang begitu mewah dan indah.
Di depan sana nampak beberapa pelayan yang sudah siap menyambut kedatangan mereka.
Suasananya begitu tenang dan nyaman. Bahkan senyuman queen tak pernah surut sejak pertama kali datang.
" Indah sekali " gumam queen lirih, namun Edgar masih bisa mendengarnya. Edgar tersenyum tipis menanggapi perkataan istrinya.
" Sebaiknya kita istirahat dulu. Seharian ini kau bahkan tidak tidur sama sekali " ucap Edgar yang saat ini telah menggiring istrinya menuju kamar yang sudah disiapkan untuk mereka.
" Heemmmm, Rasanya aku ingin berendam sebelum tidur " gumam queen sembari melangkah masuk kedalam kamar.
Lagi dan lagi edgar hanya tersenyum tipis. Namun hanya sesaat hingga membuat queen tidak pernah tahu bagaimana sang suami yang begitu tampan ketika tersenyum.
" Aku akan keluar sebentar, meminta pada pelayan agar menyiapkan makan malam untuk kita " ucap Edgar yang saat ini masih berada diambang pintu
Sekilas queen menoleh kearah sang suami. Kemudian dia mengangguk kecil diikuti dengan bibirnya yang melengkung keatas.
" Baiklah, aku akan berendam sebentar " balasnya
Tak menunggu lama lagi Edgar segera menutup pintu kamar mereka, queen yang telah melihat sosok suaminya yang telah menghilang dibalik pintu. Dia pun juga tak ingin membuang waktu lagi untuk segera melangkah menuju kamar mandi dan segera melakukan aktivitasnya didalam sana.
***
__ADS_1
" Terimakasih, Ed. " Ucapan queen telah memecahkan keheningan diantara kedua pasangan pengantin baru tersebut.
Suasana begitu romantis. Makan malam di dekat kolam renang dengan disisi sekitarnya yang telah dihias dengan sedemikian rupa.
Edgar berdehem pelan sembari mengangguk kecil. Wajahnya tampak datar tidak menunjukkan ekspresi wajah apapun. Namun siapa yang tahu isi hatinya.
" Apa papa Dion yang menyiapkan semuanya ? "
Sejenak Edgar menghentikan aktivitasnya untuk makan, menatap kearah istrinya yang saat ini pun juga sedang melihat kearahnya dengan riang.
Namun, edgar lagi dan lagi hanya berdehem saja sambil mengangguk.
Dengan sedikit kaku queen kembali fokus pada makanannya.
Sebenarnya dia ini kenapa ? Hanya tersenyum saja apa susahnya. gumam queen dalam hati
Beberapa menit telah berlalu. Suasana romantis seakan tidak ada artinya jika sedang berhadapan dengan lelaki yang satu itu.
Queen pun hanya bisa pasrah dengan keadaan yang terjadi padanya. Saat ini dia masih belum memiliki jalan keluar yang tepat untuk segera kabur dari permainan suaminya.
" Ehmm.. Kenyang sekali. Makannya sungguh lezat. Ditambah dengan pemandangan yang begitu indah. Aaahh... Menyenangkan sekali " gumam queen sendiri dengan ekspresi wajah berseri.
" Ed.. Sebaiknya kita segera kembali ke kamar. Rasanya aku ingin sekali merebahkan tubuhku diatas kasur. " ajaknya
Setelah mendengar penuturan dari istrinya, Edgar segera mengangguk dan segera beranjak dari duduknya. Menghampiri istrinya Yanga masih tertegun melihat tingkahnya.
" Ayo, kurasa aku pun juga ingin segera kembali ke kamar " ucapnya yang tampak begitu menggoda, hingga membuat queen merasakan degup jantungnya yang mulai berdegup kencang.
Kejadian kemarin malam kini telah kembali menghantui pikirannya. Queen menelan ludahnya sedikit berat ketika kini dia telah meraih yang suaminya. Begitu hangat dan juga menenangkan.
Keduanya kini telah melangkah pergi menuju kamar mereka berdua. Edgar menggenggam erat tangan istrinya dengan hati yang berbunga-bunga.
Ceklek
Edgar mendorong pintu kamarnya dan membiarkan sang istri masuk kedalam kamar lebih dulu.
Setelah queen masuk kedalam kamarnya, Edgar pun menyusul masuk kedalam setelah mengunci pintu kamarnya.
Tiba-tiba saja terdengar suara nyaring dari ponsel Edgar. sejenak lelaki itu menghentikan langkahnya. Merogoh saku celananya dan segera mengangkat panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
Queen kini telah masuk kedalam kamar mandi setelah dirinya mengambil gaun tidur miliknya. Wanita itu tampak tidak merasa terusik akan aktivitas yang dilakukan oleh suaminya.
Setelah beberapa menit berlalu, queen telah menyelesaikan aktivitasnya didalam sana. Tak menunggu lagi wanita itu segera melangkah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan gaun tidurnya. Wanita itu kini tampak lebih segar dan juga semakin cantik.
Namun sosok suaminya tidak nampak di sekitar sana. Sejenak queen menghentikan langkahnya. Matanya masih setia menelisik setiap sudut kamarnya. Ada perasaan kecewa karena dia tidak mendapati sosok suaminya di dalam kamar.
Sesaat kemudian, queen dengan masih menekan perasaannya mencoba untuk segera merebahkan tubuhnya yang terasa lelah.
Baru saja queen memejamkan matanya setelah tadi menyamankan posisi tidurnya. Hanya beberapa menit saja, kini matanya telah kembali terjaga ketika mendengar suara berisik dari luar kamarnya.
" Ada apa ? Kenapa berisik sekali " gumamnya
Wanita itu segera bangkit dari posisinya. Merasakan ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Perlahan tapi pasti queen melangkah mendekati pintu kamarnya.
Rasa penasarannya semakin membuncah ketika mendengar suara tembakan dari arah luar hingga queen menjingkat kaget.
" Hhhhhhhhhh " pekiknya sembari memegang mulutnya yang hampir saja berteriak
Ada apa, kenapa ada suara tembakan ?
gumam queen dalam hati. Kini wanita itu hanya mematung di depan pintu kamarnya. Rasa penasarannya ditekan kuat oleh ketakutannya. Tubuhnya kini nampak gemetaran. Ingatannya tentang kedua sosok lelaki penjaganya kini melintas di pikirannya.
Mencoba untuk mendekatkan diri disisi pintu dengan daun telinganya yang kini menempel pada sisinya. Queen menajamkan pendengarannya.
Terdengar suara tembakan berkali-kali hingga membuat queen semakin menutup mulutnya erat dengan tubuhnya yang kini semakin gemetaran karena merasa takut. Namun, sesaat kemudian dia mendengar langkah kaki seseorang dari luar yang semakin ketara.
Queen dengan masih pada keadaannya yang ketakutan, sedikit menggeser tubuhnya kesamping. Menyandarkan tubuhnya disisi tembok samping pintu. Masih menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya dengan erat.
*Ceklek
Llllllllllaaaaaaaaaapppppppppp*
Bersamaan dengan pintu yang terbuka, lampu yang tadinya menyala terang kini telah berubah menjadi gelap.
" Sial. " umpat seseorang yang saat ini telah masuk kedalam kamar
Queen yang masih berada di posisinya hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini.
__ADS_1
Tbc.