Queenara In The Dark

Queenara In The Dark
Ep. 45


__ADS_3

tes. tes. tes.


Cairan infus itu menetes sesuai dengan waktu yang diatur oleh sang dokter. Jarum infusnya menancap pada tangan kirinya. Wanita cantik itu terlihat damai dalam tidurnya.


Edgar masih menggenggam erat tangan istrinya sembari sesekali mengusap pipinya yang terasa basah. Melihat sosok wanitanya kini terbaring lemah.


Kedua tangannya diperban akibat ulah valen yang menyayatnya. Untung saja goresan pisau itu tidak terlalu dalam, Sehingga keadaan queen dapat segera membaik.


Edgar mengusap lembut pipi kiri istrinya yang tertutup perban. Luka goresan pisau yang lumayan besar itu kini telah tertutup oleh kain putih tersebut.


Mungkin luka itu akan membekas nantinya. Bukan hanya membekas diwajahnya, mungkin juga akan membekas di hatinya.


Ceklek.


Pintu terbuka. Sosok wanita cantik masuk kedalam dengan raut wajah mengiba. Sembari terus mengayun tubuh gembul baby gerard.


" Ed " Panggilnya.


Edgar mengadahkan kepalanya keatas. Menatap kearah wanita tersebut dengan wajah malas. Siapa saja bisa merasakan kepedihan yang saat ini dialami olehnya hanya dengan melihatnya.


" Apa perlu aku meminta kamar untuk putramu ? Dia sudah tertidur sekarang. " tawarnya.


Sejenak edgar terdiam. Kemudian segera mengangkat kedua tangannya. Dia kini telah bersiap untuk menerima putranya.


" Kau yakin dia tidak akan menangis. " tanyanya menyakinkan.


" Berikan dia padaku, re ! " ucapnya lirih.


Hatinya begitu hancur saat ini. Namun, sedikit bersyukur dan merasa lega karena putranya ditemukan dalam keadaan baik-baik saja.


Perlahan wanita itu mengalihkan baby gerard pada edgar. Edgar pun segera menerimanya dan merebahkan tubuh mungilnya disamping sang istri.


" Aku sungguh tidak bisa melihatmu seperti ini, ed. Kau bukan seperti edgar yang ku kenal. " tuturnya.


Tidak menghiraukan perkataannya. Edgar hanya fokus menciumi wajah putranya.


" Aku akan menemanimu disini. Kau pasti membutuhkan bantuanku. " ucapnya.


" Re, sebaiknya kau pulanglah. Petter pasti mencarimu. "


" Jangan belaga sok kuat didepanku, ed ! Dia akan menuju kemari setelah pekerjaannya selesai. " jelasnya.


" Apa yang kau katakan padanya ? Apa dia sudah mengetahui semuanya ? " tanya edgar gusar.

__ADS_1


Wanita itu hanya terkekeh.


" Tentu saja. Dia sangat khawatir ed. Bahkan dia tidak pernah menyangka jika kamu akan mengalami hal semacam ini. "


Edgar mengusap wajahnya kasar. Mau bagaimana lagi, berlaga kuat didepan siapapun, jika saat ini melihat sosok wanitanya yang tidak berdaya. Dia pun tidak bisa berbuat apa-apa.


" Kau harus menjelaskan semuanya, ed. Dia pasti akan marah besar padamu ketika dia tersadar nanti. " tuturnya dengan melihat kearah queen.


" Heemmm.. Kali ini aku tidak akan lagi membuatnya menderita, re. " ucapnya mantap.


" Hahaha.. Kau seperti seekor kelinci yang begitu menggemaskan. " celetuknya


" Aku sudah mengingatkan dirimu sebelum memulai sandiwara. Istrimu bisa saja kabur meninggkanmu. Tapi, nyatanya kau lebih percaya dengan orang-orangmu. Membiarkannya tinggal dengan mereka yang kau saja tidak cukup tahu asal usul mereka. " tuturnya


Terdiam. Edgar menyesal. Merasa marah dan tidak terima dengan kenyataan. Berharap semua rencananya berjalan mulus seperti dengan apa yang dia inginkan, namun takdir lebih dulu menunjukkan siapa penguasa yang sebenarnya.


" Aku pasti akan meminta ampun padanya. Tidak akan pernah lagi membuatnya mengalami hal semacam ini, re. " balasnya


" Jika kau mau, kau bisa membawa keluargamu untuk tinggal bersama dengan kami, ed. " tawarnya.


Edgar menggeleng.


" Kurasa aku tetap akan berada dirumahku. Menjaga semuanya yang sudah papa berikan padaku. " ucap edgar tegas.


" Hem.. Terserah kau saja. Jika kau berubah pikiran, rumah kami akan selalu terbuka untuk kalian. " tuturnya.


" Hemm.. Aku akan istirahat dikamar sebelah. Kau sungguh payah sekali, Memiliki kekayaan yang cukup banyak, tapi terlalu pelit mengeluarkan uang untuk istrimu. Bagaimana bisa kamu membawanya ke rumah sakit kecil seperti ini. " gerutunya.


Edgar tersenyum tipis. Tidak merasa terhina mendengar ocehannya. Karena memang hanya rumah sakit itulah yang terdekat dari lokasi kejadian.


***


Keesokan harinya.


Edgar baru saja keluar dari kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rebecca pun juga sudah mengambil gerard pagi tadi setelah dia mendengar bayi itu menangis. Mungkin saat ini mereka sedang berada dikamar sebelah.


Dua orang kepercayaan edgar tidak ada disana karena mereka harus segera kembali kerumahnya dan segera mengurus keadaan dirumahnya yang masih kacau akibat kejadian kemarin.


Kelopak matanya bergerak, namun matanya masih terpejam. Edgar yang menyadari itu, segera mendudukkan tubuhnya disamping ranjang. Menggenggam tangan kanan istrinya dengan erat.


Perlahan queen pun mengerjapkan matanya. Menyesuaikan kedua alat penglihatannya dengan cahaya yang menyilaukan. Harum aroma antiseptik menyeruak masuk kedalam Indra penciumannya. Kini wanita itu menatap sekitar, dia bisa tahu jika saat ini dirinya telah beranda di rumah sakit.


" Hei, sayang. Kamu sudah sadar ? " sapa edgar dengan senang.

__ADS_1


Queen tertegun melihat sosok lelaki itu.


" Ed. " panggilnya lirih.


Tidak disangka, wanita itu menangis. Bersyukur dan merasa lega karena saat ini dia telah selamat dari maut. Sempat berfikir jika mungkin tadi, dia sudah tidak berada di dunia lagi.


Edgar pun segera menarik tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat. Sesekali dia memberikan ciuman dipuncak kepalanya. Merasa lega, sangat lega karena saat ini istrinya sudah sadar.


Namun, setelah semua memori queen telah kembali memenuhi isi kepalanya. Tidak bisa edgar duga jika wanita itu mendorong tubuhnya. Queen pun segera mendudukkan tubuhnya dengan menahan rasa sakit dibeberapa bagian tubuhnya.


Mereka saling melepaskan pelukannya. Lebih tepatnya, queen yang melepaskan pelukan suaminya.


" Menjauh dariku, ed. " ucapnya dengan penuh amarah.


" Sayang, apa yang kamu katakan, hem ? " ucap edgar lembut.


" Kau, benar-benar lelaki breng**k yang sudah menghancurkan hidupku. Bahkan kehidupan kekasihmu. " ucapnya dengan nada tinggi. Air matanya masih mengalir deras.


" Sayang, kamu hanya salah faham. Dia tidak tahu yang sebenarnya. Kamu pasti menyangka jika aku yang sudah menghamili kakaknya. Tapi semua itu salah, sayang. Bahkan dia yang telah pergi meninggalkan aku. " tutur edgar.


" Hei, dengarkan aku dulu. "


Queen menepis tangan edgar yang hendak menggenggam tangannya. Masih terus terisak dalam kesedihannya. Dia sungguh sangat marah dan kesal pada hidupnya. Sejak awal pertemuan mereka, dia sama sekali tidak mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.


" Aku akan menceritakan semuanya sayang. Tolong, jangan seperti ini ! Kamu harus banyak beristirahat agar lukamu bisa lekas sembuh. "


Queen menggeleng. Merasakan hatinya yang kembali sakit. Bagaimana bisa takdir sangat kejam padanya. Terus memberikan masalah dihidupnya hingga rasanya dia sudah ingin menyerah.


" Sayang dengarkan aku, Velen adalah adik dari Valerie. Aku juga baru mengetahui jika Valerie telah tiada. Bahkan hal yang sangat mengejutkan adalah dia meninggal dengan keadaan hamil. " cerita edgar


Queen masih belum mau untuk digenggam oleh edgar. Dia hanya menangis saja tanpa ingin berkomentar.


Edgar menarik nafasnya dan membuangnya kasar.


" Yah, kami memang pernah menjalin hubungan semasa kuliah. Tapi, Chris datang ditengah-tengah hubungan kami. Hingga akhirnya dia pergi tanpa memutuskan hubungan denganku. Aku baru tahu jika dia dan Chris masih berhubungan dengannya hingga saat aku memutuskan untuk menikah. Bahkan dia telah mengandung anak Chris, dan memilih bunuh diri karena chris tidak ingin bertanggung jawab. "


" Valencia sama sekali tidak tahu menahu akan hubungan kakaknya dengan Chris. Dia tidak tahu. Dia hanya salah faham. Karena memang Valerie tidak pernah mengatakan hubungannya dengan Chris pada siapapun. "


Jelas edgar panjang lebar. Queen pun kini menatap kearah suaminya dengan lekat.


" Bagaimana kamu bisa tahu tentang cerita itu jika dia tidak pernah mengatakan hubungannya dengan Chris pada semua orang ? " tanya queen dengan wajah sendu.


Entah sejak kapan dua orang itu sudah berada diambang pintu. Pria paruh baya dan seorang wanita cantik yang sedang menggendong bayi. Menatap haru pada keduanya.

__ADS_1


" Aku yang menceritakan semuanya. Hanya aku yang mengetahui semuanya mengenai Valerie. " ucap wanita itu.


Tbc.


__ADS_2