
Kedua mata perak edgar masih terjaga. Masih setia menatap lekat wajah cantik istrinya yang tampak begitu imut dan menggemaskan. Dengan salah satu tangannya yang digunakan untuk terus mendekap tubuh wanita tersebut.
Membiarkan tubuh polosnya yang saling menempel hingga terasa begitu hangat. Bahkan matahari belum berada di puncak kepala, kedua insan tersebut sudah menyelesaikan pergulatan panas mereka untuk kesekian kalinya.
Entah mengapa kehadiran wanita itu saat ini tidak bisa ditolak olehnya. Seakan ingin selalu berada di dekatnya seperti itu. Tidak bisa dipungkiri, jika saat ini dia begitu marasa tenang dan damai.
Satu hal yang paling dia sesalkan adalah dirinya sendiri yang telah membawa wanita itumasuk kedalam dunianya yang dibilang cukup keras itu.
" Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Aku berjanji akan selalu menjagamu " gumam edgar sembari salah satu tangannya yang lain mengelus pipi mulus queen.
Bahkan lelaki itu tampak semakin mengeratkan pelukannya. Untuk sekian kalinya edgar pun mendaratkan ciuman dipuncak kepalanya.
Kedua matanya masih terus menatap kearah istrinya. Tersenyum lembut ketika dia kembali mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Merasa sedikit bersalah pada wanita itu, karena dia telah melakukannya dengan sedikit keras.
Bagaimana tidak, sudah beberapa hari terakhir dia telah menahannya, hingga hari ini terjadi dan membuat lelaki itu tidak bisa menahan diri lagi.
Sesaat kemudian edgar tersentak kecil ketika ponsel miliknya bergetar. Dengan cepat Edgar mengalihkan pandangannya.
Edgar segera meraih ponselnya diatas nakas. Setelah melihat sebuah nama yang muncul dilayar ponselnya, edgar pun segera menekan icon berwarna hijau. Dia kini bisa menebak jika panggilannya kali ini pasti ada hal penting yang harus diketahui olehnya.
" Halloo " ucap edgar
" ..... "
" Lalu ada dimana dia sekarang ? " tanya edgar dengan tangannya yang semakin erat dalam menggenggam ponselnya.
Entah apa yang dibicarakan oleh seseorang dibalik telepon tersebut, namun hal itu dapat membuat edgar merasakan amarahnya yang semakin meningkat.
" ...... "
" Baiklah, tunggu sebentar ! Aku akan kesana " ucap Edgar sembari mengangguk kecil.
" ..... "
Setelah itu edgar mengakhiri panggilannya. Melihat kearah queen yang masih terlelap di dekapannya. Merasa tidak rela jika dia harus meninggalkan wanita itu saat ini. Tapi mau bagaimana lagi, ada hal penting yang harus segera diselesaikan.
Perlahan Edgar meraih bantal yang ada disampingnya. Meletakkan bantal tersebut dibawah kepala queen. Dengan sangat hati-hati lelaki itu menarik lengannya dan memindahkan kepala queen. Setelah berhasil melakukannya, perlahan edgar pun mulai beranjak dari posisinya.
__ADS_1
Namun, siapa yang sangka jika saat ini queen telah berhasil membuka sedikit matanya. Wanita itu tampak sedang mengucek matanya yang masih buram.
" Ed, kau mau kemana ? " tanya queen dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
Kini kedua matanya sudah terbuka lebar. Sedikit mengangkat kepalanya untuk dapat melihat sosok suaminya yang saat ini sedang memakai kembali pakaiannya yang tadi sempat dilepaskan.
Edgar tersentak kecil ketika mendengar sang istri yang tiba-tiba bertanya. Bahkan dia sama sekali tidak menyadari jika pergerakan yang dia lakukan tadi telah membangunkan wanita itu dari tidurnya.
" Apa aku membangunkanmu, Hem ? " tanya edgar.
Queen tidak berniat untuk menjawab, rasa penasarannya semakin membuncah ketika suaminya yang sedang mengalihkan pertanyaannya.
" Kau akan pergi kemana ? " tanya queen lagi
" Ekhmm.. Aku akan pergi sebentar " jawabnya dengan sedikit ragu.
Kini Edgar telah selesai memakai pakaiannya kembali. Perlahan dia melangkah mendekati istrinya dan duduk disampingnya. Queen pun kini telah beranjak duduk dan bersandar pada pinggiran ranjang.
Keduanya saling memandang satu sama lain. Kemudian queen segera meraih tangan suaminya dan menggenggamnya.
" Jangan tinggalkan aku sendiri, Ed ! Aku takut " ucap queen lirih sembari menatap sendu kearah suaminya.
Wanita cantik itu masih menatap kearah edgar dengan masih mendekap selimut yang menutupi tubuh polosnya.
Edgar tersenyum tipis, begitu terharu mendengar penuturan dari istrinya, sisi lain dia juga merasa sangat senang menyaksikan kekhawatiran istrinya.
Baru kali ini dia merasa ada sesuatu hal yang berbeda ketika berhadapan dengan orang lain. Karena sebelumnya, dia tidak pernah diberlakukan seperti sekarang ini.
Dengan gerakan cepat, Edgar segera menarik tubuh istrinya dan segera memeluknya.
" Aku hanya pergi sebentar. Setelah urusanku selesai, aku akan langsung kembali. " Bisiknya
Entah apa yang sedang terjadi pada wanita itu, namun edgar bisa merasakan jika saat ini kedua tangan istrinya semakin mengeratkan pelukannya sembari menggeleng pelan. Kemudian wanita itu segera meleraikan pelukannya.
" Bagaimana jika kamu akan lama ? Aku tidak ingin terjadi sesuatu hal yang buruk padamu seperti kejadian tempo hari. " ucapnya dengan lembut, bahkan saat ini kedua matanya telah berkaca-kaca, karena dia kembali teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu.
Kejadian yang bisa saja menewaskan lelaki itu dan mungkin juga akan menghancurkan hidupnya. Hingga saat ini queen sungguh tidak rela jika harus membiarkan suaminya untuk pergi.
Edgar tersenyum lebar merasakan hatinya yang semakin tersentuh mendengar penuturan dari istrinya.
__ADS_1
" Astaga, apa yang kamu katakan. Ini tidak ada hubungannya dengan kejadian kemarin. Aku harus pergi dan segera menyelesaikannya. Setelahnya aku akan segera kembali. " ucap Edgar dengan penuh keyakinan
Edgar menangkupkan kedua tangannya disisi kepalanya Kemudian segera mendarat ciuman memabukkan yang hanya sebentar saja.
" Ehmm.. Bagaimana jika aku lapar. ? " ucap queen
" Aku akan meminta pihak hotel untuk menyiapkan makan siang mu setelah ini " balasnya
" Lalu, bagaimana dengan bajuku ? Kamu sudah merobeknya tadi. Apa aku akan membukakan pintu dengan keadaanku yang seperti ini ? " ucap queen lagi dengan wajah yang sok imut
Edgar terkekeh kecil mendengar penuturan queen.
" Aku juga akan meminta pihak hotel untuk menyiapkan baju baru untukmu " balasnya
" Tidak bisakah kamu tetap disini ? " pinta queen
" Astaga.. kenapa kau jadi sangat menggemaskan seperti ini ? " ucap Edgar dengan tersenyum lebar.
" Baiklah, aku tidak akan pergi kemana-mana " lanjutnya sembari kembali membuka pakaiannya.
" Eh.. eh.. Kenapa kamu melepaskan pakaianmu ? Katanya mau pesan makanan dan baju untukku ? " ucap queen dengan bingung setelah mendapati suaminya yang kembali membuka pakaian atasnya.
" Kamu bisa makan setelah aku memakanmu terlebih dulu " ucapan Edgar yang kini telah berhasil melepaskan pakaiannya.
Queen melototkan matanya kearah sang suami ketika mendapati tubuh kekar suaminya yang kini sudah telanjang dan hanya memakai boxer saja untuk menutupi bagian bawahnya.
" Ed... " pekik queen ketika Edgar berhasil menarik selimut yang sedari tadi telah digunakan untuk membungkus tubuh polosnya.
Sungguh.. milikku masih terasa perih, dan dia akan melakukannya lagi.. Astagaaaa .. Bagaimana ini.. ??
Edgar pun juga merasa heran kenapa hasratnya begitu dengan sangat mudahnya meningkat jika sedang berada dekat dengan wanita itu.
Sejurus kemudian edgar menarik tubuh istrinya dan segera menindihnya. Dengan mudahnya dia kembali mencumbu setiap jengkal tubuh istrinya.
Setelahnya. Pergulatan mereka kembali terulang untuk kesekian kalinya. Keduanya kembali saling merasakan kenikmatan yang memabukkan.
Edgar sungguh merasa terpuaskan ketika miliknya yang telah bersatu dengan milik istrinya. Seakan dia begitu mendambakannya.
Inilah yang sejak kemarin ku rindukan..
__ADS_1
Gumam edgar dalam hati sembari tersenyum puas mendapati istrinya yang sudah tidak berdaya dibawahnya.
Tbc