
"Aku nggak mau, Ma! Kenapa sih mama selalu memaksaku melakukan hal-hal seperti itu?" tolak Tsania dengan tegas atas permintaan mamanya yang benar-benar tidak ada bedanya ketika wanita yang melahirkannya itu memintanya untuk menggoda Dimas dulu.
Ya, Dona benar-benar serius dengan rencananya. Dia langsung menghubungi Tsania dan meminta putrinya itu untuk datang menemuinya di apartemen yang disewakan oleh Dimas.
"Kamu sudah berani membantah ya, Nia. Ini demi kelangsungan hidup mama dan papa, apa kamu tidak mau melakukannya demi kami?" suara Dona mulai meninggi.
"Maaf, Ma! Bukannya aku tidak memikirkan kalian, tapi permintaan mama kali ini benar-benar tidak bisa aku lakukan lagi. Mama tahu kan kalau aku sudah menikah? Aku juga sudah terlanjur mencintai Kak Dimas Mah. Jadi, please jangan paksa aku merendahkan diriku lagi sebagai seorang wanita!"
Plakkk
Tamparan keras seketika mendarat di pipi Tsania, hingga meninggalkan bekas merah di pipi wanita itu.
"Mama! Kenapa Mama memukulku?" pekik Tsania seraya mengelus-elus pipinya.
"Kamu memang pantas mendapatkannya, agar kamu sadar dengan kebodohanmu. Kamu itu sudah dibuat bodoh oleh rasa cintamu itu, Nia. Kamu lupa kalau Dimas juga sudah selingkuh, hah? Harusnya kamu harus balas dengan selingkuh juga. Bukan jadi wanita bodoh seperti ini!" bentak Dona, merasa geram dengan putrinya yang sudah mulai membangkang.
Tsania terdiam seribu bahasa, tidak membantah ucapan mamanya itu lagi, karena apa yang dikatakan mamanya itu benar.
__ADS_1
"Mungkin ini karma yang aku dapatkan, Ma. Mama yang menanam karma dengan menjadi orang ketiga di antara pernikahan papa dan Tante Sekar, tapi aku yang menuai karma perbuatan Mama. Kini aku diselingkuhi. Sekarang aku tahu, kalau dari awal cara kita meraih kebahagiaan sudah tidak baik, hasilnya juga tidak akan baik. Sekarang, aku mengerti bagaimana sakitnya dikhianati. Mungkin inilah yang dirasakan Tante Sekar dan Aozora," tutur Tsania panjang lebar setelah terdiam untuk beberapa saat.
"Oh, sudah berani sok bijak kamu ya? Belajar dari mana kamu, sampai bisa membantah ucapan Mama, Hah?" suara Dona semakin meninggi.
"Maaf, Ma. Aku sebenarnya tidak mau membantah ucapan Mama, tapi sumpah demi apapun, tolong berhenti memanfaatkanku! Setelah aku melihat bagaimana baiknya Mama mertuaku, mataku bisa terbuka kalau selama ini ternyata mamam menganggap aku tidak lebih dari alat untuk Mama bisa mendapatkan apa yang mama mau. Bahkan Mama sampai tidak peduli dengan buruknya harga diriku sebagai wanita di mata orang lain. Padahal, banyak orang tua yang selalu mengingatkan anaknya untuk selalu menjaga harga diri, tapi kenapa Mama malah menjerumuskanku? Aku jadi ragu, apa aku ini benar-benar anakmu atau tidak!" tutur Tsania dengan cairan bening yang mulai keluar dari wadahnya.
Plakk
Lagi-lagi tamparan keras dan bahkan lebih keras dari tamparan pertama, mendarat di pipi Tsania.
"Jangan sok bijak kamu. Intinya Mama melakukan ini semua, demi kita bisa hidup enak. Mama tidak mau hidup sengsara seperti mama dulu. Asal kamu tahu, orang kaya itu punya power. Dulu Mama tidak disetujui oleh mertua mama dan lebih memilih si Sekar itu menjadi menantunya karena mama ini miskin. Padahal, aku dan papamu saling mencintai. Tapi gara-gara si Sekar itu mencintai papamu, mertua mama yang gila harta itu malah menyingkirkanku, mama benar-benar tidak terima. Dari saat itu mama bersumpah untuk menjadi bayang-bayang di pernikahan mereka berdua sampai pernikahan mereka hancur. Mama rela menjadi orang ke tiga, karena mama merasa seharusnya posisi Sekar itu milik Mama, Tsania. Mama puas, mama benar-benar puas melihat wanita yang merebut cinta mama, depresi dan akhirnya mati. Hahahahahaha!" tawa Dona menggema memenuhi ruangan dan membuat Tsania bergidik ngeri.
"Diam!" bentak Dona dengan tatapan yang berkilat-kilat penuh amarah.
"Bukannya aku sudah bilang, stop untuk sok bijak? Hah! Sekarang tujuan mama itu untuk mendapatkan perusahaan si Sekar itu. Mama tidak akan berhenti sampai perusahaan itu ada di tangan mama. Paham kamu! Jadi sekarang, kamu jangan membantah mama lagi! Lakukan seperti yang mama katakan tadi. Kamu ke perusahaan itu dan mulai menggoda pria itu!" ucap Dona dengan tegas.
"Aku tidak mau, Ma! Aku sekarang sudah berjanji akan belajar menjadi istri yang baik. Aku yakin kalau dengan perubahanku, Kak Dimas akan tulus mencintaiku dan meninggalkan selingkuhannya. Please dukung aku kali ini , Ma!" mohon Tsania dengan wajah memelas.
__ADS_1
"TSANIA! Kamu benar-benar tidak mengerti mama ya! Pokoknya kamu harus melakukan apa yang mama mau. Ini semua mama lakukan juga demi kamu. Mama ragu kalau Dimas tidak akan bisa mendapatkan perusahaan Arsen, karena suamimu itu bodoh. Dia tidak akan bisa melawan kecerdikan Arsen. Lagian, mama yakin kalau Dimas sekarang sangat mencintai selingkuhannya. Jangan jadi bodoh, Tsania! Jangan korbankan masa depanmu dengan pria tidak jelas itu!"
"Aku tetap tidak mau, Ma! Walaupun nantinya Kak Dimas tidak bisa mendapatkan perusahaan itu, aku tidak peduli! Yang jelas, aku sangat mencintai suamiku!" Tsania semakin menolak tegas.
"Oke, baiklah. Sepertinya kamu memang sudah benar-benar bodoh. Sekarang Mama terpaksa mengancam kamu. Ingat, mama pernah dikirimin oleh Aozora, video dan photo-photo asusilamu dengan Dimas. Mama tidak punya pilihan lain, akan menyebarkan video dan photo-photo itu kalau kamu tidak mau melakukan perintahku! Kamu bisa bayangin kan apa yang akan terjadi nantinya? Bukan hanya namamu yang jelek dan kena hujat. Tapi, Dimas juga akan kena imbasnya," Dona menyeringai sinis.
Mata Tsania membesar, terkesiap kaget karena tidak menyangka wanita yang merupakan mamanya, bisa sampai setega itu pada putrinya sendiri demi menguasai harta yang bukan miliknya dari awal.
"Ma, kenapa Mama bisa setega ini pada putrimu sendiri? Aku benar-benar tidak menyangka, Ma!"
"Jangan banyak bicara! Pokoknya sekarang kamu lakukan perintah mama kalau tidak, kamu akan tahu resikonya kan? mama mertuamu yang mudah dibohongin itu akan tahu kebenarannya dan kalian berdua akan jadi bahan hujatan. Mama tidak akan main-main dengan ancaman mama ya!" tegas Dona tak terbantahkan.
"Baiklah, Ma! Tapi tolong jangan sebarkan photo-photo dan video-video itu ya, Ma! Aku akan usahakan bisa merayu pria itu dan membuat dia mencintaiku seperti keinginan mama," pungkas Tsania seraya terisak-isak.
"Nah, gitu dong! Ini baru anak Mama, nurut. Kamu tenang saja, mama tidak akan menyebarkannya selama kamu mau diajak kerja sama. Sekarang kamu pakai pakaian ini, dandan yang cantik dan temui pria itu!" Dona melemparkan sebuah gaun yang cukup seksi ke arah Tsania.
Tbc
__ADS_1
.