
Alex berangkat ke kantor dengan menenteng kotak bekal berwarna pink.Seluruh pegawai yang melihat hal itu melongo dan melebarkan tatapan mata mereka.Wajar saja,Alex memang tidak pernah membawa makanan dari rumah sebelumnya dan pria kaya itu memang jarang sekali makan makanan rumahan.
"Jadi berita itu benar si Bos sudah menikah lagi?"Bisik seorang petugas keamanan kepada tukang bersih bersih di kantor itu.
"Sepertinya sih benar.Makanan yang dia bawa hari ini pasti masakan istri barunya,lihat saja wajah si Bos terlihat begitu berseri seri,"ucap tukang bersih bersih lirih.
"Sudah seperti ABG yang baru merasakan jatuh cinta saja,"seloroh petugas keamanan.Dua pegawai itu tertawa geli sambil saling dorong seperti anak TK yang sedang bertengkar.
Didalam ruangan kerjanya,Alex terus menatapi kotak bekal yang dibuat oleh Anin.Sesekali dia tersenyum lebar mengingat ekspresi kesal istrinya saat diminta memasak ini dan itu.
Entah kenapa Alex merasa senang jika bisa membuat Anin marah,padahal sebelumnya dia tidak pernah sejail itu pada wanita.Anin berbeda,dia tidak seperti kebanyakan wanita diluar sana.Mungkin karena itu juga Alex selalu merasa nyaman saat berada disisi Anin.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku?Kenapa aku jadi seperti ini?Jangan jangan aku..."Alex menggeleng gelengkan kepalanya kuat.Dia mencoba untuk menepis kenyataan yang mulai hinggap dihati dan kepalanya.
"Alex,ingat tujuan awal mu menikah lagi.Kamu hanya butuh rahimnya,kamu tidak boleh jatuh hati padanya!"Alex memberi peringatan kepada dirinya sendiri.
Dimas dan Heru masuk kedalam ruangan pribadi Alex.Bukan untuk memberikan laporan pekerjaan,melainkan untuk menggoda pria matang dengan sejuta pesona itu.
Heru mengambil kotak makan milik Alex yang tergeletak diatas meja kerja,Alex reflek merebut tapi dihalangi oleh Dimas.Heru membuka kotak makan tersebut karena penasaran dengan isinya.
"Wuidih...Mantap.Ada nasi uduk bentuk Hello Kitty,ayam goreng,bihun goreng,lalapan sama sambal terasi,"Heru menyebutkan semua jenis masakan yang tertata didalam kotak makan itu.
"Awas tumpah,aku potong gaji kalian lima puluh persen,"ancam Alex.
Heru bergidik ngeri,dia langsung menutup kotak makan itu dan meletakkannya kembali diatas meja kerja Alex.
"Sampai segitunya Bos,kita kan hanya bercanda,"ucap Dimas.
"Dimas,ancaman itu menandakan kalau pembuat bekal ini adalah orang yang spesial dihati Alex,"goda Heru.
"Boleh dong dikenalkan ke kita kita,"sambung Dimas.
"Ah,tidak.Nanti kalian berdua naksir lagi,"ucap Alex sinis.
__ADS_1
"Kita mana berani naksir istri bos sendiri,lagi pula kita juga sudah punya pasangan,"celoteh Heru.
"Iya..Iya..Kapan kapan aku akan mengenalkan istri baruku ke kalian,"ucap Alex.
"Nah,begitu dong.Itu baru namanya teman."Dimas menepuk pundak Bosnya itu pelan.
***
Dikediaman Alexander.
Anin kelelahan karena melakukan banyak pekerjaan rumah,seperti mencuci baju,masak,menyapu dan mengepel lantai.Alex sengaja meminta seluruh pekerja dikediaman itu untuk libur dan meminta Anin untuk melakukan tugas tugas mereka.Tentu saja dengan tujuan menghukum Anin karena semalam telah berani mengusir Alex dari kamarnya sendiri.
"Pria itu benar benar kelewatan,pantas saja tidak ada wanita yang mau menikah denganya!"ucap Anin kesal.
Tiba saatnya Anin membersihkan lemari,dia tidak sengaja melihat beberapa lembar foto seorang wanita tersimpan rapih disana.Anin yang penasaran langsung membuka lemari itu dan melihat lembaran foto itu satu persatu.
"Foto siapa ini?Mantan istri atau mantan pacarnya Tuan Alex?"Anin mencoba menerka nerka.
Sampai akhirnya dia melihat sebuah foto pernikahan di lembaran paling akhir.Ada bekas robekan di foto itu,Alex menyatukan kembali foto yang telah dia robek dengan lakban berwarna bening.
Wanita secantik dan sesempurna itu saja dicerai olehnya,apa lagi Anin yang modelnya seperti remahan rengginang?Tiba tiba Anin berharap dia tidak akan pernah bertemu dengan wanita itu.Anin tidak mau membuat Alex malu karena setelah lepas dari burung merpati Alex malah menikahi seekor burung hantu seperti dirinya.
Anin mengembalikan semua foto itu ketempat semula,kemudian dia melanjutkan pekerjaannya yang lain yaitu menyirami bunga dan memotong rumput dihalaman rumah itu.
Dari awal,Anin dinikahi untuk dijadikan seorang pekerja.Dia tidak boleh mengeluh kalau Alex memperlakukannya seperti seorang budak bukan seperti seorang istri.Bagaimanapun semua terjadi atas kesalahan Anin sendiri,jadi dia harus siap dengan segala konsekuensinya.
Pulang sekolah,Cika membantu Anin menggosok setumpuk pakaian.Dia tidak tega melihat Kakak semata wayangnya kelelahan bekerja.Terlebih Anin sudah terlihat sangat lemas dan tidak bertenaga.
"Kakak istirahat saja dulu,pekerjaan ini biar Cika yang melanjutkan,"pinta Cika.
"Kamu yakin?"Tanya Anin ragu.
"Yakin,"sahut Cika.
__ADS_1
"Makasih ya,kamu memang adik Kakak yang paling pengertian.Tidak seperti si Bangkok Tua,bisanya hanya membuat Kakak marah dan emosi,"gerutu Anin kesal.
"Bangkok Tua?Siapa si Bangkok tua?"Cika kebingungan.
"Ya..Tuan muda Alex lah,siapa lagi memangnya?"Anin menjelaskan dengan nada penuh emosi.
"Idih,parah.Suami sendiri dikatai Bangkok tua,memangnya dia ayam?"Cika cengengesan.
"Kalau sampai Kakak Ipar dengar pasti kakak akan langsung dihabisi,"lanjut Cika.
"Ya jangan sampai dia dengar,aku juga tidak berani mengatainya secara langsung,"celetuk Anin.
"Tuh kan,mental tempe.Kalau punya mental tempe mah jangan suka mencari gara gara,nanti repot sendiri,"Cika menasehati Kakaknya.
Seperti biasa,obrolan keduanya berakhir jadi pertengkaran.Anin yang tidak terima dikatai bermental tempe langsung mengejar Cika dan berusaha untuk menjitak kepalanya.
"Ampun Kak,Ampun!"Ucap Cika sambil terus berlari.Anin tidak peduli,dia terus berlari dan berusaha menangkap Cika.
Tiba tiba aroma gosong merajalela,Anin dan Cika langsung menghentikan aksinya.
"Bau apa nih Kak?"Tanya Cika.
"Ini bau gosong,kamu sedang masak?Tanya Anin balik.
"Tidak,aku tidak...Eh,kemeja Kakak Ipar,"Cika berlari menuju meja setrikaan.
Kemeja kesayangan Tuan Alex gosong dan bolong,semua karena kecerobohan Kakak beradik itu.
"Bagaimana ini Kak?Tamat riwayat kita!"Cika berkaca kaca.Dia sangat takut dimarahi Alex karena pria itu sangat galak.
"Kita?Kamu saja,aku tidak.Kan tadi kamu yang menggosok baju itu,"Anin melimpahkan kesalahan pada adiknya.
"Tapi kakak tadi mengajak aku bercanda,jadi aku lupa pada setrikaan ini!"Cika mengomel.
__ADS_1
"Ya sudah,kita berdua sama sama salah.Sudah bolong ya dibuang,mau diapakan lagi."Anin meringis menunjukan dua gigi kelincinya yang besar dan lucu.
Bersambung...