Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 44


__ADS_3

Beberapa hari terakhir,Dimas selalu membuntuti Alex kemanapun dia pergi.Ternyata yang dikatakan Anin itu benar,pria itu sering keluar malam untuk mabuk mabukan.Dan selalu ada gadis muda yang menemaninya.


Untuk saat ini Dimas hanya bisa diam,dia tidak boleh terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga Bosnya terlalu jauh.Selain takut dimarahi,Dimas juga takut dipecat.Jika dia dipecat,dia akan menjadi gelandangan dan hidup susah.Kebetulan,rumah dan sepeda motor miliknya masih mengangsur tiap bulan.


Hari itu Anin mulai memperbaiki penampilannya,dia memakai pakaian seksi yang sedikit terbuka.Sebisa mungkin dia menjaga aroma tubuhnya selalu harum dan penampilannya selalu rapih.Agar Alex kembali tertarik untuk meliriknya dan bermanja manja denganya lagi.


Alex pulang kerumah,dia melirik Anin dan melihat perubahan dalam dirinya.Ada rasa senang dalam hati Alex melihat Anin kembali seperti dulu.


"Kamu menggoda sekali hari ini,"Alex mendekat dan memeluk wanita itu.


"Benarkah?Sudah punya yang seperti ini saja Anda masih tidak betah dirumah,"sindir Anin halus.


Alex bersiap mencium Anin,tapi Anin menghindar dan mendorong tubuh pria itu menjauh.


"Ada apa?"Tanya Alex.


"Anda bau alkohol,pergi mandi dulu,"pinta Anin.


"Baiklah,tunggu aku ya.Jangan tidur!"Alex mengedipkan matanya sebelah.


Alex menyikat giginya,mencuci rambut dan tubuhnya agar wangi juga bersih.Setengah jam kemudian,dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar dari sebelumnya.


"Anin,aku sudah siap,"ucap Alex.


Anin mematikan lampu utama dikamar itu dan menyalakan lampu tidur.Setelah itu dia mendekatkan diri pada suaminya dan melakukan gerakan yang sedikit"gatal dan menggoda".


Alex terpancing oleh rayuan dan sentuhan Anin,segera dia membopong istrinya dan menaruhnya diatas ranjang.Keduanya melakukan pemanasan singkat,setelah itu mereka melakukan pertempuran yang sengit tapi tidak berdarah.


***


Pagi harinya...


Alex bangun lebih pagi dari Anin.Dia memandang wajah lelah wanita itu dan tersenyum.


"Kenapa aku harus nakal dulu kamu baru mau memperhatikan aku?Apa aku harus membuatmu cemburu setiap hari begitu?"Gumam Alex lirih.


Alex pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Setelah itu dia pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan.Hari ini dia ingin melayani Anin dengan baik,sebagai tanda terimakasih karena semalam sudah membuatnya puas.


Tak lama,Anin terbangun.Dia kaget karena bangun sedikit kesian.Usai mencuci muka dan menyikat gigi,Anin pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal.


"Anda sudah bangun?Sedang apa Anda disini?'Tanya Anin penasaran.


"Aku sedang memasak untuk kalian semua,"sahut Alex sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa Anda bisa memasak?Ingat,Laura sangat pilih pilih dengan makanan loh.Kalau rasanya tidak enak,dia tidak mau makan,"


"Iya,aku tau.Nanti kamu coba sendiri,masakan ku enak atau tidak,"


"Ya sudah kalau begitu,teruskan saja masaknya.Aku akan membangunkan Laura,"


"Oke."Alex mengacungkan kedua jempolnya keatas.


Selesai mengurus Laura dan segala keperluannya untuk bersekolah,Anin pergi keruang makan dengan menggandeng Laura.


Dia terkejut karena Alex memasak banyak makanan,semua tertata dengan rapih diatas meja makan dan terlihat sangat enak.


"Mama,Apa Ayah yang memasak semua ini?"Laura bertanya dengan gaya khasnya.


"Iya,"sahut Anin sambil tersenyum.


"Baunya harum,sepertinya enak.Ayo kita coba,"


"Ayo,"


Anin menaruh satu centong nasi,satu centong sayur sop dan satu potong ikan di piring Laura.Usai membaca doa,anak itu langsung mencicipi masakan buatan Ayahnya.


Jantung Alex berdebar,dia takut Laura menghina hasil masakannya.Dia akan malu pada Anin,karena tadi dia telah berucap dengan yakin kalau masakan yang dibuatnya rasanya akan enak.


"Benarkah?"Anin merasa ragu.Dia mencoba satu sendok makanan yang ada di piring Laura.


"Benar,ini enak,"gumam Anin lirih.


Alex merasa lega,karena masakan buatannya tidak membuat Anin dan Laura kecewa.


Acara sarapan selesai,Alex pergi ke kantor dan Laura pergi kesekolah.Saatnya bagi Anin untuk membantu Bu Sarah bersih bersih rumah.


Anin menyusul Bu Sarah yang sedang sibuk membersihkan dan merapihkan perpustakaan mini milik Laura dilantai atas.Dia berniat untuk membantu pekerjaan wanita tua itu.


"Bu,bagian mana yang belum dibersihkan?"Tanya Anin.


"Biar saya saja Nona,"ucap Bu Sarah.


"Tidak,biarkan saya membantu juga,"paksa Anin.


"Kalau begitu,bantu saya mengelap debu yang menempel dibuku buku ini,"Bu Sarah menyunggingkan senyum kecil.


Jangan pernah meremehkan pekerjaan rumah tangga.Selain melelahkan,pekerjaan yang terlihat enteng itu ternyata tidak ada habisnya.Anin kagum pada stamina Bu Sarah,meskipun sudah tua,dia bisa melakukan semua pekerjaan rumah tanpa terlihat kelelahan.

__ADS_1


Tidak ada angin,tidak ada hujan.Wajah Bu Sarah berubah jadi sedih.Dia teringat pada Soni,keponakan tersayangnya.


Semenjak dia diancam dan dipukuli oleh Tuan Alex untuk kedua kalinya.Soni kabur dari rumah dan pergi melarikan diri entah kemana.Seluruh anggota keluarga merasa khawatir termasuk dirinya.


Dia takut Soni melakukan hal bodoh yang bisa mengancam keselamatan nyawanya.Seperti melompat dari gedung tinggi,terjun kelaut,atau gantung diri.


Orang yang sedang patah hati sering melakukan hal konyol tanpa berpikir panjang.Bu Sarah sangat takut Soni melakukan hal konyol itu,apa lagi dia sangat tergila gila pada Anin.


"Ibu kenapa?"Anin sedikit cemas.


"Saya mencemaskan keadaan Soni,sudah beberapa tahun dia pergi dari rumah dan berada entah dimana,"tutur Bu Sarah.


"Hubungi saja lewat telfon,"perintah Anin.


"Dia ganti nomor,bahkan semua akun sosial medianya menghilang,"


"Sudah coba lapor pada polisi?"Anin menatap Bu Sarah lekat lekat.


"Belum,"


"Minta bantuan saja pada polisi,saya yakin dia akan segera ditemukan,"


Bu Sarah terdiam,sepertinya dia sedang memikirkan saran yang disampaikan Anin.


***


Pulang sekolah,Laura membeli hamburger berukuran besar dua buah,dia bilang jajanan ini sedang viral disekolahnya.Selain rasanya yang enak,om om yang menjual makanan ini juga sangat manis.


Tidak hanya murid dan para guru yang datang untuk membeli burger ini,tapi juga orang lewat dan masyarakat sekitar.Mendengar cerita dari Laura,Anin jadi penasaran untuk segera mencoba makanan itu.


"Boleh tidak Mama minta satu?"


"Boleh,ini ambil saja,"


Anin mengambil satu buah hamburger itu dan memakannya.Rasanya enak sekali,rotinya lembut dan isiannya sangat gurih.Rasa itu mengingatkannya pada masakan seseorang yang memiliki rasa sama.


"Laura,siapa nama penjual makanan ini?"


"Kalau tidak salah namanya om soni,"sahut Laura.


"Soni?Ternyata dia hanya pindah tempat jualan saja,aku pikir dia pindah keluar negri,"Anin tersenyum.Dia senang karena sahabatnya itu baik baik saja.Anin harus segera menemui Bu Sarah,dia harus memberi tau informasi tentang keberadaan Soni saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2