Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 11


__ADS_3

Alex pulang kerja,Anin melayani pria itu seperti seorang Raja.Mulai dari menyiapkan air hangat untuk mandi,menyiapkan pakaian ganti,juga menyiapkan makan malam dengan menu masakan istimewa nan enak.


Alex merasa sedikit curiga dengan pelayanan Anin yang baik itu,tapi dia tetap menikmatinya dengan hati senang.Terlebih Anin selalu melayani Alex dengan full senyum,nada bicara yang ramah dan sikap yang sopan.Jarang jarang wanita galak seperti Anin bisa bersikap lembut seperti kapas.


"Kenapa rumah sepi sekali?Cika mana?"Tanya Alex sambil memotong daging steak menjadi potongan kecil kecil.


"Dia sedang mengerjakan PR dikamarnya,"sahut Anin bohong.Cika sedang bersembunyi dari Alex,dia takut kena omel karena telah merusak kemeja kesayangan Kakak Iparnya itu.


"Apa dia sudah makan?"Tanya Alex lagi.


"Sudah,"sahut Anin singkat.


"Kamu sendiri bagaimana?Sudah makan belum?"Alek mengalihkan pandangannya pada Anin.Seketika wanita cantik itu diserang rasa gugup.


"Sudah,"sahut Anin singkat.


Anin memperhatikan wajah puas Alex,sepertinya usahanya untuk menyenangkan hati sang suami malam ini berhasil.Sekarang saatnya bagi Anin untuk berkata jujur kalau kemeja kesayangan milik Tuan Muda itu sudah rusak oleh Cika.


Jika nanti sang suami marah dan mengamuk Anin akan terima,jika dimintai ganti rugi juga dia akan terima.Bagaimanapun harga kemeja kesayangan Alex tidaklah murah,bisa untuk membeli sebuah sepeda motor secara cash.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Tuan.Tapi berjanjilah dulu kalau Anda tidak akan marah kepada saya,"ucap Anin.


"Iya,aku tidak akan marah padamu.Jadi,apa yang mau kamu bicarakan?"Alex berjanji.


"Kemeja kesayangan Anda yang berwarna biru tua itu robek oleh Adiku,dia tidak sengaja memanggangnya dengan setrikaan,"ucap Anin sambil terus menundukkan wajahnya.


"Maksudmu kemeja merek HNM itu?"Tanya Alex.Anin mengangguk sambil meringis.


Alex meletakan sendok dan garpu diatas piring,dia mengelap bibirnya dengan tisu dan menyudahi aktifitas makan malamnya.Kedua bola matanya melebar,jelas sekali kalau pria itu sedang berusaha untuk menahan marah kepada Anin.


"Aku membeli kemeja itu di Paris dan kemeja itu hanya diproduksi dua belas biji saja didunia ini,"tutur Alex singkat.


"Iya Tuan,saya tau.Saya benar benar minta maaf,tolong jangan marahi adik saya.Kalau tidak,biar saya saja yang ganti rugi,"ucap Anin.


"Kamu mau ganti rugi pakai apa?Pakai tubuhmu yang biasa biasa saja itu?"Alex memandang remeh Anin.Entah kenapa sikap arogan Alex saat itu terasa menggores dihati Anin dan membuatnya tersinggung.

__ADS_1


Anin berkaca kaca,dia langsung pergi begitu saja dari hadapan Alex tanpa bicara sepatah katapun.Dan anehnya Alex merasa menyesal telah berbicara tanpa filter,terlebih setelah melihat ekspresi kecewa diwajah istri kecilnya itu.


Setelah bersusah payah mengumpulkan keberanian akhirnya Alex menghampiri Anin didalam kamar.Anin sedang menangis tersedu sedu,dia merasa Alex telah memandangnya dengan sebelah mata dan merendahkan martabatnya sebagai seorang wanita.


"Maaf,aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu tadi,"Alex memasang wajah penuh penyesalan.


"Saya tau Anda banyak uang Tuan,tapi tolong hargailah orang lain walaupun itu hanya sedikit.Jangan mentang mentang saya mau menyewakan rahim saya demi uang,Anda menganggap saya seperti wanita murahan!"ucap Anin.


"Aku tidak pernah berbicara seperti itu padamu Anin,jangan suka melebih lebihkan!"Alex membela diri.


"Tapi memang kesan itu yang saya dapat dari ucapan Anda tadi!"Anin menangis sejadi jadi.


Alex berdiri mematung seperti patung Pancoran,dia tidak tau harus bagaimana dan harus melakukan apa.Mau bicara tidak berani,takut Anin semakin marah dan semakin heboh menangis.


Seumur hidup,baru kali ini Alex dibuat tidak berdaya oleh seorang wanita.Dan wanita itu adalah Anindira,daun muda yang baru beberapa Minggu menyandang predikat sebagai istri kontraknya.


***


Didalam kamar tamu Alex mondar mandir seperti setrikaan lagi.Anin mengusir Alex pergi dari kamar pribadinya dan malam ini pria itu tidak mendapatkan jatah kikuk kikuk dari istrinya lagi.


"Wanita itu,kenapa senang sekali mengusirku dari kamar sendiri?Dan aku kenapa selalu saja menuruti apa maunya?"Alex menggerutu kesal.


Terdengar seseorang mengetuk pintu,Alex berharap itu adalah Anin yang datang untuk meminta maaf kepadanya.


Ceklek,,,


Pintu terbuka,ternyata Alex harus menahan rasa kecewa karena yang saat itu datang menemuinya adalah Cika.


"Ada apa?"Tanya Alex.Pria itu memasang wajah judes.


"Saya mau minta maaf sama Kakak Ipar,soalnya saya yang sudah merusak kemeja Kakak Ipar.Dan gara gara saya juga Kakak Ipar dan Kak Anin bertengkar,"ucap Cika penuh dengan penyesalan.


"Iya,aku sudah memaafkan mu kok.Tapi lain kali hati hati ya,"pinta Alex.


"Terimakasih.Sebagai gantinya saya akan memberitahu Kakak Ipar cara jitu merayu Kak Anin agar berhenti merajuk,"Cika memberi sebuah penawaran yang cukup menarik.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?"Alex penasaran.


"Belikan saja dia martabak telur bebek spesial dua loyang,jangan lupa kentang goreng dan es cappucino masing masing dua,"bisik Cika.


"Itu saja?"Alex menatap ragu.


"Iya,"sahut Cika pelit.


"Gampang sekali!"Alex menyunggingkan senyum lebar.Selebar langit yang cerah,laut yang biru dan lapangan sepak bola.


Alex bergegas keluar rumah untuk mencari tiga jenis makanan itu.Sedikit hujan tak masalah,yang penting Alex bisa membuat Anin memaafkannya dengan cara yang cepat dan mudah.


Satu jam kemudian,Alex kembali ke kediamannya dengan membawa tiga jenis makanan kesukaan Anin.


"Kakakmu mana?"Tanya Alex pada Cika yang sedang asyik menatap layar televisi.


"Masih dikamar,belum mau keluar sama sekali,padahal saya sudah mencoba bujuk dia.Ngomong ngomong dapat tidak makananya?"Tanya Cika balik.


"Dapat dong,"Alex mengangkat tiga kantong kresek yang sedang ditentengnya.


"Ya sudah sana,kasihkan ke Kak Anin,"ucap Cika.


"Oke."Alex langsung pergi menuju kamar istrinya.


Pintu kamar tidak dikunci,Alex bisa masuk kedalam kamar itu tanpa bersusah payah memohon pada Anin terlebih dahulu.


"Anin,lihat apa yang aku bawa,"ucap Alex.Anin langsung menoleh kearah pria itu karena hidung mancungnya mencium aroma makanan kesukaannya.


"Martabak telur,kentang goreng dan es cappucino,"Anin langsung bisa menebak isi kantong kresek yang Alex bawa dengan baik dan benar.


"Tuan mau merayu saya ya?"Anin menebak nebak.Dia memonyongkan bibirnya kedepan beberapa senti.


"Iya,soalnya aku putus asa kalau malam ini tidak bisa tidur di sisimu lagi,"Alex nyengir nyengir kuda.


Wanita mana yang bisa menolak pesona pria yang mau bersusah payah meraih maaf darinya?Anin akhirnya luluh,meskipun jauh di lubuk hatinya masih ada sedikit rasa dongkol pada kelakuan pria tua itu.

__ADS_1


"Dasar Bangkok Tua!"Umpat Anin dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2