
Usai memarkirkan mobilnya disebuah halaman restoran bintang lima,Alex dan Anin turun dari mobil.Aneh bin ajaib,tiba tiba saja Alex menggandeng tangan Anin mesra.Sebenarnya Anin merasa risih,tapi dia tidak enak hati untuk menepis tangan pria arogan itu didepan umum.
Tiba didepan sebuah ruangan VVIP Alex disambut oleh dua temanya,Dimas dan Heru.Mereka sedikit membungkuk untuk menunjukan rasa hormat kepada teman sekaligus Bos mereka di kantor.
"Hanya sebuah acara makan malam sederhana saja ternyata,tapi kenapa harus berdandan seheboh ini?"Celoteh Anin dalam hati.
"Anin,ini teman sekaligus pegawaiku.Namanya Dimas dan Heru,"Alex memperkenalkan istri barunya pada dua pria itu secara tidak langsung.
"Hallo,saya Anin,"Sapa Anin ramah.
"Hallo Nyonya,"sapa mereka balik.
Mereka berempat duduk,tak lama dua orang pelayan datang mengantar berbagai jenis makanan paling mahal dan paling favorit di restoran itu.Tak hanya makanan dan minuman saja,tapi juga sebuah kue ulang tahun warna coklat dengan banyak potongan buah diatasnya.
"HBD ke-40 Mr.Alex,"begitu kira kira bunyi tulisan yang bertengger diatas kue itu.
"Hari ini Anda berulangtahun?"Anin menatap Alex serius.
"Iya,"sahut Alex pelit.
Mengajak istri kontrak untuk merayakan pesta ulangtahun bersama,apa tidak berlebihan?Terlebih pria kaku itu tidak memiliki perasaan apapun padanya.Jangan jangan Alex sedang mempermainkan perasaan Anin saja,apa lagi dia tau kalau Anin memiliki perasaan padanya.Berbagai pikiran buruk mulai bergelayut di kepala Anin.
Awalnya Anin berpikir,Alex hanya merayakan ulang tahunnya dengan mereka berempat saja.Sampai tiba tiba beberapa wanita cantik nan seksi datang menghampiri mereka.
Wanita wanita itu merangkul Alex,bahkan mencium pipi Alex mesra.Anin melongo,dia tidak percaya kalau Alex akan mempertontonkan pertunjukan konyol padanya.Didepan dua sahabatnya,Alex tega mempermalukan istrinya sendiri.
Batin Anin terasa sakit,tapi dia bukan wanita yang lemah.
"Ingin bermain denganku rupanya,kita lihat saja siapa yang akan menang,"gumam Anin didalam hati.
Dimas dan Heru melirik ke arah Anin,wanita itu memasang wajah datar seolah tak peduli dengan kelakuan bejad suaminya.Bahkan,Anin tetap bisa makan dengan lahap seolah tidak memiliki kegundahan apapun.
"Nyonya,apa anda baik baik saja?"Tanya Heru.
"Seperti yang kamu lihat,saya baik baik saja.Ada apa memangnya?"Tanya Anin balik.
"Tuan,emh...."Heru menahan kalimat diujung bibirnya.
__ADS_1
"Aku tidak peduli padanya.Hari ini adalah hari lahirnya,biarkan saja dia bersenang senang dengan banyak perempuan.Setelah ini saya akan membawanya kerumah sakit untuk diperiksa,saya tidak mau tertular penyakit kelamin,"seloroh Anin asal.
Mendengar hal itu Dimas dan Heru tertawa terbahak bahak.Sementara Alex terbakar api membara karena wanita yang ingin dia panas panasi tidak memberikan reaksi seperti yang dia inginkan.
Salah satu dari wanita itu mulai bersikap nakal pada Alex,mencium leher,menggigit ujung telinga,benar benar menjijikan.Alex memejamkan kedua matanya,berpura pura menikmati permainan dari wanita itu.
Anin mengepalkan satu tanganya,rasanya dia ingin sekali meninju wajah Alex saat itu juga.Tapi Anin masih terus berusaha untuk bersabar,berharap restu dari Tuhan datang agar dia bisa membalas rasa sakit yang sedang dia rasakan saat ini.
"Anindira,"seseorang memanggil Anin dari belakang.Rupanya pelayan tadi lupa menutup pintu ruangan khusus itu hingga seseorang diluar bisa melihat bebas kedalam.
"Soni,sedang apa kamu disini?"Tanya Anin heran.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu,sedang apa kamu disini bersama pria pria hidung belang itu?"Soni menatap Anin dengan tatapan tajam.Dia begitu kesal melihat wanita yang dicintainya berada didalam ruangan VVIP bersama beberapa pria tua.
Tanpa basa basi,Soni menarik lengan Anin dan menyeretnya keluar secara paksa dari ruangan itu.Dimas dan Heru melongo,sementara Alex langsung bangkit dari duduknya dan mengejar pria muda yang telah menculik istrinya.
"Soni,lepaskan aku!"Anin mencoba berontak.
"Aku tidak akan melepaskan mu!"
Alex datang,dia memukul Soni hingga babak belur dan terkulai lemas di lantai.
"Tuan,stop!"Teriak Anin sambil menangis.Alex tidak memperdulikan teriakan istrinya,dia hanya peduli pada emosi dirinya sendiri.
"Bagaimana ini?Soni bisa mati dibuatnya,"batin Anin.Tiba tiba Anin mendapatkan sebuah ide,dia berpura pura jatuh pingsan untuk mengalihkan perhatian Alex.
"Nyonya,"Dimas dan Heru panik.Alex menoleh,dia langsung mengakhiri aksi brutalnya saat mendapati Anin tak sadarkan diri dilantai.
"Anin,buka matamu,"Alex menampar pelan pipi Anin.
"Bagaimana ini?Apa kita bawa saja Nyonya ke dokter?"Dimas mengutarakan sebuah pendapat.
"Aku akan bawa Anin ke Dokter,kalian berdua urus pria ingusan itu dengan baik,"perintah Alex.
"Siap Bos."Dimas dan Heru menunduk patuh.
Alex melaju dengan mobilnya.Sementara itu Dimas dan Heru memapah Soni yang sedang meringis kesakitan.
__ADS_1
"Inilah resiko karena telah menculik istri bos kami,"seloroh Dimas.
"Jadi,pria itu adalah Tuan Alex?"Soni terkaget kaget.
"Iya,betul.Kamu sendiri siapanya Anin?"Tanya Heru penasaran.
"Aku temanya,tapi sebentar lagi aku akan menjadi calon pendampingnya,"sahut Soni asal.
"Jaga mulutmu,apa kamu mau kami hajar lagi?"Dimas mengancam.
"Aku tidak takut dihajar oleh kalian,tubuhku ini sudah terbiasa mendapat perlakuan buruk dari orang lain.Pasti aku akan kuat menahan rasa sakit,"ucap Soni penuh dengan percaya diri.
"Kalau kamu masih ingin hidup,sebaiknya kamu jauhi Anin.Carilah wanita lain untuk kamu pacari diluar sana,"Dimas mencoba memberi nasihat pada Soni.
"Tidak mau,sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Anin.Pria kasar dan Arogan seperti Alex,sebentar lagi juga akan ditinggalkan oleh Anin."Soni tertawa.Dia paham betul bagaimana kriteria pria idaman Anin,Alex tidak termasuk didalamnya.
Anin sangat menyukai pria yang lemah lembut,sederhana dan ramah.Sementara Alex?Dia lebih mirip dengan seekor singa daripada manusia.
Didalam mobil.
Anin membuka matanya perlahan lahan,dia mencoba untuk duduk sambil memegangi ujung kepalanya.
"Awh..."Rengek Anin manja.
"Kamu sudah sadar?Apa yang kamu rasakan sekarang?"Alex terlihat cemas dan Khawatir.
"Kepala saya pusing sekali,"Anin berbohong.
"Kita pergi ke Dokter ya,"ajak Alex.
"Tidak mau,saya mau pulang kerumah saja.Saya hanya perlu istirahat yang cukup,lagi pula saya takut jarum suntik dan stetoskop,"Anin berkilah.Sekuat tenaga dia berusaha agar Alex tidak membawanya pergi kerumah sakit.
"Jangan sampai dia tau kalau aku hanya akting,aku masih mau hidup dalam waktu yang cukup lama,"batin Anin.
"Baiklah,ayo kita pulang,"Alex menuruti permintaan istrinya.Anin tertawa dalam hati,ternyata Alex sangat mudah untuk dibohongi dan diperdaya.
Bersambung...
__ADS_1