Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 58


__ADS_3

Inggrid pulang kerumahnya dengan wajah senang dan gembira.Dia tidak pernah merasa segila ini sebelumnya,mengambil keputusan sembrono dengan mengajak Theo balikan dan menikah.


Dulu dia sangat membenci Theo,dia bahkan menolak untuk berbaikan dengan pria itu.Tapi apa yang terjadi sekarang?Dia malah menelan ludahnya sendiri.Anehnya,Inggrid tidak merasa malu atas kelakuannya itu.


"Kenapa kamu?Senyum senyum sendiri seperti orang gila!"Sindir Rini.


"Ada yang ingin aku bicarakan pada Ibu,"ucap Inggrid.


"Soal apa?"Rini penasaran.


Dia mencoba menebak nebak dalam diam,sepertinya Inggrid akan membahas tentang hubungannya dengan Theo.Jangan jangan mereka balikan?Apa yang harus Rini lakukan sekarang?


"Soal pernikahan,aku ingin menikah dengan Theo,"ucap Inggrid.


"Apa katamu?Apa kamu gila?"Rini syok berat.Hampir saja dia pingsan karena tidak bisa menerima kenyataan.


"Iya,aku gila.Aku tergila gila karena cinta.Oleh karena itu aku akan tetap menikahi Theo dengan atau tanpa restu dari Ibu."Celoteh Inggrid.


Diam adalah hal yang bisa Rini lakukan saat ini,Inggrid terlalu keras kepala untuk dilawan.Rini memasrahkan segalanya pada Inggrid,dia tidak mau melarang lagi karena lelah bertengkar terus dengannya.


Inggrid masuk kedalam kamar,dia mengambil pulpen dan secarik kertas yang tergeletak didalam laci lemari.Dia ingin menulis beberapa nama teman dekatnya yang akan dia undang ke acara pernikahannya besok.


Padahal,Theo dan ayahnya belum datang ke rumah untuk melamar.Tapi inggrid sudah heboh dengan rencana pernikahannya sendiri.Itulah Inggrid,senang mengambil tindakan tiba tiba,dan terburu buru.


***


Dirumahnya,Theo mengajak Ayahnya untuk berbicara empat mata diruang tamu.Dia sedikit ragu ingin mengatakan kalau dia dan inggrid telah balikan dan ingin segera menikah.


Bagaimana reaksi pria tua itu?Apa dia bisa menerima dan mendukung keputusannya?Bagaimanapun,dia adalah seorang playboy sejati.


"Ayah,aku ingin kamu membantuku untuk melamar seseorang,"ucap Theo dengan wajah berbinar.


"Melamar?Siapa wanita beruntung yang telah mendapatkan hatimu itu?"Tanya pria tua itu penasaran.


"Inggrid,kami sudah balikan dan kami berdua memutuskan untuk menikah,"sahut Theo.


"Apa kamu sudah memikirkannya matang matang?"


"Sudah,"


"Baiklah,aku akan membantumu untuk melamarnya besok."


Senyum senang mengambang di wajah Theo,dia tidak mengira kalau playboy kelas kakap itu mau mendukung keinginanya.

__ADS_1


***


Inggrid mengundang temanya untuk datang kerumahnya,dia adalah Nani teman masa SMA nya dulu.Malam ini Nani akan menginap dirumah itu,mereka akan menghabiskan malam bersama sebelum Inggrid menikah dengan Theo.


Malam ini,mereka akan begadang nonton film,ngemil,bercerita tentang angan angan setelah membina rumah tangga.


"Inggrid,kamu ingin memiliki anak berapa degan pria itu?"Nani terlihat begitu serius menunggu jawaban dari sahabatnya.


"Tiga saja,jangan banyak banyak.Umurku sudah tua,aku tidak sanggup lagi mengejan,"sahut inggrid.


"Ha...Ha...Ha...Bisa saja kamu.Ngomong ngomong,kamu sudah yakin dengan orang itu?"Pertanyaan yang sama meluncur dari mulut yang berbeda.


"iya,aku sudah yakin.Dia adalah pria yang baik yang cocok menjadi suamiku,"jawab Inggrid mantap.


"Aku tau kalau dia sudah insyaf,tapi apa kamu tidak takut dia kambuh lagi?"Nani mencemaskan inggrid.


"Kalau kambuh ya tinggal dipotong saja itunya biar kapok,"seloroh Inggrid asal.


"Ha..Ha..Ha...Gila kamu!"


"Kalau aku gila berarti kamu gila juga dong?Kita kan sahabat baik,"


Kamar itu begitu ramai seperti pasar ikan,padahal penghuninya hanya dua orang saja.Dari sebrang kamar Rini bisa mendengar dengan jelas obrolan dua sahabat itu,Inggrid terlihat begitu serius dengan keputusannya menikah dengan Theo.


***


Inggrid membuat status di akun sosial medianya tentang rencana pernikahannya dengan Theo.Membaca hal itu Alex merasa sedikit terkejut.Inggrid akan menikah dengan Theo?Bukannya saat itu mereka sudah putus?


Anin mendekati Alex,dia memperhatikan raut wajah pria itu yang sedikit berubah.


"Kamu sedang membaca apa?Serius sekali?"


"Aku sedang membaca status Inggrid,katanya dia akan menikah dengan Theo,"


"Syukurlah kalau begitu,akhirnya dia ketemu jodoh juga,"


Anin memang tidak tau kalau Theo adalah pria yang telah merusak keharmonisan rumah tangganya dulu.Kalau saja dia tau,dia mungkin akan meledeknya atau menertawainya.


Masih teringat jelas dibenak Alex saat Inggrid mengakui perselingkuhannya dengan Theo.Dia memuji pria itu setinggi langit dan merendahkannya serendah rendahnya.Tapi memang Theo lebih tampan darinya dan juga lebih kaya.Waajar kalau Inggrid bisa dengan mudahnya berpaling dari Alex.


"Anin,jika ada pria yang lebih tampan dan lebih kaya dariku menyukaimu,apa kamu akan meninggalkan aku?"


"Tentu saja tidak,dihatiku hanya ada kamu selamanya,"

__ADS_1


Alex tersenyum bahagia.Anin memang berbeda,tidak seperti wanita kebanyakan.Alex tidak salah pilih memilih wanita spesial itu untuk dijadikan istri.Semoga rumah tangga mereka bisa langgeng dan bahagia sampai tua.


"Alex,aku hamil,"ucap Anin.


"Serius?"Alex tak percaya.Karena memang Anin tidak mabuk seperti sebelum sebelumnya.


"Iya,aku serius,"


"Bagus kalau begitu,rumah ini akan bertambah ramai dengan adanya anak banyak,"Alex tersenyum bahagia.


Usai memberitahukan tentang kehamilannya pada Alex,Anin menemui Cika.Dia ingin memberikan kabar baik itu pada Heru dan Cika.Berharap mereka jadi ingin,dan bekerja lebih giat agar bisa segera menyusul hamil.


"Aku hamil,"ucap Anin.


"Selamat ya,aku ikut senang untuk kamu,"sahut Heru.


"Semoga saja anak itu bukan perempuan,"celetuk Cika.


"Kalau dia perempuan,sainganku akan bertambah banyak.Laura saja sudah membuatku pusing apa lagi kalau bertambah satu lagi?"


Anin dan Heru tertawa,wajah Cika terlihat sedikit tertekan.Wajar saja,selama ini Laura selalu ceplas ceplos padanya,bahkan terkesan selalu mengomentari hidupnya.Apa lagi kata kata Laura jauh lebih pedas dari omongan netizen.


"Laki laki atau perempuan sama saja,kalau yang menanam bibitnya Tuan Alex.Dia sama menyebalkan dengan anak Ayahnya kelak,"lanjut Cika.


"Sayang,jaga kata katamu.Kalau tidak ada dia,kamu tidak bisa kuliah.Jajan,shoping dan mendapatkan kemudahan berbagai fasilitas,"omel Heru.


"Iya,aku tau.Dia banyak berjasa untuk hidupku dan Kakakku,"


"Kalau begitu,harusnya kamu minta maaf padanya,bukanya marah marah tidak jelas,"


"Iya..Iya..Aku akan melakukannya nanti,"


Laura datang menghampiri tiga orang itu,dia ingin menanyakan tentang kebenaran berita kalau Mamanya hamil lagi.


"Ma,apa benar mama sedang hamil?"


"Iya,sebentar lagi kamu akan jadi Kakak,"


"Berjanjilah Mama akan adil pada kami,"


"Tentu saja,kalian sama sama anak Mama."


Laura memeluk Anin,bisa dirasakan dengan jelas kalau anak itu sedang khawatir.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2