
J&J Resto.
Selesai rapat,Alex mengajak Dimas dan Heru untuk makan siang bersama di restoran favoritnya.Hari ini suasana hati Alex sedang happy,dia ingin membaginya dengan dua sahabat sekaligus pegawai kesayangannya itu.
Senyum manis terus mengembang di wajah Alex membuat Dimas dan Heru merasa sedikit aneh dan penasaran.Pasalnya beberapa minggu lalu Alex baru saja resmi bercerai dengan Inggrid,harusnya saat ini dia masih terlihat sedih dan galau.
"Kamu kenapa Al?Senyum senyum sendiri seperti orang gila saja!"celetuk Dimas.
"Bercandanya jangan berlebihan dong,siapa tau Bos kita baru saja menang undian lotre,"ledek Heru.
"Tebakan Heru salah,hari ini aku sedang senang karena ulah seorang wanita,"Ucap Alex.
"Wanita?Wanita yang mana?Bukanya kamu baru saja bercerai dengan Inggrid?"Heru sedikit bingung.
"Wanita baruku lah,kalau Inggrid mah sudah aku buang ketempat sampah!"Ucap Alex ketus.
"Idih,parah.Masa berkabung belum selesai sudah pacaran dengan wanita baru"Dimas geleng geleng kepala.
"Kami tidak pacaran,dia itu istri baruku,"tutur Alex.
"Apa?Istri baru?Kapan nikahnya?"Heru terkaget kaget.Tidak hanya Heru yang kaget,Dimas juga ikut kaget.
"Aku menikah seminggu yang lalu.Maaf ya tidak kabar kabar,soalnya pernikahanku kali ini digelar secara tertutup."Alex membuat sebuah alasan klasik.
"Jahat kamu Al,kamu sudah tidak menganggap kami sebagai teman!"Dimas marah.
"Kalau aku tidak menganggap kalian teman,mana mungkin aku menceritakan semuanya pada kalian.Mana mungkin juga aku mengajak kalian berdua makan siang di restoran bintang lima ini gratis,"Alex membela diri.
"Serius nih gratis?"Tanya Heru.Pria yang satu ini memang terkenal senang makan gratisan.
"Iya,gratis.Itung-itung buat ganti acara syukuran pernikahanku dengan Anin,"sahut Alex.Senyum lebar mengembang di wajah Dimas Dan Heru.
Bayangan wajah Anin selalu melintas di pelupuk mata Alex,setiap hari setiap waktu.Pria galak itu tidak tau apa yang sedang terjadi padanya,yang jelas karena kehadiran Anin hidup Alex kini jadi lebih berwarna daripada sebelumnya.
__ADS_1
Alex memesan banyak makanan,semua yang dipesan adalah makanan terlaris dan terenak di restoran itu.Tak lama,seorang waiters datang mengantar makanan dan minuman pesanan Alex.Acara makan bersama pun dimulai.
Heru terlihat lahap menyantap makanan itu,begitu juga dengan Dimas.Sebagai seorang pegawai biasa,mereka sangat hemat kepada pengeluaran.Hampir tidak pernah mereka makan di restoran,kecuali Alex yang mentraktir mereka.Makanan yang biasa mereka konsumsi adalah nasi uduk,nasi kuning,nasi rames yang biasa dijual di warung warung sederhana.
Alex,Dimas dan Heru telah berteman sejak lama.Tepatnya,saat mereka masih duduk di bangku SMP.Tak heran kalau mereka tau banyak tentang hubungan Alex dan Inggrid karena Alex selalu menceritakan segalanya pada dua sahabatnya itu.
Saat sedang asyik makan,tiba tiba Inggrid datang menghampiri Alex sambil menggandeng Theo.
"Kebetulan sekali bisa bertemu disini,aku mau mengucapkan selamat menempuh hidup baru,"ucap Inggrid sambil menyunggingkan senyum sinis.
"Terimakasih,"sahut Alex singkat.
"Aku tidak menyangka kamu akan move on secepat ini,"sambung Theo.
"Aku tidak punya alasan untuk menduda terlalu lama,"ucap Alex.
"Pernikahanmu kali ini pasti hanya seumur jagung,wanita mana yang mau hidup bersama pria yang tidak bisa menghasilkan anak!"Cibir Inggrid.
Dimas geram mendengar cibiran Inggrid kepada Alex.Dia membanting garpu kelantai dan bangkit dari tempat duduk.
"Kamu sendiri bagaimana?Apakah kamu tampan?"Ejek Inggrid balik.
"Wajahku memang pas pasan,tapi aku adalah pria yang setia tidak seperti pria yang sedang kamu gandeng itu!"Dimas menyindir Theo secara halus.
"Apa maksudmu?"Inggrid marah.Dia tidak terima kekasihnya dikatai yang tidak tidak oleh teman mantan suaminya.
"Tanyakan saja padanya sendiri!"Oceh Dimas.
Alex dan Heru tidak berusaha untuk melerai pertengkaran Dimas dengan Inggrid.Mereka hanya memantau sambil senyum senyum tipis,jarang sekali Alex dan Heru bisa melihat watak asli seorang Dimas keluar lepas.
Theo menarik lengan Inggrid,pria berperawakan tinggi kurus itu segera membawa kekasihnya pergi menjauh dari gerombolan pria yang dia pikir gila.
***
__ADS_1
Ditempa lain,Anin mencuri waktu untuk bertemu dengan Sari sahabatnya.Dia merasa jenuh dan bosan jika terus menerus harus mengurung diri dirumah.Bukan seperti burung dalam sangkar lagi lagi,tapi sudah mirip dengan seorang narapidana kasus tindak kejahatan kelas berat.
Siang malam,Anin menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca buku.Kedua matanya sampai juling karena terlalu sering membaca dalam waktu yang cukup lama.
Disebuah kedai bakso yang terletak di samping kiri toko tempat Sari bekerja,Anin dan Sari mengikat sebuah janji untuk bertemu.Tepat pada pukul 13.00 siang Anin datang tepat waktu,tak lama Sari datang menyusul.
"Sudah pesan makanan dan minuman belum?"Tanya Sari.
"Sudah.Kamu tenang saja,hari ini aku yang bayar semuanya,"ucap Anin.
"Asyik,sepertinya uang jajan dari Paman itu banyak.Ha...Ha...Ha..."Susi mulai usil meledek Anin.
Dalam pertemuan rahasia itu Anin menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Sari.Bagaimana dia dan Alex bertemu,awal mula mereka mengikat janji untuk menikah sampai profesi Alex dan latar belakang keluarga Alex.
Hanya satu hal saja yang tidak Anin katakan pada Sari yaitu tentang kebenaran pernikahannya dengan Alex hanya sekedar pernikahan kontrak belaka.Tentu saja Anin melakukan itu untuk menghindari siraman rohani yang mungkin akan Sari berikan kepadanya.
Bagaimanapun yang dilakukan oleh Anin adalah sebuah kesalahan,karena pernikahan adalah hal sakral yang harusnya hanya boleh dilakukan seumur hidup sekali bukan untuk sekedar main main apa lagi untuk ladang mencari uang.
Tapi mau bagaimana lagi?Saat itu Anin benar benar putus asa dan hanya dengan menyewakan rahim saja dia bisa keluar dari keputusasaannya tersebut.Untungnya Alex masih memiliki hati nurani,dia masih mau menikahinya secara sah walaupun hanya pernikahan kontrak.
"Si Bos menanyakan kabar kamu terus tuh,"ucap Sari sambil mengunyah makanan yang sudah ada didalam mulutnya.
"Masa?"Anin sedikit tidak percaya.
"Iya,mungkin dia khawatir pada keadaanmu,"Sari mencoba meyakinkan.
"Dia memang orang yang baik,beruntunglah aku selalu dikelilingi oleh orang orang baik seperti kalian,"Anin tersenyum.
"Kamu terlalu memuji berlebihan,sebagai manusia kita memang harus saling peduli pada satu dan lainya bukan?"ucap Sari.
"Iya,betul sekali."Anin mengacungkan kedua jempolnya ke atas.
Hari ini Anin telah berhasil mengusir rasa bosan dan jenuhnya.Sekaligus mengisi ulang semangatnya untuk menjalani hari harinya kedepan.
__ADS_1
Bersambung...