Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 56


__ADS_3

Cika dan Heru kembali dari hotel.wajah Cika terlihat buruk seperti zombie,mata merah,wajah pucat,dan berjalan sedikit membungkuk.Melihat hal itu Anin jadi bertanya tanya,apa kah yang telah Heru lakukan pada adiknya.Apa mereka bermain sekeras itu?


"Bi,apa Bibi sakit?"Tanya Laura.


"Iya,"


"Bagian mana yang sakit?"


Cika ingin menunjuk ke berbagai tempat,tapi dia ingat Laura adalah anak yang masih dibawah umur.


"Kamu belum boleh tau,"


"Kenapa belum boleh tau?"


"Kamu masih kecil!"


Cika berlalu meninggalkan Laura,dia mematung dan memonyongkan bibirnya kedepan.


"Bibi tidak asik!"Laura merajuk.Dia pergi menuju kamarnya.


Merasa kasihan pada Laura yang diabaikan oleh Cika,Heru mengikuti anak itu dan mencoba untuk menghiburnya.


"Laura,"panggil Heru.


"Iya,Om,"


"Mau ikut dengan Om?"Tanya Heru.


"Kemana?"Laura penasaran.


"Ke toko sebelah,kita naik odong odong kuda sambil makan es krim,"ucap Heru.


"Mau Om,mau..."Laura melompat kegirangan.


Sesampainya di toko sebelah,bukan hanya es krim saja yang diminta oleh Laura.Tapi juga mainan,camilan,sandal,minuman dingin dan beberapa pak naget.Total yang harus Heru keluarkan dimeja kasir adalah Empat ratus ribu rupiah.


"Anak Bos,jajannya beda.Uang makan ku dua minggu habis olehnya dalam satu jam saja,"keluh Heru lirih.


Laura menagih janji Heru naik odong odong yang mangkal didepan toko,mereka keliling komplek perumahan beberapa kali sambil makan es krim bersama.


"Makasih ya Om,sudah mau mengajak Laura jalan jalan,"


"Iya,tapi jangan sering sering.Om tidak punya banyak uang seperti Ayah kamu!"


"Om pengangguran ya?Atau Om orang miskin?"Laura menatap dengan tatapan polos.Pertanyaan itu terasa menusuk di jantung Heru.Bagaimana bisa anak lima tahun bertanya seperti itu padanya?


Heru lupa,Laura adalah anak orang kaya.Dia mana tau mencari uang sulit,dia juga tidak tau kalau tidak semua profesi bergaji besar seperti Ayahnya.Heru hanya menjawab pertanyaan Laura dengan senyuman saja.


Puas berputar putar,Heru mengajak Laura pulang kerumah.Di teras,Anin sedang menunggu kepulangan mereka.


"Laura,dari mana saja kamu?"


"Dari toko sebelah Ma,"

__ADS_1


"Apa yang kamu bawa?"


"Jajan,habis empat ratus ribu.Tolong ganti uang Om Heru ya ma,kasian dia tidak punya uang katanya,"


Anin membekap mulut putrinya yang asal bicara itu,dia merasa tidak enak hati pada Heru.


"Kalau bicara yang sopan!"Bentak Anin.


"Tidak apa apa Kak,namanya juga anak kecil.Lagi pula yang Laura bilang benar,aku tidak punya uang,"Heru meringis.


"Ah,ayo kita masuk.Kita bicara didalam,"


Heru,Anin dan Laura masuk kedalam rumah.Dia melihat Cika sedang mencampur minuman herbal dengan teh manis hangat.


"Cika,apa kamu sakit?"


"Tidak.Ini hanya herbal untuk pegal linu saja,semua karena pria menyebalkan itu!"Cika menunjuk kearah Heru.


Anin tersenyum,rupanya selama berbulan madu Heru terus menghajar Cika tanpa ampun.Sepertinya wanita itu akan segera hamil dalam waktu dekat.


Heru salah tingkah,pipinya memerah.Dia merasa malu karena Cika bicara ceplas ceplos sama seperti Laura.


"Santai saja Heru,jangan tegang seperti itu.Sama Kakak Ipar sendiri juga,"seloroh Anin lirih.


"Ma,memangnya Om Heru ngapain Bibi?Kenapa badan Bibi bisa pegal pegal?"


***


Malam hari...


"Uang apa itu?"Tanya Heru.


"Ini uang kamu yang dipakai oleh Laura tadi,"sahut Alex.


"Hanya empat ratus ribu,kenapa jadi sebanyak ini?"Heru merasa kaget.


"Anggap saja untuk uang jajan kamu.Laura bilang kamu pengangguran dan tidak punya uang,"ucap Alex.


Deg,,


Anak itu lemes sekali,kapan aku mengatakan padanya?Batin Heru.


"Aku tidak menganggur,aku keluar dari kantormu karena aku ingin fokus pada usaha kecil kecilan milikku,"tutur Heru.


"Buka usaha apa kamu?"Alex penasaran.


"Aku buka konter ponsel,"


"Bagus,kapan kapan aku akan mampir kesana.Apa kamu perlu bantuan modal?"Tanya Alex.


"Aku tidak menolak kalau kamu mau membantuku,"Heru meringis.


"Butuh berapa?Dua ratus juta cukup?"

__ADS_1


"Itu terlalu banyak,lima puluh juta saja,"


"Baiklah,aku akan transfer seratus juta ke nomor rekening mu sekarang juga!"


"Hem...Terserah kamu saja!"


"Jangan tersinggung,aku bukannya sedang meremehkan kamu.Aku hanya tidak mau adik perempuanku itu hidup serba kekurangan.Kamu tau maksudku bukan?"


"Iya,aku tau,"


"Selama ini,aku selalu mencukupi kebutuhannya.Aku juga berharap kamu bisa melakukan hal yang sama sepertiku,"


"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan kamu,"


"Bagus,aku pegang kata katamu itu.Tapi kamu harus berjanji satu hal lagi padaku,"


"Janji apa?"


"Berjanjilah untuk selalu membahagiakannya dan setia padanya.Jika kamu berani main mata dibelakang,aku akan menyewa sniper terbaik untuk menembakmu.Membuang jasad mu ke laut agar dimakan oleh ikan hiu,"


"Menyeramkan sekali ancaman Kakak ipar!"


Heru menemui Cika dikamarnya,dia baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan sehelai handuk saja.Rambut dan kulitnya masih basah,aroma sabun dan sampo menyeruak memenuhi sudut kamar.


Heru tersenyum,dia berjalan mendekati Cika dan memeluk wanita itu dari belakang.Heru suka memeluk tubuh kecil nan sintal itu,rasanya sangat nyaman seperti memeluk bantal guling.


"Hari ini libur dulu ya,aku ingin istirahat,"ucap Cika.


"Belum juga minta sudah ditolak,"Heru cemberut.


Heru melepas pelukannya,dia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan menutupi wajahnya dengan bantal.Badan saja yang besar,kalau sudah ngambek seperti anak kecil!


Cika tidak tega melihat suaminya terlihat lemas tak berdaya,akhirnya Cika mengalah dan menuruti permintaan suaminya.


"Baiklah,kamu boleh memintanya.Tapi hanya sebentar saja!"


Heru kembali bersemangat,tubuhnya yang tadi lemas tiba tiba kembali berenergi.Heru menepuk kasur kosong disebelahnya,memberi Cika kode agar cepat menghampirinya dan berbaring disebelahnya.


"Senyum dan wajah itu,seperti singa tidak makan berhari hari.Aku pasti akan dihabisi olehnya seperti yang sudah sudah,"gerutu Cika lirih.


Keesokan harinya.Cika cemberut pada Heru,pria itu dimana mana sama saja.Tidak bisa menepati janji.Katanya hanya sebentar,tapi ternyata semuanya bohong.


Cika menggeledah tas dan barang bawaan Heru,dia harus bisa menemukan obat kuat itu dan membuangnya jauh jauh.


"Apa yang sedang kamu cari Cika?"Tanya Heru.


"Obat kuat,kamu pasti meminumnya bukan?"Tanya Cika.


"Obat kuat apa?Aku tidak meminum apapun,"


"Ah,masa.Tapi kenapa stamina mu bisa begitu kuat?"


"Itu semua karena aku mencintaimu dan menginginkan kamu!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2