
Hari hari yang Alex lewati tanpa Anin disisinya sungguh sangat menyiksa.Padahal,ini bukan kali pertama dia ditinggal pergi oleh seorang wanita.Ternyata,meski baru sebentar hidup bersama Kania,cinta dan kasih sayangnya untuk wanita itu sangat besar.Bahkan melebihi perasaanya untuk Inggrid dulu.
Sementara itu disisinya,Inggrid terduduk sambil memasang wajah sedih.Dia tidak hanya berhasil merusak rumah tangga mantan suaminya,tapi juga telah membuat pria tampan itu terlihat seperti orang gila.
Yang lebih mengejutkan lagi,Anin ternyata adalah sosok teman baik yang dulu pernah dia temui ditaman.Wanita baik,berbudi dan memiliki pembawaan baik.Pantas saja jika Alex tidak bisa berpaling darinya.
Kini,inggrid hanya bisa pasrah jika Alex menolaknya.Tak apa jika tidak bisa bersama,yang penting mereka masih bisa berteman dengan baik.Sangat memalukan bagi seorang wanita mengejar ngejar cinta seorang pria yang sudah beristri,seperti tidak ada pria lain saja.Pikiran Inggrid sudah sedikit terbuka,dia sudah mau menerima kenyataan yang tidak bersahabat denganya.
"Makanlah dulu,sudah beberapa hari ini kamu tidak makan,"Inggrid mencoba menyuapi Alex.
"Tidak,aku tidak memiliki nafsu makan,"Alex menolak.
"Bagaimana kalau nanti kamu jatuh sakit?"Inggrid mencoba menakut nakuti.
"Jangan pedulikan aku!"Sahut Alex.Pria itu menatap Inggrid dengan tatapan nanar.
"Maaf,semua yang terjadi adalah kesalahanku,"mata Inggrid berkaca kaca.
"Bukan kamu yang bersalah,tapi aku.Andai saja aku bisa lebih menata perasaan dihatiku,pasti tidak akan seperti ini,"Alex menangis.Dia meremas rambutnya dengan kasar dan kuat.
Bisa dilihat dengan jelas Alex begitu sangat frustasi.Dia merasa sangat kehilangan Anin,serta kecewa pada kelakuan dirinya sendiri.Bagaimana keadaan wanita itu sekarang?Dia pergi tanpa membawa semua fasilitas penting darinya seperti kartu ATM,perhiasan dan uang tunai.
Dengan apa dia akan bertahan hidup?Apa keadaanya bisa membaik?Sementara orang yang merawatnya hanyalah seorang bocah SMA bermental kerupuk.Apa yang akan terjadi pada Anin dan Anaknya?Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada mereka?
Berpuluh tanda tanya hadir menghujam otak Alex.Seperti sebuah belati yang menusuk nusuk hingga terasa begitu sakit dan perih.
"Sayang,kemanapun kamu pergi aku pasti akan menemukanmu!"Ucap Alex dalam hati.
Heru dan Dimas datang ke kediaman Alex,mereka ingin menjenguk sekaligus memberi informasi terbaru tentang pencarian Anin.
"Bos,bagaimana keadaan Anda?"Tanya Dimas.
"Seperti yang kalian lihat,aku hancur berkeping keping.Hidupku kacau,seperti sebuah mobil tanpa rem,"sahut Alex.
"Jangan bersedih Bos,kami sudah menemukan titik terang tentang keadaan istri Anda,"lanjut Heru.
__ADS_1
"Benarkah?"Alex memasang wajah antusias.
"Benar Bos,seseorang mengaku pernah melihat mereka menaiki bis antar provinsi,"sambung Dimas.
"Menurut penuturan salah seorang tetangganya,Nyonya kampung halaman di daerah Jawa Tengah.Tempat kelahiran mendiang Ayah dan Ibunya,"Lajut Dimas panjang lebar.
"Bagus,lanjutkan pencarian.Aku akan memberikan bonus yang besar untuk kalian jika kalian bisa menemukan mereka,"Alex mencoba mendongkrak semangat kedua rekannya itu.
"Oke Bos,"sahut Dimas dan Heru berbarengan.
"Sekarang,kamu makan dulu.Bagaimana bisa kamu membantu Heru dan Dimas untuk mencari Anin jika kamu sakit karena telat makan?"Bujuk Inggrid.
"Baiklah,aku akan makan.Tapi kamu tidak perlu menyuapi aku,"Alex merebut piring dan sendok yang sedang dipegang oleh Inggrid.
***
Sementara itu ditempat lain.
Cika sibuk menata barang dagangannya di warung.Mulai dari peralatan mandi,kebutuhan pokok seperti mie,minyak goreng dan telur.Sampai dengan aneka roti,terigu juga bumbu dapur instan.
Cika tau resiko dari perbuatan konyolnya itu,terlebih jika Alex mengetahuinya.Tapi mereka butuh tempat tinggal,Anin juga butuh uang untuk berobat.Untung saja cincin kawin Anin adalah cincin berlian,jadi dia bisa mendapatkan uang cukup banyak dari hasil penjualannya.
Cika membuka warung pada pukul 05.00 pagi dan tutup pada pukul 21.00 malam.Desa itu masih sangat terpencil,belum ada minimarket apa lagi supermarket.Oleh karena itu warung sembako milik Cika selalu ramai pembeli setiap harinya.
Saat sedang senggang,Cika menyempatkan diri untuk menyuapi kakaknya dan membantunya minum obat.Jauh dari Alex ternyata ada manfaatnya,Anin sudah bisa sedikit bergerak meskipun masih sulit untuk diajak berkomunikasi.
"Kak,cepatlah sembuh.Kamu pasti akan bangga padaku,aku sudah menjadi pengusaha sukses sekarang,"celoteh Cika sambil menyuapi kakaknya semangkuk bubur ayam.
"Aku tidak bermaksud untuk memisahkan kamu dengan pria yang kamu cintai,aku hanya ingin memberi pria itu pelajaran saja.Aku kesal padanya,bisa bisanya dia mencintai dua wanita sekaligus.Dasar pria hidung belang berhati buaya!"Maki Cika asal.
Gadis muda itu terus mengoceh tanpa henti,sampai bubur yang ada di mangkuk itu habis dimakan oleh Anin.Anin sedikit memberi respon dengan memberikan senyum kecil dan menggerakkan jemari tangannya.
Entah apa yang ingin Anin sampaikan pada Cika,tapi sepertinya dia ingin berkata kalau apa celotehan adiknya itu terdengar lucu dan menggelitik di telinganya.
"Kak,jangan marah padaku ya?Apapun yang aku lakukan itu semua demi kebaikanmu.Jika memang tua bangka itu adalah jodohmu,kalian pasti akan bertemu kembali."Cika mengelus kedua pipi Anin lembut.
__ADS_1
Dan saat pertemuan itu terjadi,Alex mungkin tak hanya akan mengurungnya didalam kamar,tapi juga menjambak rambutnya hingga rontok dan botak.Tak apa,yang penting dia berhasil membalas dendam pada Tuan Alexander.Lagi pula,Kakaknya pasti akan selalu ada untuk melindunginya.
Selesai menyuapi Kakaknya,Cika bergegas merebus air untuk memandikan wanita hamil muda itu.Tak hanya urusan perut,Cika juga sangat memperhatikan kebersihan Kakaknya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut.Cika memang sosok adik yang perhatian,Anin benar benar beruntung karena telah memiliki adik seperti Cika.
Makan sudah,minum obat sudah,mandi juga sudah.Saatnya bagi Cika untuk membawa Anin keluar kamar dengan kursi roda agar dia tidak merasa jenuh dan suntuk.Cika menaruh wanita itu didepan pintu warung sembakonya.
"Hiduplah udara segar ini,agar Kakak bisa segera sehat dan sembuh,"ucap Cika.Dia mencium pipi sang Kakak lembut.
Seorang Ibu Ibu datang ke warung Cika,dia adalah pelanggan setia warung kecil itu.Selain harganya yang murah,barang barang berkualitas menjadi daya tarik tersendiri untuk pembeli.
"Mau beli apa Bu?"Tanya Cika ramah.
"Ibu mau beli telor satu kilo,beras lima kilo dan minyak goreng satu liter,"sahut Ibu Ibu berpenampilan nyentrik itu.
"Oke,saya siapkan dulu,"Ucap Cika semangat.
"Ngomong ngomong,siapa wanita itu mbak?"Tanya si Ibu sambil memperhatikan Anin yang sedang duduk mematung di kursi roda.
"Oh,dia Kakak saya Bu,"sahut Cika.
"Dia sakit apa?"Tanyanya lagi.
"Sakit struk,"sahut Cika bohong.
"Kasihan ya,padahal masih muda loh,"Wanita tua itu menatap Anin dengan tatapan iba.
"Doakan saja agar dia bisa cepat sembuh Bu,agar bisa bertengkar dan bercanda dengan saya lagi,"ucap Cika sembari mengembangkan sebuah senyum.
"Amin.Semoga,dia bisa segera sembuh.Kamu yang sabar ya mengurus dia,mengurus orang sakit kan tidak mudah,"wanita itu memberikan sebuah nasihat.
"Pasti Bu,saya akan selalu sabar untuk dia."Sahut Cika dengan nada penuh percaya diri dan semangat.
Selesai melayani pembeli,Cika menyisir rambut pandang Kakaknya.
"Dengar itu,banyak orang yang mendoakan Kakak.Cepat sembuh ya,"Celoteh Cika sambil terus menyisir rambut Kakaknya.
__ADS_1
Bersambung...