Rahim Bayaran Mr.Alex

Rahim Bayaran Mr.Alex
Bab 13


__ADS_3

Pagi hari,Anin terbangun dari tidurnya dengan tubuh remuk dan pegal pegal.Alex tidak melepaskannya semalaman,pria itu bersikap seperti serigala tua yang tidak memiliki rasa lelah sedikitpun.Kalau saja Anin tidak merengek meminta ampun,Alex mungkin tidak akan berhenti mengajarnya dengan berbagai jurus dan gaya andalan.


"Dasar pria tua menyebalkan!"gerutu Anin lirih.


Anin bangkit dari tempat tidur,dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Alangkah terkejutnya Anin saat mendapati sekujur tubuhnya dipenuhi oleh tanda merah dan sedikit memar.


"Astaga,dia itu manusia atau bukan?"Batin Anin.


Selesai mandi,Anin memakai dres bunga bunga dan bando berwarna senada.Tidak lupa dia memakai make up minimalis agar terlihat fresh dan menarik.Entah sejak kapan Alex bangun,tiba tiba saja Anin melihat pria tua itu sedang menatapnya sambil tersenyum licik.


Anin cemberut,dia masih merasa dongkol kepada Alex.Ditambah lagi semalaman pria itu sudah menghajarnya tanpa belas kasih sedikitpun.


"Jangan menekuk wajah seperti itu,kamu terlihat jelek!"ledek Alex.


"Aku memang jelek,tidak seperti bekas istrimu itu!"Celoteh Anin.


"Jadi dia yang sudah membuatmu marah tidak jelas semalaman?"Alex mendapatkan pencerahan.


"Siapa yang marah?Aku tidak marah,untuk apa aku marah?Lagi pula aku hanya istri kontrakmu saja!"ucap Anin asal.


"Berhenti mengucapkan kalimat itu lagi,atau..."Alex mengancam.


"Atau apa?"Tantang Anin.


"Atau aku akan menghajar mu lagi seperti semalam!"Ucap Alex dengan nada tinggi.


"Sial!"Umpat Anin dalam hati.


Seperti biasa,walaupun kesal anin tetap melayani Alex dengan baik.Membuatkanya sepiring sarapan,segelas kopi dan satu kotak bekal untuk makan siang.


Alex merogoh saku jasnya,dia mengeluarkan sebuah cek dan menyodorkannya pada Anin.


"Apa itu?"Tanya Anin.


"Itu bonus untukmu,sebagai tanda terimakasih karena kamu telah melayaniku dengan baik dan membuatku merasa puas"sahut Alex.


Anin mengambil cek itu dan melihat nominal angka yang tertera didalamnya.

__ADS_1


"Sepuluh juta!"Anin melotot.Uang sebanyak itu bisa dipakai untuk bersenang senang seharian dengan Cika.


Cika merebut cek yang sedang dipegang Anin,dia penasaran karena Anin terlihat mematung hingga lupa untuk berkedip.


"Banyak sekali,saya bisa membeli cilok dan bakso sekalian gerobak gerobaknya pakai uang itu,"seloroh Cika.


"Cika,jangan buat Kakak malu!"Anin marah.


"Hey,uang itu khusus untuk Kakakmu kamu tidak boleh memintanya,"sambung Alex.


"Kakak Ipar pelit sekali!"ucap Cika sewot.


Alex membuka dompet,dia mengambil uang lima ratus ribu rupiah dan menyodorkannya pada Cika.Dia tidak suka dikatai pelit oleh adik iparnya sendiri,harga dirinya sebagai orang kaya bisa jatuh dimata sang istri nanti.


"Ini untuk saya?"Tanya Cika.


"Iya.Pergilah beli cilok,seblak,batagor,bakso atau apapun itu terserah,"sahut Alex.


"Terimakasih,Kakak Ipar baik sekali."Cika tersenyum lebar.Dia beranjak pergi dari ruang makan dan entah kemana.


"Jangan memanjakannya Tuan,saya tidak suka!"Anin mencondongkan bibirnya kedepan.


Dalam diam Alex berpikir,dia harus segera menurunkan foto pernikahannya dengan Inggrid dan menaruhnya di gudang.Alex tidak mau mood Anin rusak dan mengomelinya setiap hari tanpa henti.Karena hal itu bisa membuat Alex stres dan terkena tekanan darah tinggi.


***


Alex pergi ke kantor,Anin kembali ke kamarnya untuk membereskan kasur dan selimut yang belum sempat dia sentuh sejak bangun dari tidur.Tak disangka disana ada Cika,dia sedang memegang sebuah map berisi surat perjanjian pernikahan kontrak antara Anin dan Tuan Alex.


Cika mematung,matanya berkaca kaca.Jelas sekali dia ingin menangis tapi air matanya seolah sulit untuk keluar.Anin menarik nafas berat,mau tidak mau dia harus bicara jujur kepada adiknya sekarang juga.


"Kamu sudah mengetahui segalanya sekarang,tidak ada yang perlu aku sembunyikan lagi darimu,"ucap Anin.


"Kakak rela menjual diri untuk menyelamatkan rumah itu dari rentenir?"Cika menatap Anin penuh emosi.


"Kakak menikah secara resmi dengan Tuan Alex,Kakak tidak menjual diri,"Anin mencoba untuk membela dirinya sendiri.


"Iya,tapi Kakak dinikahi oleh paman tua itu untuk dicerai setelah Kakak melahirkan seorang anak untuknya.Apa itu bukan menjual diri namanya?"Ucap Cika dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Cika,tolong mengerti.Kakak melakukan semua ini bukan hanya untuk menyelamatkan rumah kita dari rentenir,tapi juga untuk masa depan kamu!"Anin mencoba untuk meraih hati dan perhatian adiknya.


"Aku jijik sama kakak.Aku lebih baik tinggal dikolong jembatan dan tidak memiliki masa depan daripada harus memakan uang haram!"


Maki Cika.Gadis berseragam putih abu abu itu keluar dari kamar Anin sambil membanting pintu.Anin terduduk lemas dilantai,hatinya merasa hancur dan galau.Pengorbanan besar yang telah dia lakukan ternyata tidak dianggap oleh adik semata wayangnya sendiri.


Anin menangis histeris,suara tangisnya itu memancing Ibu Sarah untuk mendekat padanya.Wanita itu telah mendengar pertengkaran yang terjadi antara Anin dan Cika,tapi dia tidak bisa melakukan apa apa selain diam dan mengamati.


Pagi berganti sore,Cika belum juga kembali kerumah.Anin yang khawatir langsung meminta bantuan kepada Alex untuk mencari keberadaan adiknya itu.


Setelah mendapat telfon dari Anin,Alex langsung menghubungi rekan rekannya untuk meminta bantuan dan mengirim foto Cika kepada mereka.Beberapa jam kemudian Cika ditemukan sedang menangis didekat GOR seorang diri.Salah satu rekan Alex langsung membawa Cika pulang kerumah.


Dihalaman depan rumah,Anin mondar mandir kesana kemari.Hatinya resah dan gelisah,dia takut telah terjadi sesuatu pada Cika.Terlebih Cika pergi dari rumah dalam keadaan marah dan kecewa berat pada Anin.


Tak lama,dua buah mobil datang dan parkir didepan rumah Alex.Alex turun dari mobil yang pertama,sementara seorang pria asing dan Cika turun dari mobil nomor dua.Anin berlari menghampiri Cika dan memeluk tubuh gadis muda itu erat.


"Sayang,kamu dari mana saja?Kakak khawatir padamu,"ucap Anin sambil mengelus punggung datar adiknya itu.Tak disangka,Cika mendorong Anin secara kasar dan membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.


"Awwww..."Anin menahan sakit pada pergelangan tangannya.


"Cika,apa apaan kamu!"Bentak Alex.


"Kalian berdua sama sama menggelikan!"Maki Cika.Anin menangis,hal itu membuat Alex murka.


"Heru,kurung Cika didalam kamar dan kunci pintunya dari luar!"Pinta Alex.


Meskipun Heru tidak tau penyebab mereka berseteru tapi Heru langsung saja melaksanakan perintah dari teman sekaligus atasannya itu.


"Tidak,jangan!"Teriak Anin.Tapi Heru tetap saja menyeret Cika dengan paksa dan membawanya pergi.


"Tuan,tolong lepaskan adik saya,"rengek Anin.


"Tidak akan,dia sudah melukaimu dan membuatmu menangis,"sahut Alex.


"Jangan pedulikan keadaan saya Tuan,saya mohon lepaskan adik saya,"Anin memegangi kaki kanan Alex sambil terus merengek dan menangis.


"Siapapun yang berani menyakiti hati dan fisik wanitaku,dia harus dihukum!"Alex mengepalkan kedua telapak tanganya.Batinya merasa sakit melihat istri kontraknya sepayah dan sekacau itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2