
Cika cemberut,moodnya rusak seharian karena merasa dikerjai oleh suaminya sendiri.Tidak tahan terus menerus dicueki oleh Cika,Heru mulai mencoba untuk merayu dan mengambil hati wanita itu.
Heru duduk di samping cika,dia menaruh kepalanya dipundak wanita itu.
"Sebentar lagi akhir tahun,kamu mau liburan kemana?"Tanya Heru.
"Kenapa tiba tiba kamu bertanya seperti itu?"
"Aku ingin mengajakmu pergi berlibur,"Heru tersenyum tipis.
"Sedang mencoba merayuku ya?"Cika mulai berburuk sangka.
"Tidak.Aku tidak sedang merayumu.Tapi kalau kamu tidak mau diajak berlibur ya sudah,kita tahun baruan dirumah saja,"ucap Heru kesal.
"Bawa aku naik gunung,"pinta Cika.
"Gunung?"Heru sedikit terkejut.
"Aku ingin kemping dipuncak gunung,"lanjut Cika.
"Itu bisa diatur,tapi..."
"Tapi apa?"Tanya Cika penasaran.
"Turuti dulu kemauanku,"
"Memangnya kamu mau apa?"Tanya Cika lagi.
"Aku mau kamu,"bisik Heru ditelinga Cika.Kedua pipi Cika memerah,dia langsung tau apa yang sedang Heru maksud.
Heru membopong Cika seperti karung beras,lalu melemparnya keatas kasur.Dia meminta haknya sebagai seorang suami yang tertunda karena semalam Cika ketiduran.
Sebenarnya Cika merasa sedikit takut,karena ini adalah pertama kali untuknya.Tapi dia lebih takut lagi jika Heru marah dan tidak mau berdekatan dengannya.
"Rileks sayang,jangan tegang seperti itu,"pinta Heru.
"Aku takut,"Cika menangis.
"Aku bahkan belum menyentuhmu bagaimana bisa kamu sudah menangis?"Heru kesal.Dia turun dari atas tubuh Cika dan pergi menjauh darinya.
Untuk kedua kalinya,malam pertama Cika dan Heru tertunda.Itu semua karena Cika belum siap untuk melakukannya.Sebenarnya Heru bisa merenggutnya secara paksa,tapi Heru tidak mau membuat Cika trauma dengan bertindak seperti seorang penjahat.
Dua hari kemudian...
Heru menuang sebotol anggur dengan kadar alkohol tinggi kedalam gelas,dia sedang mencari cara untuk menghibur dirinya sendiri.Saat Heru sedang fokus dengan ponselnya,Cika tiba tiba datang meraih gelas tersebut dan meminum anggur sampai habis.
__ADS_1
"Hoek...Air apa ini?Kenapa rasanya tidak enak sekali?"Gerutu Cika.
"Astaga,Cika..."Heru panik.
Cika berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya,dan Heru mengikutinya dari belakang.
"Lain kali bertanya dulu sebelum meminum sesuatu milikku,"
"Ka...Mu...Pasti...Sengaja!"
"Jangan sembarangan menuduh!"
Cika membasuh wajah dan mulutnya dengan air,dia berusaha untuk bangkit dan berjalan menuju tempat tidur.Tiba tiba kepalanya terasa berat,pusing dan sakit.
"Heru,kenapa kepalamu ada tiga?Sejak kapan kamu bisa membelah diri?"Cika mulai melantur.Dia mabuk karena terlalu banyak meminum anggur.
Cup,,,
Sebuah ciuman mendarat dibibir Heru.
"Bibirmu manis sekali,aku tidak tahan ingin memakannya,"Cika tertawa.
"Jangan salahkan aku,kamu sendiri yang memulainya."Heru tersenyum licik.
Cika membelai roti sobek milik suaminya,dia menatap kagum sekaligus heran,bagaimana benda itu bisa terbentuk dengan baik dan begitu sempurna.Tak terasa,air liur menetes di ujung bibir Cika.
Heru menarik selimut dan menutupkannya pada tubuh mereka,akhirnya apa yang Heru mau sejak kemarin bisa dia dapatkan malam itu.
Keesokan harinya...
Cika berjalan sambil merambat seperti cicak,dia berpegangan pada tembok sambil meringis menahan nyeri di bagian intinya.Dia tidak mengira kalau malam pertama akan sesakit itu,pantas saja banyak wanita yang takut melewati malam pertama.
"Sial,sakit sekali.Kenapa banyak orang yang memimpikan malam pertama padahal rasanya sesakit ini?"
"Mau aku bantu?"Tanya Heru.Dia sedikit menahan senyumnya karena melihat ekspresi wajah kesal sang istri yang terlihat lucu.
"Menjauh dariku! Aku benci padamu!"Maki Cika.Heru hanya tertawa geli mendengar makian itu.
Hingga sore hari,Cika masih saja merasakan sakit disana.Dia memutuskan untuk meminum obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakitnya.Sedangkan untuk meringankan rasa pegal,Cika meminta Heru untuk memijit sendi tubuhnya.
"Berapa kali kamu melakukanya padaku semalam?"Tanya Cika.
"Mungkin lima atau enam kali,"sahut Heru santai.
Cika kehilangan kesadaran sebanyak tujuh puluh persen semalam.Wajar jika Cika tidak mengingat apa saja yang dia lakukan bersama Heru,berapa kali dan berapa lama.
__ADS_1
"Kamu itu manusia atau siluman?Kenapa bisa sekuat itu?"Cika merasa aneh.Dia menebak Heru pasti sudah meminum suplemen penambah stamina khusus pria dewasa.
"Kamu sendiri yang memintanya padaku,aku hanya menuruti kemauan mu saja!"Heru membela diri.
Cika terdiam,dia menarik selimut dan menutupi wajahnya yang malu kepada Heru.Bagaimana bisa dia menyalahkan pria itu?Padahal dia sendiri yang mengambil inisiatif.
Cika mencoba mengingat ingat kejadian semalam,sepertinya memang dia yang merengek minta duluan.Benar benar memalukan!
***
Ditempat lain,Alex baru saja selesai meminta jatah pada istrinya.Dia tersenyum puas,karena wanita itu telah melayaninya dengan baik.Belum sempat beristirahat,Tiba tiba Laura sudah berteriak sambil mengetuk pintu.
"Ayah..."Panggil Laura.Dia harus menunggu beberapa menit sebelum ada orang yang membukakan pintu untuknya.
Alex membuka pintu dan menemui putrinya itu.
"Ada apa cintaku,sayangku,manis ku?"Alex menarik hidung Laura gemas.
"Kenapa Bibi tidak pulang pulang kerumah?Apa dia tidak sayang lagi padaku?"Laura cemberut.Dia merasa kesepian karena wanita bawel itu tidak ada di sisinya.
"Dia sedang sibuk sekarang,besok juga pulang.Kamu tunggu saja ya,"sahut Alex.
"Memangnya Bibi sibuk mengerjakan apa?"Tanya Laura polos.
"Dia sedang sibuk mengadoni adonan untuk dicetak menjadi bayi,"sahut Alex asal.
Anin langsung menghampiri Alex dan mencubit pinggang pria itu.Alex langsung melompat tinggi karena tidak bisa menahan rasa geli.
"Jaga ucapan mu!"Anin marah.Dia tidak suka Alex mengatakan hal itu pada anak dibawah umur.
"Maaf,aku keceplosan."Alex menundukkan wajahnya.Dia terlihat seperti karyawan yang sedang diintimidasi oleh Bosnya.
Anin membawa Laura menjauh dari Alex,dia memecah fokus putrinya agar tidak ingat dengan apa yang Alex katakan tadi.
"Mama punya game baru di ponsel,kamu mau mencobanya?"Tanya Anin.
"Mau,tapi tolong ajari aku ya,"pinta Laura.
"Iya."
Anin melirik kearah Alex,dia memberi tanda pada pria itu untuk tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari.Alex mengkerut takut,saat sedang marah Anin terlihat begitu menyeramkan.Bahkan lebih menyeramkan dari ondel ondel yang dia takuti.
Begitulah wanita,memiliki wajah seperti bunglon yang gampang berubah ubah sesuai mood.Kadang dia galak,kadang lembut,kadang pendiam,kadang juga dia menjadi orang yang pemarah.
Bersambung...
__ADS_1